Tuesday, December 26, 2017

TEMUKAN GAYA MENULISMU- MENULIS MUDAH DI ERA GENETIK

"A Writer is A Writer not because she writes well and easily. Not because she has amazing talent or because she does is golden. But A Writer is a writer because even when there is no hope, even when nothing you do shows any sign of promise you keep writing anyway"
(Junot Diaz, Professor of Writing)

     Beberapa waktu lalu saya kena writer block. Di minggu terakhir tahun ini saya berencana memposting satu tulisan per hari, tetapi yang ada saya hanya bisa menulis satu dua paragraf dan tak mampu menyelesaikannya. Akhirnya saya mulai membuka kembali buku-buku yang berbau kepenulisan dan menemukan sesuatu yang menarik. Dari buku Era Genetik-Learn Growth Professional yang ditulis oleh 15 Penggagas Era Genetik di Indonesia yaitu Agus Purnomo, M. Arif Setianto, Aster Sisi, Edy Darmoyo, Herawati Thahir, Mamanto Fani, Monde Ariezta, Iqbal Haryansah, Nyonyorino DS, Poerwanto, Rina Setiawati, Rindu Istiqomah, Sofyan Abdillah, Suryono Hadi Elfahmi, dan Yeti Sulfiati.
          Jadi di buku Era Genetik ini dibahas agar kita menemukan potensi terbaik kita dari pengenalan diri sendiri. Di buku ini kita diperkenalkan dengan konsep kecerdasan genetik (Genetic Intelligence) atau orang sering menyebutnya dengan Istilah STIFIn Concept. Jadi STIFIn Concept ini juga bisa disebut sebagai lima  bagian otak yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting. Dan kenyataannya bahwa setiap manusia yang terlahir di dunia memiliki bagian otak yang dominan yang kemudian menentukan cara berpikir alami dalam merespon stimulus lingkungannnya. Dan inilah yang disebut sebagai cara berpikir genetik (genetic of mind).
        Dan ternyata cara berpikir genetic ini juga mempengaruhi kita dalam menghasilkan karya atau mengembangkan sebuah tulisan. Nah berikut akan saya paparkan cara menulis mudah berdasarkan lima mesin kecerdasan otak dari Buku Era Genetik yang dicetak pada Maret 2017 (hal 13-22).

1. Era Menulis mudah Ala Sensing (S)
     Salah satu role model bagi penulis dengan mesin kecerdasan Sensing adalah Andrea Hirata. Seorang Penulis Fiksi yang telah melahirkan banyak karya diantaranya Novel Best Seller Laskar Pelangi. Ciri-ciri orang dengan tipe kecerdasan Sensing adalah memiliki kekuatan otot, aktif bergerak, pandai melihat fakta, menuntut bukti dan belajar dengan cara berlatih dengan tekun.
     Bagi orang Sensing, cara menulis termudah adalah dengan "cari dan curi" inspirasi dari tulisan orang lain. Orang sensing memiliki kelebihan di panca indranya serta cara berpikirnya yang administratif membuat ia pandai mencari, "mencuri", meniru lalu mengolahnya menjadi sesuatu yang baru dari hal-hal tersebut. Orang Sensing perlu meluangkan waktu untuk menangkap sebanyak mungkin peluang untuk mendapatkan ide. Hal yang paling mudah bagi orang dengan tipe Sensing menemukan ide adalah dengan menceritakan deatil apa yang ia lihat, lalu segera tuliskan. Setiap peluang yang terlihat adalah sumber inspirasi untuk menulis bagi orang dengan tipe Sensing. 

2. Era menulis mudah ala Thinking (T) 
     Penulis dengan tipe kecerdasan Thinking adalah Bapak Rhenald Kasali dan Raditya Dika. Ciri-ciri orang dengan tipe Thinking adalah cara berpikirnya yang sangat rasional, memakai logika, mengandalkan data, angka dan fakta. Konon bagi orang dengan tipe Thinking menulis bukanlah hal yang mudah sebab terlalu banyak yang harus dipikirkan sehingga membuat tulisannya tidak natural. Dan biasanya tulisan yang tidak natural akan kehilangan gelombang emosi dan nyawa. Jika pun ada gelombang emosi, maka itu hanya emosi yang sangat biasa. Tetapi bukan berarti seorang Thinking tidak bisa menghasilkan sebuah tulisan. Ia justru memiliki gaya khas dalam menulis. Salah satunya adalah kepandaiannya dalam menganalisis dan mengolah data. Menganalisis dan mengolah data adalah alat untuk melahirkan sebuah tulisan. 
         Bagi seorang Thinking, lebih mudah mengambil genre non fiksi. Sebab Thinking lebih optimal dalam mengolah data alurnya. Tidak perlu kompleks, asal sesuai dengan fakta logis atau ilmiah. Karena tema-tema sederhana dan efektif ini yang menjadi kekuatan bagi seorang Thinking. Gunakan alur bahasa yang sedikit rumit agar pembaca terbawa berpikir ilmiah. Dan jika seorang Thinking ingin membuat sebuah novel, pilihlah genre Sci-fic (Sains-Fiksi), komedi, atau cerita yang mengandung banyak misteri yang perlu dipecahkan oleh pembaca.

3. Era menulis mudah ala Intuiting
     Seorang dengan tipe Intuiting mempunyai ciri diataranya Kuat dalam ide, imajinasi, kreatifitas, dan inovasi. Jadi seseorang dengan tipe ini tidak diragukan lagi kemampuannya dalam menulis. Saat menyambung kata demi kata kedalam sebuah kalimat, ia mampu membuat orang terpesona. Gaya penulisannya liar dan seringkali dibumbui metafora dan bahasa-bahasa filosfis. Kekuatannya ada pada imajinasinya, sehingga pandai mengotak atik alur tulisan. Dan karena ia orang visual abstrak, maka membaca tulisannya seperti sedang menonton film dan mengajak kita membayangkan isi tulisan. Apalagi jika ia juga pandai desain atau menggambar, maka tulisannya kerap dilengkapi ilustrasi visual. Penulis dengan tipe Intuiting adalah Bang Tere Liye dan Merry Riana. 
       Bagi orang dengan tipe Intuiting ini, Genre yang paling mudah dan mengasyikkan adalah dengan menulis Fiksi. Kemampuannya mengkhayal memberikan ciri khas dalam membentuk karakter yang unik dan menarik. Namun kelemahan orang dengan tipe Intuiting adalah munculnya dilema saat ia mulai merasa kebanyakan ide dalam menulis. Ide yang terlalu banyak muncul di kepalanya membuat ia sering bingung sendiri. Selain itu orang dengan tipe Intuiting cenderung perfeksionis. Artinya ketika tulisannya ia anggap kurang menarik, ia mudah beralih untuk menulis dengan tema lain. Hambatan lain bagi seorang Intuiting adalah sifat malas yang sering menghinggapinya. Hal ini yang kemudian membuat ia sering menunda untuk menyelesaikan tulisannya. Jadi untuk orang dengan tipe Intuiting harus memiliki tekad dan impian yang besar untuk terus konsisten menyelesaikan tulisannya. Selain itu, ia perlu membuat Time Frame (batas waktu menulis) dan Outline (kerangka menulis). Dua hal tersebut yang akan membantunya menyelesaikan sebuah tulisan.

4. Era Menulis mudah ala Feeling (F)
    Ciri-ciri orang dengan tipe Feeling adalah kebiasaannya yang selalu mengandalkan perasaan, suka berbicara, dan belajar banyak dari mendengar. Cara menyenangkan untuk menulis bagi orang dengan tipe Feeling adalah dengan mengekspresikan gaya bercerita. Gaya bercerita atau naratif meliputi segala pilihan yang kita buat dalam meramu kisah, memulai soal penokohan hingga diksi atau pemilihan kata-kata. 
   Biasanya orang tipe Feeling adalah tipe yang suka bercerita lewat berbicara dibandingkan lewat tulisan. Kemalasannya untuk menulis apalagi membuat skema kepenulisan membuat tulisannya susah menemukan titik penyelesaian. Jika terjadi seperti itu, orang dengan tipe Feeling bisa meminta bantuan pada Ghostwriter atau co-writer yang akan bertugas mendengar omongannnya lalu menuangkannya dalam sebuah tulisan.
       Namun bukan tidak mungkin seseorang dengan tipe Feeling mampu menjadi penulis handal. Yang ia butuhkan hanyalah terus berlatih dan membiasakan diri menulis serta memperkaya bahan bacaan untuk meningkatkan kemampuan menulisnya. Jika telah terbiasa menulis, orang dengan tipe Feeling akan menemukan gaya penulisan khas sehingga tak mudah bagi orang lain untuk menirunya. Contoh penulis dengan tipe Feeling adalah JK Rowling dan Jamil Azzaini.

5. Era menulis mudah ala Insting (In)
    Orang dengan tipe Insting ditandai dengan ciri-ciri sikapnya spontan, praktis, suka menolong, cepat beradaptasi, dan serba bisa. Cara mudah menulis bagi orang Insting adalah dengan Menulis ide di manapun ia berada. Orang Insting adalah orang yang serba bisa. Di dunia tulis menulis ia adalah orang yang selalu cepat tanggap menangkap ide, kapanpun, dan di manapun. Jadi bagi orang Insting, ide itu bertebaran di mana-mana, hanya sayangnya Orang Insting terlalu spontan dan mudah berpindah-pindah hingga tidak tahu apa yang harus dituliskannnya.
      Satu hal yang harus dilakukan adalah terus membawa buku catatan kecil ke manapun ia pergi. Dan langsung tuliskan di buku catatan jika menemukan ide yang menarik. Pendek-pendek saja lalu rangkai menjadi sebuah kalimat. Bagi orang Insting, ia harus fokus dahulu dalam satu tulisan, dan jangan berpindah hingga satu ide tulisan tuntas tertuang. Karena salah satu kelemah orang insting adalah alergi dengan kata tuntas, ia kerapkali akan melompat ke ide menulis lain sebelum ide yang sebelumnya diselesaikan.
      Jadi saran buat tipe Insting adalah dengan membuat script write terlebih dahulu. Dengan begitu akan memudahkan tipe insting menyelesaikan satu buah tulisan. Dan jika ide seorang Insting begitu banyak karena kepandaiannya menangkap ide baru, maka ia perlu menantang dirinya sendiri untuk menghasilkan banyak novel dalam setahun.
       Saran lain buat tipe Insting adalah bertemu dengan orang-orang baru minimal sekali seminggu, lalu dengarkanlah ceritanya, keluarkan buku catatan lalu tulislah ide yang melintas. Semakin banyak orang yang ia temui makan semakin banyak inspirasi yang bisa ia dapatkan. Dan semakin kaya pula gaya penulisan karena karakter para tokoh yang ia temui. Menulis buku-buku inspirasi sangat cocok bagi Orang tipe Insting. Karena bahagianya orang Insting adalah ketika tulisannya bisa memberi Hikmah kepada banyak orang. Dan contoh penulis dengan tipe Insting adalah Uztads Yusuf Mansur dan Haruki Murakami. 
    Jadi segera temukan gaya menulismu.. 

lalu lepaskan ikatan yang membelenggu 
kemudian menulislah dan ubah dunia. 
Seperti kata Martin Luther "If you want to change the world, pick up your pen and write"


2 comments:

  1. Replies
    1. Tipe Feeling kayaknya sist ^_^
      slx kamu kan suka pake perasaan dan lumayan berisik hohoho
      Jadi untuk kamu harus lebih banyak berlatih menulis dan membaca..nanti kalo sudah terbiasa menulis, ide ide dr kepala akan lancar keluar

      Delete

Terima Kasih sudah berkunjung ^_^
Silahkan meninggalkan komentar jika berkenan

MY BEAUTIFUL POST CARDS

My Beautiful Post Cards  Udah Oktober dan target nulis di blogku sangat jauh dari resolusi yang kubuat di awal tahun. Seringnya seh nem...