Monday, June 22, 2015

#NulisRandom2015 : Day 19 (Sucikan Hati)

Alhamdulillah masih bisa berpuasa hari ini. Tetapi entah kenapa hati ini tetap merasa tak tenang meski rasa rindu akan kampung halaman sudah bisa diatasi dengan tetap berkomunikasi dengan orang rumah via telepon kala buka puasa dan sahur. Entah kenapa hati ini masih merasa ada beban, serasa ada yang batu besar yang menghimpit dada. Rasanya ibadah tak bisa khusyuk bahkan terkesan tak bersemangat. Hingga kemudian di Jumat berkah ini saya mendengar tausyiah dari Radio tentang penyakit hati. Macam-macam penyakit hati dan bahaya penyakit hati yang bisa merusak nilai ibadah dan bahkan bisa merusak diri sendiri dari dalam. 

Dan setelah berpikir sejenak dan mendiagnosis diri sendiri sepertinya saya mengidap penyakit hati berupa Dengki stadium akut. Akhir-akhir ini saya sering merasa bahwa orang lain yang tidak bekerja banyak, malah mendapatkan hasil lebih. Saya sering merasa bahwa orang lain terlihat bahagia dibandingkan diri saya sendiri. Saya kadang merasa bahwa Allah tak berlaku adil. Sehingga kadang-kadang terselip dalam hati doa agar orang tersebut ditimpa kesialan (Astagfirullahal adzim)

Dengki adalah perasaan susah jika melihat orang lain mendapatkan kesenangan. Dan merasa senang jika orang lain mendapat susah. Hadits Riwayat Abu Dawud "Waspadalah terhadap Hasud (Iri dan Dengki) karena sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu bakar.

Dan beberapa saat lalu saya sempat mengikuti Terapi Qalbu, disana kita di ruqyah selama 5 menit. Tahap Awal kita diminta memenjamkan mata dengan tangan kanan menyentuh dada sebelah kiri, merasakan detak jantung. Dan tangan kiri menyentuh bagian perut. Masih memejamkan mata, kita diperdengarkan audio berupa lantunan ayat suci Al Qur'an. Lalu seorang Uztadz memandu kami untuk mengakui dengan tulus segala dosa-dosa yang telah kami perbuat. Memaafkan segala kesalahan orang lain. Mengikhlaskan segala apa Yang telah terjadi dan benar-benar berniat ingin menghilangkan penyakit dengki tersebut dalam hati. Setelah itu kami dipandu melafazkan surah Al Fatihah, Surah Al Ahad, Surah Al Falaq dan Surah An Nas. Tanpa sadar, air mataku mengalir deras, terkenang segala kesalahan yang telah kuperbuat. Dan Syukur Alhamdulillah saat membuka mata, terasa beban yang selama ini menghimpit dalam hati telah menghilang.

Dan kita dianjurkan untuk melakukan hal yang sama setiap perasaan Iri dan Dengki itu kembali datang. Memohon pertolongan dari Allah SWT dan senantiasa mensyukuri segala nikmat yang kita peroleh, serta mendoakan orang lain yang mendapatkan nikmat agar nikmat tersebut berberkah adalah pencegahan yang bisa kita lakukan agar penyakit tersebut tidak menghinggapi hati kita lagi. 

Saya pernah membaca cerita tentang seorang yang begitu iri dan dengki terhadap tetangganya. Ia sering merasa susah hati saat tetangga nya mendapat reski dan nikmat berlebih. Ia juga selalu merasa jengkel dengan kebahagiaan tetangga nya tersebut. Hingga kemudian rasa dengki menyelimuti hatinya. Pikiran sehatnya sudah tak bekerja. Yang ia inginkan hanyalah agar tetangga nya tersebut bersedih dan kebahagiaannya hancur. Ia lalu menyuruh pembantunya untuk menggorok leher nya lalu melapor ke polisi bahwa tetangga nya tersebut yang telah membunuhnya. Karena hanya hal itu yang dia pikir bisa membuat kebahagiaan tetangganya tersebut menghilang. (Na udzubillahi min dzalik) 

Sungguh penyakit dengki benar-benar berbahaya karena tak hanya membahayakan orang lain tetapi juga membahayakan diri sendiri. Menggerogoti hati dari dalam, menghanguskan segala amal ibadah dan akhirnya Neraka Jahannam tempatnya. 

Jadi di bulan suci penuh berkah ini, mari melatih diri dengan kesabaran dan mensucikan hati dengan mendekatkan diri selalu pada Allah SWT

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung ^_^
Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan