Wednesday, June 24, 2015

#NulisRandom2015 : Day 24 (Review Buku Ya Allah Beginikah Pedihnya Sakaratul Maut? )




Judul               : Ya Allah, Beginikah pedihnya Sakaratul Maut?, Menengok Detik-detik   
    terakhir yang sangat menyakitkan dan Penuh Misteri
Penulis             : Zainul Arifin el Basyier
Penerbit           : Pustaka Almazaya, Yogyakarta
Cetakan           : I (Pertama), Maret 2015

Buku ini bukan novel atau kumpulan kisah, ini buku Non Fiksi. Liat dari cover nya aja udah ngeri, rasanya takut aja gitu kalau mau membicarakan soal kematian. Apalagi hal-hal yang berkaitan dengan sakaratul maut yang katanya akan sangat menyakitkan.

Menurut Hadits HR Bukhari “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutra. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutra yang tersobek?” atau menurut HR. Ibnu Abid Dunya “Sakitnya Sakaratul maut itu kira-kira tiga ratus sakitnya pukulan pedang” Hufttt... tahan nafas sejenak. Kebayang nggak sakitnya gimana? Jari Teiris pisau aja udah terasa nyeri banget gimana kalo tiga ratus pedang nancap di badan.

Dalam buku ini dibahas tentang enam tanda kematian sebelum sakaratul maut, godaan setan di saat sakaratul maut, sakaratul maut yang menyakitkan, perjalanan Ruh Manusia yang telah mati, hubungan Ruh Orang Mati dan  Hidup, dan masih banyak lagi.

Berikut saya paparkan sedikit tentang detik-detik ketika seseorang tidak bernyawa lagi  berharap bisa menjadi bahan perenungan buat kita semua. Ketika seorang manusia berada pada fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku sekitar tiga sampai empat jam dinyatakan telah meninggal dunia, kemudian memasuki jam ke enam, darah menggumpal, warna kulit mulai menghitam. Suhu tubuh lantas menurun drastis, isi perut mulai membusuk sebab mikroba, dn pankreas mulai mencerna dirinya sendiri. Hingga berselang sekitar dua hari usai kematian, tubuh orang tersebut menjadi lentur. Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah mulai menetes keluar dari mulut dan hidung. Kemudian dilanjutkan dengan warna tubuh yang berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah. Sehingga beberapa minggu kemudian rambut, kuku, dan gigi mulai terlepas. Kulit seseorang mulai mencair tatkala usia kematian menginjak sebulan. Sampai akhirnya yang tersisa hanyalah tulang-belulang dari tubuh (hal.31) Ini baru ditinjau dari segi medis.

Belum menceritakan bagaimana menyakitkan nya saat menghadapi sakratul maut. Para sahabat Rasulullah berpendapat bahwa rasa sakit saat prosesi sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan ke dalam perut seseorang, selanjutnya ditarik dengan sekuat tenaga. Sehingga ranting itu pun keluar membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa. Tak terbayangkan rasa sakitnya seperti apa. Buku ini tidak berniat menakut-nakuti tetapi hanya memberi peringatan kepada kita semua agar memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik-baiknya untuk menghadapi sesuatu yang paling pasti di dunia ini yakni Kematian.

Berikut sebuah puisi dari Almarhum Remi Soetansyah menceritakan tentang peneyesalan seseorang ketika ajal telah menjemputnya
“Andai Hari ini Aku dimakamkan"
Hari ini aku mati
Perlahan
Tubuhku ditutup tanah
Perlahan
Semua pergi meninggalkanku

Masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka
Yang mengiringi dan menangisi jenazahku
Ku ingin berteriak untuk tidak pergi dan meninggalkan ku sendirian
Tetapi  suaraku tercegat di kerongkongan
Tubuhku sudah kaku, suaraku telah hilang
Kini  aku sendirian
Di tempat gelap yang tak pernah terbayang
Sendiri
Menunggu pertanyaan malaikat

Belahan hati
Belahan jiwa pun telah pergi
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain
Aku bukan siapa siapa lagi bagi mereka

Sanak keluarga menangis
Sangat pedih
Aku pun demikian
Tak kalah sedih

Tetapi aku tetap sendiri
Di sini aku menunggu perhitungan
Menyesal sudah tak mungkin
Tobat tak lagi dianggap
Dan maaf pun tak bakal didengar
Aku benar-benar harus sendiri

Ya Allah
Jika engkau beri aku 1 lagi kesempatan
Jika engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikmu
Untuk aku memperbaiki diriku
Aku ingin meminta maaf pada mereka

Yang selama ini telah merasakan dzalimku
Yang selama ini sengsara karena diriku
Ataupun tersakiti olehku

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini
Yang telah kukumpulkan
Yang bahkan kumakan
Yang Allah beri lagi aku beberapa hari milikmu
Untuk berbakti kepada Ayah dan Ibu tercinta

Teringat kata-kata kasar dan keras
Yang menyakitkan hati mereka
Maaf kan aku ayah dan ibu
Mengapa tak kusadari betapa besar kasih dan sayangmu

Beri juga Ya Allah aku waktu untuk berkumpul dengan keluargaku
Menyenangkan saudara-saudara ku
Dan sungguh – sungguh beramal sholeh

Aku sungguh ingin bersujud dihadapan Mu lebih lama lg
Begitu menyesal diri ini
Kesenangan yang pernah kuraih dulu
Tak ada artinya sama sekali

Mengapa kusia siakan waktu hidup yang hanya sekali ini
Andai aku bisa putar ulang waktu itu

Aku dimakamkan hari ini
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan
Dan ketika semua menjadi terlambat
Dan ketika aku harus sendiri
Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab dan
Dikumpulkan di padang mahsyar


#NulisRandom2015 : Day 23 (Review buku Life's Jorney - Komaruddin Hidayat)


Judul Buku               : Life’s Journey, Hidup produktif dan bermakna
Penulis                      : Komaruddin Hidayat
Penerbit                     : Noura Books (PT. Mizan Publika)
Cetakan                     : II (kedua) Maret 2014
Tebal Halaman         : 243 halaman

Bapak Komaruddin Hidayat atau biasa dipanggil Mas Komar  yang saat ini mengemban amanah sebagai rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak awal 2007. Dari tangan nya lahir beberapa buku diantaranya: Agama Masa depan;  Tragedi Raja Midas; Menafsirkan Kehendak Tuhan; Psikologi Kematian; Psikologi Kematian 2; Passing Over; Melintas Batas Agama; Politik Panjat Pinang; Psikologi beribadah; Wisdom Of Life; Membuka mata, Menangkap Makna; Psikologi Agama, Jejak – Jejak Kehidupan; Spritual Side of Golf; Ungkapan Hikmah; Agama Punya 1000 nyawa; dan tentu saja buku dengan judul Life’s Journey ini.

#NulisRandom2015 : Day 22 (Review Novel Sunset Bersama Rosie - Tere Liye)


Judul Buku               :  Sunset bersama Rossie
Penulis                      : Tere Liye
Penerbit                     : Mahaka Publishing, Jakarta Selatan
Tahun Terbit             : 2012
Tebal Halaman         : 424 Halaman

“Tidak ada Mawar yang tumbuh di tegarnya karang”

Novel ini bercerita tentang rasa yang tak pernah terungkapkan, tentang perasaan cinta yang tersamarkan dalam hubungan persahabatan, tentang hubungan erat walaupun tanpa ikatan darah, dan tentang kesempatan yang datang terlambat.

Yay...akhirnya bisa kembali mereview novel karya Tere Liye. Sama seperti novel Tere Liye sebelumnya. Novel ini juga mengaduk-aduk perasaan. Aku harus menghabiskan waktu tiga hari untuk menyelesaikan membacanya padahal biasanya aku paling lambat membaca sebuah novel hanya sehari. Tetapi novel kali ini berbeda.

#NulisRandom2015 : Day 21 (Review Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin - Tere Liye)



This is the special gift from my best friend in my birthday last year... Hah, she always know what i want.....

Judul Buku   : Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Penulis          : Tere Liye
Penerbit         : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun Terbit : 2010
Cetakan         : Ke-17 pada September  2014
Tebal              : 256 Halaman

“Biarkan aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski baru terenggutkan dari tangkai pohonnya”

Ini jadi novel kedua karya Tere Liye yang telah kubaca dan ingin kubagi review nya. Semoga nanti akan ada buku ketiga, keempat, kelima, dst. Karena karya – karya Tere Liye memang sangat nikmat untuk dibaca. Terbukti dari belasan novel karya Tere Liye, dan banyak diantara nya yang masuk dalam Penjualan Best Seller dan berhasil diangkat ke layar kaca, seperti Hafalan Surah Delisa, Moga Bunda Disayang Allah, Bidadari-bidadari surga dan lain-lain.

#NulisRandom2015 : Day 20 (Book Addict)

Hah... saya selalu telat neh posting nya gara-gara tidak bisa efisien menggunakan waktu dalam sehari. Tetapi saya selalu berusaha untuk mengejar ketinggalan walaupun tidak sesuai dengan tanggal postingan nya, heheheheheh ^_^

Kali ini mau bahas tentang Book Addict??? Pernah dengar tentang istilah ini? Book berarti buku, Addict berarti kecanduan. Jadi book addict berarti kecanduan buku. Kira-kira apa ya bedanya book addict dengan bookworm (kutu buku). Mungkin sama saja, tetap sama-sama penggemar dan penggila buku. Hanya saja book addict kayaknya lebih keren daripada kutu buku. heheheh. Soalnya dari film-film yang saya liat seh, sosok kutu buku itu sering di identikkan dengan kacamata lebar, cupu, anti sosial, dan kurang gaul. Bahkan kata kutu sendiri sering juga dikonotasikan dengan sesuatu negatif semisal serangga perusak. 

Ok, kita cek dulu, ciri - ciri seorang Book Addict....
  1. Dibanding jalan-jalan ke Mall cari baju - baju unyu... seorang book addict lebih suka cuci mata ke toko buku. Liat buku-buku cantik tertata rapi di jejaran rak. Sampul-sampul warna warni plus alunan harmoni lagu-lagu keren. Pasti bikin Si Book Addict ini betah berjam-jam di toko buku.
  2. Lebih dari 80 % barang-barang yang seorang book addict inginkan di hari-hari special nya adalah tumpukan buku. 
  3. Saat teman-teman lagi berencana hang out ke bioskop untuk nonton film terbaru yang berasal dari novel. Si Book Addict akan bilang mending baca bukunya, lebih keren. 
  4. Seorang Book Addict pastilah jadi tempat meminta saran dari teman-temannya tentang buku-buku keren. 
  5. Menurut Si Book Addict, aroma relaksasi terbaik adalah aroma kertas buku baru.
  6. Tak ada yang membuat mata Si Book Addict ini lebih berbinar ketimbang saat merobek segel plastik buku baru.
  7. Si Book Addict akan bangun pagi dengan mata panda hanya karena semalam harus menyelesaikan buku yang sedang dibaca.
  8. Si Book Addict akan melirik tajam pada teman-teman yang datang meminjam buku karena teringat pepatah "Hanya orang bodoh yang meminjamkan teman nya sebuah buku, tetapi lebih bodoh lagi saat memimjam buku itu haruslah dikembalikan pada pemiliknya". (Ga' tau ne sumbernya dari mana...Yang pasti pernah denger aja)
  9. Menurut Si Book Addict tumpukan buku itu seperti harta karun yang semakin lama, maka ia semakin berharga.
  10. Dan buat Si Book Addict, membeli buku baru itu tak harus di tanggal muda, tak harus nunggu terima gaji dulu. Kalau lagi dapat buku yang ingin sekali dibaca, sisa uang selembar di dompet pun akan melayang. Walaupun bsk nya harus ngutang sama teman buat makan (heheheh, kalo ini pengalaman pribadi)



"Buku-buku yang kubaca selalu memberi sayap-sayap baru. Membawaku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan, melintas waktu dan peristiwa. Berbagi cerita cinta, menyapa semua tokoh yang ingin kujumpai sambil bermain di lengkungan pelangi" (Abdurrahman Faiz-Aku ini Puisi Cinta)


"Tips menjaga pikiran tetap sehat adalah dengan membaca" Anonim


"Siapa pun yang terhibur dengan buku, kebahagiaan tidak akan sirna dari dirinya" (Ali Bin Abi Thalib)


Saya bukan termasuk kelompok book addict, tetapi sejak beberapa bulan lalu seorang teman berkata bahwa buku adalah investasi terbaik. Jadilah saya mulai menyisihkan sedikit uang untuk membeli satu atau dua buku per bulannya. Hingga akhirnya itu menjadi kebiasaan,.. setiap awal bulan ga enak rasanya kalau ga nambah daftar koleksi buku walaupun bacanya masih sering di tunda-tunda, hehehehehe.

Monday, June 22, 2015

#NulisRandom2015 : Day 19 (Sucikan Hati)

Alhamdulillah masih bisa berpuasa hari ini. Tetapi entah kenapa hati ini tetap merasa tak tenang meski rasa rindu akan kampung halaman sudah bisa diatasi dengan tetap berkomunikasi dengan orang rumah via telepon kala buka puasa dan sahur. Entah kenapa hati ini masih merasa ada beban, serasa ada yang batu besar yang menghimpit dada. Rasanya ibadah tak bisa khusyuk bahkan terkesan tak bersemangat. Hingga kemudian di Jumat berkah ini saya mendengar tausyiah dari Radio tentang penyakit hati. Macam-macam penyakit hati dan bahaya penyakit hati yang bisa merusak nilai ibadah dan bahkan bisa merusak diri sendiri dari dalam. 

Dan setelah berpikir sejenak dan mendiagnosis diri sendiri sepertinya saya mengidap penyakit hati berupa Dengki stadium akut. Akhir-akhir ini saya sering merasa bahwa orang lain yang tidak bekerja banyak, malah mendapatkan hasil lebih. Saya sering merasa bahwa orang lain terlihat bahagia dibandingkan diri saya sendiri. Saya kadang merasa bahwa Allah tak berlaku adil. Sehingga kadang-kadang terselip dalam hati doa agar orang tersebut ditimpa kesialan (Astagfirullahal adzim)

Dengki adalah perasaan susah jika melihat orang lain mendapatkan kesenangan. Dan merasa senang jika orang lain mendapat susah. Hadits Riwayat Abu Dawud "Waspadalah terhadap Hasud (Iri dan Dengki) karena sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu bakar.

Dan beberapa saat lalu saya sempat mengikuti Terapi Qalbu, disana kita di ruqyah selama 5 menit. Tahap Awal kita diminta memenjamkan mata dengan tangan kanan menyentuh dada sebelah kiri, merasakan detak jantung. Dan tangan kiri menyentuh bagian perut. Masih memejamkan mata, kita diperdengarkan audio berupa lantunan ayat suci Al Qur'an. Lalu seorang Uztadz memandu kami untuk mengakui dengan tulus segala dosa-dosa yang telah kami perbuat. Memaafkan segala kesalahan orang lain. Mengikhlaskan segala apa Yang telah terjadi dan benar-benar berniat ingin menghilangkan penyakit dengki tersebut dalam hati. Setelah itu kami dipandu melafazkan surah Al Fatihah, Surah Al Ahad, Surah Al Falaq dan Surah An Nas. Tanpa sadar, air mataku mengalir deras, terkenang segala kesalahan yang telah kuperbuat. Dan Syukur Alhamdulillah saat membuka mata, terasa beban yang selama ini menghimpit dalam hati telah menghilang.

Dan kita dianjurkan untuk melakukan hal yang sama setiap perasaan Iri dan Dengki itu kembali datang. Memohon pertolongan dari Allah SWT dan senantiasa mensyukuri segala nikmat yang kita peroleh, serta mendoakan orang lain yang mendapatkan nikmat agar nikmat tersebut berberkah adalah pencegahan yang bisa kita lakukan agar penyakit tersebut tidak menghinggapi hati kita lagi. 

Saya pernah membaca cerita tentang seorang yang begitu iri dan dengki terhadap tetangganya. Ia sering merasa susah hati saat tetangga nya mendapat reski dan nikmat berlebih. Ia juga selalu merasa jengkel dengan kebahagiaan tetangga nya tersebut. Hingga kemudian rasa dengki menyelimuti hatinya. Pikiran sehatnya sudah tak bekerja. Yang ia inginkan hanyalah agar tetangga nya tersebut bersedih dan kebahagiaannya hancur. Ia lalu menyuruh pembantunya untuk menggorok leher nya lalu melapor ke polisi bahwa tetangga nya tersebut yang telah membunuhnya. Karena hanya hal itu yang dia pikir bisa membuat kebahagiaan tetangganya tersebut menghilang. (Na udzubillahi min dzalik) 

Sungguh penyakit dengki benar-benar berbahaya karena tak hanya membahayakan orang lain tetapi juga membahayakan diri sendiri. Menggerogoti hati dari dalam, menghanguskan segala amal ibadah dan akhirnya Neraka Jahannam tempatnya. 

Jadi di bulan suci penuh berkah ini, mari melatih diri dengan kesabaran dan mensucikan hati dengan mendekatkan diri selalu pada Allah SWT

Friday, June 19, 2015

#NulisRandom2015: Day 18 (Puasa Hari Pertama)

Sujud syukur tak terhingga akhirnya bisa bertemu kembali dengan Ramadhan yang penuh berkah. Dimana Pintu-Pintu Syurga dibuka lebar-lebar dan Pintu-Pintu Neraka ditutup rapat. Dimana amal pahala dilipat gandakan. Dan Dosa-dosa lalu dihapuskan. 

Sujud syukur tak terhingga karena menemui Ramadhan penuh berkah ini dengan kesehatan yang prima. Walaupun kondisi hati agak berantakan karena Ramadhan kali ini masih harus bertahan di tanah rantauan dan jauh dari Orang Tua. Harus menahan sedih karena tak bisa merasakan kehangatan keluarga saat sahur dan menelan air mata saat tak lagi mendengar kegaduhan adik-adik kecil ku saat waktu berbuka puasa. 


Tetapi lebih dari itu semua, aku tetap merasa bahagia karena segala kesedihan dan kesusahan ini bisa menjadi cambuk buat diri sendiri agar menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya. Betapa banyak orang-orang yang tahun lalu masih menemani kita menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan, tetapi di bulan ini dia tak lagi hadir di sisi kita karena lebih dahulu menghadap Yang Maha Kuasa. So, tak ada lagi alasan untuk bersedih hati meskipun hidup di perantauan itu sulit, dan akan terbalaskan dengan rasa bahagia tak terkira saat acara mudik ke kampung halaman tiba... 

Marhaban Ya Ramadhan 1436 H

gambar diambil dari erlindaindah.blogdetik.com



#NulisRandom2015: Day 17 (Review Movie Turbo)




Kali ini mau review film animasi Berjudul Turbo. Saya salah satu pencinta film animasi kayak gini. Soalnya ada banyak hikmah yang bisa dipetik lewat menonton film - film animasi kayak gini, selain kocak dan seru juga kayak Movie ini. Turbo merupakan sebuah film animasi yang diproduksi oleh DreamWorks Animation dan dirilis pada tanggal 19 Juli 2013.

Ceritanya menarik karena merubah hal mustahil menjadi sesuatu yang nyata asal kita punya kemauan untuk berusaha. Diceritakan tentang seekor siput kebun yang menjalani hari-hari biasanya bersama sekelompok siput kebun yang lain, bernama Theo. Dari kesehariannya yang biasa, menghabiskan hari-harinya di kebun sambil bersama teman-temannya dan mengumpulkan makanan, Theo ternyata memiliki hasrat terpendam. Dia punya mimpi besar untuk menjadi seorang pembalap seperti Idolanya. Tetapi mana mungkin seekor siput yang terkenal sebagai binatang paling lambat bisa mempunyai kecepatan seperti mobil balap, itulah yang sering dikatakan temannya. Tetapi Theo tak pernah menyerah, ia yakin mimpinya suatu hari bisa terwujud persis seperti yang dikatakan idolanya bahwa "Mimpi paling mustahil sekalipun pasti bisa terwujud jika kita percaya"

Hingga suatu hari Theo diusir oleh kelompok teman siputnya karena membahayakan dirinya dan teman - teman nya. Ia pun memilih pergi jauh tanpa arah dan tujuan, ia lalu menemukan sebuah garasi dan beristirahat dalam sebuah mobil. Ternyata mobil tersebut adalah mobil untuk balapan liar. Akhirnya Theo ikut dalam mobil balap tersebut dan tanpa sengaja ia meminum cairan aneh ketika terjatuh masuk dalam tangki mobil. Dan keesokan harinya ketika ia terbangun, ia memilih untuk melupakan mimpi nya. Ia menyadari bahwa seekor siput tak akan bisa seperti mobil balap. Ia pun kembali ke tempat nya dulu, bertemu dengan kawan-kawan siput kebun nya. Setelah meminta maaf dengan tulus, akhirnya ia diterima kembali setelah berjanji bahwa dia tak akan berbuat onar lagi dan tidak akan bermimpi untuk menjadi seperti mobil balap lagi. 

Lalu keajaiban terjadi saat Theo berusaha menyelamatkan sahabatnya dari cengkreman burung yang ingin memangsanya. Tiba-tiba theo bergerak cepat dan tak tentu arah. Ternyata cairan aneh yang diminumnya semalam mengubahnya menjadi seperti mobil balap. Dan disitu petualangan dimulai, bertemu dengan kawan - kawan siput yang mempunyai mimpi yang sama. Hingga akhirnya Theo bisa mengikuti turnamen mobil balap bergensi Indiana Polis, dan dia akhirnya bisa menang melawan idola nya yang ternyata tidak sebaik yang dia kira. Dia akhirnya bisa menang bukan karena cairan aneh yang sudah dia minum tetapi karena ia percaya pada kemampuan dirinya sendiri. 




Thursday, June 18, 2015

#NulisRandom2015 : Day 16 (Cerbung: Lelaki Berbaju Koko Putih-Part 2)


Pria berbaju koko putih tadi mengambil alih pembicaraan. Beberapa cewek anggota remaja mesjid yang sedari tadi juga terlihat bosan kini menatap lurus ke depan dengan serius. Aku pun tak punya alasan lagi untuk menunduk terus, aku ingin melihat wajah nya langsung. Aku berani kan mengangkat kepala dan menatap wajahnya yang hanya berjarak satu setengah meter dariku.

“Dan untuk teman-teman KKN terima kasih karena telah hadir di desa kami. Untuk ke depannya insya Allah kami akan meluangkan banyak waktu kami untuk membantu program kerja dari teman-teman...”

Wah.. dilihat dari jarak dekat dia lebih ganteng. Pandangan matanya sangat teduh, lesup pipinya selalu terlihat saat ia mengucapkan sebait kata. Senyum manisnya tak pernah lepas. Serta Alis tebalnya yang  benar-benar memikat.

“Dia sempurna” kataku pada diri sendiri. Aku tak berkedip menatapnya. Hingga kemudian bola mata kami bertemu. Aku langsung menundukkan pandangan. Kuharap tatapan mataku tadi tak membuatnya merasa aneh.

Seusai shalat ashar berjamaah, aku kembali ke posko dengan langkah-langkah tertatih. Sepertinya aku tak punya tenaga lagi untuk berjalan. Matahari masih bersinar sangat terik walaupun jam sudah menunjukkan pukul 4 lewat. Kupandangi anak-anak kecil yang sedang bermain di pinggir jalan. Aku menghampiri dan menyapa mereka, memperkenalkan diri dan bergabung bermain bersama mereka sejenak. Aku selalu suka dengan anak-anak. Tawa mereka selalu membuatku merasa bahagia. Dan beberapa menit perkenalan ku dengan mereka. Mereka telah tertawa riang melihat ku bermain asal-asalan. Tanpa kusadari ada satu pasang mata yang memperhatikan ku dari kejauhan.

Pukul 18.05 beduk adzan maghrib ditabuh, adzan berkumandang memenuhi langit jingga desa ini. Aku dan beberapa teman sudah duduk manis menatap hidangan buka puasa yang dipersiapkan Ibu Kepala Desa sejak siang tadi. Ada Es buah, ada dadar gulung, ada jalangkote, ada kue lapis, Es Sirup Leci dan buah pisang. Aku dan teman-teman yang lain menatap takjub takjil buka puasa di atas meja, lalu tiba-tiba ibu Kepala Desa menghampiri kami sambil membawa tambahan gelas untuk kami.

“Maaf ya Nak, cuma bisa menyiapkan buka puasa seadanya. Kalian sabar ya selama berada disini, nanti kalau kalian sudah kembali ke rumah masing-masing baru bisa makan enak lagi” kata ibu setengah baya tersebut.

“Wah Bu, ini takjil buka puasanya sudah lebih dari cukup bu. Kami malah bingung mau makan yang mana dulu, karena pilihan nya terlalu banyak” kata Ahmad berbasa basi, padahal dia sudah menghabiskan segelas es buah dan tiga potong dadar padahal baru sepuluh menit yang lalu waktu berbuka.

“Iya Bu. Kita sangat berterima kasih karena sudah disiapkan menu buka puasa sebanyak ini. Es buah nya sangat nikmat bu” Kata Rafi, wakil ketua yang sangat santun itu.

“Syukurlah kalau begitu. Kalian habiskan ya makanan nya. Kalo ndak habis nanti jadi mubazzir loh” kata bu Desa sambil beranjak menuju dapur.

“Siap bu, laksanakan” kata Radit, teman satu fakultasku yang bertindak sebagai Ketua Bidang Perlengkapan. Badannya kurus kerempeng tetapi nafsu makannya jauh lebih besar dibandingkan Ahmad yang bertubuh gemuk.

Aku hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah mereka yang seperti kesetanan menikmati sajian buka puasa itu. Tiba-tiba Rara, gadis bertubuh mungil yang kukenal sejak OSPEK, namun berbeda Fakultas dengan ku menghampiriku setelah membantu Ibu Desa di dapur.

“Astrid, tadi siang kamu ikut rapat sama anak-anak Karang Taruna dan Remaja Mesjid sini kan?” tanya Rara setengah berbisik padaku.

“Iya, aku ikut. Emang kenapa?”

“Tadi Radit cerita, katanya Ketua Karang Taruna merangkap Ketua Remaja Mesjid sini ganteng banget ya?” tanya nya antusias.

“Hum... gak ganteng-ganteng amat seh. Tetapi lumayanlah” kataku sambil terus mengunyah lapis legit kuning yang sisa beberapa potong di atas meja.

“Gak ganteng-ganteng amat ya? Tetapi kok kata Radit, waktu kamu liat dia katanya mata kamu membelalak dan tak berkedip sama sekali?” katanya lagi setengah mengejek.

“What?” aku hampir tersedak mendengar kata-kata Rara barusan. Aku langsung menoleh ke Radit yang tengah khusyuk menghabiskan Es Buah nya setelah tiga kali tambah. Radit yang dari tadi sibuk menatap mangkuknya lalu mengangkat kepala dan menoleh padaku. Ia lalu tersenyum manis menampakkan wajah innocentnya lalu segera kabur ke dapur.

“Radith, awas ya kamu” kataku dalam hati.

Aku kemudian tersenyum manis ke arah Rara yang terkekeh melihat Radit yang kabur sambil membawa kabur sesisir pisang dari atas meja.

“Hum, Entahlah. Persepsi orang tentang sosok ganteng itu kan beda-beda. Kalau kamu, udah selesai masa datang bulannya. Kamu bisa shalat berjamaah di Mesjid lagi dan melihat langsung yang namanya Mas Irwan itu” kataku sambil melanjutkan makan kue lapis legit terakhir yang ada di piring.

“Oh..namanya Irwan toh. Wah nggak sabar neh, mau lihat langsung orangnya kayak gimana?” kata Rara sambil tersenyum genit lalu berlalu ke dalam kamar.

Huftt.. aku menghela nafas panjang. Sialan, ternyata waktu di Mesjid tadi, Radit memperhatikan aku. Ya ampun aku jadi merasa malu sekali.

Bersambung...



#NulisRandom2015: Day 15 (Review Movie: Mari Lari)


Kali ini mau review movie Indonesia berjudul "Mari Lari". Movie ini ditulis oleh seorang wanita bernama Ninit Yunita yang sempat menjadi Duta Olahraga Lari. Dari pengalaman-pengalamannya dalam beberapa event Lari Maraton, akhirya ia menulis cerita berupa movie ini. Film ini dibintangi oleh artis - artis papan Indonesia, seperti Olivia Lubis Jansen, Dimas Aditya, Donny Damara, Ira Wibowo dan Ibnu Jamil. 

Dalam movie ini diceritakan tentang seorang pemuda tanggung bernama Rio yang diperankan oleh Dimas Aditya. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga yang berkecukupan. Sejak kecil seringkali melakukan sesuatu semaunya sendiri. Ia selalu memilih berhenti ketika ia menemui hambatan kecil. Mulai dari mengikuti les karate lalu segera beralih ke les piano. Baru beberapa saat ia memutuskan untuk berhenti lagi. Kemudian ia memilih untuk mengambil kuliah di Australia, dan baru beberapa saat berada disana ia memohon untuk pulang dan mengambil kuliah di Indonesia saja. Ibunya yang diperankan oleh Ira Wibowo, tak punya pilihan lain selain menuruti keinginan anaknya. Setelah kembali ke Indonesia, ia mengambil kuliah jurusan hukum dan setelah 7 tahun berlalu, kuliah nya belum selesai-selesai juga. Sang Ayah mulai tak suka dengan kelakuan Rio yang tak pernah menyelesaikan sesuatu. Hingga kemudian Rio memilih keluar dari rumah dan menjalani hidupnya sendiri. Dan sejak saat itu hubungan Rio dan Ayahnya mulai memburuk. Sejak keluar dari rumah, Rio tetap saja menjadi pemuda tanggung yang tak punya semangat dan cita-cita. Di kantor, ia menjadi salesman dengan tingkat penjualan terendah.

Titik balik kehidupan Rio mulai berubah saat Ibunda tercintanya meninggal dunia. Kata-Kata Sang Ibu menjadi pemacu semangatnya, "Selesaikanlah Nak, Apa yang sudah kamu mulai". Ia mulai bersemangat menjalani harinya terlebih lagi saat mengetahui bahwa Sang Ibu tercinta berencana untuk mengikuti Lari Marathon di Bromo. Ia pun mulai latihan berlari. Saat ia mulai berlari, ia bertemu dengan Annisa yang diperankan oleh Olivia Jansen Lubis. Semangatnya meningkat menjadi dua kali lipat karena Annisa tidak hanya menjadi teman berlari yang menyenangkan tetapi juga menjadi mentor berlari Rio. 



Movie ini memang tidak se booming Ayat-Ayat Cinta, atau Tenggelamnya Kapal Van der Wijk, tetapi movie ini tetap punya kualitas loh. Di movie ini diceritakan juga tentang asal mula lari maraton, dan tips-tips untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti lari maraton.

So,... recommended buat kamu yang malas buat menggerakkan badan apalagi lari. Banyak loch manfaat yang bisa diambil dari ikut lari maraton seperti ini. Diantaranya, seperti Rio ini, dia akhirnya bisa mengalahkan dirinya sendiri yang selalu ingin berhenti di pertengahan jalan. Hum.. jadi ingin ikut lari marathon juga, setidaknya sekali dalam seumur hidup




Wednesday, June 17, 2015

#NulisRandom2015 : Day 14 (cerita tentang mu)

Hah...rasa itu tiba-tiba hadir kembali ...tiba-tiba mengisi hati setelah sekian lama bersembunyi. Bukan bersembunyi tetapi lebih tepatnya disembunyikan, dan tentu terus kucoba lupakan. 

Hari ini saat membuka media sosial pagi-pagi, tiba-tiba wajah mu muncul di beranda. Wajah itu... entah sudah berapa lama tak melihat nya. Engkau terlihat tersenyum bahagia dengan baju koko abu-abu lengkap dengan kopiah putih menambah syahdu wajah lembut mu. Tetapi ada yang ganjil di foto itu. Kau sedang memangku gadis cilik berpipi temben dengan jilbab kembang. Wajah kalian terlihat berbinar bahagia. 

Hah..aku menahan nafas sejenak, tiba-tiba ada bunyi krek .. yang berasal dari hati ku. Mungkin hatiku sedang patah. Ini bukan pertama kalinya. Walaupun begitu aku masih belum terbiasa dengan rasa sakitnya. Patah hati terhadap seseorang yang hanya bisa disukai dalam diam. Aku memilih kata suka bukan kata Cinta. Karena bagiku kata Cinta hanya pas disematkan pada nama yang akan menemani nama ku di Buku Nikah kelak.

Kau entah bagaimana tiba-tiba nama mu mengisi hatiku. Sebuah nama Indah yang menjadi salah satu sahabat Baginda Nabi Muhammad SAW. Bukan hanya nama, perangai mu juga sangat santun berpadu dengan akhlah mu yang baik. Tetapi rasanya ada banyak orang yang juga memiliki sifat seperti itu. Tetapi entah kenapa kau tetap berbeda. Sempat beberapa kali menjadi makmum dan shalat berjamaah bersama mu. Sukses membuat tembok pertahanan hati ku runtuh. Hatiku tercuri oleh lantunan indah ayat-ayat Allah yang kau bacakan. Dan entah kenapa tiba-tiba air mata ku menetes saat engkau memimpin kami membaca doa usai shalat berjamaah dengan sangat khusyuk. Engkau bahkan mengulang doa ini hingga tiga kali

"Rabbana hab lana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a'yunin waj-'alna lil-muttaqina imama (Ya Tuhan Kami, Anugerahkan kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa" (Q.S Al Furqan: 74)"

Aku pun meng Amin kan doa yang kau panjatkan dengan setulus hati. Berharap Rabb Sang Maha Cinta kelak mempertemukan kita dengan sosok terbaik yang kita butuhkan. Walaupun nantinya bukan engkau yang menemaniku. Tetapi hari itu aku tetap mendoakan mu dengan segala ketulusan ku agar engkau juga benar-benar dipertemukan dengan sosok bidadari yang kelak menemani mu di Dunia dan Akherat. 
Mungkin sebagian doa ku telah terkabul, engkau telah menemukan pasangan hidupmu. Dan semoga sebagian doa ku yang lain juga bisa segera terkabul. Aku bisa dipertemukan segera dengan Imam ku, yang akan membimbingku Untuk Menggapai Cinta Sang Maha Rahman. 


Menelan rasa sakit hati ini.. ku upload juga foto ku bersama malaikat kecil bernama Kenshin. Anak laki-laki bule yang juga berpipi temben. Anak ganteng ini berumur 5 bulan. Dia anak dari Branch Manager kantor ku... Cute banget kan ^_^






Saturday, June 13, 2015

#NulisRandom2015: Day 13 (CerBung: Lelaki Berbaju Koko Putih-Part 1)


Hari yang panas...ketika adzan berkumandang.  kulirik jam tua yang tergantung di tembok kamar. Pukul 12.20. Hah...pantas saja hari terasa sangat panas, di tambah lagi tubuh yang mulai lemas dan dahaga yang sepertinya mengigit tenggorokan. 6 jam lagi. Aku hanya perlu bertahan 6 jam lagi hingga waktu berbuka puasa tiba.

“Hoi...Hoi..bangun..bangun ayo shalat berjamaah di mesjid” kudengar suara pintu kamar digedor – gedor keras dari luar.

Suara berat nan tegas itu pasti milik KorDes alias ketua kelompok KKN kami di Posko 15, Ahmad. Ini sudah hari ke 2 kami berada di Posko ini. Belum banyak yang kami ketahui tentang kampung tempat kami mengabdi ini. Dan tentu aku juga belum tau tentang makhluk manis yang nanti nya akan selalu menjadi semangat ku untuk bergegas shalat berjamaah di Mesjid.

Hari itu aku ke Mesjid dengan perasaan setengah hati. Di terik panas matahari yang serasa membakar ubun-ubun ini aku berangkat seorang diri ke Mesjid, yang syukurlah jarak nya tidak terlalu jauh dari posko kami. Tetapi karena matahari sedang panas-panas nya, aku merasa sedang berjuang menyeberangi gurun sahara. Dan mungkin ini juga alasan teman-teman ku yang cewek beralasan sedang berhalangan untuk shalat. Pasti itu hanya akal-akalan mereka saja. Sedangkan teman-teman ku yang cowok sudah berangkat duluan. Seandainya saja setelah shalat berjamaah dhuhur nanti tidak ada pertemuan dengan pemuda karang taruna di desa ini. Aku juga lebih memilih untuk shalat dhuhur di posko saja. Hanya saja aku yang berperan sebagai sekertaris di kelompok KKN ini haruslah datang.

Setiba di mesjid ternyata shalat berjamaah sudah dimulai. Segera aku bergabung sebagai Masbuq. Kuambil shaf paling ujung. Hanya ada 6 jamaah wanita. Tetapi jamaah pria ada dua baris. Sekilas kulirik jamaah pria yang tepat berada di shaf depan ku. Pakaian nya sangat rapi. Baju koko putihnya bercahaya diterpa sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela dengan sarung garis-garisnya yang juga terpasang rapi. Aku segera menundukkan pandangan dan segera memusatkan pikiran dan hatiku berhadapan dengan Yang Maha Kuasa sambil tetap mengikuti gerakan Imam.
  
Seusai shalat berjamaah aku masih tinggal duduk di Mesjid sambil berbincang-bincang sejenak dengan ibu-ibu yang juga jamaah di Mesjid tersebut. Kemudian kulirik Ahmad menghampiri laki-laki pemilik baju koko putih tadi. Mereka kemudian bersalaman lalu berbincang sejenak. Aku masih memperhatikan mereka dari kejauhan.  Aku menjadi penasaran seperti apa wajah laki-laki berbaju koko putih itu. Hingga kemudian muka ku menjadi bersemu merah ketika tiba-tiba kordes menunjuk ke arahku diikuti oleh tatapan mata pria berbaju koko putih tadi. Wuah...rasanya jantung ku hampir copot, aku merasa seperti pencuri yang ketangkap basah. Aku akui memang aku curi-curi pandang dari tadi. Tetapi entah kenapa saat mata ku dan mata pria berbaju koko putih tadi bertemu. Aku merasa aku yang kecurian. Pria berbaju koko putih tadi hanya sesaat langsung mencuri hatiku. Huahh....Tatapan matanya yang teduh, senyum nya yang hangat, dan wajahnya yang kuakui memang diatas rata-rata. Kalau mau digambarkan dia mirip sama aktor tampan dari China, Jimmy Lin. Idolaku sejak aku masih kecil. Yah..dia mirip Jimmy Lin.

Huah...aku kembali bersorak dalam hati. Syukurlah teman-temanku yang cewek tadi tidak ikut shalat berjamaah. Sekarang aku jadi yang pertama melihat makhluk Indah Ciptaan Tuhan itu. Beberapa menit kemudian kami sudah duduk melingkar. Rapat kali ini bukan acara penting, hanya sebatas perkenalan saja dengan pemuda karang taruna kampung tersebut dan para remaja Mesjidnya. Aku merasa suasana hatiku tidak karuan. Jantung ku berdegup kencang, betapa tidak, pria berbaju koko putih tadi duduk pas di depanku.  Hanya berjarak satu setengah meter saja. Semoga dia tidak mendengar detak jantungku yang rasanya berbunyi seperti genderang perang. Kulirik Ahmad selaku Kordinator Kelompok kami membuka rapat sekaligus memperkenalkan diri secara resmi. Ia berbicara panjang lebar tentang visi dan misi KKN kali ini dan apa yang ingin dia tawarkan untuk menjadi program kerja kami selama 2 bulan berada di kampung Maja ini.

“Terima Kasih buat rekan-rekan karang taruna dan teman-teman remaja mesjid yang sudah menyempatkan waktunya untuk bertemu dan berkenalan dengan kami..bla...bla..was..wes”

Aku sudah tak lagi memperhatikan apa yang Ahmad katakan. Seperti biasa kalau dia diberi kesempatan berbicara dia pasti lupa waktu. Aku hanya sibuk mencoret-coret kertas di depan ku. Berpura-pura sibuk. Padahal aku hanya sibuk menenangkan hatiku yang tak karuan rasanya. Ingin sekali kuangkat kepalaku menatap langsung wajah manis itu. Tetapi aku tak sanggup. Aku takut ketika aku menatap wajahnya aku tak akan bisa berpaling. Hahaha, aku tertawa-tawa dalam hati. Sebelumnya ku pikir hari – hari ku selama dua bulan di kampung ini akan membosankan dan hampa. Tak kusangka baru dua hari berada disini aku sudah menemukan sesuatu yang menarik. Lamunan ku tiba-tiba buyar. Ketika kudengar Ahmad menyebut namaku.

“Dan ini Astrid Wirajaya, dia bertindak sebagai sekretaris kelompok kami”

Aku segera mengangkat wajah dan kulihat semua mata tertuju padaku tanpa terkecuali laki-laki berbaju koko putih itu. Aku kemudian refleks mengembangkan senyum lebar dan mengangguk. Semoga senyum kaku yang kulemparkan tidak menakutkan.

“Dan mungkin itu perkenalan dari kami. Semoga kehadiran kami benar-benar bisa memberikan arti buat desa ini. Dan kedepannya tentunya kami mengharapkan bantuan dari teman-teman karang taruna dan Remaja Mesjid Jauharatul Khadra ini. Selanjutnya saya serahkan pada Kak Irwan selaku ketua karang taruna” kata Ahmad sambil menoleh ke laki-laki Berbaju koko putih itu.

(Bersambung)




Thursday, June 11, 2015

#NulisRandom2015: Day 12 (Menulis Tiap hari???? I think I Can do it)



Yah sudah memasuki hari kesebelas dari tantang nulis tiap hari ini. Awalnya kupikir nulis tiap hari bukanlah perkara mudah. Tetapi setelah berjalan beberapa hari, tantangan menulis tiap hari ini mulai terasa. Aku mulai kehilangan ide tentang apa yang harus kutulis. Ada dalam beberapa hari aku buntu banget ga tau mau nulis apa. Akhirnya setelah membaca buku, mendengar berita, menonton movie, saya jadi mulai mengingat kembali apa yang saya ketahui kemudian menghubungkannya hingga akhirnya jadilah tulisan. Walaupun tulisan nya masih hancur, Ejaan nya banyak yang salah, alur nya berantakan, salah pengetikan dan tanda baca, tetapi saya tetap berusaha untuk nulis tiap hari. Rasanya sangat menyenangkan bisa menghasilkan satu tulisan dalam satu hari. Dan saya pun mulai kecanduan untuk menyelesaikan satu tulisan yang saya telah mulai untuk segera di posting. Ada perasaan puas saat mulai membaca kembali tulisan yang telah utuh itu. 

Aku pun mulai melihat kembali potongan - potongan tulisan yang tercecer di file laptop. Seringkali kalau lagi mood bagus aku pun memulai menulis. Baru beberapa kalimat, aku memilih untuk berhenti menulis karena kehabisan kata-kata. Akhirnya tulisan ku hanya terdiri dari potongan-potongan saja. Tak ada satu pun yang jadi tulisan utuh. Dan setelah mengikuti tantangan Nulis Random ini saya jadi punya motivasi untuk menyelesaikan tulisan yang saya buat. Dan Semoga kebiasaan ini bisa terus bertahan dan berkembang tiap harinya. Amin



#NulisRandom2015: Day 11 (Review Buku Dream Catcher - Alanda Kariza)


Judul Buku   : Dream Catcher
Penulis          : Alanda Kariza
Penerbit         : Gagas Media, Jakarta Selatan
Cetakan         : Kedua, 2012
Tahun Terbit : April 2012
Tebal              : 217 Halaman

Hm.... ini neh salah satu buku favorit saya judul nya Dream Catcher. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti penangkap mimpi. Ditulis oleh gadis cantik yang pernah menjadi Finalis Termuda dalam CosmoGirl of The Year di tahun 2006. Selain cantik, Alanda Kariza ini juga sangat cerdas dan berwawasan luas. Terbukti dari keikutsertaan nya dalam mewakili Indonesia di Forum International – Global Changemakers (2008), One Young World (2011), High Level Planel on Youth “Global Youth, Leading Change” (2011). 

#NulisRandom2015: Day 9 (Review Novel Koala Kumal - Raditya Dika)


Judul Buku                : Koala Kumal
Penulis                      : Raditya Dika
Penerbit                     : Gagas Media, Jakarta Selatan
Tahun Terbit             : Januari 2015
Tebal Halaman         : 247 halaman

Yey..akhirnya punya novel ini. Hahahahaha, soalnya menurut salah satu teman, waktu buku ini pertama kali di terbitkan di awal tahun 2015 tepatnya di tanggal 17 Januari 2015 dan di Pukul 00.01 malam di buka Pre Order nya bukunya langsung sold out 1000 eksamplar. Wuah... itu buku ato keripik ya, laris amat. Hum... wajar seh, secara Raditya Dika siapa seh yang ga kenal.  Seorang anak muda bersemangat yang sukses melahirkan 7 novel dan beberapa diantaranya sudah di film kan. Dan beberapa waktu lalu di ajang penghargaan bergensi salah satu stasiun TV Mas Raditya Dika menyabet 2 penghargaan dari film Marmut Merah Jambu.