Senin, 21 September 2015

Sakit itu Anugerah??? Serius???

Hum... kepala nyut-nyut an, gusi juga seperti ditabuh, mungkin oleh kuman-kuman yang bersarang di gigi berlubang. Di telinga ku seperti ada puluhan lebah, berdenging dan berputar. Blm lagi tenggorokan yang mulai seperti ditaburi pasir dengan bibir pecah-pecah menghiasi wajah ku yang mulai kehilangan sinarnya (hahahaha,, sebenarnya kata lainnya kusam). Sempurna membuat hari ku berantakan saat ini. Syukurlah jari-jari dan otak ku masih sinkron untuk menulis sepatah dua kata disini (Hum..ini curhat ato pidato ya)

Hah,,,aku resmi diserang flu, demam, plus batuk. Walaupun ini agak aneh karena biasanya flu menyerang disaat musim hujan, tetapi entah gara-gara apa, flu itu lalu merasuki ku diam-diam. Ini adalah salah satu penyakit ringan namun sangat menjengkelkan. Apalagi untuk orang yang harus bekerja di ruangan Ber AC sepertiku. Rasanya penyakit ini semakin menjadi-jadi. 

Tetapi cukup sampai disitu bercerita tentang penderitaan yang mungkin hampir semua orang pernah merasakannya. Penyakit yang mungkin bisa dianggap ringan tetapi sungguh menyebalkan ini, cukup membuat hari-hari ku yang seharusnya lancar menjadi berantakan. Penyakit Flu ini bisa diakibatkan karena daya tahan tubuhku yang menurun, sehingga virus Influenza langsung menyerang.

Penyakit ini bisa berlangsung lama jika daya tahan tubuh memang kurang baik dan tidak segera ditindak lanjuti. Dan dari hari-hari ku yang menjadi hancur berantakan karena penyakit ini, cukuplah membuat ku tersadar bahwa terbangun di pagi hari dengan kondisi badan prima tanpa kurang satu anggota badan pun serta terbebas dari rasa sakit adalah sebuah nikmat yang luar biasa. Jika dibandingkan waktu sakit kita dengan waktu sehat kita, tentulah waktu sehat kita jauh lebih banyak dibandingkan dengan waktu sakit kita. 

Mendapati diri yang harus terbaring tak berdaya hanya karena flu menyerang sungguh sebuah bukti bahwa aku sebagai manusia, hanya makhluk lemah. Rasa Sakit ini kemudian menyadarkan ku bahwa saat ini aku masih hidup, karena aku masih bisa merasakan sakit. Dan sebenarnya rasa sakit yang kita rasakan adalah sinyal positif dari tubuh yang meminta agar lebih diperhatikan, diberi makanan dengan nutrisi seimbang, istirahat yang cukup dan mengurangi makanan yang mengandung Toksin. Jadi, saya mengatakan bahwa Sakit adalah Anugerah untuk kembali mensyukuri bahwa Kesehatan itu Nikmat tiada tara




Senin, 14 September 2015

Gaya Berbusana mencerminkan kepribadian ????



Which Outfit do you prefer??? Kalo diartikan dalam Bahasa Indonesia artinya setelan busana yang mana yang paling kamu sukai??? Kalo saya sendiri tidak suka semuanya, hahahaha. Soalnya saya cewek berhijab. Tetapi kalo misalnya disuruh milih dari keenam gambar ini, cowok yang mana yang paling saya suka??? saya akan bilang suka semuanya, hahahaha. Bukan kegenitan, hanya saja tiap busana itu biasanya mencerminkan kepribadian yang beraneka ragam. 

  • Gambar pertama, biasanya memiliki kepribadian dingin, teliti, dan tertutup. Tetapi sebenarnya dia cerdas selalu berpikir matang sebelum bertindak. Gaya berpakaian seperti ini biasanya banyak digunakan oleh Dosen muda atau Seorang Mahasiswa.
  • Gambar Kedua, biasanya memiliki kepribadian pekerja keras, agak arogan, dan dingin. Gaya berpakaian seperti ini biasanya digunakan oleh pekerja kantoran kalau di drama-drama korea, dia biasanya seorang CEO perusahaan. Sifat baiknya biasanya kalo dia luluh sama satu cewek dia akan setia sampai akhir.
  • Gambar ketiga, biasanya memiliki kepribadian ceria, humoris, banyak bergerak, dan biasanya susah untuk diam. Cowok dengan style ini biasanya senang berolahraga dan selalu menebar kegembiraan dimana-mana.
  • Gambar keempat, biasanya memiliki kepribadian penyayang, lembut, hangat dan pandai menyembunyikan perasaan. Cowok dengan busana seperti ini biasanya lebih sering memberi senyum dari pada berkata-kata. Cowok dengan tipe ini lebih suka memberi surprise - surprise kecil daripada berkata-kata romantis. Tetapi karena dia lebih suka diam, terkadang kita tak tahu kapan dia merasa sedih, marah atau gembira.
  • Gambar keempat, orangnya agak dingin dan misterius. Rasanya sulit menebak apa yang dia rasa atau pikirkan...
  • Gambar ke lima bisa dibilang paling stylish diantara keenam gambar yang ada. Dia pandai memadu padankan busana dengan aksesoris. Biasanya mereka adalah anak-anak band atau seseorang yang bekerja pada bisnis hiburan. 

NB: Tulisan ini bukan sebuah artikel psikologi, ini di buat iseng-iseng saja karena tiba-tiba melihat gambar yang diupload oleh salah satu penerbit buku di social media. Tiba-tiba dapat ide untuk nulis disini. Pengamatan dilakukan dari film-film korea yang telah saya tonton, heheheheh. Jadi ini cuma buat seru-seruan saja. Yang pasti Kepribadian seseorang itu tidak bisa dinilai hanya dengan sekali lihat, apalagi hanya dengan melihat gaya berbusana saja kecuali jika memang dilakukan oleh tenaga - tenaga profesional seperti Psikolog. Tetapi tetap saja menilai seseorang hanya dari cara berpakaian itu sama dengan menilai sebuah buku dari tampilan sampul luarnya. Kembali ke pepatah lama "Don't Judge books by it's cover". So... salam perdamaian.. ^_^


Review Novel Api Tauhid - Habiburrahman El Zhirazy


Judul Buku             : Api Tauhid (Novel Sejarah Pembangun Jiwa)
Penulis Buku           : Habiburrahman El Zhirazy
Tahun Terbit           : 2014
Penerbit                 : Republika
Jumlah Halaman     : 573 Halaman

Senang sekali akhirnya bisa menemukan kembali karya baru Kang Abik (Panggilan Akrab Habiburrahman El Zhirazy). Sejak pertama membaca Novel Ayat-Ayat Cinta, saya pun langsung jatuh cinta dengan tulisan Kang Abik. Mulai dari Novel Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Dalam Mihrab Cinta, Pudarnya Pesona Cleopatra, Bumi Cinta, Ketika Cinta berbuah Surga Hingga Novel Api Tauhid ini, semuanya keren. Selalu ada pesan-pesan moral di dalamnya, nasehat religi, dan penggambaran Luar Biasa dari tokoh dan setting tempat nya.
Kalau Novel Ayat-Ayat Cinta mengambil setting di Cairo, Novel Bumi Cinta mengambil setting di Rusia, Novel Api Tauhid ini mengambil setting di wilayah Turki. Penggambarannya sangat jelas, seolah – olah kita benar-benar bisa menikmati indahnya lekuk-lekuk kota Istanbul tersebut. Di Novel ini, Kang Abik mengajak kita berkenalan dengan sosok Fahmi. Anak Muda bersemangat yang sedang menjalani studinya di Madinah. Semuanya berjalan baik- baik saja hingga kemudian takdir mempertemukan nya dengan Pak Kyai Arselan Yosowilangun. Kepala Pondok Pesantren Manahilul Hidayat tersebut lalu menikahkan Fahmi dengan putrinya, Firdaus Nuzula. Proses lamaran hingga akad nikah semuanya berjalan lancar. Dan Fahmi pun kembali ke Madinah untuk menyelesaikan studinya. Di saat ia merasa sangat bahagia karena telah mempunyai seorang istri yang membuat hatinya selalu berbunga-bunga, tiba-tiba saja ia mendapat kabar dari Mertuanya yang tak lain adalah Pak Kyai Arselan agar menceraikan putrinya. Fahmi yang tak tahu apa-apa, merasa sangat terpukul dengan keputusan mertuanya tersebut. Dalam rangka mengobati hatinya yang terluka dan mencari jalan terbaik dari masalahnya, ia memilih untuk i’tikaf di Mesjid Nabawi dan bernazar untuk mengkhatamkan Al Qur’an sebanyak 40 kali dalam waktu 15 hari. Karena terlalu memaksakan diri, akhirnya Fahmi jatuh sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit untuk sementara waktu. Sahabat-sahabat Fahmi merasa sangat kasihan padanya, dan menyarankan agar Fahmi melakukan liburan ke Turki sekaligus mencari tahu jejak sejarah hidup ulama besar Syaikh Badiuzzaman Said Nursi, Ulama yang dikenal sebagai keajaiban zaman. Perjalanan Fahmi dan Sahabatnya kemudian mempertemukannya dengan dua orang gadis bernama Aysel & Emel yang jatuh cinta diam-diam dengan sosok Fahmi yang bersahaja.  
Novel nya menggabungkan nuansa romantisme kehidupan Fahmi dan sepak terjang perjuangan Syekh Said Nursi mulai dari pertemuan Ayah dan Ibunya, kemudian lahirnya, beranjak dewasa hingga akhirnya kembali ke Pangkuan Ilahi. Benar-benar novel sejarah yang mengagumkan, mendebarkan, dan tentu sangat recommended untuk kamu agar semangat menegakkan Kalimat Tauhid juga bisa berkobar di hati kita. 




Sabtu, 12 September 2015

Review Buku How To Master Your Habits - Felix Y. Siauw


Judul Buku        : How to Master Your Habits
Penulis Buku      : Felix Y.Siauw
Genre                : Non Fiksi – Motivasi
Penerbit            : Al Fatih Press
Tahun Terbit      : Maret, 2013
Cetakan             : ke 6, Maret 2014
Tebal                 : 169 Halaman

Alhamdulillah, akhirnya bisa nambah koleksi buku baru lagi. Kali ini buku cantik dengan latar putih ini menjadi penghuni baru kamar ku bersama beberapa deretan buku lain. Ini jadi buku pertama karya Felix Y. Siauw yang ku punya. Smoga bisa segera membeli buku-buku karya Felix Y. Siaw yang lain.

Ok.. Pertama, kita berbicara tentang cover buku yang hanya di nominasi dengan tiga warna, yaitu: Putih, Hijau, dan Hitam. Cover nya bisa dikatakan sederhana namun tetap manis karena di tengah cover nampak sebuah pohon yang tumbuh subur. Sebelum membaca buku ini, saya sempat bertanya–tanya kenapa harus gambar pohon? Dan akhirnya saya menemukan jawaban nya setelah membaca setengah dari buku ini, bahwa kebiasaan atau habits itu mirip seperti pohon. Yang awalnya membutuhkan perjuangan keras untuk bisa tumbuh tetapi setelah tumbuh besar ia akan sulit untuk dikendalikan.

Itu baru covernya, setelah mulai membuka lembar demi lembar, ternyata bagian dalam nya juga unik. Pertama, penempatan nomor halaman yang biasanya berada di bagian atas tengah, atau atas sudut kiri atau bagian bawah tengah atau bawah sudut kiri. Kalau di buku ini nomor halamannya ada di sebelah kiri tulisan pas di tengah. Kedua, buku ini tidak hanya berisi tulisan saja, ada banyak ilustrasi gambar yang menggemaskan di dalamnya. Jadi rasanya saya tak ingin lama-lama membiarkan nya tergelatak begitu saja di sudut kamar. Cara penulisannya yang lugas, mudah dipahami, dan tak terkesan menggurui juga menjadi salah satu daya tarik buku ini. Selain itu ada banyak qoutes-quotes dan kisah-kisah memotivasi di dalamnya.

Ne.... saya bagi beberapa quote nya:
  • Habits adalah pelayan kita, pekerja kita. Seandainya kita telah cukup mengajarinya maka mereka akan melakukan hal itu secara otomatis (hal.36)
  • Tidak memiliki tujuan yang pasti dalam hidup sama seperti lari dalam lingkaran yang tak ada habis nya (hal.56)
  • Undanglah hiu-hiu kecil dalam kehidupan kita, agar hidup kita jadi lebih dinamis (hal.60)
  • Membaca buku adalah sejenis bentuk ketagihan seperti spiral melebar terus membesar satu buku akan mengajak pada dua buku lalu dua buku pada tiga buku dan seterusnya (hal 115)
Jadi intinya buku ini mengatakan bahwa keahlian apa pun itu, kebiasan apa pun itu kalau kita bertekad untuk menguasai nya maka kita pasti bisa. Dengan pengulangan dan latihan terus – menerus, maka habits itu akan melekat dengan sendirinya.




Rabu, 09 September 2015

Sekedar Menyapa

Assalamualaikum diriku...

Hari ini aku mendapati diri mu bangun pagi dengan muka kusut dan wajah ngantuk.
Aku tau kamu tidak bersemangat hari ini, sama seperti hari - hari sebelumnya. 
Tetapi setidaknya hari ini kamu sudah mulai mencoba bangun lebih pagi
Melawan rasa ngantuk dan malas yang menyerang di awal hari

Jempol buat mu karena memberanikan diri keluar dari selimut hangat 
dan menikmati udara sejuk serta sentuhan hangat mentari pagi
Bagaimana rasanya???? 
Begitu damai kan? sama seperti yang selalu kucerita kan padamu

Aku juga salut padamu karena kau berhasil menahan godaan 
Untuk tidur lagi sehabis menikmati udara pagi,
Padahal masih ada cukup waktu seandainya kau memilih untuk tidur lagi

Hah..Pasti berat menahan rasa ngantuk itu
Tapi lagi-lagi kau berhasil mengalahkannya dengan melakukan olahraga ringan dan 
berpura-pura kau sedang bersemangat untuk melewati hari ini

Kemarin kau masih mengira bahwa pagi hari 
adalah saat paling membosankan dan menjenuhkan
karena ada seabrek tugas yang menunggu unt dikerjakan

Tetapi hari ini kamu telah memutuskan untuk menikmati pagi indah ini
Pagi yang dipenuhi dengan kedamaian, kicauan burung, hawa sejuk yang menusuk
dan nyanyian dari embun pagi yang menetes dari dedaunan
Semoga pagi yang indah ini cukup untuk membuat senyum dan semangat mu bertahan hari ini