Monday, June 27, 2016

Tulisan Kedua ku di Hari Ke 22 Ramadhan

via.www.wahyudirusdianto.wordpress.com
Assalamualaikum...

Wah.. Gak terasa sudah hari ke 22 ramadhan. Hem, Smoga amal ibadah di 21 hari terakhir ini di terima dan mendapatkan ampunan dari Yang Maha Rahman. Amin Ya Rabbal Alamin. Wah, sebentar lagi Ramadhan berakhir, rasanya ndak rela Ramadhan yang penuh berkah ini berakhir dengan cepat. Tetapi apa boleh buat, karena waktu terus berjalan... Mau tidak mau, Ramadhan ini pasti akan berakhir. Selagi masih ada 8 hari yang tersisa mari giatkan ibadah, kencangkan ikat pinggang, Singsingkan lengan untuk berusaha lebih keras lagi agar ibadah-ibadah di hari-hari terakhir Ramadhan ini bisa menjadi lebih khusyuk dan mendapat Ampunan dari Allah Swt. 

Ramadhan kali ini menyisakan cerita tersendiri. Selain kegembiraan karena bisa menunaikan shalat tarawih dan mendengar ceramah bada subuh. Ada juga cerita sedih., kala di pertengahan Ramadhan isi dompet mulai menipis, dan mulai bingung tentang menu buka puasa dan sahur tiap harinya. Karena ramadhan kali ini aku bersama dengan adik ku yang alergi beberapa makanan, akhirnya aku harus berpikir keras untuk menyajikan menu makanan yang sehat dan jauh-jauh dari mie instan. Tetapi karena di pertengahan bulan isi ATM mulai kosong dan dompet mulai menipis, jadilah aku mengadu pada ibuku tentang keadaan ku. Ibuku hanya tertawa mendengar penuturan ku. 

Tetapi beberapa hari kemudian, hatiku tersentuh sekali karena mendapat kiriman paket dari rumah. Ibuku memberi beberapa liter beras, memasakkan ikan goreng, tempe sambal goreng, dan mengepakkan telur asin untuk ku. Tetapi yang membuat hatiku bergetar adalah karena di sela-sela paket makanan yang ibu kirim, beliau menyelipkan amplop putih yang berisi selembar uang merah. Hatiku rasanya malu sekali.., di usiaku yang sekarang, yang harus nya sudah mampu mengurangi beban orang tua, yang harus nya sudah mampu membiayai kehidupan orang tuaku, memberinya segala apa yang dia mau, aku malah menambah beban bagi mereka. Tetapi aku juga merasa sangat senang, karena walaupun jauh dari rumah, aku tetap masih bisa merasakan masakan ibu. Hah... bahagianya... 




Di hari-hari terakhir Ramadhan ini... selain memohon untuk mendapatkan Ampunan.. Doa ku berikut nya Semoga di tahun depan, aku bisa bertemu Ramadhan kembali dengan keluarga yang utuh dan pujaan hati di sisi... Amin

via www.bolague.com

Thursday, June 16, 2016

Tulisan Pertama ku di Bulan Ramadhan...

Bismillah... 

Goresan pertama ku di Bulan Ramadhan ternyata di hari ke sebelas Ramadhan. Hah, telat banget. Aduh gimana ya.. sibuk beribadah soalnya, jadi lupa nulis dsini (hehehehe, mode cari alesan ON). 

Hem.. Alhamdulillah ini adalah Ramadhan ke Empat ku di tanah rantauan, jauh dari rumah. Jauh dari masakan buka puasa ibu, jauh dari suara lantunan ayat suci Al Qur'an dari ayah, jauh dari celotehan riang-riang adik-adik ku saat waktu sahur. Tetapi tak apalah, bertemu dengan Ramadhan tahun ini saja sudah sangat membahagiakan, soalnya banyak orang-orang di luar sana yang dijemput Malaikat Israil sebelum sempat bertemu Ramadhan ini.  

Ah... Ramadhan, bulan penuh berkah. Bulan dimana umat muslim berlomba-lomba untuk beribadah dan memperbanyak pahala. Soalnya di bulan ini, semuanya berlipat ganda. Hem,.. Ramadhan kali ini buat ku agak berbeda. Karena aku tak lagi bersama dengan sahabat karib ku yang menemani selama tiga tahun terakhir ini.  Sahabat ku itu telah bertemu pujaan hatinya dan mengesahkan hubungan nya lwat Ijab Qabul di tanggal 14 Mei 2016 lalu. Pertama kali mendengar kabar pernikahannya, membuat aku merasa bahagia dan sedih bercampur aduk. Aku bahagia, karena akhirnya ia telah bertemu belahan jiwanya, tetapi disisi lain aku sedih sekali karena kini aku harus merelakan dia tak lagi disamping ku, hahahahah... agak lebay memang. Tetapi sungguh kehadirannya selama tiga tahun terakhir ini begitu berarti. Aku sangat bergantung padanya dalam banyak hal. Jadi saat hari-hari pertama tanpa dia, aku sedikit merasa kosong, bingung tak tahu harus melakukan apa. 

Ramadhan kali ini, aku tak mau melewatinya dengan perasaan sedih karena harus bangun sahur dan masak menu buka puasa seorang diri, jadi aku "menculik" adik ku yang sedang dalam masa liburan untuk menemaniku di tanah rantauan ini. Rasanya senang sekali karena aku tak harus berjalan seorang diri ke Mesjid atau bengong di depan TV saat waktu sahur dan buka puasa. Alhamdulillah. Jadi, doaku di bulan Ramadhan kali ini, semoga di Ramadhan tahun depan aku juga sudah bertemu belahan jiwa ku, jadi tak perlu "menculik" adik ku lagi.  Hahahhaha... 

Met menjalankan ibadah puasa buat kamu... ^_^