Menemukan keluarga baru di SIGI (Sahabat Indonesia BerbaGI) Makassar

Saat ikut jadi Volunteer di Komunitas 1000 Guru Makassar,.. ketemu dan kenal sama Kak Amma, cewek manis nan lincah. Cuma berbincang beberapa menit di perjalanan pulang dengan menggunakan kapal kecil dari pulau ke kota Makassar. Ia bercerita tentang komunitasi anak muda lain yang juga bergerak di bidang pendidikan, namanya SIGI Makassar yang merupakan singkatan dari Sahabat Indonesia Berbagi. Ia bercerita banyak hal tentang kegiatan SIGI yang mengajar anak jalanan, mengajar anak di daerah kepulauan dan masih banyak lagi. Di akhir perjalanan ia kemudian memeluk ku sangat erat. Seolah aku saudaranya yang baru ia temukan setelah sekian lama terpisah. hehehehhe. Kemudian ia berkata, saya tungguki gabung di Komunitas SIGI ya kak ^_^






Dan syukurlah...setelah beberapa pekan berlalu setelah event 1000 guru Makassar, saya akhirnya punya kesempatan bergabung dengan kakak-kakak kece di komunitas ini. Kali ini kakak - kakak ini berbagi semangat, motivasi, dan pengetahuan di daerah penggusuran pandang raya. Hm... agak miris juga liat rumah warga akhirnya berganti dengan tenda-tenda seperti ini. Tetapi syukurlah adik-adik disana masih tetap semangat belajarnya walaupun cuaca agak sedikit panas. 

Jelasin sedikit dulu deh tentang komunitas SIGI ini... Jadi SIGI atau Sahabat Indonesia Berbagi adalah sebuah gerakan independen, bebas dan tidak terikat oleh golongan atau organisasi apapun. Siapapun yang punya passion dan visi yang sama untuk berbagi kemanfaatan dengan sesama, boleh ikut bergabung. 

Visi SIGI adalah menjadi sebuah gerakan sosial berbasiskan jaringan pertemanan di seluruh Indonesia yang terus berkelanjutan (sahabatindonesiaberbagi.org)

Dan benar, saat baru pertama kali hadir disana, saya langsung disambut hangat oleh semua anggota SIGI yang lain. Serasa menemukan keluarga baru, mereka semua ramah, ceria, dan sangat hangat. Walaupun beberapa dari mereka berumur jauh di bawah ku, (hehehehehehe aku nya yang ke tua an maksudnya) tetapi mereka memperlakukan seperti adik yang disayang sekaligus kakak yang dihormati, hihihihi.

Selain, mengajar adek-adek di daerah penggusuran. Saya juga sempat ikut event "Project Berbagi SIGI" yang diadakan di Panti asuhan Minasaupa Makassar. Dan saya begitu takjub karena kakak - kakak anggota SIGI yang hadir jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah adik-adik panti. Itu berarti tali persaudaraan yang terjalin di komunitas ini pastilah sangat erat. Dan asyiknya lagi, mereka semua sangat welcome terhadap pendatang-pendatang baru kayak saya. ^_^

Di Panti Asuhan ini, selain membawakan donasi berupa sandang dan pangan hasil dari donasi dan recehan kahuripan (Salah satu program SIGI untuk mengumpulkan uang receh setiap beberapa pekan), kakak - kakak SIGI juga membawa kebahagiaan untuk adek-adek panti dengan beragam games dan hadiah - hadiah menarik. Selain itu ada sharing mimpi untuk memotivasi adik - adik panti agar tidak pernah putus asa. Dan acara utama menggambar celengan... karena tema event kali ini adalah CERITA (Celengan Rindu kiTa atau Celengan Akhir Tahun ya) hehehehe lupa... 

Yang pasti saya sangat senang bisa bergabung di komunitas ini... Semoga kedepan nya saya bisa ikut lagi event-event nya..... Miss You kakak-kakak SIGI

dan Quotes favorit SIGI:
"Mari bersama, bersinergi membangun negeri, menuju Indonesia yang lebih baik. 
Think Globally, Act Locally, Let's MOve Forward
For a better world
For a better life
For a better future
JADILAH ORANG HEBAT YANG BERGERAK KETIKA TERGERAK

Kamu...ayo ikut gabung juga... ^_^







Review Buku From Zero to Hero Karya Solikhin Abu Izzuddin


Judul Buku      : ZERO to HERO, Mendahsyatkan pribadi Biasa menjadi Luar Biasa
Penulis             : Solikhin Abu Izzudin
Penerbit           : Pro U-Media, Yogyakarta
Tahun Terbit    : 2006
Tebal Halaman : 300 Halaman

Dulu saya sering membaca kalimat ini “From Zero to Hero” yang berarti dari tak ada apa-apa, dari angka nol yang berarti kosong menjadi Hero, sosok pahlawan yang bisa menyelamatkan orang lain. Saya sering dapat kalimat tersebut, entah itu di seminar-seminar, kata-kata motivasi atau update an status teman di media social. Jadi pas nemu buku ini di Bazar buku tempo hari, saya langsung meraihnya walaupun uang di dompet sisa selembar untuk bertahan selama seminggu, hihihi

Ok, back to the topic. Buku ini adalah buku non fiksi yang juga berisi banyak cerita – cerita motivasi, kiat-kiat sukses, hikmah-hikmah, cara-cara cerdas yang sangat tak biasa, kata-kata bijak, dan tentunya petuah – petuah tentang menjalani hidup dengan lebih berarti.
Kalimat pembuka pertama langsung menyentak “ Barangsiapa yang tidak menyibukkan diri dalam kebaikan niscaya ia akan disibukkan dalam keburukan”. Dahsyat bener kan? (Hm... saya langsung terkenang akan waktu yang saya habiskan hanya untuk bengong gak jelas. Ckckck)
Perlu quotes dahsyat: Ini neh dari Umar bin Abdul Aziz “Aku akan duduk di sebuah tempat yang tidak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan” (hal.31)
Atau perlu perenungan diri... coba baca ini... Menurut Nabi, rata-rata umur umatnya sekitar 60 tahunan. Waktu kita sama dalam sehari 24 jam. Cara kita menggunakan waktu kitalah yang membuat kita berbeda. Kalau dihitung, masing-masing waktu kita sama yakni 60 detik dalam satu menit, 60 menit dalam satu jam, dan 24 jam dalam sehari. Namun kata Imam Al Ghazali, kalau orang umurnya 60 tahunan-dan menjadikan 8 jam sehari untuk tidur, maka dalam 60 tahun ia telah tidur 20 tahun. Berarti sepertiga hidup kita hanya dihabiskan untuk tidur. (hal.33)
Perlu suntikan semangat.... Coba baca kalimat ini: Kita orang biasa, tentu banyak keterbatasan, kekurangan, kelemahan, kegagalan, kemalasan, dsb. Ubah paradigma dan cara pandang kita. Jangan menyalahkan keadaan, tapi ciptakan keadaan. Tak usah mempermasalahkan kelemahan, tapi ubahlah keterbatasan menjadi anak-anak prestasi tinggi, amal-amal terpuji dalam jiwa pahlawan sejati. Bicaralah dengan kerja. Hiduplah ceria dengan kreativitas, cerdaskan jiwa agar bahagia. Bila orang pesimis berkata, Masalah ini mungkin diselesaikan, tapi sulit. Maka orang optimis berkata “Masalah ini sulit tapi mungkin untuk diselesaikan” (hal.35)
Billy P.S Lim, motivator kelas dunia yang berbasis di Malaysia, pernah menanyakan kepada peserta trainingnya tentang satu hal menarik, “Mengapa orang akan tenggelam apabila jatuh ke dalam air?” berbagai jawaban diberikan tetapi yang paling sering ialah “Dia tak dapat berenang”. Yang hadir heran, karena Lim mengatakan jawaban tersebut salah. Karena jawaban yang benar Menurut Lim adalah “Orang tenggelam karena dia menetap disitu dan tidak menggerakkan dirinya ke tempat lain”
Dahsyat sekali, yang perlu kita lakukan hanya bergerak, jangan berdiam diri selama kita masih bernafas. Karena berdiam diri berarti binasa. Buku ini recommended banget buat kamu yang saat ini merasa down, kehilangan harapan, tak punya impian, ragu untuk melangkah. Karena buku ini berisi kisah-kisah sahabat Nabi, Kisah-kisah Imam yang terkenal, Kisah orang sukses di masa sekarang, dan hal-hal lain yang apabila kita renungi dan resapi mampu meledakkan semangat kita kembali untuk memperbaharui hidup. Kita merindukan jadi pahlawan, minimal buat diri kita. Itulah kerinduan yang menggugah jiwa untuk selalu berkarya dan mengharap surga.



Review Buku Silabus Menulis Fiksi dan Nonfiksi karya Edi Akhiles


Judul              : Silabus Menulis Fiksi dan Non Fiksi
Penulis          : Edi Akhiles
Penerbit         : Diva Press, Jogjakarta
Tahun Terbit : 2013
Tebal Halaman: 124 Halaman


Yups... kali ini mau review buku tentang Silabus Menulis Fiksi dan Non Fiksi. Udah tau belum Silabus itu artinya apa? Kalo belum tau tanya sama anak keguruan, biasanya Mahasiswa yang kuliah di Jurusan Pendidikan dan Keguruan sangat akrab dengan kata Silabus ini. 
  • Menurut Salim, 1987:98" "silabus adalah garis besar, ringkasan, ikhtisar, atau pokok-pokok isi atau materi pembelajaran."
Jadi buku ini berisi panduan dan tata cara serta aturan dalam penulisan Fiksi dan Non Fiksi. Walaupun bukunya terbilang tipis karena hanya terdiri dari 124 halaman. Yang ketika saya membacanya cuma sekali duduk langsung tamat. Tetapi isinya benar-benar padat, ringkas, dan jelas tentunya. Selain itu buku ini dapat nya gratis loh. Liat kan ada kata “Free” di covernya. (Jadi saya mau bilang makasih dulu buat Bapak Edy Akhiles yang sudah berbaik hati berbagi ilmu ini secara cuma-cuma, semoga amal jariyah ini mengalir terus ke rekening amalnya Bapak Edy Akhiles. Amin) Itu berarti buku ini gratis diberikan buat orang-orang yang mau serius mempelajari dunia kepenulisan. Karena ini gratis, jadi pastinya terbatas. Jadi saya buat review nya buat teman-teman yang belum beruntung mendapat buku gratis ini. hehehehehe.

Buku nya hanya terdiri dari 2 bagian, bagian pertama tentang Silabus menulis Fiksi dan bagian kedua tentang Silabus menulis Non Fiksi. Kok Cuma dua bagian??? Ya iyalah, kan judul nya Silabus Menulis Fiksi dan Non Fiksi. Hehehehe. Tetapi buku ini benar-benar padat loh, soal nya semuanya dijelaskan dengan singkat dengan bahasa yang sangat akrab seolah-olah kita sedang berhadapan langsung dengan Bapak Edi Akhiles.

Dalam Bab Pertama, tentang panduan menulis Fiksi yang mensyaratkan hal-hal seperti alur cerita, setting/latar, penokohan, konflik dan ending. Baiklah akan saya jelaskan secara singkat:
  1. Alur cerita adalah jalan cerita. Apapun bentuknya, sebuah fiksi harus memiliki jalan cerita.Alur cerita ini bebas bentuknya bisa maju, bisa mundur atau bercampur menjadi maju mundur. (hal.11)
  2. Setting atau latar cerita bukan hanya tentang lukisan tempat tokoh hidup.  Tetapi juga mencakup suasana emosi yang terbangun dalam tokoh-tokoh itu, karenanya latar bisa dibangun dengan model narasi dan dialog pula. (hal.14)
  3. Penokohan berarti penggambaran tokoh, dari watak, karakter, kebiasaan harian hingga fashion atau gaya hidupnya.
  4. Konflik, ya setiap cerita harus ada konflik ceritanya. Konflik sesungguhnya merupakan jantung dari sebuah cerita. Kemampuan untuk membangun tiitk konflik yagn mendidih akan benar-benar menjadi jantung dari bagus/tidaknya sebuah tulisan (hal.19)
  5. Ending berarti saat kita harus berhenti menulis cerita. Ending tidak harus berupa akhir cerita tokoh. Ending juga tidak mesti berupa mati atau bahagia. Tetapi bisa juga dengan menggantungkan cerita, ini disebut ending menggantung. Ending menggantung adalah menutup cerita dengan sebuah adegan atau suasana atau dialog yang dibiarkan menggantung begitu saja.
Selanjutnya, tentang Silabus Non Fiksi.
Tulisan non fiksi adalah jenis tulisan yang berkarakter ilmiah, berbasis data, dan dianalisa dengan sistematis, contohnya: disertasi, tesis, skripsi, makalah, artikel, esai, resensi hingga feature. Adapun unsur – unsur dalam Tulisan Non Fiksi adalah:

  1. Ide/ Topik/ Tema yang berarti pokok hal atau pokok prmasalahan yang akan diteliti dan dituliskan.
  2. Data. Data yang dipilih haruslah data yang akurat atau ilmiah yang bisa dibuktikan dengan memiliki sumber rujukan yang jelas.
  3. Pembukaan. Setiap tulisan non fiksi haruslah memiliki bagian pembukaan dulu. Ia semacam pengantar terhadap ide yang akan diulas.
  4. Analisa sistematis. Setelah proses pengumpulan data rampung selanjutnya data tersebut dianalisa. Analisa haruslah berjalan runtut, saling menunjang dan mendukung.
  5. Kesimpulan tidak harus selalu berupa solusi. Tetapi ia bersifat penegasan teori atau data lapangan atau motivasi tertentu terkait ide tulisan.


Dalam buku ini tidak hanya membahas tentang dua hal itu loh, tetapi ada juga Tips-tips praktis berbagai masalah menulis fiksi dan non fiksi, tips-tips cari ide unik dalam novel, tips – tips memperkaya diksi, dan beberapa hal lainya. 

Review buku Suami Sempurna Karya Nurul F. Huda



Judul              : Suami Sempurna
Penulis           : Nurul F. Huda
Penerbit         : PT Lingkar Pena Kreativa
Cetakan         : Pertama, Desember 2011

Buku ini merupakan karya terakhir Nurul F. Huda. Seorang perempuan penulis yang cukup produktif. Lebih dari 25 buku telah beliau terbitkan hingga kemudian ia sempat vakum dari dunia kepenulisan. Pada tahun 2010, setelah lepas dari vakum, Nurul kembali aktif menulis dan menerbitkan buku. Namun, pada 17 Mei 2011, Nurul F. Huda wafat dalam usia muda, 35 tahun. Semoga amal ibadah beliau di terima disisiNya, Amin.

Menurut Habiburrahman El Zhirazy, Penulis Novel Ayat-Ayat Cinta yang juga menjabat sebagai Ketua Liga Sastrawan Muslim Dunia Wilayah Indonesia, “Nurul F. Huda adalah pribadi yang tawadhu dan memiliki semangat dakwah yang berkobar. Ia meninggalkan kenangan indah yang tak terlupakan”. Sedangkan Menurut Helvy Tiana Rosa, penulis novel Ketika Mas Gagah Pergi, mengatakan bahwa “Tulisan-tulisan Nurul tak perlu bergenit kata, Simpel, to the point, tapi meninggalkan hikmah yang dalam” dan kalau menurut saya sendiri, apa yang dikatakan oleh dua penulis di atas memang benar. Tergambar nyata dari buku terakhirnya ini. Buku ini terdiri dari 14 kisah diantaranya:
  1. Aku adalah ayah
  2. Dua bunda
  3. Bukan Langit dan Bumi
  4. Suami Sempurna
  5. Ningsih
  6. Nada Pasir Kaliadem
  7. Terempas Asa
  8. Mutiara Lembah Hitam
  9. Kembang Desa Maja
  10. Gurat di kertas Putih
  11. Taksi Plat Hitam
  12. Merpati Kelabu
  13. Bunga Berkuah
  14. Bunga Karang


Sedangkan judul buku sendiri diambil dari kisah ke Empat berjudul “Suami Sempurna” bercerita tentang seorang wanita bernama Astri yang berperan sebagai Istri dan Ibu dari 2 orang anak. Suaminya bernama Ari, seorang pria yang baik dan bertanggung jawab. Hanya saja Sang Suami telah mencurahkan seluruh waktu dan pikirannya untuk kerja dan kegiatan sosial. Dan tak pernah berniat ataupun berpikir untuk sedikitpun membantu Pekerjaan Istri di rumah. Kisah dimulai dengan perdebatan Astri dan Ari, hanya karena Ari tidak ingin dititipi oleh Astri, anak mereka yang sedang tertidur. Padahal saat itu, Astri hanya ingin keluar sebentar untuk membeli kerupuk di rumah tetangga. Dan Ari bersikeras agar Astri juga membawa anak mereka yang tertidur ke warung sebelah rumah karena takut anaknya akan menangis dan menggangu aktivitas menontonnya.


Perdebatan-perdebatan seperti itu hampir terjadi setiap hari. Jangankan membantu mengurus pekerjaan rumah tangga, melakukan apa-apa yang menjadi keperluannya di rumah pun Ari enggan. Segala keperluan Ari sebelum berangkat ke kantor seperti Sepatu, Jam Tangan, Tas, Handphone haruslah Asti yang mengurus. Ditambah dengan dua anak mereka yang masih kecil-kecil dan kegiatan sosial di sekitar rumah yang juga harus diurus oleh Asti membuatnya semakin repot. Berbagai cara telah dilakukan Asty untuk menyadarkan suaminya, mulai dari memperlihatkan contoh Sosok Rasulullah Saw, sosok Aktivis dari majalah hingga rekan kuliah Ari yang selalu turun tangan untuk membantu pekerjaan rumah tangga, tetapi tetap saja Ari tidak sedikitpun sadar untuk sedikit bergerak membantu istrinya. Hingga kemudian Asty tersadar bahwa ternyata Ari mencontoh sosok ayahnya yang juga tak pernah sedikit pun turun tangan membantu ibunya mengurusi pekerjaan rumah tangga. Asty tak pernah berharap suaminya menjadi sosok yang sempurna, yang dia inginkan hanyalah sedikit bantuan dan kerjasama dari Sang Suami untuk membantu mengurus persoalan rumah tangga yang tidak mudah itu.

Huffttt... sepertinya kehidupan rumah tangga sulit ya...yeah..siapa juga yang bilang gampang.

Review Novel Berjuta Rasanya Karya Tere Liye

Judul             : Berjuta Rasanya
Penulis          : Tere Liye
Penerbit         : Mahaka Publishing (Imprint Republika Penerbit), Jakarta
Cetakan         : XIII (ketiga belas), Januari 2014
Tahun Terbit : Mei  2012
Tebal buku    : 205 halaman



Assalamualaikum... kali ini mau review buku nya Tere Liye “Berjuta Rasanya”. Awalnya nggak tau kalau Bang Darwis Tere Liye ini seorang penulis. Pertama kali nemu nama ini di Facebook, iseng-iseng add karena Bang Tere Liye ini sering update status berupa kata-kata bijak yang rasanya ngena banget di hati. Dan karena ada kata Tere nya, kirain abang ini dulu nya cewek soalnya inget sama penyanyi cantik Mbak Tere yang pernah duduk sebagai anggota DPR. 
Back to reviewnya deh. Buku manis ini punya cover yang berlatar putih dengan gambar pohon, yang daun-daunnya berbentuk hati, nampak sederhana sekali tetapi ternyata isi buku ini benar-benar luar biasa, dikemas dengan bahasa sederhana dan sangat akrab dengan keseharian kita. Dan ternyata buku ini Laris manis di pasaran terbukti sejak di terbitkan di tahun 2012 ternyata menjadi best seller dan di tahun 2014 sudah di cetak hingga tiga belas kali. Dahsyat bener ya (Bang Tere Liye gitu loh ^_^)
Buku ini berisi kumpulan cerita yang terdiri dari 15 judul diantaranya:
  1. Bila semua wanita cantik
  2. Hiks, kupikir Kau Naksir aku
  3. Cinta Zooplankton
  4. Cintanometer
  5. Harga sebuah pertemuan
  6. Kotak-kotak kehidupan AndreiMimpi Laila Majnun
  7. Kutukan Kecantikan Miss X
  8. Love Ver. 7.0 & Married Ver 9.0
  9. Kupu-kupu Monarch
  10. Joni dan Doni
  11. Kutukan Kecantikan Miss X-2
  12. Lily dan tiga pria itu
  13. Pandangan Pertama Zalaiva
  14. Antara Kau dan Aku

 Hampir semuanya bertemakan cinta dan bersifat fiksi. Tetapi mungkin saja beberapa kisah di dalamnya pernah kita alami atau rasakan juga. Kalau saya sendiri paling suka sama kisah pembuka yang berjudul "Bila semua wanita cantik". Ne nyinggung cewek-cewek yang sering ngeluh karena merasa diperlakukan tidak adil oleh Tuhan karena tidak diciptakan dengan wajah tirus, hidung mancung, mata bulat, badan ramping, dan kulit putih mulus. Persis seperti tokoh utama yang berbadan gendut, dekil, dan jelek yang berdoa pada Tuhan agar mengubah seluruh wanita di dunia ini menjadi cantik. Tetapi setelah doanya terkabul, apa yang diinginkannya ternyata tetap tak menjadi kenyataan. Lalu kemudian ia tersadar, lalu mengubah doanya “Tuhan, selama ini aku keliru, sungguh keliru tentang semua kecantikan ini. Malam ini, demi segala janji kebaikan yang masih tersisa, ajarkan aku untuk selalu memiliki hati yang cantik. Tidak peduli meski orang-orang tidak pernah sekalipun menyadari kecantikan hati tersebut” (hal.26). Saya suka sekali quotenya yang mengatakan “Seseorang yang menyukaimu karena alasan fisik. Seseorang yang menyukaimu karena alasan materi, maka suatu hari ia juga akan pergi karena materi. Tetapi seseorang yang mencintaimu karena hati, maka ia tidak akan pernah pergi. Karena hati tidak mengajarkan tentang ukuran relatif lebih baik atau lebih buruk (hal.26)

 Saya setuju sekali dengan quote itu... hihihi
 
GORESAN SANG PEMULA Blogger Template by Ipietoon Blogger Template