Tuesday, October 31, 2017

Cerita tentang Perjalanan Pertamaku Keluar Negeri


Mimpi untuk jalan-jalan keluar negeri dimulai dari dua tahun yang lalu. Saat senior di tempat kerja yang biasa kupanggil Kak Ayu memberi oleh-oleh gantungan kunci perak bertuliskan Macau. Walaupun cuma gantungan kunci, aku senang bukan main. Karena dapat oleh-oleh dari luar negeri itu sangat langka buatku pribadi, hehehe. Akhirnya sejak saat itu, travelling keluar negeri selalu jadi resolusi di awal tahun. Dan Alhamdulillah tahun ini bisa terwujud yeay....


Sebelum keluar negeri, aku sudah pernah naik pesawat sekali. Dan itu bukan untuk jalan-jalan tetapi dalam rangka ikut test CPNS di Tangerang (Baca ceritanya disini). Sejak saat itu, aku berharap bisa naik pesawat lagi. Naik pesawat itu rasanya seru,, hahahah mungkin karena jarang kulakukan, jadinya begitu sangat luar biasa untukku. Aku merasakan jantung dag dig dug saat pesawat tinggal landas, gendang telinga yang mendengung saat pesawat sudah mengudara lalu merasa excited luar biasa saat melihat cantiknya awan-awan yang berserakan dari balik jendela pesawat. 

Dan minggu kemarin akhirnya bisa merasakan pengalaman naik pesawat lagi. Dan kali ini, naik pesawatnya sampai lima kali. Puas-puasin dah... 

Melihat matahari terbit dari balik jendela pesawat


Aku melakukan perjalanan bersama geng Cantika Amora selama seminggu mengunjungi Kuala Lumpur, Bangkok dan Phuket. Jadi rutenya dari Bandara Sultan Hasanuddin ke Kuala Lumpur Internasional Airport. Abis itu dari Bandara Kuala lumpur ke Bandara Bangkok. Terus dari Bandara Bangkok ke Bandara Phuket. Lalu Dari Bandara Phuket ke Bandara Kuala Lumpur lagi. Dan Akhirnya balik dari Bandara Kuala Lumpur ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Capeknya bukan main,, tetapi rasanya puas sekali naik pesawatnya hahahaha.

Sawadikap.. selamat datang di thailand
Resolusiku di awal tahun ini sebenarnya melakukan travelling bersama sahabat-sahabatku (Irma, Ayun, Ulfa, Hamdana, Vera, Sukma, Ifha, Irha dan Mila). Apa daya, sahabat-sahabatku masih belum nemu waktu yang tepat untuk cuti bareng (cuti kerja dan cuti dari pekerjaan rumah tangga). 

Dan Akhirnya aku malah "diselundupkan" kak Ayu di antara cewek-cewek manis Genk Cantika Amora. Aku pakai kata diselundupkan soalnya kecuali kak Ayu yang merupakan teman satu kantor, lima cewek lainnya aku tak kenal sama sekali. Ternyata enam cewek manis yang menamakan diri Cantika Amora ini sudah berteman sejak duduk di bangku SMA. Jadi kalo dihitung,,, pertemanan mereka sudah belasan tahun. Luar Biasaaaa.. tetap akur terus ya kakak kakak cantip...sampai jadi nenek-nenek dan punya cucu ^_^

Kakak-kakak Cantika Amora
Karena ini merupakan perjalanan pertama saya keluar negeri. Aku merasa deg-deg an luar biasa. Karena perjalanan ini aku mengalami banyak hal luar biasa. Mulai dari perjuangan melelahkan buat Passport (baca ceritanya disini). Perjuangan menabung recehan demi recehan untuk biaya tiket pesawat, hotel dan makan selama disana, hingga pengalaman kehilangan paspor di bandara. Hohoho,, pengalaman pertama itu memang harus ada drama, supaya bisa dikenang *eaaa


Jadi ceritanya mendekati hari H sebelum keberangkatan, aku deg-deg an bukan main. Aku mengkhawatirkan banyak hal. Pertama, karena surat cuti ku belum masuk. Kedua, karena pekerjaanku di kantor belum kelar. Ketiga, karena tabungan untuk budget liburanku menipis. Keempat, aku takut tak bisa beradaptasi dengan kakak-kakak genk Cantika Amora. 

Kemudian seiring berjalannya waktu, semua kekhawatiran itu sirna. Pertama, Surat izin cutiku di ACC dengan cepat oleh Supervisor dan HRM. Bahkan supervisorku yang baik hati itu, Pak Devin langsung memberi tanda tangan tanpa bertanya lebih dulu aku mau cuti kemana. Dan baiknya lagi, Supervisorku ini bersedia untuk memback up pekerjaanku selama seminggu. Alhamdulillah ya kekhawatiran pertama dan kedua terselesaikan.

Terus, beberapa hari sebelum berangkat, Ibu di rumah tiba-tiba nelpon dan langsung bertanya nomor rekening bank yang kupunya. Aku lalu bertanya, "Loh buat apa bu?"
Lalu Ibuku menjawab,"Ibu mau transferkan kamu uang untuk kamu beli permen nanti disana". 

Jleb,,, hatiku langsung makyes... Rasanya langsung mau pulang ke rumah dan peluk ibu. Hem, kayaknya inilah kenapa dibilang ada kontak batin khusus antara anak dan ibu. Walaupun jarak antara aku dan ibu sangat jauh. Tetapi ibu ternyata masih bisa membaca hati dan pikiranku. Makasih ya buk,,, Ayah dan Ibu harus sehat selalu yah,,,

Dan kekhawatiran ketiga pun terselesaikan ^_^

Lalu masuklah dalam kekhawatiran keempat, ketakutan tak bisa beradaptasi dengan orang baru. Hufftt... ini yang paling sulit diantara semuanya. Karena aku sangat tahu kalau aku selalu membutuhkan waktu lama untuk bisa akrab dan nyaman dengan orang lain. Aku secara otomatis menjadi sosok introvert dan menutup diri pada orang asing.

Sebelum memulai perjalanan ini, aku terus bertanya dalam hati tentang tujuan perjalanan ini apa???

Aku tak ingin jika perjalanan ini hanya untuk refreshing otak atau liburan saja. Aku ingin lebih dari itu. Aku ingin mengalahkan ego-ku, keluar dari zona nyamanku, dan tentunya mencari tahu tentang sosok seperti apakah aku sebenarnya. Setidaknya aku harus berubah menjadi sosok yang baru. Sosok yang lebih terbuka pada orang lain. Mau lebih dulu tersenyum dan membuka pembicaraan dengan orang baru. Menjadi sosok yang memahami lebih dalam dan mendengarkan lebih sering. Karena jaman sekarang, orang tidak terlalu membutuhkan solusi tetapi lebih membutuhkan telinga yang mau mendengar dan hati yang mau memahami. Dan hal itu membutuhkan kerendahan hati yang lebih banyak.

Setelah menjalaninya langsung, ternyata menjadi sosok yang memiliki kerendahan hati itu sangat sulit. Seringnya aku merasa tersisihkan dan tak dianggap. Bahkan ketika aku berusaha mendekat, mereka malah menjauh. Hari pertama dan kedua, rasanya sangat panjang dan melelahkan. Harus berjalan cepat dengan ransel berat di pundak plus merasa tak dianggap membuat dadaku sesak. 

Puncaknya saat kami semua menaiki Boat Gratis sehabis jalan-jalan di Asiatique The River Front. Saat menaiki Boat, semuanya berlomba-lomba untuk mencari tempat duduk. Dan akhirnya mereka duduk berpasangan.Sedangkan aku duduk dengan gadis thailand berjilbab yang membuang muka gara-gara aku banyak nanya. Lebih tepatnya mungkin dia agak susah memahami bahasa inggrisku yang amburadul. Hohoho

Akhirnya karena merasa diabaikan, sepanjang perjalanan menaiki boat mengelilingi Sungai Chao Praya itu menjadi sangat dramatis. Aku tidak terlalu memperhatikan pemandangan malam yang indah kota Bangkok. Aku malah tiba-tiba rindu menonton TV sambil bercanda ria bersama keluargaku. 

Hikkssss... Karena hal itu aku lalu berpikir untuk kembali mengunjungi Asiatique dan menaiki boat ini kembali bersama orang yang kusayang. *uhuuuk,,,

Dan ternyata drama menangisi kesendirianku cuma berlangsung beberapa menit. Karena setelah Boat berhenti aku langsung bahagia kembali setelah diajak foto-foto bareng lagi bersama mereka. Hahahaha dari sini aku jadi tahu kalau aku orangnya baper-an. Wkwkwkwk

Ternyata eh ternyata menurut penelitian, drama merasa sendiri dan tersisihkan itu memang akan sering terjadi saat melakukan perjalanan bersama beberapa orang sahabat. Saat melakukan travelling fisik kita akan bekerja keras, akibatnya mood naik turun. Saat seperti itu, gesekan gesekan kecil antara sesama sahabat akan berakibat fatal. 

Itulah kenapa saat travelling, dituntut toleransi dan rasa empati lebih dalam untuk saling memahami. Karena jika tidak, perjalanan bersama sahabat yang harusnya menyenangkan akan berubah jadi canggung  dan tidak asyik lagi.

Dan, diriku bisa sedikit demi sedikit memahami karakter kakak-kakak ini. Mereka semua kakak baik hati dan perhatian. Mereka semua menjagaku seperti adik sendiri. Rasanya menyenangkan sekali melakukan travellling bersama mereka..
Love you kakak ^_^

Terima kasih buat pengalaman selama perjalanannya ya kakak2 ^_^

 Dan akhir tulisan ini ingin mengutip quotes keren dari Tim Cahill

"A Journey is best measured in Friends, rather than miles (Cara terbaik untuk mengukur perjalanan adalah teman, bukan jarak)


Untuk cerita tentang tempat-tempat menarik yang kami kunjungi serta penginapan recommended, Insya Allah akan saya tulis di postingan berikutnya ^_^

Wassalam









Monday, October 30, 2017

Berdamai dengan Kekurangan Diri

Suka minder, merasa insecure, tidak berharga dan sangat berbeda dari orang lain?
Itu aku banget. Saat virus rendah diri menyerang dan membuat aku mulai membanding bandingkan diriku sendiri dengan orang lain.

Kadang suatu waktu aku mendapati diriku sendiri begitu terpuruk dan tak berharga. Tak punya manfaat dan tak punya alasan untuk hadir di tengah tengah dunia. 

Kadang suatu waktu aku merasa tak punya otak lalu melakukan berbagai macam kesalahan dan akhirnya merasa sangat gagal sebagai manusia.

Kadang suatu waktu aku merasa sangat tak layak. Tak layak mencintai dan bahkan menerima cinta dari siapapun. 

Parahnya saat merasa seperti itu, aku sering mengutuk diri sendiri. 

Jika seperti itu seringnya diri jatuh pada lubang kufur nikmat. Memandang hanya hal-hal yang buruk dan lupa bahwa Tuhan Yang Maha Pemurah telah menganugerahkan tubuh sehat dan sempurna. Seringnya aku lupa bahwa masih diberikan nafas dan detak jantung hingga detik ini adalah nikmat tiada tara. Seringnya aku lupa bahwa ada beberapa hal dalam hidup yang hanya bisa kita terima dengan ikhlas. Karena kita sama sekali tidak punya hak untuk memilih. 

"Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya"

(Q.S At Tin ayat 4)
Ayat tersebut kemudian mengingatkan bahwa tidak ada kesia-sia an dalam segala apa yang diciptakan Tuhan. Bahkan telah dijelaskan bahwa manusia telah diciptakan dalam sebaik baik bentuk. Maka tak patutlah aku merasa rendah diri dan iri hanya karena persoalan sepele. Sifat iri dan dengki akan membuat rasa bahagia tak akan pernah hinggap di hati kita. Harusnya aku bersyukur dan menjaga titipan dari Allah dalam bentuk jiwa dan raga ini dengan sebaik-baiknya. 

Tercipta dengan organ sempurna dan tubuh yang sehat wal afiat serta otak dan waktu luang melimpah harusnya membuatku bersyukur sebanyak-banyaknya. Sudah saatnya berhenti meratapi diri sendiri dan berdamai dengan kekurangan diri. Aku diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Saatnya untuk menerima kekurangan diri dan meningkatkan kelebihan yang kumiliki. Tak ada manusia yang sama, bahkan anak kembar pun diciptaka dengan potensi yang berbeda. Dan itulah yang membuat kita unik. 

Jadi sekarang tidak ada jalan lain selain menerima diri apa adanya. Aku harus menyadari bahwa aku bukan malaikat tanpa celah. Aku hanya manusia biasa dengan segala khilaf dan dosa. Selama aku masih bernafas, jantung masih berdetak dan kaki masih berpijak di bumi berarti kesempatan ku untuk memperbaiki diri masih tetap ada. 

Semoga kelak jika waktuku di dunia telah habis, aku bisa menemui Tuhanku dengan senyum bahagia. Amin Ya Rabbal Alamin 

Monday, October 9, 2017

Cerita tentang hobby menulisku

Aku sangat suka menulis sejak SD dulu. Waktu itu aku menulis dimana saja. Di buku catatan, di meja kelas, bahkan di pintu kamar. Karena hal itu, aku kena marah ibu dan wali kelas. Hahahaha...

Tetapi aku tetap melanjutkan kegiatan menulisku. Aku menulis tentang apa saja. Tentang pelajaran membosankan, tentang guru yang galak dan tentang teman-teman yang tidak kusukai (Ini kutulis dalam hati saja). Dulu benda favoritku dan sangat ingin kumiliki adalah buku diary dengan kertas warna warni dan gembok lucu. Aku sangat menginginkan buku seperti itu. Tetapi harganya lumayan mahal untuk anak SD macam diriku. Aku suka iri dengan teman-teman yang mendapat kado ulang tahun buku diary seperti itu. Dan berharap suatu hari nanti bakal ada yang ngasih kado ulang tahun seperti itu juga. Dan... aku akhirnya dapat kado buku diary lucu seperti itu dari teman SMP. Namanya Fitti, dia menghadiahkan buku diary mini sampul biru yang cantik sebagai hadiah perpisahan SMP. Waktu itu kami berencana untuk melanjutkan sekolah di SMA yang berbeda. Jadi kami bertukar kenang-kenangan sebelum berpisah. Aku lupa menghadiahkan apa untuknya waktu itu. 

Fitti adalah sahabat sekaligus teman sebangku yang baik hati. Seingatku aku sebangku dengannya dari kelas 1 hingga kelas 3 SMP. Kami menjalani kehidupan sebagai pasangan duduk selama tiga tahun dengan harmonis *hahahaha kalimat yang lebay. Aku tak ingat pernah bertengkar dengannya. Tetapi waktu ia menghadiahkan buku diary itu, di dalamnya ia selipkan sepucuk surat. Aku sudah lupa disana ia bercerita tentang apa saja. Yang kuingat dia menulis kalimat bahwa ia belum mengenalku dengan cukup baik. Karena aku seringkali menutup diri. 

Yaps,,, dan itu benar adanya. Aku memang tipe yang tertutup dan tak suka membicarakan tentang diriku sendiri. Aku malah lebih suka mendengar tentang cerita orang lain. Aku suka jika orang lain berbagi ceritanya padaku. Lalu otakku menebak tentang apa yang ia rasakan dan pikirkan. Tetapi terkadang akupun merasa butuh untuk didengarkan.

Dan setelah kupikir-pikir lagi ternyata aku sebenarnya bukan tipe yang tertutup hanya saja tekadang aku tak tahu bagaimana cara menceritakan tentang diriku sendiri atau perasaanku. Kata lainnya, aku sendiri belum mengenal diriku secara utuh. Aku masih bingung sebenarnya aku orang baik atau jahat? Apakah aku pendiam atau banyak bicara? Apakah aku tipe pemberani atau penakut? Yaps, sampai saat ini aku masih terus mencari tentang diriku yang sebenarnya seperti apa. 

Dan dengan menulis seperti ini, aku berusaha menemukan diriku yang seutuhnya. Menulis seperti ini membantuku menyelami tentang perasaan dan pikiranku sendiri. Aku jadi sadar bahwa salah satu alasanku menulis adalah agar aku bisa berkomunikasi dengan diriku sendiri. Berhasil menumpahkan perasaan dan pikiranku dalam bentuk tulisan selalu membuatku bahagia. Sekarang aku jadi tahu bahwa aku menulis bukan karena hobby tetapi karena aku memang membutuhkannya. Aku menulis untuk membuat jiwaku lebih sehat dan agar aku semakin mengenal tentang diriku yang sesungguhya. Aku merasa butuh untuk mengenal diriku sendiri, agar aku bisa mencintainya. Dan aku butuh untuk belajar mencintai diriku sendiri agar aku bisa membagi cintaku ke orang lain. Atau agar aku berani untuk menerima cinta dari orang lain. Dan aku memulai itu dari menulis ^_^


Source: pinterest.com






Sunday, October 8, 2017

Bassang Si Putih Manis dari Makassar

Hari Minggu..waktunya untuk menyetorkan tulisan di website 1 minggu 1 cerita. Dan untuk awal bulan Oktober ini temanya adalah Kuliner Khas. Untuk wilayah makassar sendiri, kuliner khasnya lumayan banyak mulai dari makanan berat berkuah seperti coto makassar dan Pallu Basa yang mengenyangkan perut. Ada juga makanan ringan seperti pisang ijo dan bubur bassang. Tetapi kali ini mau posting tulisan tentang Bassang, si bubur putih manis dari kota makassar. 


Source: cookpad.com
Jadi bassang ini adalah salah satu makanan tradisional khas sulawesi selatan. Bentuknya berupa bubur putih yang masih saudara sepupu dengan bubur kacang hijau. Bahkan biasanya yang jualan bubur bassang, akan jualan bubur kacang hijau juga. Bedanya kalau bubur kacang hijau dibuat dari kacang hijau, nah kalau bubur bassang ini dibuat dari jagung putih yang biasa disebut jagung pulu atau jagung ketan. Jagung jenis ini banyak ditanam di daerah sulawesi selatan. Saya juga kurang begitu tahu, apakah jagung ini juga ditanam di daerah Jawa dan sekitarnya. Jadi bubur ini haruslah dibuat dari jagung putih ini. JIka dibuat dengan jagung jenis lain, maka rasanya tidak akan sama dengan bubur basssang pada umumnya. 
source:bibitbunga.id
Aku pertama kali mencicipi bubur bassang ini saat masih kecil dulu. Ibuku yang asli jawa tidak tahu tentang bubur bassang ini. Jadi ibuku tak pernah sekalipun membuatnya untuk kami. Lain halnya dengan bubur kacang hijau, ibuku sering membuatnya kala hari libur tiba. Biasa kami nikmati di sore hari atau setelah makan siang. Nah, kita baru tahu tentang bubur bassang ini, setelah diberi oleh tetangga yang baru pindah di sebelah rumah kami. Tetangga kami itu orang asli makassar dan punya kebun jagung di Kabupaten Maros (tetangga sebelah kota makasssar). Sehabis panen jagung putih/jagung pulut di Maros, tetanggaku yang telah hijrah ke Kab. Sidrap akan dapat kiriman. Dan tetanggaku akan membuat bubur bassang ini dan dibagikan pada tetangga-tetangga. Yuhuuu contoh tetangga teladan ^_^

Pertama mencoba aku langsung suka, Rasa manisnya yang gak bikin eneg karena hanya ditaburi dengan gula pasir, kuahnya kental karena santan, dan jagungnya lembut dan gurih. Pokoke... yummi banget ^_^

Jadi saat sudah di kota Makassar dan menikmati kembali bubur bassang ini, aku jadi langsung teringat dengan tetangga sebelah rumahku itu. 

Jika tinggal di wilayah makassar khususnya sekitar tempat tinggalku di wilayah hertasning baru, menemukan bubur bassang ini lumayan mudah. Tiap harinya di kompleks perumahanku, ada "daeng" memakai sepeda dengan gerobak dibelakangnya yang keliling menjajakan bubur bassang dan bubur kacang hijau. Jika ia lewat, ia akan teriak "oi bassang...." hehehehe... teriakannya bersaing dengan teriakan penjual ikan dan sayur keliling. 

Jika daengnya gak muncul, dan sedang ingin sekali makan bubur bassang, aku tinggal jalan-jalan pagi menuju lapangan Emmy Saelan, tidak terlalu jauh dari lapangan ada beberapa penjual bubur bassang di pinggir jalan. Atau jika sedang malas untuk keluar rumah, pesan bubur Bassang dengan Aplikasi Go Food juga bisa. Tinggal buka Aplikasi Go-Jek terus pilih Go Food abis itu searching Bubur Bassang. Nah, nanti akan muncul beragam tempat untuk bisa beli Bubur Bassang dengan varian harga. Untuk Bubur Bassang rasa original hanya ditaburi dengan gula pasir saja. Tetapi sekarang, yang jualan bassang menambahkan taburan milo, parutan keju, hingga meises. Jadi rasanya sudah sangat bervariasi.. Tertarik mencoba? Silahkan berkunjung ke Kota Makassar..



Thursday, October 5, 2017

Cuap Cuap di saat hujan turun

Bulan Oktober,,, berarti sudah memasuki musim hujan, selain harus menyiapkan payung supaya gak basah, harus punya stok coffe dan mie instan yang banyak juga hohoho untuk menghalau rasa dingin dan menemani saat-saat menulis. 

Biasanya hujan selalu punya cerita. Aroma hujan yang menenangkan dan suara titik titik butirannya yang jatuh menimpa atap, biasanya akan sukses membuat hati baper dan akhirnya segala kenangan lama bermunculan. Kalo sudah begitu, biasanya kenangan akan mantan hadir satu persatu. Mulai dari mantan terindah hingga mantan yang paling bikin susah move on. Dan untungnya aku gak punya mantan yang bisa dikenang. wkwkk

Kenangan-kenangan lama itu akan muncul satu persatu kala menatap jendela yang mulai berembun. Dan saat itu biasannya otak akan sangat aktif untuk bekerja. Jadi baiknya sediakan kertas dan pena. Sapa tau menemukan ilham untuk menulis. 

Aku sendiri sangat menyukai sinar matahari yang hangat dan langit biru yang cerah. Tetapi bukan berarti aku benci dengan hujan. Aku juga suka dengan hujan, walaupun kehadirannya kadang membuat tumpukan jemuran menggunung, harus mencuci sepatu dan kaos kaki tiap hari, harus rela melewati genangan air dimana-mana, dan tentunya harus siap berbasah-basahan apabila hendak melewatinya. 

Walaupun begitu aku tetap suka pada hujan. Aku suka dengan aroma wangi tanah yang baru disapu oleh hujan, aku suka hawa sejuk menusuk yang hadir bersama titik titiknya dan aku paling suka saat menikmati tetes-tetes lembut air hujan yang menyentuh wajahku. Merasakan bulir-bulir airnya membasahi lalu aku akan membayangkan berapa mil jarak yang harus ditempuh oleh sang hujan untuk bisa sampai menyentuh bumi. Berapa waktu yang ia gunakan untuk menunggu, berapa kali ia harus berubah bentuk agar bisa kembali menjadi butir-butir air yang kemudian menjadi Rahmat bagi semesta Alam. Yang diturunkan dari Langit dan membasahi tanah kering kerontang, lalu karenanya tumbuhlah segala macam tumbuhan dan buah-buahan.


وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۗ انْظُرُوا إِلَىٰ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ


Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.(QS AL An'am : 99)


Aku suka hujan... dengan segala keindahan dan kelemahannya. 
Saat butir-butir airnya menyentuh wajahku, aku merasakan betapa besarnya Kuasa Tuhanku, Sang Pencipta dan Pemilik Alam Semesta... 

Source:www.pinterest.com

REVIEW FILM KOREA FORGOTTEN

Source: Layar.id Kami keluarga bahagia beranggotakan: Ayah, Ibu, Kakak laki, dan Aku. Hari itu kami sedang dalam perjalanan menuju  rum...