#NulisRandom2015 : Day 24 (Review Buku Ya Allah Beginikah Pedihnya Sakaratul Maut? )




Judul               : Ya Allah, Beginikah pedihnya Sakaratul Maut?, Menengok Detik-detik   
    terakhir yang sangat menyakitkan dan Penuh Misteri
Penulis             : Zainul Arifin el Basyier
Penerbit           : Pustaka Almazaya, Yogyakarta
Cetakan           : I (Pertama), Maret 2015

Buku ini bukan novel atau kumpulan kisah, ini buku Non Fiksi. Liat dari cover nya aja udah ngeri, rasanya takut aja gitu kalau mau membicarakan soal kematian. Apalagi hal-hal yang berkaitan dengan sakaratul maut yang katanya akan sangat menyakitkan.

Menurut Hadits HR Bukhari “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutra. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutra yang tersobek?” atau menurut HR. Ibnu Abid Dunya “Sakitnya Sakaratul maut itu kira-kira tiga ratus sakitnya pukulan pedang” Hufttt... tahan nafas sejenak. Kebayang nggak sakitnya gimana? Jari Teiris pisau aja udah terasa nyeri banget gimana kalo tiga ratus pedang nancap di badan.

Dalam buku ini dibahas tentang enam tanda kematian sebelum sakaratul maut, godaan setan di saat sakaratul maut, sakaratul maut yang menyakitkan, perjalanan Ruh Manusia yang telah mati, hubungan Ruh Orang Mati dan  Hidup, dan masih banyak lagi.

Berikut saya paparkan sedikit tentang detik-detik ketika seseorang tidak bernyawa lagi  berharap bisa menjadi bahan perenungan buat kita semua. Ketika seorang manusia berada pada fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku sekitar tiga sampai empat jam dinyatakan telah meninggal dunia, kemudian memasuki jam ke enam, darah menggumpal, warna kulit mulai menghitam. Suhu tubuh lantas menurun drastis, isi perut mulai membusuk sebab mikroba, dn pankreas mulai mencerna dirinya sendiri. Hingga berselang sekitar dua hari usai kematian, tubuh orang tersebut menjadi lentur. Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah mulai menetes keluar dari mulut dan hidung. Kemudian dilanjutkan dengan warna tubuh yang berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah. Sehingga beberapa minggu kemudian rambut, kuku, dan gigi mulai terlepas. Kulit seseorang mulai mencair tatkala usia kematian menginjak sebulan. Sampai akhirnya yang tersisa hanyalah tulang-belulang dari tubuh (hal.31) Ini baru ditinjau dari segi medis.

Belum menceritakan bagaimana menyakitkan nya saat menghadapi sakratul maut. Para sahabat Rasulullah berpendapat bahwa rasa sakit saat prosesi sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan ke dalam perut seseorang, selanjutnya ditarik dengan sekuat tenaga. Sehingga ranting itu pun keluar membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa. Tak terbayangkan rasa sakitnya seperti apa. Buku ini tidak berniat menakut-nakuti tetapi hanya memberi peringatan kepada kita semua agar memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik-baiknya untuk menghadapi sesuatu yang paling pasti di dunia ini yakni Kematian.

Berikut sebuah puisi dari Almarhum Remi Soetansyah menceritakan tentang peneyesalan seseorang ketika ajal telah menjemputnya
“Andai Hari ini Aku dimakamkan"
Hari ini aku mati
Perlahan
Tubuhku ditutup tanah
Perlahan
Semua pergi meninggalkanku

Masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka
Yang mengiringi dan menangisi jenazahku
Ku ingin berteriak untuk tidak pergi dan meninggalkan ku sendirian
Tetapi  suaraku tercegat di kerongkongan
Tubuhku sudah kaku, suaraku telah hilang
Kini  aku sendirian
Di tempat gelap yang tak pernah terbayang
Sendiri
Menunggu pertanyaan malaikat

Belahan hati
Belahan jiwa pun telah pergi
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain
Aku bukan siapa siapa lagi bagi mereka

Sanak keluarga menangis
Sangat pedih
Aku pun demikian
Tak kalah sedih

Tetapi aku tetap sendiri
Di sini aku menunggu perhitungan
Menyesal sudah tak mungkin
Tobat tak lagi dianggap
Dan maaf pun tak bakal didengar
Aku benar-benar harus sendiri

Ya Allah
Jika engkau beri aku 1 lagi kesempatan
Jika engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikmu
Untuk aku memperbaiki diriku
Aku ingin meminta maaf pada mereka

Yang selama ini telah merasakan dzalimku
Yang selama ini sengsara karena diriku
Ataupun tersakiti olehku

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini
Yang telah kukumpulkan
Yang bahkan kumakan
Yang Allah beri lagi aku beberapa hari milikmu
Untuk berbakti kepada Ayah dan Ibu tercinta

Teringat kata-kata kasar dan keras
Yang menyakitkan hati mereka
Maaf kan aku ayah dan ibu
Mengapa tak kusadari betapa besar kasih dan sayangmu

Beri juga Ya Allah aku waktu untuk berkumpul dengan keluargaku
Menyenangkan saudara-saudara ku
Dan sungguh – sungguh beramal sholeh

Aku sungguh ingin bersujud dihadapan Mu lebih lama lg
Begitu menyesal diri ini
Kesenangan yang pernah kuraih dulu
Tak ada artinya sama sekali

Mengapa kusia siakan waktu hidup yang hanya sekali ini
Andai aku bisa putar ulang waktu itu

Aku dimakamkan hari ini
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan
Dan ketika semua menjadi terlambat
Dan ketika aku harus sendiri
Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab dan
Dikumpulkan di padang mahsyar


#NulisRandom2015 : Day 23 (Review buku Life's Jorney - Komaruddin Hidayat)


Judul Buku               : Life’s Journey, Hidup produktif dan bermakna
Penulis                      : Komaruddin Hidayat
Penerbit                     : Noura Books (PT. Mizan Publika)
Cetakan                     : II (kedua) Maret 2014
Tebal Halaman         : 243 halaman

Bapak Komaruddin Hidayat atau biasa dipanggil Mas Komar  yang saat ini mengemban amanah sebagai rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak awal 2007. Dari tangan nya lahir beberapa buku diantaranya: Agama Masa depan;  Tragedi Raja Midas; Menafsirkan Kehendak Tuhan; Psikologi Kematian; Psikologi Kematian 2; Passing Over; Melintas Batas Agama; Politik Panjat Pinang; Psikologi beribadah; Wisdom Of Life; Membuka mata, Menangkap Makna; Psikologi Agama, Jejak – Jejak Kehidupan; Spritual Side of Golf; Ungkapan Hikmah; Agama Punya 1000 nyawa; dan tentu saja buku dengan judul Life’s Journey ini.

#NulisRandom2015 : Day 22 (Review Novel Sunset Bersama Rosie - Tere Liye)


Judul Buku               :  Sunset bersama Rossie
Penulis                      : Tere Liye
Penerbit                     : Mahaka Publishing, Jakarta Selatan
Tahun Terbit             : 2012
Tebal Halaman         : 424 Halaman

“Tidak ada Mawar yang tumbuh di tegarnya karang”

Novel ini bercerita tentang rasa yang tak pernah terungkapkan, tentang perasaan cinta yang tersamarkan dalam hubungan persahabatan, tentang hubungan erat walaupun tanpa ikatan darah, dan tentang kesempatan yang datang terlambat.

Yay...akhirnya bisa kembali mereview novel karya Tere Liye. Sama seperti novel Tere Liye sebelumnya. Novel ini juga mengaduk-aduk perasaan. Aku harus menghabiskan waktu tiga hari untuk menyelesaikan membacanya padahal biasanya aku paling lambat membaca sebuah novel hanya sehari. Tetapi novel kali ini berbeda.

#NulisRandom2015 : Day 21 (Review Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin - Tere Liye)



This is the special gift from my best friend in my birthday last year... Hah, she always know what i want.....

Judul Buku   : Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Penulis          : Tere Liye
Penerbit         : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun Terbit : 2010
Cetakan         : Ke-17 pada September  2014
Tebal              : 256 Halaman

“Biarkan aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski baru terenggutkan dari tangkai pohonnya”

Ini jadi novel kedua karya Tere Liye yang telah kubaca dan ingin kubagi review nya. Semoga nanti akan ada buku ketiga, keempat, kelima, dst. Karena karya – karya Tere Liye memang sangat nikmat untuk dibaca. Terbukti dari belasan novel karya Tere Liye, dan banyak diantara nya yang masuk dalam Penjualan Best Seller dan berhasil diangkat ke layar kaca, seperti Hafalan Surah Delisa, Moga Bunda Disayang Allah, Bidadari-bidadari surga dan lain-lain.

#NulisRandom2015 : Day 20 (Book Addict)

Hah... saya selalu telat neh posting nya gara-gara tidak bisa efisien menggunakan waktu dalam sehari. Tetapi saya selalu berusaha untuk mengejar ketinggalan walaupun tidak sesuai dengan tanggal postingan nya, heheheheheh ^_^

Kali ini mau bahas tentang Book Addict??? Pernah dengar tentang istilah ini? Book berarti buku, Addict berarti kecanduan. Jadi book addict berarti kecanduan buku. Kira-kira apa ya bedanya book addict dengan bookworm (kutu buku). Mungkin sama saja, tetap sama-sama penggemar dan penggila buku. Hanya saja book addict kayaknya lebih keren daripada kutu buku. heheheh. Soalnya dari film-film yang saya liat seh, sosok kutu buku itu sering di identikkan dengan kacamata lebar, cupu, anti sosial, dan kurang gaul. Bahkan kata kutu sendiri sering juga dikonotasikan dengan sesuatu negatif semisal serangga perusak. 

Ok, kita cek dulu, ciri - ciri seorang Book Addict....
  1. Dibanding jalan-jalan ke Mall cari baju - baju unyu... seorang book addict lebih suka cuci mata ke toko buku. Liat buku-buku cantik tertata rapi di jejaran rak. Sampul-sampul warna warni plus alunan harmoni lagu-lagu keren. Pasti bikin Si Book Addict ini betah berjam-jam di toko buku.
  2. Lebih dari 80 % barang-barang yang seorang book addict inginkan di hari-hari special nya adalah tumpukan buku. 
  3. Saat teman-teman lagi berencana hang out ke bioskop untuk nonton film terbaru yang berasal dari novel. Si Book Addict akan bilang mending baca bukunya, lebih keren. 
  4. Seorang Book Addict pastilah jadi tempat meminta saran dari teman-temannya tentang buku-buku keren. 
  5. Menurut Si Book Addict, aroma relaksasi terbaik adalah aroma kertas buku baru.
  6. Tak ada yang membuat mata Si Book Addict ini lebih berbinar ketimbang saat merobek segel plastik buku baru.
  7. Si Book Addict akan bangun pagi dengan mata panda hanya karena semalam harus menyelesaikan buku yang sedang dibaca.
  8. Si Book Addict akan melirik tajam pada teman-teman yang datang meminjam buku karena teringat pepatah "Hanya orang bodoh yang meminjamkan teman nya sebuah buku, tetapi lebih bodoh lagi saat memimjam buku itu haruslah dikembalikan pada pemiliknya". (Ga' tau ne sumbernya dari mana...Yang pasti pernah denger aja)
  9. Menurut Si Book Addict tumpukan buku itu seperti harta karun yang semakin lama, maka ia semakin berharga.
  10. Dan buat Si Book Addict, membeli buku baru itu tak harus di tanggal muda, tak harus nunggu terima gaji dulu. Kalau lagi dapat buku yang ingin sekali dibaca, sisa uang selembar di dompet pun akan melayang. Walaupun bsk nya harus ngutang sama teman buat makan (heheheh, kalo ini pengalaman pribadi)



"Buku-buku yang kubaca selalu memberi sayap-sayap baru. Membawaku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan, melintas waktu dan peristiwa. Berbagi cerita cinta, menyapa semua tokoh yang ingin kujumpai sambil bermain di lengkungan pelangi" (Abdurrahman Faiz-Aku ini Puisi Cinta)


"Tips menjaga pikiran tetap sehat adalah dengan membaca" Anonim


"Siapa pun yang terhibur dengan buku, kebahagiaan tidak akan sirna dari dirinya" (Ali Bin Abi Thalib)


Saya bukan termasuk kelompok book addict, tetapi sejak beberapa bulan lalu seorang teman berkata bahwa buku adalah investasi terbaik. Jadilah saya mulai menyisihkan sedikit uang untuk membeli satu atau dua buku per bulannya. Hingga akhirnya itu menjadi kebiasaan,.. setiap awal bulan ga enak rasanya kalau ga nambah daftar koleksi buku walaupun bacanya masih sering di tunda-tunda, hehehehehe.
 
GORESAN SANG PEMULA Blogger Template by Ipietoon Blogger Template