Selasa, 10 Mei 2016

Renungan hari ini: Tentang yang datang dan yang pergi

"Bahkan kalaupun dia tak bergerak, walaupun dia tak bersuara, walaupun dia hanya diam dan tak melakukan apa-apa.Entah kenapa saat ia tak ada, terasa ada yang berbeda"




Hah...kata-katanya terlalu lebay. Padahal saya cuma mau bercerita tentang televisi kantor layar datar berukuran 41 inchi yang diletakkan dekat pintu. Karena letaknya dekat pintu dan disanggah dengan kaki besi setinggi 1,5 meter, jadilah setiap kali aku berjalan mendekati pintu, televisi itu hampir kutabrak. Akhirnya saat melewati pintu aku akan berjalan hati-hati agar kepalaku tidak kejedot. Jadi pas tadi pagi, televisi itu dipindahkan ke lantai lain, jadinya ada yang berbeda. Space di dekat pintu jadi lebih lebar. Tetapi karena telah terbiasa saat melewati tempat tersebut, aku tetap berjalan agak menunduk, walaupun televisi itu sudah tak ada. 

Hem, dari situ saya jadi tersadar bahwa televisi saja yang merupakan benda mati ternyata bisa mengubah prilaku sehari-hariku menjadi sebuah kebiasaan. Dan saat ia tak lagi disitu, terasa ada yang beda. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang ada di sekeliling kita, yang datang lalu pergi. Entah itu ia orang baik atau jahat, entah itu dia hanya sebentar atau lama, semuanya tetap memberikan jejak pada kehidupan kita, menempati satu ruang di hati kita.

Ada begitu banyak orang yang datang dan pergi dalam hidupku. Semuanya memberi kesan tersendiri. Yang karena bertemu mereka memberiku pelajaran yang berharga. Semuanya menempati ruang sendiri di hatiku. Hingga saat ini yang paling berkesan adalah tentang malaikat kecil ku yang pertemuan dengan nya adalah sebuah hadiah terindah. Yang setelah kepergiaanya memberikan pelajaran berharga, bahwa setiap waktu yang kita punya di dunia adalah Anugerah. Maka jangan kita sia-sia kan untuk hal tak berguna. Yah dia Muhammad Furqan, yang telah menghadap Sang Pencipta tiga tahun yang lalu. Kenangan bersama nya masih tersimpan rapi di ingatan, kerinduan padanya di titipkan dalam sela sela doa berharap berjumpa lagi dengannya di Surga kelak. Kecerian dan senyum riang nya selalu jadi penghapus rasa lelah dan bosan kala hidup menjadi semakin berat. Bahwa keberadaan kita di dunia suatu saat akan berakhir, lalu adakah keberadaan kita di dunia memberi efek positif yang membuat dunia lebih indah atau keberadaan kita hanyalah sebuah kesia-sia an belaka atau malah menjadikan dunia lebih buruk... Na Udzubillah Min Zalik 

And he is My Little Angel, My Young Brother Muh. Furqan..
See You In Heaven Dear, Insya Allah


2 komentar:

  1. Jika benda mati bisa meninggalkan kenangan yang bahkan merubah hidup kita apalagi jika seorang manusia, dan saya masih mencari tahu siapa itu "Muhammad furqan" di dalam artikel di atas *maaf tak ada maksud buruk apapun.. Semoga ia bisa tenang disana, dan semoga surga menjadi tempat pertemuan berikutnya. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai... Dek Ardi, tak apa bertanya, makasih doanya. Dia Adek bungsu ku, Kehadirannya ditunggu bertahun-tahun,tetapi Sang Pencipta menghadirkan dia di dunia hanya 10 bulan dua belas hari. Kata dokter dia mengidap penyakit infeksi selaput otak dan akhirnya kembali menghadap Sang Pencipta.

      Hapus