Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2017

Curhat anak rantau tentang Bulan Ramadhan

Yeay.. Insya Allah tinggal menghitung jam, kami akan menemui bulan Ramadhan tahun ini. Semoga diberikan umur panjang, kesehatan dan kesempurnaan iman. Amin ya Rabbal Alamin. 
Ramadhan itu selalu istimewa. Karena pahala yang dijanjikan berlipat ganda, karena bulan suci ini cuma setahun sekali. Makanya ia istimewa. 
Tahun ini adalah tahun keempatku Insya Allah akan menjalankan ibadah puasa jauh dari rumah keluarga. Sedih rasanya. Apalagi nggak sempat pulang ke rumah untuk meminta maaf pada orang tua dan untuk menziarahi makam adik kecilku. Gak sempat sahur pertama dan buka puasa pertama di rumah. Hufftt,,, nasib anak rantau mah gitu. Harus kuat. 
Sebenarnya aku bisa seh pulang ke rumah sejenak. Toh jarak rumah dan tempatku mengais rezeki cuma sekitar ratusan kilometer. Nggak harus beli tiket pesawat atau berdesak-desakan di KRL. Cuma perlu nelpon supir langganan terus di jemput di depan kost-an, dianter sampai depan pagar rumah. Gampang banget. Tetapi yah gitu, mengingat tanggal lagi tua b…

Arrgghh... Mak, Gue Pengen Liburan

Arrgghh,,, Hari Sabtu. I hate Saturday
Kalo beberapa orang membenci hari senin. Aku malah gak suka sama hari sabtu. Kesel, karena masih harus masuk kerja, padahal beberapa orang sudah liburan weekend. Kesel, karena badan sudah pegel-pegel. Lelah kerja dari hari senin hingga jumat. Dari pagi hingga malam hari. 
Suntuk dengan pekerjaan yang itu-itu saja tiap hari nya
Jenuh karena rasanya pekerjaan gak ada habisnya

Bukan berarti aku gak bersyukur loh. Aku bersyukur karena sudah punya pekerjaan. Banyak anak muda di luar sana yang berjuang keras untuk mendapatkan pekerjaan. Banyak juga orang-orang yang harus mengais rezeki dari pekerjaan serabutan. Jadi walaupun lelah, walaupun jenuh, walaupun bosan. Aku masih sangat bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk menujukkan eksistensi diri lewat bekerja. Bersyukur karena tiap akhir bulan, ATM akan terisi otomatis.

Tetapi yah gitu. Kalo rasa jenuh, bosan, dan suntuk tidak diatasi. Nanti bakal jadi bom waktu yang akan meledak sewaktu-waktu. Dan, ob…

Cerpen: "Aku cuma rindu, itu saja"

Hufftt.. tiba-tiba rindu. Rindu yang datang tiba-tiba. Kenapa aku harus merindukannya disaat aku harus mempersiapkan pernikahanku yang tinggal beberapa hari lagi?
Ashar... nama seseorang yang akan mendampingiku kelak. Aku belum mengenalnya lama. Tetapi entah kenapa, hatiku mantap memilihnya. Ia adalah seseorang yang kukenal lewat proses ta'aruf di tempatku menimba ilmu agama. Ia dikenalkan oleh Ustadzah ku. Proses ta'aruf dan khitbah berjalan lancar. Orang tuaku dan orang tuanya telah memberi restu. Dan walimahan kami akan dilangsungkan beberapa hari lagi.
Tetapi kemudian tiba-tiba virus rindu menyerang. Entah kenapa aku tiba-tiba rindu pada "dia". Seseorang yang pernah mengisi hari-hariku dengan senyuman. Seseorang yang pernah membuat hariku lebih berwarna. Karena rindu ini, hatiku tiba-tiba meragu. Aku ragu Ashar bisa menggantikan posisi "dia" di hatiku. Menggantikan "dia" yang pernah membuat hatiku bergetar. 
Kemudian, memori lima tahun lalu terpu…

Review Buku Jurus Kuliah ke Luar Negeri

Judul Buku                   : JKLN (Jurus Kuliah Keluar Negeri) Penulis Buku                : Miftahuddin Arjuna, dkk (Tim Inspira Research Center) Penerbit Buku              : Inspira Publishing Cetakan                       : Edisi Cetakan ke 10, September 2015 Tahun Terbit                : Juni 2015 Tebal Buku                   : 302 halaman (serta bonus 9 Ebook dengan total 4.367 hlm) Penata & Desain Cover  : Gumilang Fahrizal
Buku ini kubeli untuk kado ulang tahun buat adikku. Waktu itu adikku lagi bersemangat hunting universitas pasca lulus dari tingkat Sekolah Menengah Atas. Dan untuk membuatnya tambah semangat, kubeli buku ini untuk kujadikan hadiah untuknya. Dan dari semua buku yang pernah kubeli, buku ini adalah buku yang paling mahal. Harganya Rp 157.000,- Menurutku itu mahal, soalnya aku kalo beli buku suka nunggu diskon dulu. Hahaha. Tetapi buat adikku tersayang tak apalah... ternyata isi buku nya tidak sebanding dengan harganya. Kenapa??? Karena bukunya harusnya lebih maha…

Hal-Hal yang bisa dilakukan saat mati lampu

Jaman sekarang, kalo listrik padam, tingkat stress meningkat. Gimana tidak? Pemadaman Listrik mengakibatkan Air yang menggunakan pompa tidak bisa digunakan, Air PAM pastinya juga ikut gak ngalir, komputer yang dipakai kerja di kantor jadi gak bisa nyala. Akibatnya pekerjaan jadi tertunda. 

Terus kita juga gak bisa nge-Cash Smartphone kecuali power bank kamu msh full daya, terus suhu udara jadi tambah panas karena AC dan Kipas Angin jadi gak nyala. Kalo udah panas, jadi gampang marah-marah. 

Pokok'e kita yang hidup di jaman sekarang, jaman generasi millenial yang mulai ketergantungan pada benda-benda elektronik jadi lumayan stress saat pemadaman listrik. Tetapi lebih parah lagi jika pemadaman listriknya pas malam hari. Jadi nya gelap gulita. Nah, dari pada stress dan marah-marah karena listrik yang padam. Mending nikmatin aja waktu malam hari yang remang-remang dengan cahaya lilin itu dengan sebaik-baiknya. karena habis gelap terbitlah terang *eh gak nyambung. Kalo aku biasa menikmat…

Tunggu aku pulang

Aku merindukanmu... 


Setelah kutulis kata itu di atas kertas putih, hatiku menjadi lebih tenang. Kulipat kertas yang agak lembab itu. Kertasnya menjadi sedikit basah karena air mataku yang terus mengalir. Rasanya aku punya stok air mata yang banyak. Karena setiap mengenang wajahmu, tiba-tiba air mataku meleleh begitu saja tanpa bisa kutahan. 
Bahkan di malam ini, malam ke 200 setelah kepergianmu...
Katanya, "Waktu bisa menyembuhkan luka", Tetapi mengapa saat rindu itu muncul, hatiku seperti tercabik-cabik. Rasanya sangat perih... Hingga kemudian kutemukan penawar rasa sakit itu. Dengan menulis surat... untukmu.
Iyah,, aku menulis surat untukmu. Menumpahkan semua rasa perih di hatiku, menumpahkan semua rasa rinduku, dan segala penyesalanku. Dan selalu, surat itu akan basah oleh air mataku. Bersama dengan tetesan air mataku, rasa perih yang kurasa akan berangsur-angsur memudar. Lalu seperti biasa, surat-surat itu akan kulipat rapi, kumasukkan ke dalam sebuah amplop putih. Kemudian…