Wednesday, October 17, 2018

MY BEAUTIFUL POST CARDS

My Beautiful Post Cards 
Udah Oktober dan target nulis di blogku sangat jauh dari resolusi yang kubuat di awal tahun. Seringnya seh nemu ide banyak untuk tulisan di blog. Pas buka blog, tiba-tiba byar, idenya menguap ke udara hilang tak bersisa. Jadi daripada blog ini semakin lama kosong kayak hatiku sekarang *eh. Mending nulis aja semua hal yang nyangkut di kepala. 

Dan hari ini mau cerita tentang koleksi kartu pos yang kupunya. Sejak tahun lalu, aku yang tiba-tiba pengen banget dapat kiriman kartu pos dari luar negeri karena postingan seseorang di IG yang pamer kartu pos keren. Akhirnya sekarang aku sudah punya beberapa kartu pos cantik yang dikirimkan oleh sahabat di dunia nyata dan sahabat di dunia pena alias Penpals.


WELCOME OKTOBER...HAPPY BIRTHDAY AYUN

Dan.. sudah bulan Oktober
Memasuki bulan Hujan...
Dan memasuki bulan kelahirannya Jeng Ayun Alias Andi Sri Wahyuni

Jadi pas tanggal 01 Oktober kemarin, Sahabat yang kupanggil Ayun itu bertambah usia. Alhamdulillah ya. Bisa bertemu tanggal kelahiran lagi dalam keadaan Sehat Wal'Afiat, dikelilingi keluarga tersayang dan sahabat-sahabat terbaik, walaupun masih minim "orang terkasih" yang menempati tempat special di hati. Hehehehe



Monday, September 24, 2018

REVIEW FILM KOREA FORGOTTEN

Source: Layar.id
Kami keluarga bahagia beranggotakan: Ayah, Ibu, Kakak laki, dan Aku. Hari itu kami sedang dalam perjalanan menuju  rumah baru kami. Aku tertidur di bahu ibuku. Ia adalah orang yang sangat lembut dan penyayang. Ayahku sedang duduk di depan bersama kakak laki-lakiku. Dari semua orang di dunia, aku paling bangga memiliki dia sebagai sodaraku. Ia cerdas dalam segala bidang dan sangat bisa di andalkan. Tetapi suatu ketika kecelakaan terjadi dan membuat kaki kirinya agak pincang. Sedangkan ayahku adalah seseorang yang hangat dan sangat baik sebagai pemimpin keluarga. Dalam perjalanan menuju rumah baru kudengar mereka berbincang akrab. Aku pun tak kalah antusias untuk melihat rumah baru kami. Beberapa menit kemudian kami pun tiba di sebuah rumah baru kami yang nampak besar dan indah. Tetapi anehnya rumah itu nampak sangat familiar di ingatanku. Aku merasa pernah ke rumah itu sebelumnya. Tetapi aku tak ingat kapan.

Selang beberapa hari menempati rumah baru tersebut, berbagai macam kejadian aneh terjadi. Aku yang terus mendengar suara aneh dari kamar yang terkunci rapat dan tak boleh dibuka, kakak laki-lakiku yang diculik di depan mataku dan kembali sendiri ke rumah dan nampak seperti orang asing hingga ingatan pahit yang kembali terkenang setelah berusaha dikubur dalam oleh otakku.

HARI INI BERSAMAMU..


Pada pagi yang hangat kita bercerita..
tentang langit biru yang kita lihat pagi itu.
Pada hangatnya mentari yang menyembul dari ufuk timur
tentang kicau burung yang bernyanyi dari rimbunnya pepohonan

Hari ini mungkin masih sama seperti kemarin
tetapi pagi ini adalah hari baru
Hari untuk menata ulang kembali mimpi dan cita
Hari untuk tersenyum kembali dan mengejar asa

Tak perlu risaukan kesalahan 
yang pernah kau buat di masa lalu
karena selama kita masih bernafas
dan kaki masih menjejak bumi
Ridha dan Ampunan Maaf dari Sang Pencipta
akan selalu ada untuk hamba-hambaNya
yang tak pernah putus asa...

Pagi ini kita bercerita...
tetapi bersamamu tak bisa selamanya...
Esok atau lusa, mungkin kutelah tiada..


Entah hari ini atau lusa...
Suatu saat kita akan berpisah 
untuk menemui Sang Pencipta..


Makassar, 24.09.18
Pagi ini kubercerita...bersamamu

Thursday, September 6, 2018

CERITA ANAK KOST AN TENTANG ASIAN GAMES

Source: www.asiangames2018.id
Dadaku berdegup cepat malam itu, mataku berbinar-binar, dua tanganku memegang pipi dan bibirku menyungingkan senyum lebar. Lebay? ia emang aku lebay. Aku bahagia sekaligus berbangga sekali sebagai warga Indonesia bisa menyaksikan Closing Ceremony Asian Games dari layar kotak TV tetangga sebelah kost-an.

Beberapa menit yang lalu saya searching di google kapan acaranya mulai ditayangkan di TV. Dan ternyata disiarkan Live langsung oleh TV One, TVRI, Kompas TV dan Trans TV mulai pukul 18.15.Berarti untuk saya yang tinggal di wilayah makassar bisa disaksikan pada pukul 19.15 WITA. 

MASIH TENTANG SURAT MENYURAT DAN SAHABAT PENA

ini sebundel surat yang kukirim ke sahabat penaku
And... tahun ini surat yang datang dari sahabat penaku berkurang drastis. Aku punya beberapa teman yang tinggal di belahan bumi lain. Ada di Canada, China, Jepang, Filipina, Malaysia, USA, Belarus, dan beberapa di Indonesia. 

Beberapa sahabat penaku yang kupanggil my beloved penpals tak lagi membalas surat-suratku. Em, aku menduga-duga beberapa alasan mengapa hal tersebut terjadi (benerin kacamata) Pertama, mungkin saja surat yang kukirim untuk membalas surat mereka tak sampai di tangan mereka. Suratku bisa saja nyasar atau ketiduran di stasiun kereta dan pas terbangun malah kehilangan dompet, akhirnya jadi gelandangan di negeri orang... hehehehe ini surat atau orang yak^_^ Surat yang kita kirim bisa saja hilang entah kemana. Soalnya surat yang dikirim dengan perangko tidak bisa dilacak keberadaanya. Apakah surat itu melewati perjalanan yang mulus dan lancar atau tidak. Itu hanya Tuhan dan Pak Pos saja yang tahu. 

Wednesday, September 5, 2018

REVIEW BUKU DEKAPAN KEMATIAN



Bangun pagi,,, saya langsung menuju cermin dan melihat penampakan wajah. Bukan mau ngecek apa aku bisa bangun dengan wajah cantik,,, bukan.. tetapi mau ngecek mataku masih bengkak gak? Semalam abis baca buku Dekapan Kematian sambil berlinangan air mata dan akhirnya tertidur dengan mata sembab dan bengkak.

MY BEAUTIFUL POST CARDS

My Beautiful Post Cards  Udah Oktober dan target nulis di blogku sangat jauh dari resolusi yang kubuat di awal tahun. Seringnya seh nem...