Monday, May 23, 2016

Review buku Awas Mati Muda - John Afifi

Judul Buku             : Awas Mati Muda
Penulis Buku          : John  Afifi
Penerbit                : Saufa, Yogyakarta
Editor                    : Vita Brevis
Cetakan                 : Pertama, 2015

“Awas Mati Muda...”, saya sangat tertarik dengan judul buku nya. Tetapi kalimat di bawah judul agak mengganggu saya, karena ada kata orang kaya di dalamnya “52 Kebiasaan sehari-sehari orang kaya di dunia yang membuat mati muda”. Kenapa harus ada kata orang kaya? Apa berarti orang miskin tidak boleh membaca buku ini? Atau, Apa berarti orang yang belum kaya tidak akan mati muda? Ya Sudahlah, mungkin penulis punya maksud lain dengan memasukkan kata orang kaya di situ.

Yang pasti, persoalan kematian adalah Rahasia Tuhan. Tentang waktu, tempat atau caranya. Tetapi yang perlu kita ketahui bahwa semua yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya kematian. Dalam Al Qur’an Surah Al Ankabut ayat 57 “Tiap-tiap jiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami, kamu dikembalikan”. Entah itu kaya atau miskin, Tua atau muda, sakit atau sehat, kalau ajal telah datang, malaikat maut telah menghampiri, entah itu kita siap atau tidak, jika waktu kematian kita telah datang, tak ada yang dapat menolak atau menghindari.

Lalu, apa itu berarti kita mesti pasrah saja menunggu waktu kematian kita tiba? Tidak. Hukum sebab dan akibat berlaku di dunia ini. (Walaupun tetap ada Faktor X diluar kuasa kita). Ada peribahasanya, “Apa yang kita tanam itu yang kita tuai” Apa yang kita lakukan pada hidup kita, maka kita akan menerima ganjarannya. Berlaku juga pada tubuh dan kebiasaan kita. Apakah kita hidup dengan kebiasaan-kebiasaan buruk atau kebiasaan baik.

Nah, buku ini berisi 52 kebiasaan sehari-hari yang mungkin saja kita anggap sepele, tetapi dampaknya ternyata sangat merusak tubuh kita dan bahkan bisa sampai mengakibatkan pada kematiaan mendadak. Apa saja itu, let’s check this out....

Bab Pertama buku ini diisi dengan 52 pertanyaan yang harus kita jawab untuk menentukan apakah kebiasaan yang sering kita lakukan sehari-hari termasuk kebiasaan baik atau buruk. Pertanyaannya bukan pertanyaan essai yang harus kita jawab panjang lebar, Tetapi pertanyaan nya hanya seputar apa kebiasaan anda, kebiasaan pertama atau kebiasaan kedua? Nah dari jawaban kita nanti, akan dibahas secara lengkap di Bab 2.

Bab Kedua buku ini berisi penjelasan tentang jawaban yang telah kita pilih di Bab pertama. Di Bab kedua ini kita akan dijelaskan secara logis mengapa kebiasaan yang kita lakukan termasuk kebiasaan baik atau kebiasaan buruk sehingga harus segera kita ubah agar peluang untuk mati muda jadi kecil (walaupun kita tak pernah tahu, dengan cara apa kita meninggal dunia, tetapi toh tetap harus memberikan ikhtiar terbaik).

Setelah 52 pertanyaan itu telah terjawab, selanjutnya setiap pertanyaan tadi di bahas secara panjang lebar tentang dampak dan akibat yang ditimbulkan. Setelah itu kita akan diberikan solusi untuk menghilangkan kebiasaan buruk itu.

Berikut akan saya berikan sedikit bocoran tentang kebiasaan buruk yang dibahas di buku ini, yang saya atau kamu mungkin masih sering lakukan:
1.    Bermalas-malasan di tempat tidur sampai bangun kesiangan.
Kebiasaan ini menempati posisi pertama, mungkin karena kebanyakan orang menganggapnya sepele. Dengan alasan toh masih ada waktu, tidur aja lagi. Atau dengan alasan masih ngantuk karena semalam begadang menyelesaikan pekerjaan, akhirnya bangunnya jadi kesiangan. Tahu tidak, kalau ternyata kebiasaan ini bisa mengakibatkan serangan jantung, stroke atau bahkan mati mendadak. Alasannya karena bangun kesiangan itu bisa menggangu metabolisme di dalam tubuh. Gangguan pada metabolisme tubuh ini mengakibatkan lemak berlebih. Lemak berlebih ini nantinya akan mengendap pada dinding pembuluh darah dan mengakibatkan penyumbatan yang merupakan asal mula dari serangan jantung mendadak, stroke hingga kematian mendadak (hal.43)

Stop bangun kesiangan... via www.alodokter.com
2.    Terburu-buru masuk kantor dan melewatkan sarapan
Masih bersambung dengan kebiasaan buruk pertama. Karena bangun kesiangannya akhirnya terburu-buru ke kantor dan melewatkan sarapan pagi. Tahu tidak, kalau jadwal makan yang sangat penting adalah sarapan pagi. Jadi melewatkan sarapan pagi adalah salah satu kebiasaan yang buruk. Kenapa? Karena kebiasaan ini dapat membuat tubuh kekurangan kadar gula di dalam darah. Hal inilah yang akhirnya memicu rasa pusing di kepala dan badan terasa lemas. Jika kebisaan ini dibiarkan dalam waktu yang lama, pelakunya terancam risiko penyakit diabetes yang dapat berujung pada kematian di usia muda (hal 48)

3.  Minum Kopi Hitam sesampai di Kantor

Kamu salah satu penggemar kopi hitam? Kopi hitam hangat yang berpadu dengan pisang goreng panas biasanya sangat nikmat disantap di pagi hari apalagi saat cuaca sedang hujan, heheheh. Tetapi tahukah kita bahwa ternyata minum kopi di pagi hari atau di bawah pukul 09.30 ternyata memberikan efek yang tidak baik bagi tubuh kita. Kenapa? Karena Menurut penelitian sebelum pukul 09.30 pagi, tubuh kita memproduksi hormon kortisol pada level yang tinggi. Hormon ini memiliki manfaat yang sama seperti kafein yang terkandung di dalam kopi hitam. Jadi kalau kita mengkonsumsi kopi hitam di pagi hari, hormon kortisol yang diproduksi secara alami oleh tubuh tidak akan bekerja maksimal. Akibatnya tubuh akan kecanduan kafein yang berakibat tidak baik bagi tubuh (hal.60).

Itu mau minum kopi atau berenang di kopi yak... via www.manfaatkopi.com
Dan masih banyak kebiasaan-kebiasaan lain yang di jelaskan di buku ini yang mungkin saja masih sering kita lakukan karena tidak tahu dampak buruk yang mungkin ditimbulkan.

Nah, Bab terakhir buku ini ditutup dengan tujuh rahasia menakjubkan agar panjang umur dan hidup lebih lama, diantaranya adalah
1.    Mulai Gaya Hidup Sehat SAAT INI JUGA
2.    Menambah waktu olahraga
3.    Makan di rumah
4.    Banyak tertawa
5.    Terus Optimis dan Ceria
6.    Rajin mengonsumsi Suplemen Sesuai Anjuran dokter
7.    Dan terpenting Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi ^_^


So, Mulai dari sekarang ubah gaya hidup kita menjadi lebih sehat untuk hidup yang lebih baik... (ini kayak iklan aja). So, segera baca penjelasan lengkapnya di buku ya.. Wassalam

Mengenang kawan lama..yang telah pergi menghadap Sang Pencipta

Aku bertanya- tanya tentang apa yang harus kutulis malam ini. Hingga kemudian, hapeku berbunyi. Ada pesan BBM yang masuk. Seorang teman mengabarkan kalau salah seorang teman kuliahku mengalami kecelakaan tadi sore dan meninggal dunia. Ada perasaan sedih yang tiba-tiba merasuk. Ada seorang teman lagi yang dipanggil lebih dahulu untuk menghadap Yang Maha Kuasa. Dan tanpa aba-aba, serentak teman-teman kuliah mengganti DP BBM mereka menjadi foto Almarhum. Mendoakan dengan tulus agar Almarhum Ahmad diampunkan dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya, dan dilapangkan kuburnya. Amin Ya Rabbal Alamin.
Lalu aku tiba-tiba teringat orang–orang disekitar ku yang lebih dahulu kembali ke Rahmatullah. Kawan semasa kecil ku bernama Yusri. Aku biasa memanggilnya Ucci. Kami berteman sejak sebelum masuk sekolah dasar. Dia adalah teman yang tinggal pas di sebelah rumahku. Rumah kami berdempet, dan hanya dipisahkan oleh tembok saja. Pas di ruang tengah, tembok yang memisahkan rumah ku dan rumahnya entah karena alasan apa diberi lubang kecil. Hingga terkadang, saat mereka makan atau tertawa, aku bisa mendengarnya dari rumahku. Saat bulan Ramadhan keluarga kami saling membangunkan di waktu sahur hanya dengan berteriak di lubang kecil itu sambil memukul tutup panci. Sedangkan saat mati lampu, aku dan ucci berkomunikasi dengan mengetok tembok itu. Saat dia ada disitu, dia akan mengetok balik tembok itu. Kenangan ku bersamanya bukan hanya tentang kebahagiaan saja. Aku ingat dulu pernah membuat Ucci menangis. Saat bermain kejar-kejar an, aku tanpa sengaja mencakar wajah Ucci sampai berdarah. Ia lalu pulang ke rumah nya sambil menangis. Sedangkan aku segera lari pulang ke rumahku untuk sembunyi, takut kalau ia melaporkan kan ku pada ayahnya. Selain momen membuat Ucci menangis, aku juga punya moment bahagia bersama dia. Waktu itu kami sudah duduk di bangku SMP. Lalu tiba-tiba, Aku, Ucci dan satu orang lagi sahabatku yang bernama Ani ditugaskan oleh ayahku untuk mewakili perlombaan Cerdas Cermat tingkat kecamatan. Karena ditunjuk secara dadakan. Kita bahkan tidak pernah sekalipun latihan. Kita hanya belajar sendiri-sendiri di rumah masing-masing. Dan, ternyata kami tetap bisa menjadi juara 1 lomba cerdas cermat itu.
Masuk SMP, kami sudah mulai jarang bertemu, dia lebih sering di dalam rumah bermain komputer hingga matanya minus dan harus memakai kaca mata. Aku mulai bertanya-tanya kenapa Ucci sangat jarang bermain di luar rumah lagi seperti dulu. Ternyata dia sedang sakit. Dia menderita sakit ginjal. Saat itu aku masih duduk di kelas 2 SMP. Sedangkan Ucci kelas 1 SMP. Aku masih belum begitu mengerti tentang apa itu penyakit ginjal. Beberapa kali, aku mendengar dia, dari balik tembok rumahku muntah berkali-kali dan menangis. Aku tidak tahu kalau penyakit ginjal itu berbahaya dan menyakitkan, hingga kemudian saat aku sudah duduk di
Bangku Sekolah Menengah Atas kelas 2. Dan Ucci duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan kelas 1, tiba-tiba ibuku memberitahukan kalau Ucci di rawat di rumah sakit. Karena kebetulan Rumah Sakit tempat dia dirawat tidak jauh dari sekolah ku. Jadi saat pulang sekolah aku mampir untuk menjenguknya. Waktu itu, kebetulan yang datang menjenguknya bukan aku saja. Ada juga teman-teman sekolah nya dari SMK dan teman dari ayahnya. Jadi kamar tempat dia dirawat lumayan ramai. Aku masuk, duduk, dan bergabung dalam kelompok penjenguk. Waktu itu aku melihat Ucci sehat bugar duduk di atas ranjang nya sambil sesekali tersenyum mendengar perbincangan ayah dan temannya. Dia tidak tampak sakit. Hanya tusukan jarum infus di tangan nya serta wajahnya yang agak sedikit chubby. Mungkin efek karena dia tidak terlalu beraktifitas banyak. Aku tidak berbicara banyak padanya, hanya bertanya apa yang dia rasakan? Apa dia sudah merasa sehat? Setelah itu aku hanya terdiam. Aku tak tahu harus bertanya apa lagi. Karena sudah lama tidak berkomunikasi dengan nya aku jadi merasa agak canggung. Beberapa menit kemudian, beberapa temannya pamit pulang. Aku pun ikut pamit pulang dan berjanji akan menjenguknya lagi besok. Sebelum pulang aku menjabat tangannya dan memberikan nya semangat dan doa agar dia sehat kembali. Aku tidak tahu kalau jabat tangan dengan nya saat itu adalah terakhir kali aku melihat wajahnya. Karena keesokan harinya, sehabis pulang sekolah aku berencana untuk menjenguknya lagi di rumah sakit, tetapi karena malu tidak membawa apa-apa aku mengurungkan niatku. Aku melewati rumah sakit dan terus pulang ke rumah. Aku sedikit aneh saat melihat rumah ku sepi. Ayah, ibu dan adik ku yang bungsu tak ada di rumah. Adik ku yang satu lagi lalu bilang kalau ayah, ibu dan adik sedang pergi ke Maros untuk memakamkan Ucci. Ucci telah dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa jam sepuluh pagi karena penyakit ginjal yang dialaminya sudah sangat parah. Dan dia pun telah di bawa pulang ke kampung halamannya untuk dimakamkan. Ah... hatiku langsung hancur lebur. Aku tak bisa melihat wajah nya untuk terakhir kalinya. Aku bahkan tak punya foto kenangan bersama nya. Bahkan moment saat cerdas cermat dulu, tak ada yang mendokumentasikan. Walaupun begitu aku masih punya ingatan tentang kenangan kami di memori otak ku dan kutuliskan disini agar saat tua nanti dan ketika ingatan ku mulai agak menurun. Aku bisa membaca kembali tulisan ini dan mengingat sahabat kecil ku itu. Doaku untuk mu sahabat semoga kau tenang di alam sana. Amin
Selain Ucci, aku juga punya teman sekelas waktu SMP dulu bernama Dewi. Dia menderita penyakit Lever. Dia anak yang cerdas. Dia selalu menempati peringkat teratas di kelas. Fisiknya lemah, badan nya kurus dan warna kulitnya kekuning-kuningan. Tetapi dia adalah gadis yang cantik sekali dengan mata yang lebar. Aku tak terlalu akrab dengannya karena memang dia kalem dan pendiam. Aku hanya ingat kalau dia teman yang sangat baik. Waktu itu, kami sedang disibukkan dengan kegiatan hari kemerdekaan Tujuh Belas Agustus. Aku ikut kegiatan gerak jalan yang diadakan tiap tahun. Saat itu kami masih duduk di bangku kelas satu. Aku dan barisan ku hanya memakai seragam sekolah putih biru dengan pita. Walaupun berada pada barisan paling belakang. Aku tetap ingin tampil maksimal. Tetapi rok biru ku sudah agak kusam. Jadi teman ku menyarankan untuk meminjam rok biru Dewi yang kala itu memang tidak ikut kegiatan gerak jalan. Aku ingat saat itu aku sepulang sekolah langsung berkunjung ke rumahnya. Dia menyambutku dengan sangat hangat dan ramah. Dia lalu meminjamkan ku rok biru nya yang masih baru. Aku senang sekali karena ternyata roknya sangat pas di badanku. Karena kebetulan kami memiliki fisik yang sama-sama mini. Beberapa bulan kemudian, Dewi pindah sekolah. Ia pindah ke daerah Jawa, karena sekalian ingin berobat disana. Dan setelah setahun berpisah dengan nya, kudengar kabar dari seorang teman kalau dia telah menyerah dengan penyakitnya dan terlebih dahulu menghadap Sang Pencipta. Hatiku kembali hancur. Aku bahkan belum menjadi teman yang baik buat dia. Smoga dia juga telah bahagia di alam sana. Amin
Selain Ucci dan Dewi, aku masih punya beberapa kawan lagi yang ternyata harus lebih dahulu kembali ke pangkuan Ilahi. Ada Ahmad Khaidir, teman sekelas waktu SD, dia cerdas dan baik, aku dulu ngefans sama dia. Tetapi sejak tamat SD, aku tak pernah lagi bertemu atau mendengar kabarnya. Hingga beberapa waktu lalu, saat aku sudah sedang bekerja di kantor. Seorang teman lalu mengirimkan pesan singkat kalau Ahmad Chaidir meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Ah.. aku bahkan belum bertemu dengan nya sejak tamat dari Sekolah Dasar.

Dulu aku berpikir kalau Tuhan tidak adil, kenapa umur kita semuanya tidak sama. Kenapa harus ada meninggal di usia muda terus ada yang meninggal dunia di usia sangat tua. Kenapa kita tidak diberi jatah waktu yang sama. Tetapi sekarang aku sudah dewasa, pemikiran dan wawasan ku sudah mulai berkembang walaupun tidak berkembang banyak. Tetapi setidaknya sekarang aku sudah sadar bahwa Kebijaksanaan Tuhan merahasiakan ajal adalah sesuatu yang sangat baik sekali. Agar kita menghargai setiap detik hidup kita, agar kita mensyukuri setiap tarikan nafas kita, agar kita memaknai setiap pagi adalah hari baru kita yang Allah masih berikan sebagai hadiah, untuk memperbaiki diri, untuk menambah bekal di akherat kelak. 

Friday, May 13, 2016

Ayo Mulai nulis lagi...



Awal mula bikin blog karena iseng setahun yang lalu, ikut-ikut an sama teman. Blog jadi tempat nulis apa saja. Tidak ada aturan atau batas waktu, cuma nulis kalo lagi bosen. Trus ikut tantangan nulis tiap hari selama sebulan, alhasil tiap hari pusing cari ide buat nulis, tetapi ada kepuasan tersendiri saat berhsil posting tulisan tiap hari. Kemudian mulai ikut gabung dengan komunitas blogger di dunia maya. Awalnya excited banget baca tulisan blogger-blogger lain. Tetapi lama kelamaan, saya jadi minder untuk menulis, karena beranggapan tulisan saya sangat jelek jika dibandingkan dengan tulisan blogger lain. Dan akhirnya saya mengalami block writing, bingung mau nulis apa. Dengan dalih cari ide, akhrinya gak nulis - nulis deh. Hingga kemudian saya daftar ikut Geko Online, Gerakan chat inspiratif, yang ternyata pas saya daftar sudah masuk batch 6. Em.. Batch satu sampe lima nya kapan ya???. Ya Udahlah, tidak ada kata terlambat untuk belajar. Dan eng ing eng,,, ternyata yang jadi Narasumber nya Kak Nur Al Marwah Asrul atau biasa di panggil kak Nunu, kakak keren dan energik yang sempat menang lomba blogging beberapa kali. Wah pas banget, karena kelas geko kali ini, Kak Nunu akan berbagi cerita dan pengalaman nya selama menjadi blogger. Jadi mekanisme nya Kak Nunu akan menjawab pertanyaan yang masuk dari peserta melalui moderator.

Dan Pertanyaan Pertama tentang kendala yang paling sering dialami oleh Kak Nunu sebagai seorang Blogger dan bagaimana cara mengatasinya?

Jadi Kak Nunu ini selain berstatus sebagai Mahasiswa Pasca Sarjana, Ia juga menjadi Amil di Dompet Dhuafa SulSel dan sekarang dipercayakan sebagai Ketua Blogger Makassar Anging Mamiri Periode ke 4.

Jadi kendala terbesarnya adalah tentang membagi waktu untuk belajar, bekerja dan menulis. Nah dengan segudang aktivitas tiap harinya, Kak Nunu tetap menyempatkan waktu nya untuk menulis di Blog. Dan ini dilatihnya selama dua bulan agar menjadi kebiasaan. Nah, disini saya langsung merasa jadi remah-remah rempeyek, soalnya saya sering menunda menulis di blog dengan alasan tak punya waktu luang. Padahal saya tidak sibuk-sibuk amat, Waktu saya paling dipake duduk di depan komputer nonton korean drama, terus bobo-bobo cantik, abis itu duduk manis di depan tv nungguin Sitkom yang gak lucu-lucu amat. Pufftt... sekarang saya mau insyaf, mau belajar bagi waktu juga supaya lebih berkualitas.

via: pengertianmanajemen.net

Terus Pertanyaan kedua, Bagaimana cara nya supaya tidak bosan menulis? Karena kadang ide dan inspirasi yang sudah ada di kepala mentok begitu saja karena malas atau bosan menulis? (hahahah, ini gue banget)

Nah, ternyata rasa malas dan bosan menulis itu juga kadang dirasakan oleh Kak Nunu. Hanya saja Kak Nunu sadar kalau rasa malas itu harus dilawan dengan tindakan. Kalo saya rasa malas harus dilawan dengan istrihat saja dulu nunggu semangat itu datang lagi, tetapi setelah ribuan purnama semangat gak datang2. huhuhu ^_^ Oke abaikan.

Jadi menurut Kak Nunu, pertama kita harus tau gaya nulis kita seperti apa? bagaimana cara mengetahuinya, yah dengan rajin menulis. Lama kelamaan, kita jadi paham kita gaya nulis nya gimana. Abis itu cari ide dan inspirasi. Nah ide dan Inspirasi itu bisa didapat dimana saja. Kumpulin idenya di dalam notes, cari data-data pendukung, pilah, lalu tuliskan segera dan selesaikan.



Pertanyaan selanjutnya, Bagaimana memupuk minat untuk terus menulis?
Nah, kata Kak Nunu "Setiap orang sebenarnya punya kemampuan untuk menulis, cuma kadang gak pede aja untuk share tulisannnya. (Iya, saya pernah merasakan ini, merasa kalau tulisan saya cuma sampah, hiks hiks). Katanya Kak Nunu lagi, bahwa selalu ingat bahwa setiap tulisan itu ada pembacanya. Tulisan curhatan pun bisa jadi inspirasi bagi orang lain. Kalo Kak Nunu sendiri cara memupuk minat menulisnya adalah dengan mencari lingkungan dimana orang-orang didalamnya suka menulis. Jadi bisa saling mengingatkan untuk menulis dan saling memberi semangat. Katanya, Blogger itu punya dunia sendiri di dunia maya. Kalau diibaratkan blog itu semacam rumah di dunia maya, kalau sudah ketemu sesama blog, rumah kita jadi punya tetangga. Kita akan saling berkunjung ke rumah-rumah lainnya dan membuka lebar pintu rumah kita agar dikunjungi juga oleh mereka. Kalau sudah sering ada interaksi, kita akan semangat terus karena rumah kita jadi hidup.

Menemukan Lingkungan Baru.. via:www.lucugambar.com
Pertanyaan selanjutnya, Bagaimana caranya supaya tulisan kita kelihatan bagus? soalnya suka gak pede sendiri sama tulisan kita, takut kalo setelah dibaca jadi jelek?

Nah, Kata Kak Nunu: Tidak ada tulisan yang sempurna, tidak ada tulisan bagus atau tulisan jelek. Menurut dia, tulisan jelek itu adalah tulisan yang berisi kebohongan, berisi informasi negatif seperti tulisan yang mengandung pornografi atau menjelek-jelek kan suatu ras atau agama. Selain itu, tetap bagus. Selalu percaya bahwa tulisan itu ada pembaca nya sendiri. Terus saja menulis, hingga suatu saat nanti kamu akan mendengar seseorang berkata: "Saya selalu membaca tulisan mu, dan itu sangat inspiratif"(berharap suatu saat ada yang bilang kayak gini ke saya, hehehehe). Karena saya yakin sebaik-baik makhluk adalah yang paling banyak memberikan kontribusi buat sesama nya. 


Nah.. Untuk baca wawancara bersama Kak Nunu di Kelas Geko Online versi Lengkapnya silahkan berkunjung ke https://gelaskosongonline.wordpress.com/2016/05/11/kelas-gekoonline-batch-6/

via www.gelaskosongonline.wordpress.com

Wednesday, May 11, 2016

Tentang Anggota keluarga Baru,.. Isma Aira Az Zahra

Libur Panjang minggu lalu yang bertepatan dengan Kenaikan Yesus Kristus dan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW menjadi moment yang pas untuk kembali ke Kampung Halaman. Rasa rindu yang membuncah, serta rasa penat karena aktivitas yang berulang tiap harinya membuatku tak sabar ingin sampai di rumah. Rasa lelah, penat, dan jenuh rasanya langsung menguap begitu saja kala melihat kembali senyum ceria dari seluruh anggota keluargaku yang selalu menyambut kepulangan ku dengan hangat. Rasanya sangat damai sekali. Aku lalu berpikir tentang kesedihan orang-orang yang hidup sebatang kara di dunia ini. Pasti hidup ini menjadi berkali lipat lebih berat baginya, karena tak ada teman untuk berbagi suka dan duka itu.

Kepulangan ku ke rumah kali ini benar-benar membahagiakan, selain karena rasa rindu yang membuat dadaku rasanya ingin meledak, tetapi juga karena penasaran ingin melihat wajah anggota keluargaku yang baru hadir di dunia ini satu minggu yang lalu. Yah, keponakan ku bertambah satu lagi. Selain Iccang yang bandel dan ngegemesin, Amirah yang unyu dan manja, sekarang ada Isma yang sepertinya akan tumbuh menjadi gadis yang cantik dengan hidung mancung dan mata sipitnya. Isma lahir tanggal 22 April 2016 lalu dengan berat 2,7 kg. Kelahiran nya begitu ditunggu, setelah 4 tahun pernikahan Kak Rahma dan Kak Irfan. Doaku untuk nya semoga dia kelak menjadi anak sholehah yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.

Pertama kali melihat wajah nya, dadaku langsung berdesir, ada kebahagiaan yang langsung memenuhi rongga dadaku. Matanya yang berbinar dan kulit nya yang masih memerah adalah tanda kebesaran Sang Maha Pencipta. Menggendongnya dalam dekapan benar-benar membuat hatiku tersentuh. Bahwa bayi kecil yang menggemaskan seperti ini adalah titipan dari Sang Pencipta, ia bukan hak milik kita. Bahwa ia lahir seperti kertas putih tanpa noda. Tugas kita untuk mendidiknya dan memberi pemahaman yang sesuai dengan tuntunan syariah. Agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat, cerdas, dan beragama. Amin



Tuesday, May 10, 2016

Renungan hari ini: Tentang yang datang dan yang pergi

"Bahkan kalaupun dia tak bergerak, walaupun dia tak bersuara, walaupun dia hanya diam dan tak melakukan apa-apa.Entah kenapa saat ia tak ada, terasa ada yang berbeda"




Hah...kata-katanya terlalu lebay. Padahal saya cuma mau bercerita tentang televisi kantor layar datar berukuran 41 inchi yang diletakkan dekat pintu. Karena letaknya dekat pintu dan disanggah dengan kaki besi setinggi 1,5 meter, jadilah setiap kali aku berjalan mendekati pintu, televisi itu hampir kutabrak. Akhirnya saat melewati pintu aku akan berjalan hati-hati agar kepalaku tidak kejedot. Jadi pas tadi pagi, televisi itu dipindahkan ke lantai lain, jadinya ada yang berbeda. Space di dekat pintu jadi lebih lebar. Tetapi karena telah terbiasa saat melewati tempat tersebut, aku tetap berjalan agak menunduk, walaupun televisi itu sudah tak ada. 

Hem, dari situ saya jadi tersadar bahwa televisi saja yang merupakan benda mati ternyata bisa mengubah prilaku sehari-hariku menjadi sebuah kebiasaan. Dan saat ia tak lagi disitu, terasa ada yang beda. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang ada di sekeliling kita, yang datang lalu pergi. Entah itu ia orang baik atau jahat, entah itu dia hanya sebentar atau lama, semuanya tetap memberikan jejak pada kehidupan kita, menempati satu ruang di hati kita.

Ada begitu banyak orang yang datang dan pergi dalam hidupku. Semuanya memberi kesan tersendiri. Yang karena bertemu mereka memberiku pelajaran yang berharga. Semuanya menempati ruang sendiri di hatiku. Hingga saat ini yang paling berkesan adalah tentang malaikat kecil ku yang pertemuan dengan nya adalah sebuah hadiah terindah. Yang setelah kepergiaanya memberikan pelajaran berharga, bahwa setiap waktu yang kita punya di dunia adalah Anugerah. Maka jangan kita sia-sia kan untuk hal tak berguna. Yah dia Muhammad Furqan, yang telah menghadap Sang Pencipta tiga tahun yang lalu. Kenangan bersama nya masih tersimpan rapi di ingatan, kerinduan padanya di titipkan dalam sela sela doa berharap berjumpa lagi dengannya di Surga kelak. Kecerian dan senyum riang nya selalu jadi penghapus rasa lelah dan bosan kala hidup menjadi semakin berat. Bahwa keberadaan kita di dunia suatu saat akan berakhir, lalu adakah keberadaan kita di dunia memberi efek positif yang membuat dunia lebih indah atau keberadaan kita hanyalah sebuah kesia-sia an belaka atau malah menjadikan dunia lebih buruk... Na Udzubillah Min Zalik 

And he is My Little Angel, My Young Brother Muh. Furqan..
See You In Heaven Dear, Insya Allah