Saturday, December 30, 2017

Review Buku Easy Guide Bangkok Pattaya

Easy Guide Bangkok Pattaya
Judul Buku      : Easy Guide Bangkok Pattaya
Penulis            : Awan Yulianto
Penerbit          : PT. Elex Media Komputindo
Kota                : Jakarta
Tahun Terbit    : 2016
Tebal Buku       : 288 Halaman
ISBN                 : 978-602-02-8941-0


Blurb   
    Bangkok adalah destinasi populer di Thailand. Di Bangkok anda dapat menikmati liburan murah dengan waktu terbatas. Jadi, anda tidak harus menyisihkan waktu cuti terlalu lama karena semua tempat wisata di kota ini mudah dicapai dengan berbagai jenis transportasi, termasuk MRT dan BTS/Sky Train. Menariknya, Bangkok adalah salah satu kota di Asia Tenggara yang murah untuk berwisata. 
     Kunjungan ke Bangkok juga bisa digabung dengan Pattaya. Untuk tiba di Pattaya, Anda hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam dari Bangkok melalui jalan darat. Dulu, Pattaya memang menjadi surga bagi penyuka hiburan malam. Namun, kini kota ini lebih bersahabat untuk keluarga dengan adanya tempat-tempat hiburan baru yang sesuai tujuan wisata bagi seluruh anggota keluarga.
      Di buku ini anda dapat menemukan berbagai informasi untuk memudahkan perjalanan wisata anda ke Bangkok dan Pattaya dalam waktu yang relatif singkat, mulai dari panduan transportasi, tujuan wisata, akomodasi hingga tempat makan yang bisa anda sesuaikan dengan budget yang telah disiapkan.

     Buku ini kubeli sekitar tiga bulan sebelum berangkat ke Thailand. Ceritanya sebagai buku panduan untuk membuat ittinerary sebelum berangkat. Dan ternyata keputusan membeli buku ini sangat tepat. Sama persis dengan judulnya "Easy Guide Bangkok Pattaya " Panduan jalan-jalan Murah, Aman dan Nyaman yang ditulis oleh Bang Awan Yulianto. Buku ini didalamnya memuat berbagai hal tentang tempat-tempat menarik di Bangkok dan Pattaya. Sebelum "bertemu" dengan buku ini, saya pribadi juga sangat suka membaca blog Bang Awan Yulianto ini yang termuat dalam www.travelawan.com. Ulasan di blognya ditulis secara jelas dan padat. Dan benar-benar sangat membantu saat membutuhkan petunjuk untuk melakukan perjalanan.
      Mari berkenalan dulu dengan sosok Penulis buku ini. Jadi Bang Awan Yulianto ini adalah pekerja kantoran yang doyan liburan. Kegiatan travelling adalah hobi utamanya sejak kecil. Karena orang tuanya telah mengajaknya menjelajahi berbagai negara di dunia. Dan salah satu tempat favoritnya untuk berlibur di sela-sela kesibukannya bekerja adalah mengunjungi kota Bangkok. Dan kemudian lahirlah buku ini. Selain Buku Easy Guide Bangkok-Pattaya, Bang Awan Yulianto juga telah menulis buku Wisata Hemat Turkey Istanbul dan Happy Shopping Hongkong.
       Yuk intip sedikit isi bukunya..
Di buku  ini diulas jelas mulai dari persiapan perjalanan ke Bangkok & Pattaya, Membuat Ittinerary, Tempat-tempat menarik di Bangkok & Pattaya, Rekomendasi tempat menginap, menu-menu khas Thailand hingga belajar cepat beberapa kata dalam bahasa Thailand. Sedikit akan saya bocorkan isi buku yah..berharap ada yang dapat sedikit manfaat.
     

Bab Pertama, Persiapan Perjalanan. 
     Saat merencanakan liburan ke Thailand hal pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan dokumen perjalanan seperti Passport dan Tiket Pesawat. Untuk passport silahkan urus di Kantor Imigrasi sedangkan untuk Tiket Pesawat bisa hunting tiket promo. Untuk tiket promosi biasanya mulai bisa dipesan sekitar 11 bulan sebelum tanggal keberangkatan untuk maskapai seperti Air Asia (www.airasia.com). Setelah dokumen perjalanan lengkap, yang perlu diperhatikan lagi adalah persiapan anggaran. Untuk liburan ke Thailand, kita tidak perlu terlalu pusing memikirkan biaya hidup disana. Karena segala sesuatunya lumayan terjangkau. Biaya hidup agak miriplah dengan di Jakarta. Untuk 1 Baht bernilai 410 rupiah. Dan dengan uang 10 Baht/4.100 rupiah kita sudah bisa beli air mineral botol. Untuk baju kaos atau blus cewek rata-rata harganya berkisar 100 baht/ 41.000 rupiah. Jadi sebelum berangkat sebaiknya kita telah menukarkan mata uang rupiah ke Baht pada money changer resmi. 

Bab Kedua, Itinerary Bangkok
       Di buku ini kita bisa melihat contoh pembuatan itinerary selama berada di Bangkok. Disini kita bisa mendapatkan panduan jelas untuk buat itinerary mulai dari hunting tempat wisata yang akan kita kunjungi, alat transportasi menuju kesana, hingga tiket masuk ke beberapa tempat wisata. Nah di buku ini ada contoh susunani  ittinerary saat berada di kota Bangkok
-Hari Pertama, mengunjungi Grand Palace, Wat Phra Kaew, Wat Pho, Wat Arun dan Khao San Road. 
- Hari kedua, mengunjungi Chatuchak Market dan Pusat Perbelanjaan lainnya seperti Central World Plasa, Platinum Fashion Mall, dan Pratunam Market.
- Hari ketiga, mengunjungi Vimanmek Mansion, Ananta Samakhom Throne Hall, Golden Maount, Wat Suthat, dan China Town.
Sebaiknya ittinerary yang kita buat juga dijelaskan tentang alat transportasi apa yang harus kita gunakan menuju objek wisata, berapa biaya tiket masuk, dan pukul berapa objek wisatanya buka hingga pukul berapa. Dan yang paling penting dari itu semua, ittinerary yang kita susun fleksibel, jangan sampai gara-gara ittinerary yang ketat dan padat kita tidak bisa menikmati perjalanan. 

Bab Ketiga, Sejarah Bangkok

      Bukan hanya panduan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Bangkok, di buku ini juga diberikan ulasan tentang Sejarah Kota Bangkok. Jadi Kota Bangkok itu termasuk sebuah kota yang terbilang muda dalam perjalanan sejarah Thailand. Bermula pda 1767, ketika Ayutthaya yang dulu merupakan ibu kota Thailand jatuh ke tangan Birma. Setelah Birma berhasil dihalau oleh Jenderal Phraya Taksin, Ia lalu menjadikan Thon Buri sebagai ibu kota baru Thailand dan memegang tampuk kekuasaan untuk memimpin negeri Gajah Putih tersebut. Namun tidak lama kemudian Jenderal Taksin diturunkan dari kekuasaan dan Jenderal Chakri dipilih sebagai Raja Baru Thailand. Ia menyandang nama Raja Phra Buddha Yotfa Chulaloke (Rama I), dia adalah pendiri dan raja pertama dari Dinasti  Chakri, sebuah dinasti yang masih berkuasa hingga sekarang.
       Raja Rama I kemudian menjadikan Rattanakosin yang kini dikenal sebagai Bangkok menjadi ibukota Siam Pada tahun 1782. Dan dimasa kekuasaannya, dibangunlah Wat Phra Kaew (Temple of The Emerald Buddha) dan juga menggagas pembangunan The Grand Palace dan Kuil Wat Pho. Begitulah sejarah singkat kota Bangkok sehingga menjadi ibu kota Thailand hingga hari ini. Dan sebenarnya Kota Bangkok memiliki nama lengkap yang didaftarkan ke Guiness World Records sebagai kota yang memiliki nama terpanjang di dunia yaitu "Krung Thep Mahanakhon Amon Rattanakosin Mahinthara Ayuthaya Mahadilok Phop Noppharat Ratchathani Burirom Udomratchaniwet Mahasathan Amon Piman Awatan Sathit Sakkathattiya Witsanukam Prasit" (Buku easy guide Bangkok-hal 40)

Setelah tahu sejarah kota Bangkok, yuk belajar sedikit bahasa Thailand yang sering kita dengar dari Film Film yang dibintangi oleh Si Ganteng Mario Maurer ^_^
- Halo          : Khop khun ka (wanita)
                     Khop Khun krap (pria)
- Nama saya : Chan Cheu ... (wanita)
                      Pom Cheu ... (pria)
- Tidak mau: Mai ao
- Apa kabar:  Khun sabai i mai?
- Kabar saya baik: Sabai dee ka (wanita)
                            Sabai dee krap (pria)
- Berapa harganya: Tou-ri?
- Mahal                : Paeng
- Bisa minta diskon: Lot dai mai?
    Dan masih banyak lagi,, silahkan beli bukunya jika ingin mempelajari lebih lanjut ^_^

Tuesday, December 26, 2017

MENGENALI MONSTER PENGHAMBAT TULISANMU

"Dapatkah saya menjadi penulis jika tidak menulis?"
Jawabnya : "Tidak bisa. Sebab untuk menjadi penulis kita harus membiasakan menulis"

      Oleh karena itu, teruslah menulis walaupun merasa takut. Tetap menulis walaupun kau sadar bahwa tulisanmu sangat tak layak. Dan teruslah menulis walau kau merasa yang kau tulis tak lebih baik dari "sampah". Semakin sering menulis, maka ketakutan, keraguan dan keyakinan buruk akan musnah lalu kamu akan memandang dirimu sebagai penulis.
      Annie Dillard berkata, "Halaman-halaman itu, kekosongan abadi itu, akan mengajarimu menulis. Kamu belajar dengan melakukan. Sebuah kata akan menuntun ke lebih banyak kata dan kemudian lebih banyak lagi, dan lagi". Hingga menghasilkan sebuah cerita yang utuh dalam buku. Bidiklah halaman kosong itu dan mulailah langsung ke dalam inti yang harus kamu katakan. Dan satu hal yang harus kamu lakukan adalah MEMULAI.
      Beberapa orang bisa dengan lancar menumpahkan kata-kata dari sesuatu yang terlintas dari benaknya. Tetapi beberapa lagi harus berjuang keras untuk menggambarkan apa yang ia pikirkan dan rasakan. Dan aku adalah salah satunya. Seringnya ide itu muncul disaat yang kurang tepat, seperti saat aku merasa lelah. Atau saat aku benar-benar sibuk. Lalu ide itu melintas dan melenggang dengan santai minta untuk diperhatikan. Lalu karena timingnya kurang pas, aku lalu mengabaikannya. Dan ide itu pun berlalu dengan sendirinya. Timing yang kurang pas tersebut kuibaratkan sebagai sesosok monster.
      Dan ini adalah ceritaku tentang sesosok monster tersebut. Jadi ia adalah sosok hitam tinggi yang menyerupai bayangan yang tak terlihat tetapi selalu ada di sekelilingku. Biasanya ia akan dengan cepat menebas bayangan putih yang melintas. Bayangan putih itu adalah ide yang biasa muncul tiba-tiba. Lalu menghilang segera saat ia menebasnya. 
      Jika monster ini lengah, aku kadang bisa menangkap bayang ide yang melintas dengan cepat. Ide tersebut lalu kupenjara dalam buku catatan kecil bersampul biru yang selalu ada di tasku. Saat perasaanku sedang baik aku akan mengeluarkan buku catatan tersebut dan memilah-memilah ide yang mana yang harus kutuangkan dalam sebuah postingan tulisan. Terkadang memulainya terasa mudah, tetapi ketika tiba dipertengahan tulisan, Monster dengan bayangan hitam yang selalu ada disekitarku berbuat ulah lagi. Ia sangat tak ingin aku menyelesaikan sebuah tulisan. Ia lalu meniup kepalaku dengan keras. Bau busuk nafasnya memenuhi seluruh otakku dan kemudian mendorong ide-ide yang ada di kepalaku keluar. Lalu karena nafas hitam pekat yang ia hembuskan ke otakku berisi kalimat-kalimat negatif yang menghancurkan kepercayaan diriku. Kalimat-kalimat negatif seperti tulisanku tidak berbobot, tidak pantas untuk dipublikasikan, kata-kata yang kurangkai sangat membosankan, hingga aku pun termakan ucapan buruknya dan memutuskan untuk berhenti menulis. Saat itu tejadi ia akan tertawa senang.

     Monster penghambat tulisan tersebut hanya bisa dimusnahkan, saat kita menyadari alasan kenapa aku harus menulis? Mengapa aku harus menulis? Apa yang aku harapkan dari sebuah proses menulis? Apa yang kudapatkan dari sebuah tulisan? 

 Dan ini adalah jawabanku atas pertanyaan-pertanyaan tersebut:

"Aku selalu berpikir bahwa menulis itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan membuatku bahagia. Karena aku sangat menikmati jari-jariku yang bergerak di atas tuts-tuts komputer sementara sel-sel otakku saling terhubung satu sama lain. Ada banyak hal yang ingin aku ceritakan, tetapi terkadang aku tak menemukan seseorang yang akan duduk dan mendengar ceritaku dengan tuntas. Jadi saat itu terjadi, pelarian paling sempurna adalah menumpahkannya lewat tulisan. Dengan tulisan, aku bisa menceritakan segala hal yang ingin kubagi. Aku merasa bahwa menulis itu sesuatu yang penting. Karena berkat tulisan, kita bisa kembali ke kenangan masa lalu. Mengobati rasa sakit serta mengingat kembali kenangan pahit lalu tersenyum karena telah berhasil melaluinya. Lalu yang kuharapkan dari proses menulis adalah aku bisa mengasah kreatifitasku serta semakin mengenal emosi dan ketakutan-ketakutanku. Menulis membuat kepercayaan diriku meningkat dan aku lebih terbuka pada pendapat orang lain, seperti aku ingin orang lain menghargai pendapatku. 

Itu cerita tentang monster penghambat tulisanku, Lalu kamu sudahkan mengenal monster yang sering menghambatmu menyelesaikan tulisan????

TEMUKAN GAYA MENULISMU- MENULIS MUDAH DI ERA GENETIK

"A Writer is A Writer not because she writes well and easily. Not because she has amazing talent or because she does is golden. But A Writer is a writer because even when there is no hope, even when nothing you do shows any sign of promise you keep writing anyway"
(Junot Diaz, Professor of Writing)

     Beberapa waktu lalu saya kena writer block. Di minggu terakhir tahun ini saya berencana memposting satu tulisan per hari, tetapi yang ada saya hanya bisa menulis satu dua paragraf dan tak mampu menyelesaikannya. Akhirnya saya mulai membuka kembali buku-buku yang berbau kepenulisan dan menemukan sesuatu yang menarik. Dari buku Era Genetik-Learn Growth Professional yang ditulis oleh 15 Penggagas Era Genetik di Indonesia yaitu Agus Purnomo, M. Arif Setianto, Aster Sisi, Edy Darmoyo, Herawati Thahir, Mamanto Fani, Monde Ariezta, Iqbal Haryansah, Nyonyorino DS, Poerwanto, Rina Setiawati, Rindu Istiqomah, Sofyan Abdillah, Suryono Hadi Elfahmi, dan Yeti Sulfiati.
          Jadi di buku Era Genetik ini dibahas agar kita menemukan potensi terbaik kita dari pengenalan diri sendiri. Di buku ini kita diperkenalkan dengan konsep kecerdasan genetik (Genetic Intelligence) atau orang sering menyebutnya dengan Istilah STIFIn Concept. Jadi STIFIn Concept ini juga bisa disebut sebagai lima  bagian otak yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting. Dan kenyataannya bahwa setiap manusia yang terlahir di dunia memiliki bagian otak yang dominan yang kemudian menentukan cara berpikir alami dalam merespon stimulus lingkungannnya. Dan inilah yang disebut sebagai cara berpikir genetik (genetic of mind).
        Dan ternyata cara berpikir genetic ini juga mempengaruhi kita dalam menghasilkan karya atau mengembangkan sebuah tulisan. Nah berikut akan saya paparkan cara menulis mudah berdasarkan lima mesin kecerdasan otak dari Buku Era Genetik yang dicetak pada Maret 2017 (hal 13-22).

1. Era Menulis mudah Ala Sensing (S)
     Salah satu role model bagi penulis dengan mesin kecerdasan Sensing adalah Andrea Hirata. Seorang Penulis Fiksi yang telah melahirkan banyak karya diantaranya Novel Best Seller Laskar Pelangi. Ciri-ciri orang dengan tipe kecerdasan Sensing adalah memiliki kekuatan otot, aktif bergerak, pandai melihat fakta, menuntut bukti dan belajar dengan cara berlatih dengan tekun.
     Bagi orang Sensing, cara menulis termudah adalah dengan "cari dan curi" inspirasi dari tulisan orang lain. Orang sensing memiliki kelebihan di panca indranya serta cara berpikirnya yang administratif membuat ia pandai mencari, "mencuri", meniru lalu mengolahnya menjadi sesuatu yang baru dari hal-hal tersebut. Orang Sensing perlu meluangkan waktu untuk menangkap sebanyak mungkin peluang untuk mendapatkan ide. Hal yang paling mudah bagi orang dengan tipe Sensing menemukan ide adalah dengan menceritakan deatil apa yang ia lihat, lalu segera tuliskan. Setiap peluang yang terlihat adalah sumber inspirasi untuk menulis bagi orang dengan tipe Sensing. 

2. Era menulis mudah ala Thinking (T) 
     Penulis dengan tipe kecerdasan Thinking adalah Bapak Rhenald Kasali dan Raditya Dika. Ciri-ciri orang dengan tipe Thinking adalah cara berpikirnya yang sangat rasional, memakai logika, mengandalkan data, angka dan fakta. Konon bagi orang dengan tipe Thinking menulis bukanlah hal yang mudah sebab terlalu banyak yang harus dipikirkan sehingga membuat tulisannya tidak natural. Dan biasanya tulisan yang tidak natural akan kehilangan gelombang emosi dan nyawa. Jika pun ada gelombang emosi, maka itu hanya emosi yang sangat biasa. Tetapi bukan berarti seorang Thinking tidak bisa menghasilkan sebuah tulisan. Ia justru memiliki gaya khas dalam menulis. Salah satunya adalah kepandaiannya dalam menganalisis dan mengolah data. Menganalisis dan mengolah data adalah alat untuk melahirkan sebuah tulisan. 
         Bagi seorang Thinking, lebih mudah mengambil genre non fiksi. Sebab Thinking lebih optimal dalam mengolah data alurnya. Tidak perlu kompleks, asal sesuai dengan fakta logis atau ilmiah. Karena tema-tema sederhana dan efektif ini yang menjadi kekuatan bagi seorang Thinking. Gunakan alur bahasa yang sedikit rumit agar pembaca terbawa berpikir ilmiah. Dan jika seorang Thinking ingin membuat sebuah novel, pilihlah genre Sci-fic (Sains-Fiksi), komedi, atau cerita yang mengandung banyak misteri yang perlu dipecahkan oleh pembaca.

3. Era menulis mudah ala Intuiting
     Seorang dengan tipe Intuiting mempunyai ciri diataranya Kuat dalam ide, imajinasi, kreatifitas, dan inovasi. Jadi seseorang dengan tipe ini tidak diragukan lagi kemampuannya dalam menulis. Saat menyambung kata demi kata kedalam sebuah kalimat, ia mampu membuat orang terpesona. Gaya penulisannya liar dan seringkali dibumbui metafora dan bahasa-bahasa filosfis. Kekuatannya ada pada imajinasinya, sehingga pandai mengotak atik alur tulisan. Dan karena ia orang visual abstrak, maka membaca tulisannya seperti sedang menonton film dan mengajak kita membayangkan isi tulisan. Apalagi jika ia juga pandai desain atau menggambar, maka tulisannya kerap dilengkapi ilustrasi visual. Penulis dengan tipe Intuiting adalah Bang Tere Liye dan Merry Riana. 
       Bagi orang dengan tipe Intuiting ini, Genre yang paling mudah dan mengasyikkan adalah dengan menulis Fiksi. Kemampuannya mengkhayal memberikan ciri khas dalam membentuk karakter yang unik dan menarik. Namun kelemahan orang dengan tipe Intuiting adalah munculnya dilema saat ia mulai merasa kebanyakan ide dalam menulis. Ide yang terlalu banyak muncul di kepalanya membuat ia sering bingung sendiri. Selain itu orang dengan tipe Intuiting cenderung perfeksionis. Artinya ketika tulisannya ia anggap kurang menarik, ia mudah beralih untuk menulis dengan tema lain. Hambatan lain bagi seorang Intuiting adalah sifat malas yang sering menghinggapinya. Hal ini yang kemudian membuat ia sering menunda untuk menyelesaikan tulisannya. Jadi untuk orang dengan tipe Intuiting harus memiliki tekad dan impian yang besar untuk terus konsisten menyelesaikan tulisannya. Selain itu, ia perlu membuat Time Frame (batas waktu menulis) dan Outline (kerangka menulis). Dua hal tersebut yang akan membantunya menyelesaikan sebuah tulisan.

4. Era Menulis mudah ala Feeling (F)
    Ciri-ciri orang dengan tipe Feeling adalah kebiasaannya yang selalu mengandalkan perasaan, suka berbicara, dan belajar banyak dari mendengar. Cara menyenangkan untuk menulis bagi orang dengan tipe Feeling adalah dengan mengekspresikan gaya bercerita. Gaya bercerita atau naratif meliputi segala pilihan yang kita buat dalam meramu kisah, memulai soal penokohan hingga diksi atau pemilihan kata-kata. 
   Biasanya orang tipe Feeling adalah tipe yang suka bercerita lewat berbicara dibandingkan lewat tulisan. Kemalasannya untuk menulis apalagi membuat skema kepenulisan membuat tulisannya susah menemukan titik penyelesaian. Jika terjadi seperti itu, orang dengan tipe Feeling bisa meminta bantuan pada Ghostwriter atau co-writer yang akan bertugas mendengar omongannnya lalu menuangkannya dalam sebuah tulisan.
       Namun bukan tidak mungkin seseorang dengan tipe Feeling mampu menjadi penulis handal. Yang ia butuhkan hanyalah terus berlatih dan membiasakan diri menulis serta memperkaya bahan bacaan untuk meningkatkan kemampuan menulisnya. Jika telah terbiasa menulis, orang dengan tipe Feeling akan menemukan gaya penulisan khas sehingga tak mudah bagi orang lain untuk menirunya. Contoh penulis dengan tipe Feeling adalah JK Rowling dan Jamil Azzaini.

5. Era menulis mudah ala Insting (In)
    Orang dengan tipe Insting ditandai dengan ciri-ciri sikapnya spontan, praktis, suka menolong, cepat beradaptasi, dan serba bisa. Cara mudah menulis bagi orang Insting adalah dengan Menulis ide di manapun ia berada. Orang Insting adalah orang yang serba bisa. Di dunia tulis menulis ia adalah orang yang selalu cepat tanggap menangkap ide, kapanpun, dan di manapun. Jadi bagi orang Insting, ide itu bertebaran di mana-mana, hanya sayangnya Orang Insting terlalu spontan dan mudah berpindah-pindah hingga tidak tahu apa yang harus dituliskannnya.
      Satu hal yang harus dilakukan adalah terus membawa buku catatan kecil ke manapun ia pergi. Dan langsung tuliskan di buku catatan jika menemukan ide yang menarik. Pendek-pendek saja lalu rangkai menjadi sebuah kalimat. Bagi orang Insting, ia harus fokus dahulu dalam satu tulisan, dan jangan berpindah hingga satu ide tulisan tuntas tertuang. Karena salah satu kelemah orang insting adalah alergi dengan kata tuntas, ia kerapkali akan melompat ke ide menulis lain sebelum ide yang sebelumnya diselesaikan.
      Jadi saran buat tipe Insting adalah dengan membuat script write terlebih dahulu. Dengan begitu akan memudahkan tipe insting menyelesaikan satu buah tulisan. Dan jika ide seorang Insting begitu banyak karena kepandaiannya menangkap ide baru, maka ia perlu menantang dirinya sendiri untuk menghasilkan banyak novel dalam setahun.
       Saran lain buat tipe Insting adalah bertemu dengan orang-orang baru minimal sekali seminggu, lalu dengarkanlah ceritanya, keluarkan buku catatan lalu tulislah ide yang melintas. Semakin banyak orang yang ia temui makan semakin banyak inspirasi yang bisa ia dapatkan. Dan semakin kaya pula gaya penulisan karena karakter para tokoh yang ia temui. Menulis buku-buku inspirasi sangat cocok bagi Orang tipe Insting. Karena bahagianya orang Insting adalah ketika tulisannya bisa memberi Hikmah kepada banyak orang. Dan contoh penulis dengan tipe Insting adalah Uztads Yusuf Mansur dan Haruki Murakami. 
    Jadi segera temukan gaya menulismu.. 

lalu lepaskan ikatan yang membelenggu 
kemudian menulislah dan ubah dunia. 
Seperti kata Martin Luther "If you want to change the world, pick up your pen and write"


Monday, December 25, 2017

MENULIS ITU MEMETIK-FARIS BQ

     Beberapa waktu lalu, diriku diserang virus bad mood dan akhirnya mandek gak tau menulis apa. Saat seperti itu pelarianku adalah membaca buku atau menonton film. Biasanya saat menemukan sesuatu yang menarik, semangat untuk menuliskannya di blog akan membuat jari-jariku menjadi lincah. Dan kali ini nemu tulisan Bang Faris BQ dari Buku Letter From Turkey yang diberi judul Menulis itu Memetik.
     Jadi suatu hari Bang Faris ditanya oleh seorang kawan "Bang aku mau belajar menulis, tapi enggak pernah bisa memulainya. Kata-katanya enggak keluar-keluar malah pusing. Gimana caranya mengatasi hal tersebut?"
"Keluar dari mana?" Kata Bang Faris 
     Sesungguhnya kata-kata itu bukan dikeluarkan, sebab menulis sebenarnya bukan menaburkan. Menulis adalah memungut, memetik, dan menangkap dari apa yang telah kita baca, kita rasakan, dan kita lihat.
     Menulis juga berarti menjemput, dari kepekan terhadap sekitar, kepekaan akan kebaikan-kebaikan, kepekaan pada sisi baik kehidupan, serta cara melumpuhkan mood yang buruk.
    Menulis itu berarti memiliki keterampilan memetik dan merangkainya kembali dengan kata-kata sendiri. Dan karena rangkaiannya yang indah, orang-orang akan menoleh ke arahmu lalu memetik pula darimu.
    Ingatlah, bahwa keterampilan ini juga mengilhami kita untuk menjalani kehidupan dengan bijaksana. Untuk berhenti terlalu fokus pada diri sendiri, dan mulai menoleh dan memetik kebajikan dari orang lain. Jadi selamat memetik dan selamat merangkainya kembali....

tulisan Bang Faris ini seperti tepukan halus di pundak bagiku.. untuk tidak pernah berhenti menulis.. dan tidak pernah berhenti untuk memetik kebaikan dimanapun itu.


Wednesday, December 20, 2017

CUAP CUAP BLOGGER PEMULA PART II

Dan tinggal menghitung hari kita akan berada di akhir tahun 2017. Lalu apa kabar resolusi yang kita buat di awal tahun ini? 

Kalo diriku sendiri resolusinya masih banyak yang belum tercapai. Terutama yang berhubungan dengan blog ini. Di awal tahun aku menargetkan untuk memposting lebih dari 100 tulisan. Minimalnya 101 tulisan. Tetapi sampai saat ini yang kuposting baru 96 tulisan. Berarti masih tersisa 5 tulisan lagi untuk mewujudkannya. 

Masih ada sekitar 10 hari lagi menuju tahun 2018. Mungkin aku akan bisa mewujudkan resolusi ini. Yah mungkin saja. Jika penyakit malasku tidak kambuh. Atau jika moodku tetap bagus. Yaps dan selalunya aku menemukan banyak alasan untuk menunda-nunda menulis di blog ini. Padahal aku punya banyak sekali ide menulis di kepala. Tetapi mulai menuliskan dan menyelesaikannya hingga akhir itu yang sangat susah.

Dulu aku pernah berpikir bahwa menulis itu mudah dan menyenangkan. Karena tinggal menghentakkan jari-jari di atas keyboard, merangkai kata-kata ke dalam kalimat lalu  mengklik kata publikasikan di blog. Gampang sekali.... 

Lalu jika sudah diposting dan aku membacanya lagi, aku mulai senyum-senyum sendiri. Karena setiap tulisan yang kuketik sendiri tersimpan kenangan dan perasaan di dalamnya. Tetapi itu dulu...dulu sekali. Saat aku masih merasa bebas untuk menuliskan segala hal yang kurasakan. Sekarang sudah berbeda. Sekarang rasanya aku tak bisa lagi menulis sesuka hatiku, menumpahkan perasaanku, mengetikkan segala rasa kesal atau bahagiaku. Karena apa? Karena aku tak lagi berpikir bahwa tulisan ini hanya untuk diriku sendiri. Sedikit atau banyak tulisan ini akan dibaca oleh orang lain. Dan saat sudah berhubungan dengan orang lain, seringnya aku akan mencoba untuk memakai topeng agar terlihat baik atau lebih tepatnya pura-pura baik. Dan begitu pula dengan tulisanku yang sekarang. 

Jika aku mulai mengetikkan beberapa kalimat, aku lalu menghapusnya kembali karena takut orang lain akan menganggap tulisanku tulisan sampah. Yah ketakutan ini yang kemudian membuatku tak menganggap menulis itu sesuatu yang mudah dan menyenangkan seperti dulu. Ini seperti aku ingin berlari tetapi sebelah kakiku terikat bola baja yang kemudian membuatku merasa berat. Perasaan ini sangat tak menyenangkan. Aku ingin seperti dulu yang menuliskan sesuatu dengan mudah dan perasaan bebas tanpa beban. Maka dari itu aku harus menanamkan dalam otakku bahwa menulis adalah caraku untuk menyenangkan dan berkomunikasi dengan diri sendiri. Mengobati luka hati yang masih tersimpan lama. Aku menulis untuk menjernihkan pikiran dan menemukan diriku sendiri apa adanya. Aku menulis agar aku bisa tetap ada walaupun fisikku nanti telah tiada. Karena tulisan akan tetap ada bahkan jika pemiliknya telah tiada.

Aku ingin bisa menulis hari ini, esok dan esoknya lagi tanpa beban lalu tetap menulis hingga tanganku mulai keriput dan otakku menciut. Karena apa? karena menulis adalah salah satu caraku berbahagia.



Sunday, December 17, 2017

BELANJA CENDERA MATA DARI THAILAND


"Jangan lupa oleh-olehnya yah"

Begitu kata yang dulu sering kuucapkan kepada teman yang hendak berangkat liburan. Dan akhirnya kalimat itu kembali ke diriku saat teman-temanku tahu, aku hendak berangkat liburan ke negeri gajah putih.

Kalo orang jawa biasa bilang "Ojo lali oleh-oleh yo dek"
Kalo orang makassar biasa bilang "Tenna ko lupai oleh-oleh ku dek nah"
Kalo orang bugis biasa bilang "Aja ma'lupai bawa oleh-oleh nah"
Kalo orang manado bilangnya "Jang ngana lupa kita punya oleh-oleh nah"

Meminta oleh-oleh seh wajar-wajar saja. Soalnya tak semua orang bisa mendapatkan kesempatan untuk berangkat liburan dan mengunjungi suatu tempat. Yang tidak boleh itu jika meminta oleh-olehnya barang mahal dan branded yang buat kantong jebol. Atau minta oleh-oleh yang gak mahal tetapi berat dan bikin orang lain jadi susah. 
Oh Big No.. Please ....
Soalnya tidak semua orang yang melancong keluar negeri itu bergaya koper alias bawa duit banyak. Kalo diriku kemarin bergaya backpaker dengan bermodalkan uang pas-pas an dan satu ransel saja. Jadi sebisa mungkin untuk beli oleh-oleh yang bisa diselip-selipkan di ransel ato bisa dijinjing. Jadi gak usah beli bagasi lagi soalnya penerbanganku pake pesawat Air Asia yang kalo beli bagasi harus bayar banyak... 

Nah berikut saya rekomendasikan daftar oleh-oleh yang bisa di beli saat berlibur ke Thailand. Disamping murah, terus bisa diselip-selipkan diantara ransel atau di taruh di tas jinjing. Jadi tetap bisa dibawa masuk ke kabin pesawat. 

1. Baju kaos bertuliskan Thailand
    Ini jadi daftar oleh-oleh pertama dalam listku, hohoho. Soalnya cinderamata paling pas untuk orang tersayang di rumah baiknya disamping ada tulisan negaranya juga bisa digunakan dengan baik. Dan Baju kaos Thailand ini juga gak berat, jadi masih bisa dimasukin ke ransel. Waktu ke Bangkok aku beli pas lagi berkunjung ke The Venesia Hua Hin. Disana itu adalah tempat wisata sekaligus tempat belanja. Jadi sekali dayung dua pulau terlampau i heheheheh. Belanja baju kaos disini lebih murah daripada belanja di Chatuchak Market menurutku. Soalnya waktu berkunjung ke Chatuchak Market, dapat harga baju kaosnya mulai dari 150 Baht-200 Baht. Sedangkan di The Venesia Hua Hin, harga baju kaosnya dari 70 Baht-120 Baht per lembarnya. Jadi mending beli di The Venesia Hua Hin. Selain baju kaos untuk orang dewasa dengan berbagai macam ukuran, ada juga baju untuk anak-anak serta sandal dan mainan. Jadi bisa sekalian beli oleh-oleh ponakan juga ^_^


2. Cover Passport gambar gajah
    Dan ini masuk dalam list oleh-olehku nomor dua yaitu Cover Passport. Ini kubeli di Chatuchak Market. Kuhadiahkan buat seorang sahabat yang selalu menginspirasiku untuk tak pernah takut mengejar mimpi. Travelling keluar negeri salah satunya. Aku lalu menghadiahkan cover passport untuknya, jadi bila ia mengunjungi sebuah negara dan melewati pos pemeriksaan di kantor imigrasi, dia akan melihat cover passport dariku.

Cover passport ini harganya 80-100 baht. Jika membeli sepuluh, kita bisa dapat gratis satu. Cover passport ini dibuat sesuai pesanana. Jadi kita bebas memilih cover dengan warna dan bentuk sesuai selera. Kita juga bisa menambahkan aksesoris dan label nama. Untuk pengerjaannya sendiri membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Jadi baiknya memesan cover passport ini dulu baru melanjutkan beli oleh-oleh lain. 




3. Cermin mini
    Untuk para cewek, cermin mini seperti ini adalah barang wajib yang harus ada di dalam tas. Apalagi buat cewek berjilbab. Seringnya jika abis sholat, kita memerlukan cermin untuk memakai hijab dengan baik. Nah, jadi ini oleh-oleh yang pas buat teman-teman cewek. Di Chatuchak Market harganya 50 baht per buah. Dan itu belum kutawar. Soalnya aku cuma beli satu. Untuk Ibuku di rumah yang selalu kehilangan cermin untuk make up.
4. Tas Bergambar Gajah Thailand
    Jadi ceritanya saat asyik memilih oleh-oleh di Chatuchak Market, tiba-tiba tali tasku putus. Akhirnya aku mampir ke tempat penjual tas di dekat situ, dan membeli tas jinjing ini. Harganya 100 Baht. Bentuknya lucu dan sangat nyaman dipakai. Selain itu muat banyak. Kita bisa memasukkan ponsel, alat sholat, dan alat tulis. Lima hari perjalananku di Thailand, aku terus memakai tas ini. Selain bentuk seperti itu, ada juga berbentuk tas ransel dan selempang. Dan Harganya berkisar 100-200 baht. Tergantung ukuran. Dan jika membeli 10 buah, kita bisa dapat satu bonus ^_^
    


5. Asbak bertuliskan Thailand
    Oleh-oleh lain yang lumayan murah adalah peralatan rumah tangga macam asbak ini. Selain berfungsi sebagai asbak, benda ini juga bisa jadi pajangan di lemari kaca milik ibu. Harganya 100 baht. Dan itu belum ditawar. Jika membeli lebih dari tiga, pasti akan dapat potongan harga ^_^ 


6. Gantungan Kunci Thailand
    Nah ini dia oleh-oleh sejuta umat. Ringan, Murah, dan tentunya fungsinya tak diragukan lagi. Bisa untuk gantungan kunci rumah, kunci motor, atau kunci brankas. Saat berkunjung ke negara lain, oleh-oleh gantungan kunci ini yang paling simpel untuk dibagikan ke teman-teman terdekat. Aku sendiri punya mimpi untuk travelling keluar negeri karena dapat oleh oleh gantungan kunci Macau dari Kak Ayu. Jadi sapa tau dengan gantungan kunci dari kamu, bisa menginspirasi teman-teman lain untuk berani jalan-jalan keluar negeri juga ^_^

Aku beli gantungan kunci ini di Chatuchak Market dengan harga 150 baht per 6 buah. Di tempat lain, harganya 100 baht per 3 buah. Jadi mending belinya di Chatuchak Market.

7. Note Book Thailand
    Walaupun sekarang teknologi canggih, kita tetap butuh notebook kecil untuk catatan. Sensasinya tetap berbeda antara mencatat di buku dengan mengetik di layar ponsel. Jadi aku membeli beberapa buah notebook dengan latar gajah ini untuk teman-temanku yang punya hobby mencatat. Harganya sekitar 100-200 baht. Tergantung ukuran dan kualitas kertasnya.

8. Barang Hand Made dari Thailand
    Di Chatuchak Market kita bisa menemukan beberapa kerajinan tangan yang diproduksi dari Homemade seperti gantungan kunci di bawah. Waktu itu kubeli dengan harga 100 baht per 3 buah. Saat pertama kali melihat gantungan kunci tersebut, aku lalu teringat dengan beberapa sahabat yang juga sangat suka dengan kucing. Gantungan kuncinya sendiri lucu-lucu dan cantik-cantik. Jadi aku sama sekali tak menawar harganya dan langsung membelinya. Mungkin jika ditawar aku bisa dapat empat gantungan kunci dengan harga 100 baht. Heheheh

9. Sabun Aroma Khas
     Jika berkunjung ke Thailand jangan lupa untuk membeli hadiah sabun aroma ini. Di Chatuchak Market dijual berbagai macam sabun aroma khusus. Ada yang beraroma ocean, aroma terapi, aroma bunga, dll. Mulai dari yang di jual perbatang hingga yang dijual per paket. Harganya pun bervariasi mulai dari 50 baht hingga Ratusan Baht. Selain sabun aroma khusus ada juga sabun beras susu asli dari Thailand. Beberapa iklannya mengatakan bahwa sabun jenis ini bisa melembabkan kulit, menghilangkan bekas jerawat, dan mengangkat sel kulit mati. Sabun jenis ini juga bisa kita dapatkan di tanah air dengan harga sekitar 10 ribu-15 ribu. Tetapi sapa tau kalo beli dari tempatnya langsung khasiatnya lebih terasa dan harganya lebih murah.

10. Kartu Pos Thailand
      Aku sering mendapat hadiah kartu pos dari sahabat penaku yang tinggal di Luar Negeri. Di balik kartu pos tersebut mereka bercerita tentang perjalanan liburan mereka ke sebuah tempat indah yang ada pada gambar kartu pos. Dan aku jadi iri sendiri. Akhirnya aku bertekad akan membeli kartu pos setiap mengujungi tempat baru. Kartu pos berbentuk gajah kubeli di Seven Eleven dekat penginapan. Kalo gak salah ingat harganya 25 Baht/lembar. Bentuknya unik sekali. Sedangkan untuk kartu pos bergambar laut dan pantai indah, kubeli saat berkunjung ke Phi-Phi Island Phuket. Harganya 20 Baht/lembar.


11. Sisa mata uang negara tersebut
     Oleh-oleh lain yang bisa kita beri ke teman atau sahabat tersayang yaitu sisa uang dari negara tersebut. Sapatau selesai liburan, masih ada uang yang tersisa di dompet. Mau ditukar kembali ke Rupiah, jumlahnya terlalu sedikit. Jadi baiknya disimpan sebagai kenangan-kenangan saja atau diberi ke adik ato sahabat kita saja. Selain uang tersebut diselipkan doa juga supaya mereka bisa membelanjakan uang tersebut di negara yang telah kita kunjungi juga. Hahahah, itu pengalamanku sendiri sebenarnya. Waktu itu Kak Ayu memberiku selembar uang ringgit Malaysia dan berdoa semoga aku bisa mengunjungi negara tersebut suatu hari nanti. Dan ternyata aku benar-benar bisa mewujudkannya. Makasih kak Ayu ^_^


12. Foto dan Cerita Perjalanan
Secara pribadi saya suka sekali mendengar tentang perjalanan orang lain. Saat mendengar mereka bercerita tentang tempat indah yang mereka kunjungi, aku membayangkan diriku juga berada disana dan melihat apa yang mereka lihat. Rasanya menyenangkan sekali mendengar keseruan mereka berbagi pengalaman dan ceritanya. Dan itu menjadi salah satu oleh-oleh terbaik menurutku. 


Dan itulah daftar cenderamata atau oleh-oleh yang bisa saya rekomendasikan di perjalanan pertama saya mengunjungi Negara Thailand. Mungkin jika diberi kesempatan berkunjung kesana lagi, saya bisa membuat daftar belanja cenderamata untuk orang-orang yang kita sayang.
Belanja oleh-oleh untuk tersayang boleh-boleh saja, tetapi tetap ingat akan budget yah.. jangan sampai kita menyusahkan diri sendiri hanya karena belanja oleh-olehnya melebihi batas budget... Wassalam

Sunday, December 10, 2017

Arti Me Time bagiku

Memasuki minggu ke 49 di 1 minggu 1 cerita #1m1c... Kali ini mengangkat tema "Me Time"
Kalo bagi saya pribadi, Me Time adalah waktu untuk kita membahagiakan diri sendiri. kata kebanyakan orang, Me Time ini sangat penting agar menjaga diri kita tetap waras. 


Me Time ku sendiri bukan sesuatu yang istimewa. Karena saya sendiri bukan tipe wanita sibuk dengan segudang aktifitas. Sebaliknya waktu luangku sangat banyak. Maklum anak kost an yang jauh dari keluarga mah gitu. Terlebih lagi aku minim teman, jadi memang kebanyakan waktuku untuk diri sendiri. Hahahaha tetapi saya bukan termasuk kelompok anti sosial loh.

Dan karena Me Time ku lumayan banyak. Terkadang aku menghabiskan Me Time ku dengan hanya duduk di beranda rumah, memenjamkan mata sejenak dan merasakan angin membelai wajahku. Terkadang juga Me Time ku kuhabiskan dengan hanya menatap langit sore sambil mendengarkan musik. Kadang juga aku menghabiskan waktu di sudut kamar dengan buku bacaan di tangan. Dan yang paling parah jika aku menghabiskan Me Time ku dengan hanya tidur seharian atau maraton menonton drama korea. Hohoho gak produktif banget yak ^_^

Tetapi sekarang aku punya kegiatan baru untuk mengisi Me Time ku di akhir pekan yaitu belajar Hand lettering. Dan aku merasa bahagia sekali saat melakukannya.
My Hand Lettering for my penpals
Jadi ceritanya pertengahan tahun ini aku menemukan hobby baru yaitu surat menyurat dengan orang asing (baca disini). Kami menyebutnya Snailmailing atau Surat keong yang berarti mengirim surat via pos dengan perangko. Karena biasanya surat yang dikirim membutuhkan waktu yang sangat lama sampai ke tempat tujuan akhirnya kegiatan ini diberi nama Snailmailing. Mungkin itu perumpaan suratnya yang lambat mirip sama jalan keong. 
Surat-surat untuk sahabat penaku
Di awal-awal melakukan snailmailing aku membeli amplop dan kertas surat dari toko buku dan harganya lumayan mahal. Tetapi lama kelamaan aku mulai berpikir untuk membuat sendiri kertas surat dan amplopnya. Aku lalu membeli kertas karton dan pensil warna lalu mulailah aku mencontek berbagai macam tulisan cantik yang ada di google lalu mewarnainya sesuka hati. Nah dibalik kertas tersebut mulailah aku menulis surat untuk sahabat-sahabat penaku. Jadi ceritanya hasil handletttering ku penganti kertas surat model kartu pos. 

Rasanya aku bahagia sekali saat mulai mencoret coret kertas putih lalu membuat tulisan-tulisan indah. Setelah itu aku mulai memberinya warna sesuka hatiku. Selain membuatku bahagia, melakukan hand lettering ini juga membuat aku lebih bersemangat. Saat berada di kantor dan jenuh melihat layar komputer, aku lalu melakukan corat-coret ini untuk mengusir ngantuk dan rasa bosanku. Dan cara ini sangat ampuh. Saat selesai melakukan hand lettering seperti itu aku merasa bahagia. Aku selalu merasa puas dengan hasil tulisan tanganku sendiri. 

Melakukan handlettering ini dan kemudian mewarnainya memberikan banyak manfaat. Dikutip dari website Wolipopdetik.com bahwa saat ini di toko buku banyak beredar buku mewarnai untuk orang dewasa. Alasannya karena mewarnai buku memberikan banyak efek positif bagi otak dan kesehatan mental diantaranya yaitu meredakan stress, menghilangkan kejenuhan, memberi efek menenangkan, melatih kemampuan motorik otak, membuat otak lebih fokus serta menciptakan pola pikir kreatif.



Jadi Me-Time bagiku tidak harus dengan menghabiskan uang banyak, tidak harus melangkah keluar pintu, tetapi hanya dengan memegang kertas kosong dan pensil warna, aku bisa menghabiskan Me Time ku ^_^. Aku merasa bahagia dan aku juga bisa lebih menghemat uang membeli kertas surat. Selain itu sahabat-sahabat pena yang menerima surat-suratku juga senang. 

Dan sapa tau besok-besok hobby ini bisa lebih berkembang lagi dan aku bisa menjadi handlettering artist yang mendekor cafe atau restoran.

My hand lettering untuk sahabat penaku


Wednesday, November 22, 2017

TRIP HARI KEDUA DI BANGKOK: BERPOSE RIA DI HUA HIN


Trip hari pertamaku bersama kakak-kakak Cantika Amora di Bangkok adalah Shopping Ria di Chatuchak Market dan Asiatique The River Front (Baca Disini). Nah dihari kedua,kami akan berwisata mengunjungi wilayah selatan kota Bangkok yaitu Cham Am dan Hua Hin. Sehari sebelum berangkat, kita sudah diingatkan oleh Mr Pecky, driver taxi yang udah kita carter. Beliau mengingatkan agar kami sudah siap sebelum pukul 7 pagi. Karena pukul 7 teng kami akan memulai perjalanan. 

Untuk hari kedua kami di Bangkok, tempat yang kami kunjungi Instagramable banget. Jadi hari kedua ini, kami berpose ria dengan berbagai macam gaya di beberapa tempat. Sangking banyaknya foto yang kami ambil, memori hape kami semua jadi full. Jadi harap maklum dengan banyaknya foto yang saya posting di tulisan kali ini *soalnya dibuang sayang.

1. Maeklong Railway Station
    Tempat wisata pertama yang kami kunjungi adalah Maeklong Station. Tempat wisata ini nge-hits sejak banyaknya video yang beredar di Youtube menunjukkan aktifitas jual beli di pasar. Pasarnya seh biasa, yang dijual ikan, sayur, buah-buahan, dan beberapa kebutuhan sehari-hari lainnya. Gak beda jauhlah sama pasar tradisional yang ada di Indonesia. Yang bikin pasar ini jadi terkenal adalah karena tiap harinya pukul 08.40 pagi sebuah kereta akan melaju dan lewat di tengah-tengah pasar. Saya sendiri belum pernah liat videonya seh, kebetulan cuma dengar ceritanya dari Kak Mei. Jadi saya langsung membayangkan kereta panjang dan besar yang melaju cepat di tengah-tengah pasar. Pasti heboh banget.

Nah dari hostel ke Maeklong Railway Station ini kami menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam. Kami sampai pukul 08.30, dan Mr Pecky menyuruh kami bergegas karena kereta sebentar lagi akan lewat. Dan sesampai disana,wisatawan yang datang sudah meluber kemana-mana. Sampai-sampai untuk foto dengan latar tulisan Maeklong Station saja harus ngantri. 

Setelah foto dengan latar tulisan Maeklong Station, kita lalu cari posisi terbaik untuk mengabadikan kereta yang lewat di tengah-tengah pasar. Aku, Kak Ayu, Kak Rani dan Kak Rina mengambil tempat di belakang penjual sayur yang duduk santai di sebelah rel kereta. Beberapa menit menunggu, petugas penjaga rel meniupkan peluit panjang dan melambaikan bendera tanda kereta akan melintas. Semuanya bersiap siaga kamera di tangan kanan, sedangkan tangan kiri mencari pegangan takut terbang terbawa angin wkwkkw. 

Dan... ujug,ujug,ujug..tut.tut.tut.. kereta akhirnya melintas diantara penjual sayur dan buah. Saya lalu tertawa dalam hati, karena ternyata keretanya melintas dengan manja alias pelan sekali. Hum, agak sedikit kecewa karena lumayan jauh dari ekspetasi yang  aku bayangkan. Hahahaha...tetapi tak apalah yang penting udah punya foto dengan latar kereta fenomenal itu. 

Foto dengan latar om-om bule di belakang ^_^

Group Selfie dengan latar kereta fenomenal itu
Maeklong Station
2. Santorini Park Cha Am
    Setelah Maeklong Station, perjalanan kami lanjutkan ke Santorini Park Cha Am dengan waktu tempuh sekitar satu setengah jam. Tempat wisata ini beralamat di Kao Yai, Cha Am District, 76120 Petchaburi Thailand. Buka dari Pukul 09.30AM - 06.30PM. Tiket masuknya seharga 150 Baht. Itu sudah termasuk naik salah satu wahana. 

Santorini Park ini terinspirasi oleh sebuah pulau cantik di Yunani bernama Santorini Islands. Pulau ini terkenal karena keindahan bangunannya dengan nuansa biru putih yang menghadap langsung ke Laut Agea. Nah, Santorini Park yang ada di Thailand juga terdiri dari bangunan-bangunan cantik berwarna putih biru. Sangat cocok untuk kamu yang punya hobby foto. Semua sudutnya didesain unik, mulai dari tembok, lantai hingga kaca jendela. Jadi kalo kesini siapkan memori kamera dan power bank soalnya gak bisa nahan diri untuk jeprat jepret sana sini.



Jadi tiket masuk seharga 150 baht, kita sudah bisa puas-puas in mengeksplore banyak tempat untuk berfoto ria. Selain itu bisa bebas naik salah satu wahana permainan. Jadi di dalam santorini park ada banyak tempat bermain seperti Haunted house, Giant Swing, komedi putar, X Rider, Ferris Wheel, Alive Museum, dan lain-lain. Waktu itu kami nyobain X Rider. Sebuah wahana permainan dengan memakai efek layar 4D dilengkapi dengan kacamata, kursi motion dan layar lebar. Dan saat itu kita nyoba yang Coaster Park. Wah, walaupun cuma menonton di layar, sensasi naik roller coaster patah-patahnya benar-benar terasa. Apalagi yang pas rel kereta roller coasternya patah dan kita semua harus terjun bebas. Gak bisa nahan untuk gak teriak... lumayan seru seh. Durasinya juga lumayan lama, mungkin sekitar 20 menit.  
Kakak-Kakak Amora di Santorini Park

Kak Ayu lagi periksa tiket

Jangan lupa foto dengan biang lala raksasanya yah ^_^

Pose apa aja tetap cute yah ^_^
Ayu Eonnie loves ice cream too


Kak Rina On The Frame

Ngadem dulu sejenak..dan cekrek..

Belajar senyum dari si dog statue..air liurnya gak netes kan yak?


Di tengah terik matahari,,, liat air jernih rasanya... 

Sedangkan untuk mencoba wahana permainan yang lain seperti Ferris Wheel atau Haunted house harus beli tiket lagi. Kita gak nyoba seh soalnya sudah asyik foto disana sini. Terus di dalam Santorini Park ini juga ada dijual makanan dan minuman, dan kita juga gak nyoba soalnya gak tahu itu halal atau enggak. Selain toko makanan dan minuman ada juga toko untuk membeli souvenir dan pernak pernik lucu. Jadi bisa foto-foto sambil belanja. 


3. The Venezia Hua Hin
    Dari Santorini Park, perjalanan kami lanjutkan ke The Venezia Hua Hin. Letaknya tidak terlalu jauh dari Santorini Park. Mungkin sekitar setengah jam perjalanan dengan mobil. Objek wisata ini beralamat di 1899 Phet Kasem Road, Tambon Cha Am, Amphoe Cha Am, Chang Wat Phetcahburi 76120, Thailand. 

Tempat wisata ini buka dari jam 10.00AM - 08.00PM. Jadi The Venezian ini di desain mirip dengan Venesia, Italia. Nah objek wisata ini disebut sebagai Little Venice.  Dan ada juga loh gondola yang bisa kamu naiki saat berkunjung kesini. Tetapi waktu kita gak coba naik, soalnya kami datang di saat tengah hari. Dimana matahari bersinar sangat terik. 
Gaya super model yang lagi badmood tetapi harus tetap foto
Untuk tiket masuknya, waktu itu kita pilih yang One Day Package harganya 280 Baht. Dengan 280 Baht tersebut kita bisa masuk ke 3D Art Galery, Mini Train Ride, King and Queen Photo, dan Shepp Farm. Dari banyaknya wahana itu, kami menghabiskan banyak waktu di 3D Art Galery. Disitu tempatnya adem, jadi bisa bebas berfoto dengan riang gembira. Selain itu kita sempat juga naik Mini Train Ride keliling The Venezia ini. Selain tempat berfoto dan bersantai, di The Venezia ini kamu juga bisa belanja-belanja lagi. Disini banyak dijual barang-barang lucu dan unik. Selain itu ada juga tempat makan. Tetapi kita gak tahu halal ato enggak. Bagi yang muslim disini juga ada tersedia musholla loh, jadi gak usah khawatir kalo waktu sholat udah masuk. 

Abang Batman lagi jadi bodyguard

Itu abahnya kok perutnya bolong kak?

Arsitekturnya cantik yah

ternyata mancing ikan gede lebih gampang dari pada mancing hati kamu wkwkw

Lagi ngajak ngobrol dede Tyrex.. 

Itu pose bete karena Ibuk gak beli in permen


Fotonya cantik yah,,iya dong, siapa dulu photograpernya 


4. The Chocolate Ville
     Dan objek wisata terakhir yang kami kunjungi di Bangkok adalah The Chocolate Ville. Sebuah tempat objek wisata sekaligus tempat makan malam romantis. Bangunan-bangunannya didesain seperti bangunan eropa (*walaupun saya sendiri belum pernah ke Eropa). Buka dari jam 16.00-00.00. Beralamat di Khan Na Yao, 351 Bangkok 10230. Website: www.aboveeleven.com.

Sebenarnya kami berencana untuk makan malam disana. Tempatnya cantik sekali. Didesain dengan konsep dining in the park atau makan di taman. Tetapi hari itu tempatnya lumayan padat. Selain itu menu yang ditawarkan lagi-lagi membuat kami ragu apakah cukup halal untuk kami makan. Menu yang ditawarkan dimulai dari 200 baht. Cukup menguras kantong bagi backpaker macam saya. Dan akhirnya disana kami habiskan dengan berfoto-foto lagi. 

Di Chocolate Ville ini ada mercusuar yang bisa dinaiki sehingga kita bisa melihat seluruh pemandangan indah tempat tersebut. Ada juga kapal speedboat yang bisa dinaiki untuk berfoto. Ada begitu banyak bangunan-bangunan cantik yang bisa jadi latar belakang foto cantik kamu.

Dari Hua hin ke Chocolate Ville ini memakan waktu perjalanan sekitar 5 jam dengan naik mobil. Jika dari pusat kota Bangkok ke Chocolate Ville ini akan memakan waktu sekitar 45 menit. Tetapi karena berangkatnya dari Hua Hin, dan Chocolate Ville ini tempat terakhir yang kami kunjungi, jadinya rasa lelah, penat, bosan, lapar bercampur aduk dan membuat mood kami malam itu agak kurang bagus. Walaupun begitu, kita tetap puas karena sudah berpose ria disana... dan hari itu adalah hari terbanyak aku melakukan pose di depan kamera selama hidupku. Hehehehe
Mercusuar menyambut di dekat pintu masuk
Viewnya ala ala eropa gitu

Belajar senyum dari Labu Halloween itu 

Nelpon siapa kak?

Viewnya cantik full light

Kak Mey on the Frame


Chocolate Ville... See You Again in the Next Time

Hari kedua kami di Bangkok juga amat sangat melelahkan. Kita makan siang di mobil dengan mie gelas dan roti. Terus makan malam setelah kita sampai di Hostel dan itu sekitar pukul sebelas malam. Setelah itu pukul dua belas malam kita nongkrong di dekat hostel sambi makan martabak panas dan minum teh tarik. Dan jam segitu jalanan depan hostel masih sangat ramai. Beberapa orang masih berlalu lalang jalan kaki sepulang kerja. Beberapa juga masih duduk sambil menikmati kopi hangat dan berbincang santai. Dan jadi tahu kalo kota Bangkok termasuk kota yang aman dan nyaman walaupun itu lewat tengah malam. 

*NOTE: Postingan kali ini banyakan foto daripada tulisannya... sekali lagi harap maklum yak ^_^

REVIEW FILM KOREA : MY ANNOYING BROTHER

Hayooo... siapa yang suka berantem sama saudara sendiri. Kalau lagi dekat, kayak Tom & Jerry. Tetapi kalo lagi jauh saling mencari.. he...