Kamis, 27 Agustus 2015

Masih tentang dia

Ah...Entah kenapa hari ini tiba-tiba hatiku berbunga-bunga. Padahal belum masuk Musim Semi...(Yah, emang di Indonesia ada musim semi??? mau - mau gue dong, emang yang nulis siapa..week)

Ok back to the topic. Jadi hari ini bangun pagi-pagi langsung nyalain laptop, niatnya seh mau nulis sebaris dua baris. Tetapi tiba-tiba aku tergoda membuka file berisi film-film, hahahaha dan aku langsung tergoda untuk menonton serial kartun One Piece. Niatnya cuma mau nonton satu episode tetapi kemudian aku menjadi ketagihan dan terus menyambung nya hingga selesai 5 episode. Yah... dan aku baru tersadar untuk harus segera bangkit dan bersiap-siap ke kantor saat alarm hape ku meraung-raung menunjukkan pukul 08.45. 

Hufffttt.... tiba-tiba virus malas menyerang. Aku masih ingin berlama-lama di kamar, bermalas-malasan atau menonton seharian. Tetapi akhirnya aku bangkit juga setelah ingat bahwa tugas di kantor lagi menumpuk. Waktu 15 menit harus bisa kupakai untuk menyetrika pakaian, mandi, berpakaian, sarapan, lalu berangkat menuju kantor. Hah..tergesa-gesa seperti ini bukan sesuatu yang baik, karena semuanya jadi berantakan. Karena panik, aku grasak grusuk, nabrak sana-sani. Dan akhirnya jempol kaki nabrak pintu kayu kamar mandi. Karena jempol mulai nyut-nyut an, aku jadi tidak fokus dan akhirnya kepleset karena bungkus sampo yang tergelatak unyu di lantai kamar mandi. (Ah.... ingin teriak keras-keras siapa yang naruh bungkus sampo disitu.. tetapi itu salahku sendiri seh knapa buru-buru). Ini semua gara-gara faktor virus malas tadi yang menyerang di pagi hari. 

Aku mulai berpikir, seandainya aku punya sesuatu yang bisa membuatku bersemangat ke kantor. Aku pasti tak akan terserang virus malas seperti ini lagi... Sesampai di kantor langsung buka file pekerjaan. Dan mulai senam jari menyelesaikan beberapa jurnal. Tetapi baru beberapa jurnal aku langsung teralihkan untuk membuka social media sejenak. Dan ada postingan dari dia.. Witss..ternyata dia memposting tulisan barunya di blog pribadinya. Dan tanpa menunggu lama, blog pribadi nya mulai ku buka. Ada banyak tulisan baru disana. Aku mulai senyum - senyum sendiri membaca nya. Ah tiba-tiba bunga - bunga sudah mulai bermekaran di sisi kanan kiriku meja ku. (lebay.com)

Disaat aku selalu memulai aktifitasku dengan perasaan malas..dia ternyata memulai aktifitasnya dengan semangat. Mengumpulkan pundi-pundi amal dari setiap aktifitas yang dia lakukan. Hum..aku selalu salut sama dia. Bahkan dari keberadaan nya yang tak kutau di mana rimbanya... dia masih bisa menularkan semangatnya padaku.... Terima kasih krn sudah menularkan semangat mu padaku... ^_^

Huruf dan Angka

Menulis itu hanya tentang menorehkan kata-kata di kertas. Atau menghentakkan jari-jari di atas tuts-tuts komputer yang berserakan. Tidak sulit. Hanya merangkai abjad yang terdiri dari 27 huruf menjadi deretan kata-kata ajaib yang menggugah, penuh makna dan menggambarkan sebuah peristiwa.

Haah... aku benci dengan deretan angka. Padahal saat ini aku berprofesi sebagai admin accounting dan sempat kuliah di Jurusan Akuntansi sebuah Universitas swasta. Sangat ironis memang. Bahkan aku sempat merasa menyesal karena sepertinya aku telah memilih jalan yang salah. Tetapi tetap ini adalah keputusan yang telah kubuat sendiri. Dan sekarang aku sedang menjalani baik buruknya. Aku merasa tidak berjodoh dengan angka karena seringkali melakukan kesalahan jika berhubungan dengannya. Aku sering salah menganalisis. Bahkan ketika aku telah melakukan nya dengan sangat cermat dan teliti, tetapi di akhirnya nanti aku tetap saja mendapatkan kesalahan dari hasil pekerjaan ku. Tetapi menurut buku No.Excuse yang selesai ku baca kemarin mengatakan bahwa kesuksesan itu tidak tergantung dari seberapa berminat kita pada sesuatu bidang, tetapi kesuksesan kita tergantung dari seberapa jauh kita untuk mau terus belajar dan terus memperbaiki kesalahan. Jadi, aku tak boleh pesimis tidak bisa menjadi seorang accounting yang hebat hanya karena saat ini belum suka dengan angka. Mungkin aku hanya perlu untuk mengenal nya lebih jauh. Hahahahaha


Aku membenci deretan angka, tetapi aku mencintai deretan huruf, kata, kalimat, garis dan warna. Aku menyukai mereka. Karena aku merasa bebas berekspresi dengan mereka. Bersama mereka aku tak pernah merasa terbebani atau merasa bersalah karena melakukan kesalahan. Dengan huruf aku bebas menuliskan perasaan ku, menuliskan mimpi-mimpiku, dan menggambar sosoknya (Ah...Dia..sosok yang selalu menginspirasi bahkan ketika ia jauh, tak pernah lagi bersua, dan mungkin sudah tak mengingatku lagi)

Saat yang paling membuatku merasa sangat bahagia adalah jika telah berhasil merangkai deretan huruf itu menjadi sebuah rentetan cerita yang bisa kubaca kembali. Tetapi sayang nya, rentetan cerita itu hanya sampai di pertengahan saja dan tak pernah utuh menjadi sebuah cerita. Yah...aku termasuk seseorang yang hanya suka memulai tetapi tak pernah menyelesaikan. Huffttt...satu kebiasan lagi yang harus segera ku ubah.... Smoga kalian tidak memiliki kebiasaan sama seperti ku. Karena "Hadiah terindah saat melakukan sesuatu adalah dengan selesai mengerjakannya" (umm..saya lupa ini quote dari siapa????hihihi) 

Rabu, 26 Agustus 2015

Review Buku No Excuse - Isa Alamsyah


Judul Buku          : No Excuse!
Penulis Buku       : Isa Alamsyah
Penerbit               : Asma Nadia Publishing House
Tahun Terbit       : 2010
Cetakan               : Ke Delapan di Bln Juni 2014
Tebal                   : 305 halaman

“Orang Gagal Mencari-cari Alasan Untuk Berhenti.  Sedangkan Orang Sukses Berhenti Mencari–cari Alasan”

Beribu-ribu alasan kita ungkapkan untuk memaklumi segala kegagalan yang menimpa kita. Beribu-ribu sugesti kita ucapkan pada diri sendiri untuk menerima nasib kita saat ini. Menyalahkan keadaan, Menyalahkan lingkungan, Menyalahkan orang lain, Menyalahkan fasilitas yang tidak memadai, Menyalahkan gaji yang sedikit, Merasa terlahir bodoh dan tak berbakat, Menolak peluang karena merasa tak berpengalaman, tidak berminat pada bidang tersebut, hingga merasa hidup ini berlaku tak adil. Tetapi karena tak bisa berbuat apa-apa lagi akhirnya pasrah pada keadaan saat ini. Jika kamu merasa seperti itu berarti kamu harus mengobati penyakit tersebut dengan membaca buku No Excuse ini.

Buku karya Isa Alamsyah ini adalah sebuah buku motivasi yang berisi kumpulan biografi orang – orang sukses di dunia, mulai dari ilmuwan, peraih nobel, aktris dan aktor, atlet, binaraga, penyanyi, penulis, penyiar, pembawa acara hingga pengusaha-pengusaha sukses. Ditulis dengan sangat lugas, singkat, mudah dicerna, dan tentu sangat menginspirasi. Di dalamnya ada beragam kisah yang membuat kita tersadar bahwa tidak ada kesuksesan yang diraih hanya dalam semalam. Kesuksesan haruslah dibayar dengan kerja keras, air mata, dan tetesan keringat. Orang-orang sukses yang diceritakan dalam buku ini telah membuktikan bahwa tidak ada alasan untuk berhenti dan merasa gagal, selama kita percaya dan memiliki tekad yang kuat, halangan apapun itu pasti bisa ditaklukkan. 
Bukunya benar-benar keren... sangat memotivasi sekali. Sangat saya rekomendasikan buat kamu yang selalu memiliki alasan untuk berhenti dan menyerah mengejar mimpi... Katanya Om Isa Alamsyah "Orang Sukses itu berhenti mencari - cari alasan sedangkan orang gagal mencari-cari alasan untuk berhenti"

Selasa, 25 Agustus 2015

Review Buku Salon Kepribadian - Asma Nadia


Judul Buku        : Salon Kepribadian (New) – Jangan jadi Muslimah Nyebelin
Penulis            :  Asma Nadia
Penerbit           : Asma Nadia Publishing House
Tahun Terbit      : Maret 2013
Cetakan           : ke Sepuluh, Januari 2015
Jumlah Halaman  : 305 Halaman

Awalnya beli buku ini untuk dijadikan hadiah buat seorang teman, tetapi kemudian aku berpikir sebaiknya aku membacanya lebih dahulu. Takut nanti isinya tidak cocok buat kepribadiaan teman ku  yang memang rada-rada nyebelin. Takut nanti dia malah tersinggung kalau kasih buku judulnya salon kepribadian, hihihi (Padahal memang itu seh tujuan ku mau kasih ne buku,wkwkwkwk)

Novel Waktu Aku sama Mika dan Karena Cinta itu sempurna - Indi



Hari ini aku masih diberikan kesempatan membuka mata kembali.  Pagi yang indah...udara sejuk langsung memenuhi rongga dadaku memberi sensasi damai. Bisa terbangun di pagi hari dengan kondisi tubuh yang lengkap, tanpa rasa sakit, dan sehat wal’afiat adalah sebuah nikmat yang luar biasa yang terkadang lalai untuk kita syukuri. Yang ternyata nikmat ini tak diberikan kepada semua orang. Kemarin habis baca dua novel karya Indi. Seorang gadis penderita Scoliosis atau seseorang yang menderita tulang bengkok ke samping secara tidak normal mengakibatkan sulit bernafas dan rasa nyeri yang menjalar hingga ke seluruh tubuh)

Selasa, 18 Agustus 2015

Tentang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70



Tanggal 16 Agustus kemarin, tepat di depan rumahku ramai dari pagi hingga sore hari. Sangat berbeda dari biasanya. Ternyata sedang diadakan lomba memperingati hari kemerdekaan yang jatuh di tanggal 17 Agustus keesokan harinya. Sangat berbeda dari beberapa tahun sebelumnya saat hari kemerdekaan bertepatan dengan bulan Ramadhan. Tahun ini peringatan hari kemerdekaan tidak lagi bertepatan dengan bulan Ramadhan, sehingga beberapa kegiatan menyemarakkan hari kemerdekaan kembali diselenggarakan di hampir tiap Instansi, Perusahaan Swasta, Gang, Kompleks Perumahan, dan Perkampungan warga.

Selasa, 11 Agustus 2015

Tentang Moment Balik ke Tanah Rantauan


Hari itu tepatnya tanggal 20 Juli 2015, aku sudah kembali ke tanah rantauan, kota daeng yang berjarak ratusan kilo meter dari kampung halamanku. Beberapa hari yang lalu saat memikirkan akan kembali meninggalkan kampung halaman ku yang tercinta dan kembali kesini, rasanya hatiku sangat berat. Sungguh aku masih ingin berlama-lama disana. Mendengarkan celoteh riang adik-adik ku. Menyaksikan kebersamaan yang berbalut kehangatan. Tidur di kasur ku yang empuk. Dan makan masakan mama yang lezat. Di rumah yang ada hanya kebahagiaan, keriangan, kenyamanan dan kedamaian. Tidak ada stress sama sekali walau masalah telah datang menggempur bertubi-tubi. Yang kutau saat ini adalah saat untuk tersenyum karena masih ada disini, bersama keluarga ku tercinta.