Tuesday, January 30, 2018

LIBURAN SINGKAT DI PHUKET THAILAND PART 2


Di jaman now, liburan atau melakukan travelling tidak hanya milik kaum jetset saja. Tak harus punya uang milyaran untuk bisa berangkat liburan. Seperti katanya Eugene Fodor "You don't have to be rich to travel", Gak harus jadi orang kaya baru bisa melakukan perjalanan. Tetapi setidaknya melakukan perjalanan haruslah punya kemauan dan tekad yang kuat Kita butuh hunting tiket promo pesawat, Nabung recehan demi recehan, menahan diri untuk gak shopping macem-macem hingga akhirnya terwujud melihat tempat baru, bertemu orang baru dan merasakan pengalaman baru. Karena travelling satu-satunya hal yang kita bisa beli dan membuat kita semakin kaya. Sama dengan perjalanan kami kemarin, saat mengunjungi Phuket Thailand. 
(Maaf intronya kepanjangan,) 

Sebenarnya cuma mau lanjutin postingan kemarin tentang liburan singkat kami di Phuket Thailand Part 1 (baca cerita kami disini). Jadi setelah sesi foto-foto di dermaga, akhirnya kami naik dengan tertib ke speed boat. Aku yang takut mabuk walaupun sudah minum antimo, memilih duduk di bangku tengah menghadap ke depan.Di sebelahku ada kak Ayu yang sepertinya merasakan hal yang sama denganku, sama-sama takut mabuk laut. Beberapa menit kemudian, kapal mulai dengan cepat, menghantam ombak dan melawan angin, hahaha lebay. Setelah speedboat nya mulai melaju, Mr Chucky berdiri di depan dan memulai berpidato ^_^ *enggak ding. Mr Chucky cuma memperkenalkan Sang Pengemudi Kapal, tapi saya lupa namanya siapa. Terus setelah itu, ia sedikit bercerita tentang pulau. Saat speed boat sudah melaju dengan tenang, angin sepoi-sepoi masuk melalui jendela dan karena pengaruh antimo yang sudah saya minum, akhirnya saya tertidur di bahu seseorang. Iya, saya tertidur di bahunya kak Ayu. Hohoho Gomawo Eonnie sudah pinjemin bahu. Besok-besok boleh minjem lagi yak wkwkwkwk. Tertidur beberapa menit, pas bangun, ternyata kita belum nyampe juga. Ya udah, kita foto-foto saja di dalam kapal. 

Dan akhirnya setelah beberapa menit perjalanan (*soalnya saya gak hitung menitnya) akhirnya speedboatnya bersandar di bibir pulau. Yeay,, kita udah nyampe. Belum nyampe di bibir pantai saja, saya sudah melongo melihat cantiknya batu kars yang menghujam di birunya air laut.. Masya Allah dilihat lebih dekat, ternyata jauh lebih cantik dari gambar. Dan syukurnya hari itu, langit sangat cerah. Gambaran di otakku tentang langit biru, hijau batu kars dan putih pasirnya sekarang jadi sangat nyata. Tetapi yang bikin gak asyik, karena pulaunya penuh dengan lautan manusia. Turis yang berjemur di pantai, kapal yang bersandar, serta orang-orang yang naik turun kapal bikin cantiknya pulau jadi gak terlalu keliatan.. hahaha ya eyalah, emang loe kira ini pulau punya nenek moyang loh.. Dan ini benar-benar membuktikan bahwa pesona Phi Phi Island ini benar-benar telah mendunia. Bisa dilihat dari berbagai macam turis yang datang ke pulau ini. Mulai dari yang berkulit putih susu, kuning langsat hingga yang hitam kecoklatan, semuanya asyik menikmati indahnya pulau ini.
turisnya memenuhi pantai
Sebelum turun dari kapal, Mr Chucky mengingatkan agar tidak pergi terlalu jauh. Soalnya di pulau ini, kita cuma di kasih waktu 30 menit. Setelah itu, perjalanan harus dilanjutkan ke pulau berikutnya. Dan karena hal tersebut, kita cuma foto-foto dan jalan-jalan sebentar. Panas terik yang sepertinya memanggang kulit membuat kami cari tempat sejuk dan hanya menonton para bule yang mondar mandir sibuk cari tempat berjemur. (*kalo eikeh tiap hari juga bisa berjemur..berjemur pakaian maksudnya)
Jangan lupa selfie dengan latar batu karsnya ya
Dan jgn lupa selfie juga di depan papan namanya hahaha
Phi Phi Island sendiri terdiri dari dua pulau. Pertama Phi Phi Lae atau Phi Phi kecil dimana Maya Bay berada. Di Phi Phi Lae ini tidak ada bangunan atau tempat tinggal yang didirikan. Jadi masih sangat natural, asri, dan cantik sekali. Agak berbeda dengan Phi Phi Don atau Phi Phi Island besar yang dihuni oleh penduduk permanen. Menurut Om Wikipedia, tahun 2014 Phi Phi Don sempat hancur oleh tsunami akibat gempa bumi Samudera Hindia. Tetapi pada tahun 2015, hampir seluruh bisnis disini beroperasi kembali. Dan di pulau ini juga kami semua menikmati makan siang dengan menu prasmanan. Dan makanannya halal, kata Mr Chucky. Pas nyampe sana ternyata mbak-mbak pramusajinya semuanya pakai jilbab. Hum, jadi terasa tenang makannya. Selain makanan dengan berbagai variasi, ada juga tersedia buah, minuman dingin dan hangat. Dan kita bebas makan sepuasnya. Di Phi Phi Don ini saya sempat beli souvenir berupa kartu pos bergambar Pulau Phi Phi Island yang cantik seharga 20 baht/ lembar atau setara dengan Rp 8.400/ Lembarnya. Agak mahal seh dari post card biasa. Tetapi yah, aku kan gak tau kapan lagi bisa beli post card kayak gitu. Selain itu aku juga sempat beli gantungan kunci seharga 100 baht atau setara dengan Rp 42.000 untuk 4 biji gantungan kunci. Ini juga termasuk mahal seh jika dibandingkan beli gantungan kunci di Bangkok. Tetapi tak apalah ngitung-ngitung bantu perekonomian masyarakat setempat.



Setelah 30 menit berada di Maya Bay, kita kembali ke Speedboat. Dan disana sudah tersedia minuman softdrink dingin dalam botol dan gelas plastik. Bagi yang haus silahkan ambil sendiri. Setelah soft drink, kita juga disediakan semangka dan nenas segar. Abis itu di tutup dengan pembagian permen.

Sambil menikmati minuman soft drink dinginspeed boatnya melaju ke Viking Cave dan Monkey Islands. Di Monkey Beach, kapal tidak bersandar di bibir pantai, tetapi hanya singgah sebentar agar kita bisa foto-foto in monyet lucu yang rebutan makanan. Monyetnya ada banyak bergelantungan di dahan pohon. Dan ada juga yang naik ke atas kapal saat dilemparkan makanan.
Monyetnya lagi nangkring di batu..liat gak?
Para turis lagi moto in si monyet
Dan karena saya gak terlalu excited sama si monyet nya, jadi saya gak selfie bareng dia, hehehe. Selain liat si monyet, kita juga diajak sebentar foto-foto in Viking Cave. Foto-foto in nya dari dalam kapal saja. Kita tidak diperbolehkan turun, mungkin karena kawasan tersebut masuk ke dalam kawasan yang dilindungi oleh pemerintah. Disebut sebagai Viking Cave karena di dalam gua ditemukan lukisan perahu viking. Tahu kan bangsa Viking itu siapa? Saya gak tahu mereka siapa. Dan akhirnya saya googling dan menemukan informasi bahwa mereka disebut sebagai bangsa penakluk, penjajah, dan penjarah. Dengan kapal-kapal yang tangguh, mereka menjelajahi lautan dan singgah dibeberapa tempat. Dan bisa jadi, Viking Cave yang ada di Phuket ini jadi salah satu tempat persinggahan Bangsa Viking. 

Lalu, tak beberapa lama setelah foto-foto in Viking Cave dan para monkey, kapal lalu berhenti kembali di Loh Samah Bay dan Pileh Lagoon. Kapal tidak berhenti di bibir pantai atau di sebuah pulau, tetapi di tengah-tengah laut. Mr Chucky lalu menjelaskan bahwa spot tersebut untuk yang ingin snorkeling dan berenang bersama ikan-ikan kecil yang cantik. Tetapi sebelum terjun, Mr Chucky mengingatkan bahwa spot tersebut hanya untuk mereka yang sudah biasa snorkeling dan memiliki kemampuan berenang. Bagi yang tidak yakin dengan kemampuan renangnya, sangat tidak disarankan untuk terjun ke air. Dan akhirnya aku hanya menatap kosong birunya air laut. Hiks, aku langsung merasa sangat menyesal, kenapa waktu pelajaran renang saat SMP dulu aku selalu bolos. Huffttt.


Lautnya benar-benar cantik
Pemberhentian terakhir adalah Khai Nai Island. Di pulau ini kita bisa bermain air sepuasnya. Bisa berenang, snorkeling, naik banana boat atau sekedar cuci mata kayak saya. Hahahah. Karena saya tidak bisa berenang dan tidak bawa baju selam (*karena memang tak punya), akhirnya saya memilih untuk jalan-jalan mengelilingi pulau saja. Kapan lagi kan, bisa jalan-jalan santai sambil bawa kamera (hasil minjem dari Kak Mey) dan foto-foto-in turis yang lagi berjemur. Hehehehe... 



Selagi kakak-kakak Cantika Amora menikmati waktu menyelam mereka dan bersenang-senang dengan air. Diriku diusir dari tempat duduk yang kukira boleh di duduki gratis. Hahahaha. Ternyata untuk duduk santai di situ, sambil melihat langit biru dan indahnya lautan harus bayar 100 baht dan beli minuman seharga 100 baht juga. Wkwkwkwk. Dan akhirnya aku pilih pergi saja. Karena terlalu sakit jika harus bertahan di tempat yang kita tak diharapkan, hahaha jadi baper kan. 

Lagi duduk santai malah diusir hahahah nasib...
Akhirnya aku jadi tukang foto keliling ^_^
Dan karena telah diusir, aku akhirnya beranjak dari situ dan memilih menikmati waktu di Khai Island berpura-pura sebagai Kang So Jin dari Drama Korea Manhole. Ceritanya Kang So Jin lagi hunting foto cantik disana untuk diikutkan di lomba foto tingkat kecamatan. Dan selagi aku hunting foto dan menyamar jadi orang korea a.k.a Kang So Jin, tiba-tiba jiwa nasionalisme ku bergejolak gara-gara nemu bendera merah putih ditancapkan di bibir pantai. Eh itu bendera merah putih yang udah pudar warnanya atau memang bendera orange putih ya. Ya udahlah, gara-gara bendera itu, aku berdiri disitu lalu menaruh tangan di dada kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya. Yah, rencananya tadi aku mau gitu, tetapi gak jadi soalnya aku terbakar panas matahari. Lalu kuurungkan niatku dan hanya mengambil foto Sang Saka Merah Putih tersebut. Fotonya kuberi judul Sang Saka Merah Putihku berdiri Gagah Berani di Negeri Asing.

Sang Saka Merah Putih
Karena kepanasan dan lelah berjalan dengan pundak yang berat disisi kiri dan kanan. Aku akhirnya menyerah dan singgah di salah satu warung yang ada disitu. Yang jual ibu-ibu berjilbab usia kira-kira 40 an. Ia lalu bertanya aku mau makan apa dan tentunya pake bahasa Inggris. Dan kujawab mau minum saja. Ia lalu menyodorkan daftar menu minuman dengan gambar tanpa ada harga yang tertera. Hal itu sudah memberi tanda bahwa harganya bisa 10 kali lebih mahal jika belinya di tempat biasa. Tetapi karena sudah sangat lelah, kepanasan dan haus akhirnya aku memesan Papaya Milk Juice saja. Ia lalu dengan baik hati mengantarkanku ke tempat duduk yang tersedia. Dan minuman ini jadi minuman termahal yang pernah kubeli seumur hidupku, hahahah. Harganya 200 baht atau senilai dengan Rp 84.000,-. Tetapi tak apa seh, karena walaupun itu hanya jus pepaya campur susu biasa, tetapi aku akan ingat bahwa jus tersebut kuminum di Khai Nai Island dimana jiwa nasionalisme ku kembali bergelora. Merdeka.... 

Papaya Milk Juice From Khai Island
Setelah dahagaku terobati, lelahku sedikit berkurang karena bisa sejenak menurunkan beban di pundak, akhirnya aku memutuskan untuk hunting foto lagi dan berpura-pura jadi Kang So Jin lagi. Karena terlalu jauh hunting foto, menjelajah lorong lorong gelap, dan untung aku gak di culik wewe gombel. Tetapi karena kejauhan, Kakak-Kakak Cantika Amora kewalahan nyari jejakku. Hehehe Maafkan yak.. Dan ini dia hasil hunting fotoku... lengkap dengan captionnya ^_^

Langit kelabu tak menghalangi romantisnya masa muda mereka.. iya mereka, bukan aku

Bahwa kebersamaan dengan keluarga adalah hal paling berharga

Tentang hatimu yang seperti kapal, sejauh apa pun ia berlayar tetap akan butuh tempat bersandar

Ini tentang perjuangan hidup kawan,, jangan pernah menyerah oleh keadaan
Perjalanan Tour Phi Phi Island sehari benar-benar menyenangkan. Walaupun hanya sebentar dan aku tak sempat merasakan serunya snorkeling disana, aku tetap gembira. Selain bisa melihat tempat baru dan bisa merasakan pengalaman baru. Dan sepertinya kenangan menyenangkan ini cukuplah jadi pengusir penat saat mulai lelah bekerja dan bosan dengan flatnya hidup. Kalo ingat kenangan ini, jadi semangat kerja lagi ngumpulin recehan dem recehan supaya bisa kesana lagi... 

Oh iya disana kita berkenalan dengan kawan baru yang solo travelling ke Phuket. 
Add caption



Monday, January 29, 2018

KUTIPAN FAVORIT

Rasulullah SAW bersabda:Janganlah kalian seperti bunglon. Mereka bilang, "Jika orang berbuat baik, kami pun berbuat baik. Tetapi jika mereka berbuat zalim, kami pun berbuat zalim". Bulatkanlah tekad kalian, jika orang berbuat baik, kalian juga harus berbuat baik. Dan jika mereka berbuat buruk, kalian jangan berbuat zalim"

Sunday, January 28, 2018

LIBURAN SINGKAT DI PHUKET THAILAND PART 1


Assalamualaikum...
Alhamdulillah hari ini bisa terbangun kembali dengan keadaan sehat bugar dan diberi kekuatan untuk ngetik di blog ini. Hem, karena agak bingung mau nulis apa dan harus nyetor di web #1minggu1cerita. Jadi daripada saya bolos nulis, mending saya berbagi cerita saja tentang pengalaman liburan singkat saya di Phuket Thailand. Kali aja kamu-kamu lagi cari destinasi liburan tahun ini? Saya yakin, baca postingan ini tidak akan membantu banyak. Hahahha

Yaps, jadi ceritanya itu, beberapa bulan lalu akhirnya saya bisa menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di luar negeri. Yeay*** Walaupun cuma berkunjung ke negeri tetangga, tetapi rasa bahagianya luar biasa. Dan karena ceritanya lagi liburan'kan.. jadi ada agenda jalan-jalan ke pantai juga. Ceritanya ngikutin gaya liburan seleb. Hahahaha

Dan saya bersama kakak-kakak Cantika Amora (Kak Ayu, Kak Umroh, Kak Ana, Kak Mei, Kak Rani dan Kak Rina) ikut dalam tour sehari mengujungi Phi-Phi Island. Jadi beberapa hari sebelum berangkat saya sudah dapat email dari Kak Ayu mengenai Ittinerary perjalanan kami. Selain mengunjungi Bangkok (baca cerita kami disini), kami juga akan mengunjungi Phuket, yaitu salah satu tempat cantik di Thailand untuk melihat keindahan Pantai dan Pulau-Pulau eksotisnya. Dan saya langsung searching dong, Phi Phi Island itu yang kyak gimana seh?

Dan ini dia gambarnya.. Pulau, pantai, pegunungan dan langitnya semuanya cantik.. Masya Allah
Source: travelmint.com
Jadi setelah menikmati waktu 3 hari di Bangkok, kami langsung melanjutkan perjalanan dengan pesawat udara ke Phuket. Waktu penerbangan kurang lebih satu setengah jam. Kami tiba di Bandara Phuket sore hari. Karena kami semua berhijab, ketika keluar dari pintu bandara, tiba-tiba salah satu petugas Bandara menyapa "Assalamualaikum, Where do you come from?" Trus kita jawab saja, "Walaikumsalam, We are from Indonesia" dan dia cuma bilang "Ooh" Hahahah mungkin dia gak tahu Indonesia itu dimana.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya drivernya datang. Untuk layanan penjemputan di Bandara, sudah kami booking jauh-jauh hari bersama dengan bookingan hotel. Kali ini, Kami menuju hotel menaiki mobil van putih ala bule-bule. Hohoho akhirnya bisa merasakan juga sensasi naik mobil Van. Tetapi yang gak asyiknya, ketika kita ngajak ngomong drivernya, ternyata drivernya gak bisa berbahasa inggris. Jadilah kita gak bisa nanya-nanya. 



Mobil Van yang kami naiki
Dari Bandara menuju hotel yang sudah di booking Kak Umroh di wilayah Kemala Beach ternyata memakan waktu lumayan lama. Mungkin sekitar satu setengah jam. Dan karena jalanannya berbelok-belok dan berliku-liku, saya merasa agak mual gara-gara gak sempat minum Antimo. Di sepanjang perjalanan, tidak banyak hal yang bisa dilihat karena hari sudah semakin gelap. Syukurlah gejolak di perutku masih bisa kutahan hingga sampai di hotel Kemala Tropical Garden. Nuansa hotelnya mirip sama hotel yang ada di Bali (*walaupun saya belum pernah ke Bali ^_^). Nuansanya mirip rumah pribadi dengan beberapa patung ukiran dan ditengah-tengah ada kolam renangnya (*Sebelum berangkat saya sudah searching duluan). Dan karena ada kolam renangnya, semuanya bersemangat sekali untuk bisa segera sampai di hotel.  Kira-kira gambarnya seperti ini. 
Source: Tripadvisor.com
Sesampai di Hotel Kemala Tropical Garden, mobil Van di parkir di halaman. Dan kami semua turun dan menuju meja receptionis. Dan ternyata sodara-sodara, hotel tersebut bukanlah hotel yang kami booking. Kami bingung... Drivernya juga bingung. Untung barang bawaan belum kami turunkan dari bagasi. Karena ternyata hotel yang kami pesan model apartemen, jadi bukan disitu tempatnya. Melainkan beberapa meter lagi ke depan dan terpisah dari Kemala Tropical Garden. Mbak-Mbak Receptionisnya menyuruh kami kembali naik ke mobil Van dan berbaik hati mengantar kami kesana. Dan ini dia hotel bergaya apartemen yang sudah kami booking. Namanya bukan Kemala Tropical Garden tapi Taosha Suites Hotel.
Papan nama Taosha Suites Hotel
Sebenarnya kita agak bingung juga karena yang kami booking Hotel Kemala Tropical Garden, tetapi yang kami dapat malah Taosha Suites Hotel. Eta terangkanlah? Lalu kata mbak-mbak receptionisnya, itu karena kami bertujuh pesan kamar yang bergaya apartemen. Dan mungkin saja Pemilik Hotel Kemala dan Hotel Taosha sama saja. Entahlah? Kita semua juga bingung. Yang pasti malam itu, kami sudah sangat lelah. Dan ingin segera istirahat. Dan ternyata juga, Kamar Taosha Suites Hotelnya lumayan bagus. Dan kata mbak Reseptionisnya, di pagi hari atau sore hari, kita masih bisa main-main atau berenang di Kolam Renang yang ada di Hotel Kemala Tropical Garden yang tidak jauh dari situ (Hahaha, sepertinya mbak reseptionisnya tahu kalo kita mau banget main-main di kolam renang)
Foto Nuansa kamar Taosha Hotel
Kamar kami berada di lantai 2. Sedangkan di Lantai 1 ada ruangan reseptionis yang tidak ada penjaganya. Kami tidak melakukan proses check-in dan pemeriksaan passport. Kami bahkan harus mengangkat barang bawaan kami sendiri ke lantai 2. Tetapi karena kerjasama tim kami baik, barang bawaan yang menggunung itu berhasil kami pindahkan dengan mudah. Hohoho the power of wonderwoman

Ok, cerita sedikit tentang isi kamar hotelnya. Jadi hotel bergaya apartemen ini berisi dua kamar dengan masing-masing kamar berisi dua tempat tidur. Setiap kamar berisi lemari pakaian, AC, tempat menjemur, tempat menyetrika pakaian, dan lampu tidur. Di luar kamar tidur berisi TV Model layar datar dengan semua saluran TV nya berbahasa Thailand (*dan gak pakai subtitle), Kulkas yang berisi tujuh botol air mineral (pas untuk kami bertujuh), Microwave, Kompor Gas, alat masak, dan alat makan yang tertata di lemari dapur. Selain itu tersedia juga teko listrik untuk memanaskan air serta minuman sachet (teh, kopi, creamer, dan gula). Di dekat pintu masuk ada Kamar Mandi yang luasnya hampir sama dengan kamar kost an ku. Di dalam kamar mandi ada shower di sudut, bathtup yang tertutup tirai putih polos, Closet yang bersebelahan dengan wastafel untuk cuci muka serta cermin yang besarnya setengah tembok dan menghadap ke bathup yang ditutup tirai putih. Dan... karena toiletnya besar dan tirai putihnya mirip sama di film-film horor, saya jadi suka merinding sendiri saat masuk toilet. Dan ternyata bukan hanya saya yang merasa merinding tetapi kakak-kakak Cantika Amora juga merasa seperti itu. Aits, tetapi kami gak terlalu ambil pusing toh kami disitu cuma dua malam. 

Di dalam kamar mandi disediakan tissue, tempat sampah, sampo dan sabun dalam botol kecil. Di depan TV tersedia sofa panjang untuk bersantai. Di dekat jendela kaca ada meja makan dengan satu set kursi kayu. Dan yang paling asyik ada balkon yang menghadap ke jalan raya. Lumayan bisa menghirup udara pagi disitu.
Ngadem di balkon dulu
Dan malam itu, setelah melakukan perjalanan melelahkan seharian, kami akhirnya bisa tidur dengan lelap malam itu. Keesokan harinya sebelum pukul 6 pagi, kami sudah bersiap-siap untuk mengikuti tour seharian mengunjungi Phi Phi Island. Pukul 7 teng, Mobil Van akan menjemput dan membawa kami ke dermaga. Menikmati udara pagi Kota Phuket lumayan menenangkan. Disepanjang jalan kita bisa melihat deretan mobil van putih yang hendak menjemput para turis. Ada banyak penginapan dan hotel di sepanjang jalan. Selain itu kita bisa melihat beberapa bibir pantai di seberang jalan.

Dolphin statue di depan patong beach
Kupikirnya, hanya kami bertujuh yang akan mengisi mobil van ternyata aku salah. Mobil Van yang kami naiki juga menjemput beberapa turis yang akan ikut bersama kami mengunjungi Phi Phi Island hari itu. Ada sepasang suami istri paruh baya yang sepertinya berasal dari Eropa, ada seorang wanita berkulit hitam manis yang sepertinya berasal dari Afrika dan dua orang gadis bermata sipit yang mungkin berasal dari China atau Korea. Berangkat pukul 7 pagi dan tiba di dermaga sekitar pukul 08.30. Tiba disana sudah ada banyak bule yang berkumpul. Sebelum masuk ruangan kita disambut sama Guide yang bernama Mr Chucky. Dia yang akan memandu perjalanan kami. Sebelum masuk kami menyerahkan biaya tour seharga 1.600 baht/orang atau setara dengan 650.000 rupiah. Mahal atau murah kah? tergantung isi dompet masing-masing. Untuk mengunjungi tiga pulau yaitu Phi Phi Island, Maya Bay, dan Khai Island, sepertinya mengeluarkan biaya seperti itu standar.

Setelah melakukan pembayaran, Mr Chucky mengchecklist nama kami yang ada di daftarnya dia lalu memberi kami pita orange untuk kami pakai di tangan. Ceritanya supaya kami tidak terpisah dari rombongan. Sebelum berangkat menuju Phi Phi Island, Mr Chucky memberikan arahan singkat tentang tempat-tempat yang kan kita kunjungi, Hal-hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Juga tentang bahaya-bahaya yang mungkin kita temui saat berenang di laut. Jangan kira saya paham semua yang dikatakan oleh Mr Chucky,,, hehehe soalnya Mr Chucky menjelaskan pakai bahasa Inggris dengan logat Thailand, akhirnya saya cuma mengerti satu dua kalimat saja. hahahah. Intinya dia nyuruh kami lebih waspada dan akhirnya nyuruh kami beli sepatu seharga 300 baht. Alasannya untuk menghindari tusukan batu karang tajam dan duri bulu babi. Dan akhirnya kami semua beli. Selain jual sepatu, kita juga bisa beli handuk, kaca mata renang, dan pelindung hape anti air dengan harga yang bervariasi.



Selain item-item yang dijual ternyata ada yang gratis lohh.. yaitu sarapan pagi. Sebelum berangkat, kita sediakan sarapan pagi ringan berupa biskuit, roti, dan buah-buahan. Ada minuman hangat seperti susu coklat, coffe atau teh. Ada juga air dingin tersedia di dispenser. Dan silahkan ambil sebanyak yang kita inginkan. Dan karena gratis, ada ibu-ibu bule yang bungkus biskuit untuk anaknya. Selain itu ada juga obat anti mabuk gratis yang disediakan. Berwarna kuning dan disarankan untuk kita minum sebelum naik speed boat yang berkecepatan tinggi. Dan itu juga gratis. Para bule berbadan tinggi besar dan kekar juga ikut minum. Hahaha lucu kan kalo badan sebesar itu muntah-muntah di kapal. Sedangkan aku dan kakak Cantika Amora memilih minum antimo merah muda yang kita bawa sendiri dari tanah air. Kita takut kalo antimo kuning itu gak halal, hahahah
Kakak kakak cantika Amora
Setelah penjelasan singkat dari Mr Chucky, pukul 09 pas kami menuju speed boat yang sudah terparkir cantik di dermaga. Nama speed boatnya Mandala 02. Berkapasitas 30 orang dengan awak kapal berjumlah lima orang. Sebelum naik kapal, kita diminta untuk berbaris rapi. Jadi mirip sama anak SD yang mau berangkat darmawisata. Ternyata eh ternyata, kita disuruh baris rapi itu ada tujuannya. Ternyata sebelum naik kapal, kita diminta untuk berpose dulu dengan kelompok masing-masing. Ceritanya foto kenang-kenangan sebelum berangkat. Dan ternyata foto sebelum berangkat itu nantinya langsung di cetak dan dibingkai figura kayu lalu dijual kembali pada kami seharga 150 baht. hahahaha ide cara ngasilin duitnya luar biasa yak.
sebelum berangkat foto dulu ^_^
Ok cerita part 1 nya sampai sini dulu, nanti saya sambung di postingan berikutnya untuk liburan Singkat di Phuket Part 2

MY BEAUTIFUL POST CARDS

My Beautiful Post Cards  Udah Oktober dan target nulis di blogku sangat jauh dari resolusi yang kubuat di awal tahun. Seringnya seh nem...