Kamis, 27 Agustus 2015

Huruf dan Angka

Menulis itu hanya tentang menorehkan kata-kata di kertas. Atau menghentakkan jari-jari di atas tuts-tuts komputer yang berserakan. Tidak sulit. Hanya merangkai abjad yang terdiri dari 27 huruf menjadi deretan kata-kata ajaib yang menggugah, penuh makna dan menggambarkan sebuah peristiwa.

Haah... aku benci dengan deretan angka. Padahal saat ini aku berprofesi sebagai admin accounting dan sempat kuliah di Jurusan Akuntansi sebuah Universitas swasta. Sangat ironis memang. Bahkan aku sempat merasa menyesal karena sepertinya aku telah memilih jalan yang salah. Tetapi tetap ini adalah keputusan yang telah kubuat sendiri. Dan sekarang aku sedang menjalani baik buruknya. Aku merasa tidak berjodoh dengan angka karena seringkali melakukan kesalahan jika berhubungan dengannya. Aku sering salah menganalisis. Bahkan ketika aku telah melakukan nya dengan sangat cermat dan teliti, tetapi di akhirnya nanti aku tetap saja mendapatkan kesalahan dari hasil pekerjaan ku. Tetapi menurut buku No.Excuse yang selesai ku baca kemarin mengatakan bahwa kesuksesan itu tidak tergantung dari seberapa berminat kita pada sesuatu bidang, tetapi kesuksesan kita tergantung dari seberapa jauh kita untuk mau terus belajar dan terus memperbaiki kesalahan. Jadi, aku tak boleh pesimis tidak bisa menjadi seorang accounting yang hebat hanya karena saat ini belum suka dengan angka. Mungkin aku hanya perlu untuk mengenal nya lebih jauh. Hahahahaha


Aku membenci deretan angka, tetapi aku mencintai deretan huruf, kata, kalimat, garis dan warna. Aku menyukai mereka. Karena aku merasa bebas berekspresi dengan mereka. Bersama mereka aku tak pernah merasa terbebani atau merasa bersalah karena melakukan kesalahan. Dengan huruf aku bebas menuliskan perasaan ku, menuliskan mimpi-mimpiku, dan menggambar sosoknya (Ah...Dia..sosok yang selalu menginspirasi bahkan ketika ia jauh, tak pernah lagi bersua, dan mungkin sudah tak mengingatku lagi)

Saat yang paling membuatku merasa sangat bahagia adalah jika telah berhasil merangkai deretan huruf itu menjadi sebuah rentetan cerita yang bisa kubaca kembali. Tetapi sayang nya, rentetan cerita itu hanya sampai di pertengahan saja dan tak pernah utuh menjadi sebuah cerita. Yah...aku termasuk seseorang yang hanya suka memulai tetapi tak pernah menyelesaikan. Huffttt...satu kebiasan lagi yang harus segera ku ubah.... Smoga kalian tidak memiliki kebiasaan sama seperti ku. Karena "Hadiah terindah saat melakukan sesuatu adalah dengan selesai mengerjakannya" (umm..saya lupa ini quote dari siapa????hihihi) 

0 komentar:

Posting Komentar