Selasa, 20 Juni 2017

Pengalaman Pertama ke Kantor Imigrasi

Udah tanggal 20 Juni 2017 aja, Hum.. Waktu berlalu sangat cepat

Lalu apa kabar resolusi yang telah kita buat di awal tahun? sudah berjalan berapa persen? atau sudah terwujud semua. Kalau resolusiku baru berjalan beberapa persen saja. Terkait blog, aku berharap tahun ini bisa memposting lebih dari seratus tulisan. Tetapi sampai detik ini aku baru bisa memposting 56 tulisan. Itupun kebanyakan curhat. HAHAHA. Selain terkait blog, di awal tahun aku juga buat resolusi untuk berangkat travelling bersama sahabat-sahabat ku. Tetapi sampai detik ini, rencana perjalanan pun belum ada. Simpanan untuk travelling pun bukannya bertambah, malah semakin terpangkas setiap hari nya. ckckckck. Jadi kuputuskan untuk buat passport terlebih dahulu. Sapa tau dengan adanya pasport di tangan.  Semangat nabung untuk travelling juga semakin tinggi. 

Di kota Makassar sendiri ada dua tempat untuk membuat passport. Pertama, Kantor Imigrasi Kelas I Makassar. Beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan Km.13 RT/RW 02/07, Kapasa, Tamalanrea, Makassar-Sulawesi Selatan. Kedua, Unit Layanan Paspor Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar. Beralamat di Komp.Ruko Alauddin Plasa & Town House No.16-17 Jalan Sultan Alauddin Gn.Sari Rappocini Makassar. 

Aku yang kebetulan tinggal di Wilayah Hertasning lebih memilih untuk datang ke Unit Layanan Paspor yang di Alauddin. Hanya butuh beberapa menit, aku sudah bisa sampai disana. Lokasi tempatnya gak terlalu susah untuk di temukan. Cukup cari MC Donald di Alauddin. Nah, Kantor Unit Layanan Pasportnya ada di belakang MC Donald.   


Sebelum kesana, aku udah tanya ke beberapa teman yang udah punya passport, mereka bilang harus datang pagi-pagi sekali untuk ambil nomor antrian. Karena sekarang ada peraturan baru, dimana nomor antrian itu dibuka hanya sampai pukul 10 pagi. Jadi lewati dari itu udah gak boleh lagi. Ada juga teman yang menyarankan untuk buat via online jadi pas ke kantor imigrasi tinggal wawancara. Tetapi aku mau coba yang manual saja. Kata temanku pengurusan nya agak ribet. Prosesnya panjang terus nunggunya lama. Aku jadi penasaran separah apa seh perjuangan untuk buat passport.



Akhirnya setelah semua berkas ku lengkap, aku pun mulai percobaan pertama ke Kantor Imigrasi. Berkas-berkas yang kusiapkan adalah: KTP Asli dan foto copynya, Akta Lahir Asli dan foto copynya, Kartu Keluarga asli dan foto copynya, Ijazah terakhir dan fotocopy nya, NPWP asli dan foto copy nya, Surat Keterangan Kerja dan foto copy nya, NPWP dan foto copynya serta Surat Keterangan Domisili karena KTP ku bukan KTP Makassar. Apakah memang berkas yang diperlukan sebanyak itu? Entahlah, aku cuma jaga-jaga saja. Seandainya diperlukan.

Setelah melengkapi semua berkas, aku pun meluncur ke kantor imigrasi tepat pukul setengah tujuh pagi. Karena masih pagi, lalu lintas belum ramai. Dan aku sampai disana sebelum pukul 07.00 WITA. Dan eng ing eng, yang menunggu di luar kantor imigrasi sudah banyak padahal ini masih pagi sekali. Aku pun menghampiri seorang ibu yang sedang berdiri sambil merapikan berkasnya. Aku lalu bertanya apakah nomor antrian sudah dibuka. Lalu ibu itu bilang antrian sudah buka dari tadi, tinggal masuk ke dalam dan catat nama di buku yang disediakan. Kupikir ada nomor antrian kayak di bank-bank ato pake mesin otomatis ternyata cuma catat nama saja dibuku yang disediakan. Dan aku yang datang sebelum pukul 7 pagi, dapat nomor antrian 137. Luar biasa... berarti untuk dapat nomor antrian di bawah sepuluh harus datang sebelum pukul 5 subuh. 


Dan setelah menunggu, akhirnya petugasnya datang dan berada di meja kerja masing-masing. Beberapa menit kemudian, Petugas lalu memanggil nama yang tertulis di buku tadi. Harusnya prosesnya tidak makan waktu banyak. Karena sekali manggil, petugas nya langsung manggil lima orang dan berkasnya langsung di cek. Tetapi karena banyak yang berkerumun disekitar petugas, akhirnya proses nya jadi lama. Orang yang namanya dipanggil kadang tidak mendengar namanya karena terhalang oleh orang lain. Yang belum dipanggil malah sudah ada di dekat petugas. 

Belum lagi, orang-orang yang berada di dekat petugas dan bertanya ini itu. Satu pertanyaan di jawab muncul pertanyaan yang lain. Satu pergi, yang lain datang. Karena kebanyakan yang buat passport adalah orang-orang tua yang mau berangkat umroh dan haji. Jadilah petugas harus berlaku sopan dan menjawab semua pertanyaan para orang tua tersebut. Akhirnya proses yang harusnya sebentar jadi semakin lama.

ruang di depan petugas jadi sangat full
Aku yang mendapat nomor antrian 137 baru dipanggil pukul setengah sepuluh. Dan setelah melalui perjuangan desak-desakan sambil menanti nomor antrian dipanggil. Menunggu berjam-jam. Ternyata berkasku ditolak petugas. Gara-gara aku tidak memperhatikan kalau tanggal lahir ku di akta kelahiran berbeda dengan yang ada di Kartu Keluarga. wkwkwkwkw luar biasa. Setelah melewati umur seperempat abad aku tidak menyadari kalau tanggal lahirku di kartu keluarga salah. Sedangkan yang ada di Akta lahir, KTP, Ijazah dan kartu-kartu lainnya sudah benar. Dan aku pun pulang dengan tangan hampa. Percobaan pertamaku untuk buat passport gagal. Aku harus mencoba di lain kesempatan. Hahahah ^_^

Ada beberapa tips untuk kamu yang juga ingin mengurus passport:
  1. Sebelum berangkat, pastikan kamu sarapan pagi dulu (Diluar bulan puasa). Karena butuh waktu lama dan tenaga ekstra saat buat passport. Atau setidaknya bawa cemilan dan air minum di dalam tas. Jadi menunggunya sambil makan cemilan. Kali aja cemilan kamu bisa dibagi ke cewek cantik yang duduk di sebelah. Hihihi
  2. Periksa berkas-berkas kamu jauh-jauh hari. Mulai dari nama lengkap, tanggal lahir, tempat lahir, dan alamat. Haruslah sama semua mulai dari Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, dan KTP. Ada yang berbeda sedikit saja, maka berkasmu akan langsung ditolak. 
  3. Jangan lupa bawa alat tulis seperti bolpoin, tipe X dan kertas. Karena ada form yang harus diisi. 

Minggu, 18 Juni 2017

Assalamualaikum Cantik...


Weekend lalu aku berkunjung ke Gramedia setelah sekian lama. Iyah, udah lama banget gak belanja buku. Tetapi kemarin, lagi suntuk banget jadi hang out nya ke Gramed deh. Hahahah, supaya dikira anak cerdas. Padahal saya cuma mau numpang baca buku yang sampulnya kebuka. Hehehe. Dan setelah memilah-milah, aku membeli sebuah buku yang berjudul easy guide travelling to Bangkok (kapan-kapan kubuatin reviewnya). Dan dua buku lagi titipan teman. Pas mau ke meja kasir, tiba-tiba nemu buku yang diatas, judulnya Assalamualaikum cantik. Niatnya mau beli juga, tetapi apa daya, isi dompet gak mencukupi. Jadilah, aku cuma nebeng foto doang sama buku nya. Semoga besok-besok bisa berjodoh sama bukunya. Jadi tulisan ini bukan tentang review buku Assalamualaikum cantik ya,, kebetulan cuma mau curhat aja ^_^ hahaha

Assalamualaikum cantik,,, kalo denger orang nyapa aku pake kalimat itu, rasanya aku tiba-tiba naik darah. Rasanya pengen kutabok pake sendal. Karena dikepalaku, orang yang bilang "Assalamualaikum cantik " ke aku itu cuma dua. Pertama, cowok-cowok kurang kerjaan, yang suka nongkrong di pinggir jalan. Kalo ada cewek seksi lewat, di suit-suit in.. kalo yang lewat pake jilbab, dia akan ngomong "Assalamualaikum cantik". Kalo udah gitu, aku cuma balas Walaikumsalam, lalu berlalu dengan cepat. Mau itu di suit-suit in atau di beri salam, tetap aja cowok-cowok kurang kerjaan itu ngeselin. Karena pasti mereka akan memandang cewek-cewek yang lewat dari ujung kaki hingga ujung kepala. Lalu mereka saling berbisik satu sama lain, entah ngomongin apa.. Yang pasti mereka tetap ngeselin.

Terus tipe kedua yang bilang Assalamualaikum Cantik padaku itu, adalah orang-orang yang sebenarnya ngejek. Mereka bilang cantik, padahal sebenarnya dalam hati mereka dia ngomentarin wajah ku yang kusam, banyak flek flek hitam, dan komedo dimana-mana. Iyah aku sadar betul kalau aku tidak cantik. Sebagai seorang anak yang dari kecil suka nonton anime. Definisi cantik menurut ku ya yang mirip tokoh anime macam sailormoon. Atau mirip sama Sakura di Anime Cardcaptor Sakura. Waktu kecil aku berpikirnya cantik itu yang matanya lebar, dagunya lancip, terus kulitnya putih. Yah macam cewek-cewek dari film Anime. 
Source:www.madman.com.au

Beranjak gede, aku mulai suka nonton drama korea dan jepang. Aku berpikir lagi bahwa cewek cantik itu macam artis korea. Mukanya mulus kayak porselen, alis nya terukir rapi, bulu mata yang lentik, hidung mungil dan bibir tipis. Kalo abis nonton drama korea terus liat muka diri sendiri di cermin, rasanya langsung pengen banting tuh cermin. Hahaha.



Karena aku tinggalnya di Indonesia wilayah tropis dan hanya punya dua musim. Jadilah kulitku berwarna agak coklat. Aku sering mengeluhkan hal itu. Aku iri dengan mereka yang terlahir dengan kulit putih mulus. Aku tidak tahu kalau ternyata orang-orang barat malah banyak yang mendambakan memiliki kulit berwarna cokelat. Alasannya kulit dengan warna agak kecokelatan itu lebih seksi. Selain itu, kebanyakan dari mereka berpikirnya bahwa kulit putih itu berarti sedang sakit. Jadilah mereka sering berjemur di pantai atau ke salon untuk mendapatkan perawatan tanned atau perawatan merubah warna kulit menjadi cokelat. Jadi di wilayah Eropa kulit berwarna cokelat itu merupakan dambaan. Selain itu kulit berwarna cokelat memiliki banyak keunggulan diantaranya: Beresiko lebih kecil terkena kanker kulit, alasannya karena orang dengan kulit cokelat memiliki kadar melanin lebih banyak untuk memproteksi diri dari serangan sinar UV yang merusak. Selain itu pemilik kulit gelap itu lebih lama mengalami penuaan dini. Karena kulitnya tidak mudah berkerut dan terlihat awet muda. Jadi sebagai pemilik kulit kecokelatan harus nya kita bangga dong. 

Tetapi karena iklan iklan di TV kebanyakan menampilkan citra cantik itu adalah yang berkulit putih,wajah cantik dan berkulit mulus. Jadilah, anak-anak remaja berlomba-lomba untuk memakai cream pemutih instant yang tidak ada label BPOM. Yang penting bisa putih dulu, efek ke depannya tak perlu dipikir. Akhirnya banyak oknum yang menjual obat pemutih intant yang diberi nama cream racikan. Mencampur berbagai macam produk pemutih dan bahan kimia berbahaya. Tanpa pernah berpikir apa saja efek samping yang mungkin ditimbulkan. 

Walaupun aku tahu kalau aku tak cantik, aku tak sampai berpikir untuk memakai cream pemutih instant. Terlalu berbahaya. Jadi untuk melawan rasa minder dan rendah diri karena tidak berwajah cantik. Aku lalu berlatih senyum di hadapan cermin. Karena kata orang Senyum adalah make up terbaik untuk mempercantik wajah. Selain itu juga bisa membuat hati lebih bahagia. Dan baiknya lagi, senyum yang tulus juga akan menular pada orang lain. Sehingga akan lebih banyak orang yang berbahagia. 

Dan karena sekarang aku telah beranjak dewasa. Definisi cantik di pikiranku juga telah berubah. Bukan lagi tentang kulit putih, mata lebar, bibir tipis dan dagu lancip. Tetapi cantik itu adalah melakukan segala hal dengan versi terbaik, berjalan dengan lebih percaya diri, dan memberi manfaat sebanyak-banyak nya bagi orang lain. 

Jadi aku tak akan marah lagi jika disapa Assalamualaikum Cantik,,, karena sesungguhnya setiap wanita itu memang terlahir cantik. 

Minggu, 11 Juni 2017

Mendadak Jadi Konsumtif

Source: Ekspresionline.com

Alhamdulillah udah memasuki hari ke 16 Ramadhan. Semoga masih terus diberikan kekuatan, kesehatan dan hidayah untuk semakin memperbanyak amal ibadah. Soalnya setengah perjalanan lagi, Ramadhan akan meninggalkan kita. Dan kita sama sekali gak tahu, bakal ketemu lagi di tahun depan atau enggak. So, semakin perbanyak doa semoga tetap istiqomah di Jalannya, Amin Ya Rabbal Alamin.

Pertengahan Ramadhan, berarti sebentar lagi lebaran. Biasanya karyawan kayak saya akan bersuka cita, soalnya akan menerima THR, yeay.. Untuk Pegawai Negeri Sipil biasa menerima Gaji ke-13.. Bahagia Luar Biasa. Soalnya dapat gaji dua kali dalam sebulan. Tetapi yah gitu, Gaji bertambah berbanding lurus dengan Pengeluaran yang bertambah. 

Semakin banyak penghasilan, semangat untuk berbelanja ini itu juga bertambah. Akibatnya jadi terjerat dengan gaya hidup konsumtif. Dan kondisi ini semakin diperparah kala memasuki akhir Ramadhan. Berbagai keperluan bercampur keinginan muncul satu persatu. Hasrat untuk mengganti ponsel yang lama dengan gadget terbaru, Baju dan tas unyu-unyu juga menggoda ditambah lagi dengan potongan discon 20%-80%, belum lagi mikirin style saat shalat Idul Fitri nanti. Harus beli mukena baru, beli Baju Gamis Baru, dan sandal baru juga. Hari Raya kan musti tampil maksimal. Malu dong, kalo pas Hari Raya tiba, kitanya malah tampil kucel dan dekil. Untuk budgetnya kan bisa pake dana THR, kalo gak cukup, kan bisa gesek kartu kredit dulu. Toh bunga perbulan nya kecil. Lagipula, kita hidup kan cuma sekali, jadi kita musti bahagia. Dan cara untuk berbahagia adalah memuaskan keinginan diri. Akhirnya tanpa sadar kita mendadak jadi konsumtif.

ckckkckckc.. kalo udah berpikir kayak gini. Berarti kita udah benar-benar terjebak dengan pola pikir yang salah dimana kebahagiaan diri tergantung dari barang-barang yang ita beli. Merasa percaya diri setelah memakai barang-barang branded. Kepuasan diri tergantung dari penilaian orang lain dan rasa gengsi.

Menurut Sumartono : 2002, pengertian perilaku konsumtif adalah perilaku yang tidak lagi berdasarkan pertimbangan yang rasional melainkan karena adanya keinginan yang sudah mencapai taraf yang sudah tidak rasional lagi. Masih menurut Sumartono, perilaku konsumtif ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu Faktor Internal dan Faktor Eksternal. Faktor Internalnya ialah harga diri, motivasi, kepribadian dan konsep diri sedangkan Faktor Eksternalnya ialah karena tergabung dengan kelompok sosial kalangan atas, yang mau tidak mau kita juga harus ikut arus. 

Gaya hidup seperti ini benar-benar akan menjerumuskan. Mirip seperti film Shopaholic, Seorang Rebecca Bloomwood yang tergila-gila belanja, merasakan kesenangan sementara saat mendapatkan barang yang diinginkan tetapi kemudian merasa menyesal karena pada akhirnya ia terlilit utang yang besar. Hingga kemudian ia berjuang habis-habisan untuk menghentikan kebiasaannya berbelanja barang-barang yang tidak perlu. Jadi sebelum diri terlilit utang, sebelum kantong semakin mengempis, sebelum rasa penyesalan tiba. Hentikan kebiasaan untuk mencari kesenangan lewat berbelanja. Sebab berbelanja bukan satu-satunya cara untuk menyenangkan diri sendiri atau meningkatkan gengsi dan rasa percaya diri. Kita bisa menemukan kebahagiaan dengan membaca buku atau menonton film favorit, berkumpul dan bercanda bersama keluarga atau melakukan travelling. Dibandingkan uangnya habis untuk membeli barang ini itu. Mending dipake untuk beli pengalaman dengan melakukan perjalanan ke tempat-tempat menyenangkan. 

Masih dalam rangka menulis untuk 1 minggu 1 cerita dengan Tema: Konsumtif


Minggu, 04 Juni 2017

Nostalgia Jaman Kanak-kanak di Bulan Ramadhan


Daripada diriku pelototin jam yang rasanya berdetak lama. Mending aku nulis di blog ini. Hahahaha. Mari Mengenang masa kanak-kanak yang bahagia, kala Ramadhan tiba.

Ramadhan itu selalu membahagiakan. Rasa bahagianya kurasakan sejak masih kecil dulu. Iyah, sekarang kan aku udah gede. Kira-kira flashback ke 15 tahun silam. Kala aku masih unyu-unyu dengan seragam Putih Merah. Lima Belas tahun silam, berarti ketahuan kalo sekarang aku udah ketuaan. Hahahha

Jadi jaman masih berseragam Putih Merah dulu, aku selalu bahagia saat Bulan Ramadhan tiba. Soalnya kita bakal libur sebulan penuh. Yeay.. 

Paling masuk sekolah selama tiga sampai lima hari untuk ikut kegiatan Amaliah Ramadhan atau Pesantren Kilat. Biasanya kita juga gak belajar di ruang kelas. Tetapi kita belajar di Mesjid atau Mushalla Sekolah. Kita dikumpulin mulai dari kelas 1-6 untuk dengar Ceramah dari Bapak Guru Agama. Hari terakhir biasanya diadakan berbagai macam lomba. Mulai dari Lomba Wudhu, Lomba Adzan, Lomba Tilawah, Lomba Bacaan Sholat, Lomba Cerdas Cermat Islami, hingga Lomba Nasyid Islami. Kalau aku paling ikut di Lomba Cerdas Cermat Islami. Itu yang paling mudah. Karena cukup menghapal materi yang telah disiapkan. Hahaha ^_^ walaupun begitu untuk bisa menang susah banget. Saingannya tangguh-tangguh semua. 

Selain acara pesantren kilat, ada juga tugas untuk mengisi buku Amaliah Ramadhan. Kegiatan ibadah selama sebulan dituliskan di buku. Mulai dari Puasa, Ngaji, Sholat, sampai nama penceramah dicatat dibuku. Jadinya, aku rajin ke Mesjid supaya bisa ngisi buku nya. Hahaha, dulu gitu. Belum tau kalau sesungguhnya Amal tergantung dari niat "Innamal A'mmalu Binniyat". Terus fokus sama Penceramah nya cuma diawal doang. Nunggu penceramah nyebut judul ceramah. Setelah tahu judul ceramahnya, ditulis di buku. Abis itu ngacir keluar mesjid. Main sama teman-teman di halaman mesjid. 
Source:indonetwork.co.id
Selain itu, waktu kecil dulu sambil menunggu waktu berbuka puasa, aku dan beberapa teman sering ke Mesjid untuk bantu ibu-ibu menyiapkan buka puasa buat para jamaah mesjid. Asyiknya membantu seperti ini adalah selain bisa dapat kue gratis tiap hari juga dapat uang jajan pas akhir Ramadhan. Hahahaha rasanya bahagia banget bisa dapat tambahan uang saku pas lebaran. Waktu masih kecil dulu, rasanya waktu bulan Ramadhan akan terasa 10 kali lebih lama dibandingkan hari-hari biasa. Entah kenapa rasanya jarum jam berdetak sangat lambat. Lebih lambat dari jalan siput yang keseleo. Huffft, kalo udah gitu, aku lalu memanggil beberapa teman se-geng (*sebenarnya hanya anak tetangga sebelah). Setelah beberapa anak sudah berkumpul mulailah kami menggelar tikar untuk bermain monopoli atau ular tangga. Dengan bermain permainan ini, waktu akan terasa lebih cepat. Karena permainannya seru dan memakan waktu yang lama. Kami tak akan berhenti bermain sampai salah satu dari kami benar-benar bangkrut. Atau dipanggil ibu untuk bobo siang. JIka mengenang ini kembali rasanya sangat membahagiakan. Ternyata masa kecil ku sangat bahagia. 

Permainan Monopoli (source: http://blogkembangsetaman.blogspot.co.id)



Permainan Ular Tangga (Source: http://indonesiaindonesia.com)
Kira-kira jaman sekarang, masih ada gak ya anak kecil yang bermain ular tangga dan monopoli ini secara bersama-sama. Secara anak-anak jaman sekarang lebih memilih bermain Get Rich di gadget yang membuat mereka jadi individualistis dan lebih kurang bergerak. 

Menulislah walau hanya 1minggu1cerita
#minggu 19
#1m1c


Jumat, 26 Mei 2017

Curhat anak rantau tentang Bulan Ramadhan

Source: www.youtube.com
Yeay.. Insya Allah tinggal menghitung jam, kami akan menemui bulan Ramadhan tahun ini. Semoga diberikan umur panjang, kesehatan dan kesempurnaan iman. Amin ya Rabbal Alamin. 

Ramadhan itu selalu istimewa. Karena pahala yang dijanjikan berlipat ganda, karena bulan suci ini cuma setahun sekali. Makanya ia istimewa. 

Tahun ini adalah tahun keempatku Insya Allah akan menjalankan ibadah puasa jauh dari rumah keluarga. Sedih rasanya. Apalagi nggak sempat pulang ke rumah untuk meminta maaf pada orang tua dan untuk menziarahi makam adik kecilku. Gak sempat sahur pertama dan buka puasa pertama di rumah. Hufftt,,, nasib anak rantau mah gitu. Harus kuat. 

Sebenarnya aku bisa seh pulang ke rumah sejenak. Toh jarak rumah dan tempatku mengais rezeki cuma sekitar ratusan kilometer. Nggak harus beli tiket pesawat atau berdesak-desakan di KRL. Cuma perlu nelpon supir langganan terus di jemput di depan kost-an, dianter sampai depan pagar rumah. Gampang banget. Tetapi yah gitu, mengingat tanggal lagi tua banget. Mengingat aku harus simpan jatah cuti supaya bisa dipakai liburan di rumah abis lebaran. Jadi karena banyak hal itu, aku memutuskan untuk disini saja. Nabung rindu dulu, tunggu sebulan lagi. Insya Allah baru balik pas lebaran. 

Empat tahun lalu, aku diterima kerja di perusahaan ku sekarang pas memasuki bulan Ramadhan. Kala itu aku galau banget. Mau pulang ke rumah untuk sahur dan puasa pertama. Tetapi aku harus mengikuti wawancara akhir di hari pertama puasa. Jadinya waktu itu aku merasakan pertama kali Puasa di tanah rantauan. Kala itu, aku masih nebeng di rumah sahabat yang sudah kayak sodara. Nebeng tinggal untuk sementara. Selagi aku nyari kost-kost-an di sekitar tempat kerja. 

Waktu itu, tempat tinggal sahabat ku lumayan jauh dari tempat kerjaku. Aku harus naik angkot dua kali. Jadi hampir tiap hari selama sebulan penuh, aku buka puasa di angkot. Ditemani debu yang berterbangan serta suara klakson yang memekakkan telinga. Hufftt.. rasanya berat banget. Pas nyampe kost nya sahabatku, beberapa menit lagi waktu shalat isya masuk. Jadi aku buru-buru menjalankan sholat maghrib. Abis itu jalan kaki ke mesjid yang lumayan jauh untuk menunaikan Sholat isya Berjamaah dan sholat Tarawih. Pulang dari shalat tarawih baru makan malam. Hufft, berat banget. Tetapi syukur waktu itu, aku punya sahabat yang bisa diandalkan. Dia membantu banyak sekali. Ramadhan pertama ku di tanah rantauan gak sedih - sedih amat. Soalnya ada dia, Syukron banget Ukh. Semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat ganda. Amin

Ramadhan tahun kedua di tanah rantauan, aku udah punya kost-kost an sendiri. Letaknya gak terlalu jauh dari tempat kerjaku. Cukup berjalan santai sekitar 10 menit udah nyampe. Dan asyiknya aku punya teman sekamar yang juga bisa diandalkan. Kami berdua kerja di tempat yang berbeda. Tetapi dia seringkali pulang lebih cepat dibandingkan diriku. Jadinya dia selalu berbaik hati untuk menyiapkan menu buka puasa. Wah, senangnya. Lagi-lagi Allah tak membiarkanku bersedih hati. Ramadhan bersama sahabat seperjuangan itu seru. Dalam sebulan, kami kadang berpindah-pindah mesjid untuk merasakan atmosfer shalat tarawih yang berbeda. Berdoa dalam hati juga seh, sapa tau tiba-tiba ketemu jodoh di mesjid *eh

Ramadhan tahun ketiga di tanah rantauan, teman sekamar sekaligus sahabat karibku telah menemukan tambatan hatinya. Jadi tinggallah aku sendiri di kamar yang kosong. Hahaha, melankolis mode on. Aduh rasanya sepi banget. Gak ada yang nemenin sahur dan buka puasa. Akhirnya aku berinisiatif mengajak adikku untuk menjalankan puasa bersamaku disini. Karena memang dia lagi libur pasca Ujian Nasional. Sambil menikmati liburan dan menemaniku, dia juga mengikuti kursus bahasa Inggris di dekat kost-an. Yeay, dan aku terselamatkan dari bulan ramadhan yang sepi. 

Dan tahun ini Ramadhan tahun keempatku disini. Semoga Ibadahku lebih bagus dari tahun sebelumnya. Semoga semangatku tidak pudar hingga hari kemenangan tiba. Dan semoga takjil gratis dari ibu kost masih terus mengalir ke kamarku. hahahha.. Welcome Ramadhan. Mari sambut dengan suka cita. Dengan hati gembira dan semangat ibadah yang tak padam walau harus jauh dari rumah...


Sabtu, 20 Mei 2017

Arrgghh... Mak, Gue Pengen Liburan


Arrgghh,,, Hari Sabtu. I hate Saturday

Kalo beberapa orang membenci hari senin. Aku malah gak suka sama hari sabtu.
Kesel, karena masih harus masuk kerja, padahal beberapa orang sudah liburan weekend.
Kesel, karena badan sudah pegel-pegel. Lelah kerja dari hari senin hingga jumat. Dari pagi hingga malam hari. 
Suntuk dengan pekerjaan yang itu-itu saja tiap hari nya
Jenuh karena rasanya pekerjaan gak ada habisnya

Bukan berarti aku gak bersyukur loh. Aku bersyukur karena sudah punya pekerjaan. Banyak anak muda di luar sana yang berjuang keras untuk mendapatkan pekerjaan. Banyak juga orang-orang yang harus mengais rezeki dari pekerjaan serabutan. Jadi walaupun lelah, walaupun jenuh, walaupun bosan. Aku masih sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menujukkan eksistensi diri lewat bekerja. Bersyukur karena tiap akhir bulan, ATM akan terisi otomatis.

Tetapi yah gitu. Kalo rasa jenuh, bosan, dan suntuk tidak diatasi. Nanti bakal jadi bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu. Dan, obat untuk melawannya adalah Liburan. Yah, mau banget liburan. Itu jadi salah satu resolusi tahun ini, pengen travelling dengan sahabat. Ternyata eh ternyata, mewujudkannya susah sekali. Ini udah hampir masuk pertengahan tahun 2017, dan rencana untuk travellingnya masih tinggal rencana. 

Belum nemu waktu yang pas lah...
Belum sempat bikin passportlah..
Dan tabungan untuk budget travellingnya masih sangat kurang (ini yang paling penting)

Aduh,, mak.. susah bener yak T_T
Ada aja yang bikin tabungan untuk travelling berkurang.
Hufft, perlu mengencangkan ikat pinggang lagi neh, demi cita-cita travelling bareng sahabat.

Ini ceritaku, mana ceritamu?


#10hbcgelisah01 #10hbcgelisah




Jumat, 19 Mei 2017

Cerpen: "Aku cuma rindu, itu saja"


Hufftt.. tiba-tiba rindu. Rindu yang datang tiba-tiba. Kenapa aku harus merindukannya disaat aku harus mempersiapkan pernikahanku yang tinggal beberapa hari lagi?

Ashar... nama seseorang yang akan mendampingiku kelak. Aku belum mengenalnya lama. Tetapi entah kenapa, hatiku mantap memilihnya. Ia adalah seseorang yang kukenal lewat proses ta'aruf di tempatku menimba ilmu agama. Ia dikenalkan oleh Ustadzah ku. Proses ta'aruf dan khitbah berjalan lancar. Orang tuaku dan orang tuanya telah memberi restu. Dan walimahan kami akan dilangsungkan beberapa hari lagi.

Tetapi kemudian tiba-tiba virus rindu menyerang. Entah kenapa aku tiba-tiba rindu pada "dia". Seseorang yang pernah mengisi hari-hariku dengan senyuman. Seseorang yang pernah membuat hariku lebih berwarna. Karena rindu ini, hatiku tiba-tiba meragu. Aku ragu Ashar bisa menggantikan posisi "dia" di hatiku. Menggantikan "dia" yang pernah membuat hatiku bergetar. 

Kemudian, memori lima tahun lalu terputar kembali dihadapanku...

"Aku cuma main-main saja dengannya, tak ada yang perlu dikhawatirkan"
itu kata "dia", saat sahabatku bertanya kenapa ia selalu menggangguku.

Yah, "dia" selalu mengangguku dengan tingkah konyolnya. Awalnya, aku tak menanggapi karena kupikir orang akan bosan sendiri apabila tak ditanggapi. Tetapi setelah tahu kalau dia berniat main-main denganku. Aku jadi panas dan terprovokasi. Akan kutanggapi permainannya. Dan lihat siapa yang akan menyerah duluan. 

Oh, yah "dia" itu teman sekelasku saat berstatus sebagai Mahasiswa. Dia terkenal agak gila. Iyah mungkin karena sedikit gila aku jadi tertarik padanya. 

Siang itu, aku kemudian melancarkan serangan pertamaku. 

Kuhampiri dia yang agak panik seusai perkuliahan. Dia panik karena tak ada satu orang pun yang mau meminjamkan catatan kuliah untuknya. Minggu depan kami akan UTS. Jadi kami harus belajar keras lewat buku catatan dan panduan kuliah. Sedangkan dia sama sekali tak punya catatan. Dia sering tertidur di belakang kelas saat perkuliahan mulai. 

"Ini pinjam catatanku saja. Kuberi waktu satu hari untuk kau salin atau kau fotocopy. Besok tepat jam 9 pagi kamu harus kembalikan utuh padaku" Kataku pada dia tanpa basa-basi.

Dia terdiam sejenak. Mungkin setengah tak percaya, aku mau berbaik hati padanya.

"Seriusan? Wah, kamu baik hati sekali. OK, besok akan kukembalikan plus bunga?" kata dia

"Bunga? kamu kira aku rentenir". Aku menyodorkan buku padanya dan segera berlalu

Keesokan harinya, dia benar-benar mengembalikan catatanku tepat jam 9 plus bunga. Sama seperti katanya kemarin. 

Dia benar-benar memberiku bunga. Bunga Mawar merah asli. Entah dia pungut dimana. Tetapi aku lumayan tersentuh.

"Tidak... tidak, aku tak boleh tersentuh. Aku tak boleh goyah hanya karena bunga yang hampir layu ini. Ini peperanganku dengannya, dan aku tak boleh pake hati", kataku sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Beberapa menit kemudian, "dia" lalu masuk ke dalam kelas sambil senyum-senyum sendiri. Ia kemudian menghampiri mejaku dan berkata, 

"Aku sudah tepati janjiku untuk mengembalikan bukumu utuh plus bunga. Oh yah bunganya secantik kamu. Tadi kupungut depan Rektorat"

What? ternyata dia benar-benar memungutnya di jalanan. Dia benar-benar mengejekku. Kuambil bunga mawar itu dan kulemparkan ke wajahnya. Ia lalu tertawa dan melemparkannya kembali padaku. Begitu berulang-ulang, hingga seorang teman lewat dan berkata, 

"Wah kalian sudah jadian? selamat ya". Semoga langgeng sampai pelaminan.

Dia kemudian tertawa keras, dan berteriak "Perhatian-perhatian, aku dan Rara sudah jadian, jadi tak ada seorang pun yang boleh menyakitinya. Buat cowok-cowok gak boleh ada yang melirik Rara. Karena dia sudah memilihku" katanya tanpa rasa malu sambil menepuk dada.

Hah, aku terperangah dengan pengumuman yang ia buat tanpa malu. Aku tau dia bercanda dan memang sedikit gila. Tetapi bagiku itu sungguh keterlaluan. Bermain-main dengan perasaan orang lain, bukan perbuatan baik. Dia sangat keterlaluan. Tetapi jika sekarang aku marah, berarti aku yang akan kalah. 

Teman-teman sekelas yang mendengar pengumuman "dia" lalu bertepuk tangan riuh. Seolah ikut berbahagia dan merestui. 

Dan beberapa hari berikutnya, kejadian yang sama terus terulang kembali. Entah kenapa, "Dia" jadi semakin gila. Dia mengikuti kemana pun aku pergi. Aku sedang di perpustakaan, diapun ada disitu. Padahal yang kutau dia sangat alergi dengan aroma buku. Aku sedang di kantin, diapun sedang disitu. Menikmati semangkok bakso dengan wajah gembira. 

"Dari kemarin, kamu ngikutin aku terus ya?. Aku jadi risih tau?", kataku pada dia

"Wuah, kamu ke-Ge-Er an, Kapan aku ngikutin kamu???" kata dia sambil senyum - senyum

"Huft, tadi waktu di perpus aku liat muka kamu. Terus di kantin aku juga liat muka kamu. Sekarang kamu ngikutin aku juga sampe ke Mushalla, iyakan?"

"Hum, tadi aku memang ke perpus. Tapi itu untuk nyari referensi makalahnya Pak Ari. Aku juga tadi emang ke kantin, itu memang karena aku lagi laper. Nah, sekarang aku di Mushalla, karena abis shalat dhuhur. Ada yang salah?"

"Em, gak ada yang salah seh. Untuk di perpus dan di kantin okelah tak apa. Tetapi kalo liat muka kamu di Mushalla kayaknya langka banget deh. Kamu sudah dapat hidayah ya? soalnya ini kali pertama liat muka mu disini"

"Em, iya seh, kemarin-kemarin aku memang suka bolong-bolong shalatnya. Tetapi sekarang aku benar-benar mau hijrah neh. Aku mau belajar lebih banyak lagi soal agama. Supaya nanti aku bisa jadi imam yang baik buat kamu", kata dia sambil nyengir

"Ya elah, siapa juga yang nyuruh kamu jadi imam buat aku? Mending niat kamu perbaiki dulu deh. Harusnya hijrah itu karena Allah bukan karena manusia"

"Benar juga seh kata kamu. Ih, kamu emang pantes dapat IPK 4,0. Soalnya kamu pinter. Jadi pengen segera halalin kamu," 

"Belajar ngaji dulu sana. Perbaiki shalat. Benahin Akhlak. Setelah itu baru kita bicara soal halal-halalan lagi. Udah ah. Bye" kataku sambil berlalu.

Sudah hampir lima tahun berlalu. Aku sudah tak tahu kabarnya saat ini. 

Percakapan kami hari itu terputar kembali di otakku. 

Hari itu, aku merasa sedikit demi sedikit mulai mengenalnya. Aku mulai tertarik dengan kepribadiannya. Awalnya dia terlihat sedikit gila dan urakan. Tetapi kemudian, setelah mengenalnya, aku jadi tahu kalau sebenarnya "dia"  anak yang baik. Hanya saja ia sering salah mengekspresikan perasaannya.

Tetapi sekali waktu, dia kadang menjadi sangat pemalu dengan wajah merah padamnya. Sekali-kali dia tampak bijaksana, namun lebih sering kekanak-kanakan. Terkadang dia sangat menyebalkan tetapi terkadang juga dia menggemaskan. Mengenalnya memberiku pelajaran berharga untuk berhenti menjudge orang lain, hanya dengan melihat penampilan luarnya saja. 

Yah, aku merasa dia menempati posisi spesial di hatiku saat itu.

Hingga kemudian hari itu tiba. Hari dimana dia telah menjadi lebih dewasa dan bijak. Dia lalu mendatangiku dengan wajah tertunduk. Tak berani sama sekali menatap wajahku. Ia lau meminta maaf karena seringkali membuatku marah dan jengkel. Meminta maaf karena seringkali mengusik ketenanganku. Meminta maaf atas segala kelakuan konyolnya di masa lalu. Dia ingin berhijrah dan menjadi pribadi lebih baik lagi, bukan untuk siapa-siapa, tetapi lebih mendekatkan dirinya pada Ilahi. Saat itu, aku terharu dengan pengungkapannya. Aku merasa bahagia bercampur sedih. Bahagia karena ia telah berubah. Tetapi agak sedih juga karena kini, dia bukan yang dulu lagi. 

Waktu itu, aku hanya tersenyum padanya, lalu berkata "Aku telah memaafkanmu, jauh sebelum kau meminta maaf. Aku pun sama, aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

"-"
Kisah itu terputar kembali di otakku malam ini...

Tak apa, aku pikir aku cuma rindu. Itu saja...
Setelah ini, rindu ini tak akan pernah hadir lagi.
Karena kenanganku bersama dia akan berangsur-angsur terhapus dengan kenangan yang kubuat bersama Ashar. Seseorang yang akan mendampingiku di sisa hidupku. 

"Dia" sudah berbahagia saat ini, dengan seseorang yang ditakdirkan untuknya. Dan aku pun akan pastikan berbahagia dengan pilihan hatiku sendiri. Mari cukupkan rindu ini sampai sini saja. Sampai detik ini saja. Dan tak akan berlanjut ke detik berikutnya ataupun di masa depan. SEKIAN.

Hey, apa kabarmu jauh disana???
Tiba-tiba teringat cerita yang pernah kita upayakan
Kupikir aku berhasil melupakanmu
Berani-beraninya kenangan itu datang tersenyum

Meskipun jalan kita tak bertemu 
Tapi tetap indah bagiku
semoga juga bagimu...

Kau tahu aku merelakanmu
Aku cuma rindu
Aku cuma rindu

Takkan mencoba tuk merebutmu
Aku cuma rindu...
Itu saja.

Gagal...
Kali ini gagal bersembunyi 
Dibalik kata-kata bijak
yang selalu mampu
membuat aku terlihat tangguh
padahal hancur lebur harapan
yang terlanjur kupercaya
aha,, aaa...

Meskipun jalan kita tak bertemu
Tetapi tetap indah bagiku'
semoga juga bagimu

Kau tahu aku merelakanmu
Aku cuma rindu, Aku cuma rindu
Takkan mencoba tuk merebutmu

Aku cuma rindu
Itu saja.... itu saja...aaa

Senyuman itu...
Masih selalu menenangkanku..

Masih belum bisa move on dari Tema RINDU dua minggu yang lalu dari #1m1c

Entah kenapa tema ini membuat ide-ide di kepalaku meletup-letup menunggu untuk di tuangkan di postingan blog ini... ya udah kutulis saja. Karena menulis itu membahagiakan ^_^ nulis ini karena tiba-tiba terinspirasi dari Lagu "RAIN - GAGAL BERSEMBUNYI" 

Let's check this out LAGUNYA ^_^ 

video




Rabu, 10 Mei 2017

Review Buku Jurus Kuliah ke Luar Negeri

Abaikan tulisan yang jadi background ya ^_^
Judul Buku                   : JKLN (Jurus Kuliah Keluar Negeri)
Penulis Buku                : Miftahuddin Arjuna, dkk (Tim Inspira Research Center)
Penerbit Buku              : Inspira Publishing
Cetakan                       : Edisi Cetakan ke 10, September 2015
Tahun Terbit                : Juni 2015
Tebal Buku                   : 302 halaman (serta bonus 9 Ebook dengan total 4.367 hlm)
Penata & Desain Cover  : Gumilang Fahrizal

Buku nya selezat donat-donat ini ^_^
Buku ini kubeli untuk kado ulang tahun buat adikku. Waktu itu adikku lagi bersemangat hunting universitas pasca lulus dari tingkat Sekolah Menengah Atas. Dan untuk membuatnya tambah semangat, kubeli buku ini untuk kujadikan hadiah untuknya. Dan dari semua buku yang pernah kubeli, buku ini adalah buku yang paling mahal. Harganya Rp 157.000,- Menurutku itu mahal, soalnya aku kalo beli buku suka nunggu diskon dulu. Hahaha. Tetapi buat adikku tersayang tak apalah... ternyata isi buku nya tidak sebanding dengan harganya. Kenapa??? Karena bukunya harusnya lebih mahal dari Rp 157.000. Kok Bisa??? Berikut penjelasannya:

Buku ini dilengkapi dengan Sekeping DVD yang berisi 9 E-Book dengan total halaman 4.367 halaman. Kira-kira kalo tiap hari baca ebooknya sekitar dua puluh halaman, berarti waktu yang dihabiskan untuk membacanya sekitar  218 hari. Wow... itu bagaikan baca 10 buku. Dan bukan hanya itu saja, buku ini juga dilengkapi dengan 219 Video Interview dengan Mahasiswa-Mahasiswa yang telah berhasil mendapatkan beasiswa di LN. Mereka bercerita tentang pengalaman kuliah disana serta membagikan tips tips untuk bisa lolos seleksi. 

Yuk Cek Reviewnya...

Buku ini sebenarnya intisari dari Ebook yang ada dalam DVD yang berjumlah 4.367 halaman. Jadi sebaiknya baca bukunya dulu baru baca Ebooknya. Untuk bukunya sendiri terdiri dari 302 halaman. Setelah adikku selesai membaca bukunya, aku pun mulai iseng ikut membacanya juga, walaupun aku tak punya niat untuk kuliah di Luar Negeri. Mengingat faktor usia yang sudah tak muda lagi *Eh.. 

Ternyata bukunya sangat menyenangkan. Untuk buku dengan ketebalan 302 halaman ini, aku hanya menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam untuk membacanya. Dan setelah membaca buku ini, aku merasa bersemangat untuk melanjutkan kuliah di Luar Negeri juga.

Ternyata untuk ukuran usiaku, masih bisa kok untuk melanjutkan Kuliah S2 di Luar Negeri. Kirain aku ketuaan untuk mulai mengejar beasiswa kuliah di Luar Negeri. Ternyata enggak juga kok. Yang penting niat dan ada kemauan. Dan setelah membaca buku ini, aku juga jadi tahu ternyata orang-orang yang melanjutkan kuliah di Luar Negeri tidak harus yang super duper pintar atau harus jenius setingkat Jimmy Neutron atau Shinichi Kudo a.k.a Detective Conan. Karena di buku ini kita akan baca kisah seseorang mahasiswa yang IPK nya pas-pas an tetapi tetap bisa melanjutkan kuliah di Luar Negeri Loh. Untuk 9 Ebook bonus yang ada dalam DVD, judul-judulnya adalah: Siap 1000%, 1001 Beasiswa, Berjaya tanpa beasiswa, Student Hack (Panduan Survive Kuliah di Luar Negeri), Kuliah Di Benua Asia, Kuliah di Benua Eropa, Kuliah di Benua Australia dan Afrika, Kuliah di Amerika, dan Cerita Seru Para Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri. Keren banget dah...

9 Ebook yang ada di DVD
Nah, itu untuk ebook nya, sedangkan untuk buku nya sendiri yang berisi 302 halaman memiliki daftar isi:
  • Siapapun bisa kuliah ke Luar Negeri
  • Alasan kuliah ke Luar Negeri
  • Kuliah di Luar Negeri, harus mulai dari mana?
  • Alur Kuliah ke Luar Negeri
  • 5 Universitas Terbaik di Luar Negeri
  • Berjaya tanpa beasiswa
  • Cara Cerdas mendapatkan beasiswa di Luar Negeri yang belum banyak diketahui orang
  • Berjaya tanpa beasiswa
  • Persiapan berangkat ke Luar Negeri
  • Kapan saat yang paling tepat untuk memulai persiapan keluar negeri
  • Tentang Paspor dan Visa
  • Persiapan bahasa
  • Persiapan Keuangan
  • Sudah diterima di Luar Negeri, terus apa lagi?
  • Urusan yang wajib diselesaikan sebelum berangkat ke Luar Negeri
  • Homesick dan Culture Shock
  • Cara mengatasi kangen rumah
  • Kehidupan Akademis
  • Penutup
Daftar isinya aja, udah keren banget kan? apalagi isi keseluruhan bukunya. Buku dan Ebook nya sama keren. Karena buku ini berisi panduan untuk bisa kuliah di Luar Negeri dengan bantuan beasiswa atau tanpa beasiswa, Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk saat akan berangkat ke Luar Negeri. Dan bukan hanya itu saja, buku ini juga memberikan tips lengkap panduan hidup di negeri orang, mulai dari cara beradaptasi, mengatasi home sick atau kangen rumah. Keren banget kan? 

Sebenarnya, tata cara untuk kuliah di Luar Negeri banyak bertebaran di Internet. Hanya saja, dengan baca buku ini, informasi yang kamu dapat lebih akurat karena telah diuji lewat hasil riset selama 9 tahun. Kalo kamu benar-benar punya cita-cita atau mimpi untuk melanjutkan kuliah di Luar Negeri, maka kamu kudu dan wajib baca buku ini... Dijamin semangat mu untuk mengejar mimpi itu akan lebih meningkat. 

Lalu, beberapa bulan setelah membeli bukunya, tiba-tiba aku dapat kiriman paket dari Tim Inspira Book. Kiriman Paket yang datang tanpa diundi. Aku tiba-tiba dapat surat penyemangat untuk kejar beasiswa keluar Negeri. Trus dapat souvenir lucu juga. Ada bookmark paris, pulpen dengan  miniatur menara eiffel, dan 1 pack kertas isi binder. Ah, bahagianya tiba-tiba dapat hadiah gratis, hihihi ^_^

Hadiah kecil dari Tim Inspira Book



Berpose dengan buku nya dulu ^_^
Berikut testimoni dari para tokoh terkenal di Indonesia, diantaranya:

"Karya Anak Muda hebat Indonesia! Baca ini, perjuangkan mimpi Anda. Dan berkaryalah untuk negara tercinta, Indonesia, Pasti Bisa" Merry Riana-Motivaor Wanita No.1 di Asia

"Ini salah satu buku yang BAGUS SEKALI untuk anak-anak muda di Indonesia untuk siapa saja yang ingin belajar di Luar Negeri. Panduannya lengkap dan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin belajar di Luar Negeri" Habiburrahman El Zhirazy-Penulis Novel Best Seller Ayat-Ayat Cinta

"Sebuah buku yang bukan hanya inovatif tapi juga inspiratif. Berisi jurus ampuh yang wajib diketahui setiap pendekar ilmu yang akan berguru di Luar Negeri. Kini kuliah di Luar Negeri bukan lagi menjadi impian, karena buku ini akan membantu mewujudkannya" Rangga Almahendra,Phd - Penulis Novel 99 Cahaya di Langit Eropa



"Sangat Recommended untuk dibaca oleh generasi emas  Indonesia"