Jumat, 26 Mei 2017

Curhat anak rantau tentang Bulan Ramadhan

Source: www.youtube.com
Yeay.. Insya Allah tinggal menghitung jam, kami akan menemui bulan Ramadhan tahun ini. Semoga diberikan umur panjang, kesehatan dan kesempurnaan iman. Amin ya Rabbal Alamin. 

Ramadhan itu selalu istimewa. Karena pahala yang dijanjikan berlipat ganda, karena bulan suci ini cuma setahun sekali. Makanya ia istimewa. 

Tahun ini adalah tahun keempatku Insya Allah akan menjalankan ibadah puasa jauh dari rumah keluarga. Sedih rasanya. Apalagi nggak sempat pulang ke rumah untuk meminta maaf pada orang tua dan untuk menziarahi makam adik kecilku. Gak sempat sahur pertama dan buka puasa pertama di rumah. Hufftt,,, nasib anak rantau mah gitu. Harus kuat. 

Sebenarnya aku bisa seh pulang ke rumah sejenak. Toh jarak rumah dan tempatku mengais rezeki cuma sekitar ratusan kilometer. Nggak harus beli tiket pesawat atau berdesak-desakan di KRL. Cuma perlu nelpon supir langganan terus di jemput di depan kost-an, dianter sampai depan pagar rumah. Gampang banget. Tetapi yah gitu, mengingat tanggal lagi tua banget. Mengingat aku harus simpan jatah cuti supaya bisa dipakai liburan di rumah abis lebaran. Jadi karena banyak hal itu, aku memutuskan untuk disini saja. Nabung rindu dulu, tunggu sebulan lagi. Insya Allah baru balik pas lebaran. 

Empat tahun lalu, aku diterima kerja di perusahaan ku sekarang pas memasuki bulan Ramadhan. Kala itu aku galau banget. Mau pulang ke rumah untuk sahur dan puasa pertama. Tetapi aku harus mengikuti wawancara akhir di hari pertama puasa. Jadinya waktu itu aku merasakan pertama kali Puasa di tanah rantauan. Kala itu, aku masih nebeng di rumah sahabat yang sudah kayak sodara. Nebeng tinggal untuk sementara. Selagi aku nyari kost-kost-an di sekitar tempat kerja. 

Waktu itu, tempat tinggal sahabat ku lumayan jauh dari tempat kerjaku. Aku harus naik angkot dua kali. Jadi hampir tiap hari selama sebulan penuh, aku buka puasa di angkot. Ditemani debu yang berterbangan serta suara klakson yang memekakkan telinga. Hufftt.. rasanya berat banget. Pas nyampe kost nya sahabatku, beberapa menit lagi waktu shalat isya masuk. Jadi aku buru-buru menjalankan sholat maghrib. Abis itu jalan kaki ke mesjid yang lumayan jauh untuk menunaikan Sholat isya Berjamaah dan sholat Tarawih. Pulang dari shalat tarawih baru makan malam. Hufft, berat banget. Tetapi syukur waktu itu, aku punya sahabat yang bisa diandalkan. Dia membantu banyak sekali. Ramadhan pertama ku di tanah rantauan gak sedih - sedih amat. Soalnya ada dia, Syukron banget Ukh. Semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat ganda. Amin

Ramadhan tahun kedua di tanah rantauan, aku udah punya kost-kost an sendiri. Letaknya gak terlalu jauh dari tempat kerjaku. Cukup berjalan santai sekitar 10 menit udah nyampe. Dan asyiknya aku punya teman sekamar yang juga bisa diandalkan. Kami berdua kerja di tempat yang berbeda. Tetapi dia seringkali pulang lebih cepat dibandingkan diriku. Jadinya dia selalu berbaik hati untuk menyiapkan menu buka puasa. Wah, senangnya. Lagi-lagi Allah tak membiarkanku bersedih hati. Ramadhan bersama sahabat seperjuangan itu seru. Dalam sebulan, kami kadang berpindah-pindah mesjid untuk merasakan atmosfer shalat tarawih yang berbeda. Berdoa dalam hati juga seh, sapa tau tiba-tiba ketemu jodoh di mesjid *eh

Ramadhan tahun ketiga di tanah rantauan, teman sekamar sekaligus sahabat karibku telah menemukan tambatan hatinya. Jadi tinggallah aku sendiri di kamar yang kosong. Hahaha, melankolis mode on. Aduh rasanya sepi banget. Gak ada yang nemenin sahur dan buka puasa. Akhirnya aku berinisiatif mengajak adikku untuk menjalankan puasa bersamaku disini. Karena memang dia lagi libur pasca Ujian Nasional. Sambil menikmati liburan dan menemaniku, dia juga mengikuti kursus bahasa Inggris di dekat kost-an. Yeay, dan aku terselamatkan dari bulan ramadhan yang sepi. 

Dan tahun ini Ramadhan tahun keempatku disini. Semoga Ibadahku lebih bagus dari tahun sebelumnya. Semoga semangatku tidak pudar hingga hari kemenangan tiba. Dan semoga takjil gratis dari ibu kost masih terus mengalir ke kamarku. hahahha.. Welcome Ramadhan. Mari sambut dengan suka cita. Dengan hati gembira dan semangat ibadah yang tak padam walau harus jauh dari rumah...


Sabtu, 20 Mei 2017

Arrgghh... Mak, Gue Pengen Liburan


Arrgghh,,, Hari Sabtu. I hate Saturday

Kalo beberapa orang membenci hari senin. Aku malah gak suka sama hari sabtu.
Kesel, karena masih harus masuk kerja, padahal beberapa orang sudah liburan weekend.
Kesel, karena badan sudah pegel-pegel. Lelah kerja dari hari senin hingga jumat. Dari pagi hingga malam hari. 
Suntuk dengan pekerjaan yang itu-itu saja tiap hari nya
Jenuh karena rasanya pekerjaan gak ada habisnya

Bukan berarti aku gak bersyukur loh. Aku bersyukur karena sudah punya pekerjaan. Banyak anak muda di luar sana yang berjuang keras untuk mendapatkan pekerjaan. Banyak juga orang-orang yang harus mengais rezeki dari pekerjaan serabutan. Jadi walaupun lelah, walaupun jenuh, walaupun bosan. Aku masih sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menujukkan eksistensi diri lewat bekerja. Bersyukur karena tiap akhir bulan, ATM akan terisi otomatis.

Tetapi yah gitu. Kalo rasa jenuh, bosan, dan suntuk tidak diatasi. Nanti bakal jadi bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu. Dan, obat untuk melawannya adalah Liburan. Yah, mau banget liburan. Itu jadi salah satu resolusi tahun ini, pengen travelling dengan sahabat. Ternyata eh ternyata, mewujudkannya susah sekali. Ini udah hampir masuk pertengahan tahun 2017, dan rencana untuk travellingnya masih tinggal rencana. 

Belum nemu waktu yang pas lah...
Belum sempat bikin passportlah..
Dan tabungan untuk budget travellingnya masih sangat kurang (ini yang paling penting)

Aduh,, mak.. susah bener yak T_T
Ada aja yang bikin tabungan untuk travelling berkurang.
Hufft, perlu mengencangkan ikat pinggang lagi neh, demi cita-cita travelling bareng sahabat.

Ini ceritaku, mana ceritamu?


#10hbcgelisah01 #10hbcgelisah




Jumat, 19 Mei 2017

Cerpen: "Aku cuma rindu, itu saja"


Hufftt.. tiba-tiba rindu. Rindu yang datang tiba-tiba. Kenapa aku harus merindukannya disaat aku harus mempersiapkan pernikahanku yang tinggal beberapa hari lagi?

Ashar... nama seseorang yang akan mendampingiku kelak. Aku belum mengenalnya lama. Tetapi entah kenapa, hatiku mantap memilihnya. Ia adalah seseorang yang kukenal lewat proses ta'aruf di tempatku menimba ilmu agama. Ia dikenalkan oleh Ustadzah ku. Proses ta'aruf dan khitbah berjalan lancar. Orang tuaku dan orang tuanya telah memberi restu. Dan walimahan kami akan dilangsungkan beberapa hari lagi.

Tetapi kemudian tiba-tiba virus rindu menyerang. Entah kenapa aku tiba-tiba rindu pada "dia". Seseorang yang pernah mengisi hari-hariku dengan senyuman. Seseorang yang pernah membuat hariku lebih berwarna. Karena rindu ini, hatiku tiba-tiba meragu. Aku ragu Ashar bisa menggantikan posisi "dia" di hatiku. Menggantikan "dia" yang pernah membuat hatiku bergetar. 

Kemudian, memori lima tahun lalu terputar kembali dihadapanku...

"Aku cuma main-main saja dengannya, tak ada yang perlu dikhawatirkan"
itu kata "dia", saat sahabatku bertanya kenapa ia selalu menggangguku.

Yah, "dia" selalu mengangguku dengan tingkah konyolnya. Awalnya, aku tak menanggapi karena kupikir orang akan bosan sendiri apabila tak ditanggapi. Tetapi setelah tahu kalau dia berniat main-main denganku. Aku jadi panas dan terprovokasi. Akan kutanggapi permainannya. Dan lihat siapa yang akan menyerah duluan. 

Oh, yah "dia" itu teman sekelasku saat berstatus sebagai Mahasiswa. Dia terkenal agak gila. Iyah mungkin karena sedikit gila aku jadi tertarik padanya. 

Siang itu, aku kemudian melancarkan serangan pertamaku. 

Kuhampiri dia yang agak panik seusai perkuliahan. Dia panik karena tak ada satu orang pun yang mau meminjamkan catatan kuliah untuknya. Minggu depan kami akan UTS. Jadi kami harus belajar keras lewat buku catatan dan panduan kuliah. Sedangkan dia sama sekali tak punya catatan. Dia sering tertidur di belakang kelas saat perkuliahan mulai. 

"Ini pinjam catatanku saja. Kuberi waktu satu hari untuk kau salin atau kau fotocopy. Besok tepat jam 9 pagi kamu harus kembalikan utuh padaku" Kataku pada dia tanpa basa-basi.

Dia terdiam sejenak. Mungkin setengah tak percaya, aku mau berbaik hati padanya.

"Seriusan? Wah, kamu baik hati sekali. OK, besok akan kukembalikan plus bunga?" kata dia

"Bunga? kamu kira aku rentenir". Aku menyodorkan buku padanya dan segera berlalu

Keesokan harinya, dia benar-benar mengembalikan catatanku tepat jam 9 plus bunga. Sama seperti katanya kemarin. 

Dia benar-benar memberiku bunga. Bunga Mawar merah asli. Entah dia pungut dimana. Tetapi aku lumayan tersentuh.

"Tidak... tidak, aku tak boleh tersentuh. Aku tak boleh goyah hanya karena bunga yang hampir layu ini. Ini peperanganku dengannya, dan aku tak boleh pake hati", kataku sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Beberapa menit kemudian, "dia" lalu masuk ke dalam kelas sambil senyum-senyum sendiri. Ia kemudian menghampiri mejaku dan berkata, 

"Aku sudah tepati janjiku untuk mengembalikan bukumu utuh plus bunga. Oh yah bunganya secantik kamu. Tadi kupungut depan Rektorat"

What? ternyata dia benar-benar memungutnya di jalanan. Dia benar-benar mengejekku. Kuambil bunga mawar itu dan kulemparkan ke wajahnya. Ia lalu tertawa dan melemparkannya kembali padaku. Begitu berulang-ulang, hingga seorang teman lewat dan berkata, 

"Wah kalian sudah jadian? selamat ya". Semoga langgeng sampai pelaminan.

Dia kemudian tertawa keras, dan berteriak "Perhatian-perhatian, aku dan Rara sudah jadian, jadi tak ada seorang pun yang boleh menyakitinya. Buat cowok-cowok gak boleh ada yang melirik Rara. Karena dia sudah memilihku" katanya tanpa rasa malu sambil menepuk dada.

Hah, aku terperangah dengan pengumuman yang ia buat tanpa malu. Aku tau dia bercanda dan memang sedikit gila. Tetapi bagiku itu sungguh keterlaluan. Bermain-main dengan perasaan orang lain, bukan perbuatan baik. Dia sangat keterlaluan. Tetapi jika sekarang aku marah, berarti aku yang akan kalah. 

Teman-teman sekelas yang mendengar pengumuman "dia" lalu bertepuk tangan riuh. Seolah ikut berbahagia dan merestui. 

Dan beberapa hari berikutnya, kejadian yang sama terus terulang kembali. Entah kenapa, "Dia" jadi semakin gila. Dia mengikuti kemana pun aku pergi. Aku sedang di perpustakaan, diapun ada disitu. Padahal yang kutau dia sangat alergi dengan aroma buku. Aku sedang di kantin, diapun sedang disitu. Menikmati semangkok bakso dengan wajah gembira. 

"Dari kemarin, kamu ngikutin aku terus ya?. Aku jadi risih tau?", kataku pada dia

"Wuah, kamu ke-Ge-Er an, Kapan aku ngikutin kamu???" kata dia sambil senyum - senyum

"Huft, tadi waktu di perpus aku liat muka kamu. Terus di kantin aku juga liat muka kamu. Sekarang kamu ngikutin aku juga sampe ke Mushalla, iyakan?"

"Hum, tadi aku memang ke perpus. Tapi itu untuk nyari referensi makalahnya Pak Ari. Aku juga tadi emang ke kantin, itu memang karena aku lagi laper. Nah, sekarang aku di Mushalla, karena abis shalat dhuhur. Ada yang salah?"

"Em, gak ada yang salah seh. Untuk di perpus dan di kantin okelah tak apa. Tetapi kalo liat muka kamu di Mushalla kayaknya langka banget deh. Kamu sudah dapat hidayah ya? soalnya ini kali pertama liat muka mu disini"

"Em, iya seh, kemarin-kemarin aku memang suka bolong-bolong shalatnya. Tetapi sekarang aku benar-benar mau hijrah neh. Aku mau belajar lebih banyak lagi soal agama. Supaya nanti aku bisa jadi imam yang baik buat kamu", kata dia sambil nyengir

"Ya elah, siapa juga yang nyuruh kamu jadi imam buat aku? Mending niat kamu perbaiki dulu deh. Harusnya hijrah itu karena Allah bukan karena manusia"

"Benar juga seh kata kamu. Ih, kamu emang pantes dapat IPK 4,0. Soalnya kamu pinter. Jadi pengen segera halalin kamu," 

"Belajar ngaji dulu sana. Perbaiki shalat. Benahin Akhlak. Setelah itu baru kita bicara soal halal-halalan lagi. Udah ah. Bye" kataku sambil berlalu.

Sudah hampir lima tahun berlalu. Aku sudah tak tahu kabarnya saat ini. 

Percakapan kami hari itu terputar kembali di otakku. 

Hari itu, aku merasa sedikit demi sedikit mulai mengenalnya. Aku mulai tertarik dengan kepribadiannya. Awalnya dia terlihat sedikit gila dan urakan. Tetapi kemudian, setelah mengenalnya, aku jadi tahu kalau sebenarnya "dia"  anak yang baik. Hanya saja ia sering salah mengekspresikan perasaannya.

Tetapi sekali waktu, dia kadang menjadi sangat pemalu dengan wajah merah padamnya. Sekali-kali dia tampak bijaksana, namun lebih sering kekanak-kanakan. Terkadang dia sangat menyebalkan tetapi terkadang juga dia menggemaskan. Mengenalnya memberiku pelajaran berharga untuk berhenti menjudge orang lain, hanya dengan melihat penampilan luarnya saja. 

Yah, aku merasa dia menempati posisi spesial di hatiku saat itu.

Hingga kemudian hari itu tiba. Hari dimana dia telah menjadi lebih dewasa dan bijak. Dia lalu mendatangiku dengan wajah tertunduk. Tak berani sama sekali menatap wajahku. Ia lau meminta maaf karena seringkali membuatku marah dan jengkel. Meminta maaf karena seringkali mengusik ketenanganku. Meminta maaf atas segala kelakuan konyolnya di masa lalu. Dia ingin berhijrah dan menjadi pribadi lebih baik lagi, bukan untuk siapa-siapa, tetapi lebih mendekatkan dirinya pada Ilahi. Saat itu, aku terharu dengan pengungkapannya. Aku merasa bahagia bercampur sedih. Bahagia karena ia telah berubah. Tetapi agak sedih juga karena kini, dia bukan yang dulu lagi. 

Waktu itu, aku hanya tersenyum padanya, lalu berkata "Aku telah memaafkanmu, jauh sebelum kau meminta maaf. Aku pun sama, aku ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

"-"
Kisah itu terputar kembali di otakku malam ini...

Tak apa, aku pikir aku cuma rindu. Itu saja...
Setelah ini, rindu ini tak akan pernah hadir lagi.
Karena kenanganku bersama dia akan berangsur-angsur terhapus dengan kenangan yang kubuat bersama Ashar. Seseorang yang akan mendampingiku di sisa hidupku. 

"Dia" sudah berbahagia saat ini, dengan seseorang yang ditakdirkan untuknya. Dan aku pun akan pastikan berbahagia dengan pilihan hatiku sendiri. Mari cukupkan rindu ini sampai sini saja. Sampai detik ini saja. Dan tak akan berlanjut ke detik berikutnya ataupun di masa depan. SEKIAN.

Hey, apa kabarmu jauh disana???
Tiba-tiba teringat cerita yang pernah kita upayakan
Kupikir aku berhasil melupakanmu
Berani-beraninya kenangan itu datang tersenyum

Meskipun jalan kita tak bertemu 
Tapi tetap indah bagiku
semoga juga bagimu...

Kau tahu aku merelakanmu
Aku cuma rindu
Aku cuma rindu

Takkan mencoba tuk merebutmu
Aku cuma rindu...
Itu saja.

Gagal...
Kali ini gagal bersembunyi 
Dibalik kata-kata bijak
yang selalu mampu
membuat aku terlihat tangguh
padahal hancur lebur harapan
yang terlanjur kupercaya
aha,, aaa...

Meskipun jalan kita tak bertemu
Tetapi tetap indah bagiku'
semoga juga bagimu

Kau tahu aku merelakanmu
Aku cuma rindu, Aku cuma rindu
Takkan mencoba tuk merebutmu

Aku cuma rindu
Itu saja.... itu saja...aaa

Senyuman itu...
Masih selalu menenangkanku..

Masih belum bisa move on dari Tema RINDU dua minggu yang lalu dari #1m1c

Entah kenapa tema ini membuat ide-ide di kepalaku meletup-letup menunggu untuk di tuangkan di postingan blog ini... ya udah kutulis saja. Karena menulis itu membahagiakan ^_^ nulis ini karena tiba-tiba terinspirasi dari Lagu "RAIN - GAGAL BERSEMBUNYI" 

Let's check this out LAGUNYA ^_^ 

video




Rabu, 10 Mei 2017

Review Buku Jurus Kuliah ke Luar Negeri

Abaikan tulisan yang jadi background ya ^_^
Judul Buku                   : JKLN (Jurus Kuliah Keluar Negeri)
Penulis Buku                : Miftahuddin Arjuna, dkk (Tim Inspira Research Center)
Penerbit Buku              : Inspira Publishing
Cetakan                       : Edisi Cetakan ke 10, September 2015
Tahun Terbit                : Juni 2015
Tebal Buku                   : 302 halaman (serta bonus 9 Ebook dengan total 4.367 hlm)
Penata & Desain Cover  : Gumilang Fahrizal

Buku nya selezat donat-donat ini ^_^
Buku ini kubeli untuk kado ulang tahun buat adikku. Waktu itu adikku lagi bersemangat hunting universitas pasca lulus dari tingkat Sekolah Menengah Atas. Dan untuk membuatnya tambah semangat, kubeli buku ini untuk kujadikan hadiah untuknya. Dan dari semua buku yang pernah kubeli, buku ini adalah buku yang paling mahal. Harganya Rp 157.000,- Menurutku itu mahal, soalnya aku kalo beli buku suka nunggu diskon dulu. Hahaha. Tetapi buat adikku tersayang tak apalah... ternyata isi buku nya tidak sebanding dengan harganya. Kenapa??? Karena bukunya harusnya lebih mahal dari Rp 157.000. Kok Bisa??? Berikut penjelasannya:

Buku ini dilengkapi dengan Sekeping DVD yang berisi 9 E-Book dengan total halaman 4.367 halaman. Kira-kira kalo tiap hari baca ebooknya sekitar dua puluh halaman, berarti waktu yang dihabiskan untuk membacanya sekitar  218 hari. Wow... itu bagaikan baca 10 buku. Dan bukan hanya itu saja, buku ini juga dilengkapi dengan 219 Video Interview dengan Mahasiswa-Mahasiswa yang telah berhasil mendapatkan beasiswa di LN. Mereka bercerita tentang pengalaman kuliah disana serta membagikan tips tips untuk bisa lolos seleksi. 

Yuk Cek Reviewnya...

Buku ini sebenarnya intisari dari Ebook yang ada dalam DVD yang berjumlah 4.367 halaman. Jadi sebaiknya baca bukunya dulu baru baca Ebooknya. Untuk bukunya sendiri terdiri dari 302 halaman. Setelah adikku selesai membaca bukunya, aku pun mulai iseng ikut membacanya juga, walaupun aku tak punya niat untuk kuliah di Luar Negeri. Mengingat faktor usia yang sudah tak muda lagi *Eh.. 

Ternyata bukunya sangat menyenangkan. Untuk buku dengan ketebalan 302 halaman ini, aku hanya menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam untuk membacanya. Dan setelah membaca buku ini, aku merasa bersemangat untuk melanjutkan kuliah di Luar Negeri juga.

Ternyata untuk ukuran usiaku, masih bisa kok untuk melanjutkan Kuliah S2 di Luar Negeri. Kirain aku ketuaan untuk mulai mengejar beasiswa kuliah di Luar Negeri. Ternyata enggak juga kok. Yang penting niat dan ada kemauan. Dan setelah membaca buku ini, aku juga jadi tahu ternyata orang-orang yang melanjutkan kuliah di Luar Negeri tidak harus yang super duper pintar atau harus jenius setingkat Jimmy Neutron atau Shinichi Kudo a.k.a Detective Conan. Karena di buku ini kita akan baca kisah seseorang mahasiswa yang IPK nya pas-pas an tetapi tetap bisa melanjutkan kuliah di Luar Negeri Loh. Untuk 9 Ebook bonus yang ada dalam DVD, judul-judulnya adalah: Siap 1000%, 1001 Beasiswa, Berjaya tanpa beasiswa, Student Hack (Panduan Survive Kuliah di Luar Negeri), Kuliah Di Benua Asia, Kuliah di Benua Eropa, Kuliah di Benua Australia dan Afrika, Kuliah di Amerika, dan Cerita Seru Para Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri. Keren banget dah...

9 Ebook yang ada di DVD
Nah, itu untuk ebook nya, sedangkan untuk buku nya sendiri yang berisi 302 halaman memiliki daftar isi:
  • Siapapun bisa kuliah ke Luar Negeri
  • Alasan kuliah ke Luar Negeri
  • Kuliah di Luar Negeri, harus mulai dari mana?
  • Alur Kuliah ke Luar Negeri
  • 5 Universitas Terbaik di Luar Negeri
  • Berjaya tanpa beasiswa
  • Cara Cerdas mendapatkan beasiswa di Luar Negeri yang belum banyak diketahui orang
  • Berjaya tanpa beasiswa
  • Persiapan berangkat ke Luar Negeri
  • Kapan saat yang paling tepat untuk memulai persiapan keluar negeri
  • Tentang Paspor dan Visa
  • Persiapan bahasa
  • Persiapan Keuangan
  • Sudah diterima di Luar Negeri, terus apa lagi?
  • Urusan yang wajib diselesaikan sebelum berangkat ke Luar Negeri
  • Homesick dan Culture Shock
  • Cara mengatasi kangen rumah
  • Kehidupan Akademis
  • Penutup
Daftar isinya aja, udah keren banget kan? apalagi isi keseluruhan bukunya. Buku dan Ebook nya sama keren. Karena buku ini berisi panduan untuk bisa kuliah di Luar Negeri dengan bantuan beasiswa atau tanpa beasiswa, Hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk saat akan berangkat ke Luar Negeri. Dan bukan hanya itu saja, buku ini juga memberikan tips lengkap panduan hidup di negeri orang, mulai dari cara beradaptasi, mengatasi home sick atau kangen rumah. Keren banget kan? 

Sebenarnya, tata cara untuk kuliah di Luar Negeri banyak bertebaran di Internet. Hanya saja, dengan baca buku ini, informasi yang kamu dapat lebih akurat karena telah diuji lewat hasil riset selama 9 tahun. Kalo kamu benar-benar punya cita-cita atau mimpi untuk melanjutkan kuliah di Luar Negeri, maka kamu kudu dan wajib baca buku ini... Dijamin semangat mu untuk mengejar mimpi itu akan lebih meningkat. 

Lalu, beberapa bulan setelah membeli bukunya, tiba-tiba aku dapat kiriman paket dari Tim Inspira Book. Kiriman Paket yang datang tanpa diundi. Aku tiba-tiba dapat surat penyemangat untuk kejar beasiswa keluar Negeri. Trus dapat souvenir lucu juga. Ada bookmark paris, pulpen dengan  miniatur menara eiffel, dan 1 pack kertas isi binder. Ah, bahagianya tiba-tiba dapat hadiah gratis, hihihi ^_^

Hadiah kecil dari Tim Inspira Book



Berpose dengan buku nya dulu ^_^
Berikut testimoni dari para tokoh terkenal di Indonesia, diantaranya:

"Karya Anak Muda hebat Indonesia! Baca ini, perjuangkan mimpi Anda. Dan berkaryalah untuk negara tercinta, Indonesia, Pasti Bisa" Merry Riana-Motivaor Wanita No.1 di Asia

"Ini salah satu buku yang BAGUS SEKALI untuk anak-anak muda di Indonesia untuk siapa saja yang ingin belajar di Luar Negeri. Panduannya lengkap dan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin belajar di Luar Negeri" Habiburrahman El Zhirazy-Penulis Novel Best Seller Ayat-Ayat Cinta

"Sebuah buku yang bukan hanya inovatif tapi juga inspiratif. Berisi jurus ampuh yang wajib diketahui setiap pendekar ilmu yang akan berguru di Luar Negeri. Kini kuliah di Luar Negeri bukan lagi menjadi impian, karena buku ini akan membantu mewujudkannya" Rangga Almahendra,Phd - Penulis Novel 99 Cahaya di Langit Eropa



"Sangat Recommended untuk dibaca oleh generasi emas  Indonesia"





Hal-Hal yang bisa dilakukan saat mati lampu

Jaman sekarang, kalo listrik padam, tingkat stress meningkat. Gimana tidak? Pemadaman Listrik mengakibatkan Air yang menggunakan pompa tidak bisa digunakan, Air PAM pastinya juga ikut gak ngalir, komputer yang dipakai kerja di kantor jadi gak bisa nyala. Akibatnya pekerjaan jadi tertunda. 

Terus kita juga gak bisa nge-Cash Smartphone kecuali power bank kamu msh full daya, terus suhu udara jadi tambah panas karena AC dan Kipas Angin jadi gak nyala. Kalo udah panas, jadi gampang marah-marah. 

Pokok'e kita yang hidup di jaman sekarang, jaman generasi millenial yang mulai ketergantungan pada benda-benda elektronik jadi lumayan stress saat pemadaman listrik. Tetapi lebih parah lagi jika pemadaman listriknya pas malam hari. Jadi nya gelap gulita. Nah, dari pada stress dan marah-marah karena listrik yang padam. Mending nikmatin aja waktu malam hari yang remang-remang dengan cahaya lilin itu dengan sebaik-baiknya. karena habis gelap terbitlah terang *eh gak nyambung. Kalo aku biasa menikmati waktu mati lampu tersebut dengan melakukan kegiatan-kegiatan berikut:

- Pertama, Dengan main tebak-tebakan gambar
  Main tebak-tebakan gambar saat mati lampu itu adalah hal paling mengasyikkan yang sering kulakukan saat kecil. Dengan cahaya lampu lilin yang remang-remang. Kami sekeluarga duduk di dekat lilin, lalu kakak tertuaku akan mendekatkan tangannya lalu membentuknya menjadi kelinci, buaya atau burung. Hal-hal sepele seperti itu sukses melekat sebagai memori indah masa kecilku. Zaman sekarang walaupun rumah-rumah lebih suka menggunakan lampu emergency saat pemadaman listrik, kamu masih bisa kok menyalakan beli satu lilin di warung kelontongan. Lalu nyalakan di ruang keluarga dan bermain tebak-tebak gambar. Walaupun sepele, tetapi hal itu bisa mempererat rasa sayang antar keluarga loh ^_^


- Kedua, Dengan Menikmati pemandangan Langit Malam
   Tahu tidak, bahwa langit malam di daerah perkotaan itu sangat susah untuk dinikmati. Kenapa? Karena lampu-lampu di daerah perkotaan mengalahkan terangnya cahaya kerlap kerlip bintang. Jadilah bintang-bintang cantik itu tak keliatan. Maka saat terjadi pemadaman listrik, lampu-lampu itu akan mati, dan bintang-bintang yang selama ini tak nampak olehmu akan menjadi tampak. 

Itulah mengapa kegelapan itu tak selamanya buruk. Karena dengan suasana gelap, kita jadi bisa melihat cahaya bintang-bintang yang gemerlapan di langit malam. 

Dulu waktu kecil, aku pun suka memandang langit malam bersama ibu dan adikku, saat listrik padam. Kami akan duduk di beranda rumah, mengobrol banyak hal sambil melihat kerlap kerlib cahaya bintang. Sesekali aku akan menyanyikan beberapa lagu untuk semakin menambah ceria suasana gelap malam itu. Dan itu juga masih melekat erat di memori otakku. Rasanya menyenangkan sangat mengenangnya kembali. Jadi saat listrik padam, keluarlah sejenak, lihat indahnya langit malam. 

Source: www.palingyunik.blogspot.com

- Ketiga, Bercengkrama dengan keluarga atau sahabat
  Yups, sama dengan tips-tips yang diatas, saat mati lampu gunakan waktu tersebut untuk saling bertukar cerita dengan anggota keluarga atau teman kost-an. Kan biasanya kalo listrik nyala, semua pada sibuk. Ada yang sibuk ngerjain tugas sekolah di kamar, ada yang sibuk main games di laptop, terus ada yang sibuk ber chat ria dengan smartphone. Akhirnya waktu untuk berbagi cerita dengan kebersamaan mulai berkurang. 

Dan,,, saat listrik padam, daripada bete mending duduk-duduk santai dengan keluarga. Bercerita tentang aktivitas hari ini, bertanya kabar ayah dan ibu yang mungkin tanpa kita sadari sudah semakin tua, bertanya kegiatan adek di sekolah, atau bercerita tentang dirimu yang gagal berkali-kali merebut hati si dia,,hahahah. Kali aja, Ayah dan Ibumu bisa memberi solusi ^_^


- Keempat, Mempercepat waktu istirahat
Untuk Tips keempat, saat listrik padam, dan kamu lagi sendiri, gak ada teman ngobrol. Lagi malas keluar kamar. Ya, udah.. tarik selimut saja, rebahkan badan, luruskan punggung, dan letakkan kepalamu di atas bantal empuk. Daripada bete, mending langsung istirahat saja. Berdoa semoga besok bisa terbangun dengan badan yang segar dan kondisi yang lebih prima. Amin ^_^
- Kelima, Dengan Jagain Lilin, sapa tau bab* ngepetnya pulang bawa banyak duit ^_^
     
Kalo mati lampu, terus gak ada kerjaan, gimana kalo situ yang keliling terus sy yang jagain lilinya. Iyah, kali aja bisa dapat banyak kan gelap, jadi gak keliatan kalo situ udah berubah jadi bab* ngep**. Hahahaha

Soruce: facebook.com
Jadi dari pada ngomel-ngomel karena listrik sedang padam, terus gak bisa main smartphone karena lagi lowbat, mending lakuin hal-hal di atas, kecuali yang kelima.. heheheh itu tidak disarankan... See You ^_^

Jumat, 05 Mei 2017

Tunggu aku pulang


Aku merindukanmu... 


Setelah kutulis kata itu di atas kertas putih, hatiku menjadi lebih tenang. Kulipat kertas yang agak lembab itu. Kertasnya menjadi sedikit basah karena air mataku yang terus mengalir. Rasanya aku punya stok air mata yang banyak. Karena setiap mengenang wajahmu, tiba-tiba air mataku meleleh begitu saja tanpa bisa kutahan. 

Bahkan di malam ini, malam ke 200 setelah kepergianmu...

Katanya, "Waktu bisa menyembuhkan luka", Tetapi mengapa saat rindu itu muncul, hatiku seperti tercabik-cabik. Rasanya sangat perih... Hingga kemudian kutemukan penawar rasa sakit itu. Dengan menulis surat... untukmu.

Iyah,, aku menulis surat untukmu. Menumpahkan semua rasa perih di hatiku, menumpahkan semua rasa rinduku, dan segala penyesalanku. Dan selalu, surat itu akan basah oleh air mataku. Bersama dengan tetesan air mataku, rasa perih yang kurasa akan berangsur-angsur memudar. Lalu seperti biasa, surat-surat itu akan kulipat rapi, kumasukkan ke dalam sebuah amplop putih. Kemudian kutumpuk diatas meja kerjamu. Tak ada alamat yang dituju atau perangko yang tertempel. Karena memang, surat-surat itu bukan untuk dikirim, tetapi hanya sebagai penawar rasa perih di hatiku saja. Dan juga pengobat rasa rinduku.

Kau... seseorang yang bersanding denganku di pelaminan. Mengambil alih peran ayahku bertanggung jawab untuk diriku. 
Kau... seseorang yang menjadi Imam di tiap sholatku. Menjadi pemimpinku di hadapan Tuhanku.
Kau... seseorang yang dipilihkan orang tuaku dan direstui oleh Tuhanku 
Kau... Yang tak pernah sekalipun hadir di benakku. 
Kau... seseorang yang tak pernah kusebut dalam doaku. 

Maaf...karena telah menyia-nyiakan dirimu. 
Maaf...karena dulu aku tak pernah menganggapmu ada. 
Maaf atas waktu kita yang terbuang percuma. 
Maaf... karena aku terlambat mencintaimu.

Haruskah aku menyusul dirimu saat ini???
Untuk Pergi menghadap Tuhanku

Aku berjanji akan memperlakukanmu dengan sangat baik jika kita bertemu kembali
Tetapi bagaimana jika seandainya disana kita tak bertemu?
Bagaimana jika seandainya kau dan aku menempati ruang yang berbeda?

Iyah, kau dan aku pasti ditempatkan di ruang yang berbeda
Sebab apa? sebab kau orang baik sedangkan aku tidak

Kau yang mencintaiku dengan segala ketulusan dan kebaikan hatimu
Dan aku yang selalu berlaku kejam padamu, mengacuhkan dan tak peduli
Pastilah kita akan dimasukkan di tempat yang berbeda.

Ah, aku tak ingin itu terjadi
Aku telah menyia-nyiakan kesempatan untuk jadi bidadarimu di dunia
Maka akan kupastikan diriku akan jadi bidadarimu di Surga kelak
Yah, itu satu-satunya cara untuk menebus rasa bersalahku

Aku berjanji akan berusaha terbaik disini, di dunia ini
Agar kita bisa ditempatkan di tempat yang sama

Sekali lagi, aku berjanji untuk... 
Kupastikan diriku akan menjadi satu-satunya Bidadarimu di Surga

TUNGGU AKU PULANG SAYANG...


#Menulislah walau hanya satu minggu satu cerita
Tema Tulisan untuk Minggu ke-15 : RINDU