Sabtu, 15 Juli 2017

Cerita tentang Ponakan Lucu Ismah Airah Az Zahra

Blog bagiku bukan hanya untuk berbagi informasi dan pengalaman tetapi juga untuk mengabadikan kenangan. Kenangan yang mungkin di hari tua nanti bisa kubaca kembali. Kuingat kembali bila memori otak ku sudah melambat. Atau bisa menjadi cerita manis untuk orang-orang yang kusayang.

Dan kali ini mau kutuliskan cerita tentang sosok manis dari keponakan lucu yang lahir setahun lalu. 

Bahagia sekali bisa menggendongnya kala itu. Karena  kutau penantian kakak perempuan ku akan kehadiran seorang buah hati lumayan melelahkan. Sama seperti pasangan-pasangan lain. Kerap kali kakakku lumayan jengkel karena terus ditanya, udah isi belum? Eh, udah hamil belum? Ih, pasti nunda-nunda hamil yah? 

Setelah sempat menunggu bertahun-tahun, dan sempat harus menggugurkan kandungannya karena janin berada di luar rahim, akhirnya tepat tanggal 22 April 2016, bayi mungil yang diberi nama Ismah Aira Az Zahra ini hadir di dunia. Karena Selisih sehari dengan hari lahir kartini yang jatuh tanggal 21 April, akhirnya anak ini tidak diberi nama Kartini. Hahaha. 



Setelah beberapa bulan, bayi mungil yang lahir dengan mata sipit ini tumbuh jadi balita cantik dengan mata lebar dan bibir mungil. Semakin besar dia semakin menggemaskan. Sayang sekali aku tak bisa terus melihat perkembangannya. Hanya bisa melihat wajah menggemaskannya beberapa hari saja saat libur kerja. Dan karena hanya bisa bertemu beberapa hari setelah berpisah berbulan-bulan lamanya. Wajah tante yang manis ini tak bisa dia kenali lagi. Saat menggendongnya, ia akan menangis histeris. Hahahha, melihatnya menangis membuatku semakin ingin memeluknya. Lihatlah ekspresi lucunya yang menangis sepenuh hati saat tahu aku yang menggendongnya. 


Beberapa bulan lalu ia telah genap setahun. Dan ia semakin cantik saja. Kecerdasannya juga semakin baik. Ia sudah bisa berjalan selangkah demi selangkah. Sudah bisa bilang Mama, Bapak, Laba-Laba, dan Makasih. Tetapi parahnya, ia juga semakin tak mau didekati oleh orang asing. Dan diriku yang sudah lama tak dilihatnya juga dianggap orang asing. Aku bahkan tak bisa mengajak nya bermain. Saat menyentuh tangannya, ia akan langsung menangis. Saat mengajaknya berbicara, ia akan menggeleng dan memalingkan wajahnya. Sulit sekali merebut hatinya. Sudah kubujuk dengan berbagai macam mainan, makanan, dan ice cream, tetapi dia tetap tak mau kugendong. Padahal dia sangat menggemaskan. Aku ingin sekali memeluk, menggendong dan mencubit pipinya. Tetapi baru disentuh saja dia sudah nangis sesegukan. Itu jadi bentuk pertahan dirinya, karena tahu aku pasti tak akan tahan untuk tidak mencubit pipinya yang chubby itu. Syukur sebelum pulang ke tanah rantauan, aku masih sempat mengabadikan senyum manis nya ini. 

Ah, senyumnya cantik sekali ^_^ Tetap sehat ya sayang. Terus tumbuh jadi gadis manis yang sholeh, cerdas, dan jadi kebanggaan orang tua. Amin Ya Rabbal Alamin

0 komentar:

Posting Komentar