Wednesday, June 24, 2015

#NulisRandom2015 : Day 24 (Review Buku Ya Allah Beginikah Pedihnya Sakaratul Maut? )




Judul               : Ya Allah, Beginikah pedihnya Sakaratul Maut?, Menengok Detik-detik   
    terakhir yang sangat menyakitkan dan Penuh Misteri
Penulis             : Zainul Arifin el Basyier
Penerbit           : Pustaka Almazaya, Yogyakarta
Cetakan           : I (Pertama), Maret 2015

Buku ini bukan novel atau kumpulan kisah, ini buku Non Fiksi. Liat dari cover nya aja udah ngeri, rasanya takut aja gitu kalau mau membicarakan soal kematian. Apalagi hal-hal yang berkaitan dengan sakaratul maut yang katanya akan sangat menyakitkan.

Menurut Hadits HR Bukhari “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutra. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutra yang tersobek?” atau menurut HR. Ibnu Abid Dunya “Sakitnya Sakaratul maut itu kira-kira tiga ratus sakitnya pukulan pedang” Hufttt... tahan nafas sejenak. Kebayang nggak sakitnya gimana? Jari Teiris pisau aja udah terasa nyeri banget gimana kalo tiga ratus pedang nancap di badan.

Dalam buku ini dibahas tentang enam tanda kematian sebelum sakaratul maut, godaan setan di saat sakaratul maut, sakaratul maut yang menyakitkan, perjalanan Ruh Manusia yang telah mati, hubungan Ruh Orang Mati dan  Hidup, dan masih banyak lagi.

Berikut saya paparkan sedikit tentang detik-detik ketika seseorang tidak bernyawa lagi  berharap bisa menjadi bahan perenungan buat kita semua. Ketika seorang manusia berada pada fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku sekitar tiga sampai empat jam dinyatakan telah meninggal dunia, kemudian memasuki jam ke enam, darah menggumpal, warna kulit mulai menghitam. Suhu tubuh lantas menurun drastis, isi perut mulai membusuk sebab mikroba, dn pankreas mulai mencerna dirinya sendiri. Hingga berselang sekitar dua hari usai kematian, tubuh orang tersebut menjadi lentur. Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah mulai menetes keluar dari mulut dan hidung. Kemudian dilanjutkan dengan warna tubuh yang berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah. Sehingga beberapa minggu kemudian rambut, kuku, dan gigi mulai terlepas. Kulit seseorang mulai mencair tatkala usia kematian menginjak sebulan. Sampai akhirnya yang tersisa hanyalah tulang-belulang dari tubuh (hal.31) Ini baru ditinjau dari segi medis.

Belum menceritakan bagaimana menyakitkan nya saat menghadapi sakratul maut. Para sahabat Rasulullah berpendapat bahwa rasa sakit saat prosesi sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan ke dalam perut seseorang, selanjutnya ditarik dengan sekuat tenaga. Sehingga ranting itu pun keluar membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa. Tak terbayangkan rasa sakitnya seperti apa. Buku ini tidak berniat menakut-nakuti tetapi hanya memberi peringatan kepada kita semua agar memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik-baiknya untuk menghadapi sesuatu yang paling pasti di dunia ini yakni Kematian.

Berikut sebuah puisi dari Almarhum Remi Soetansyah menceritakan tentang peneyesalan seseorang ketika ajal telah menjemputnya
“Andai Hari ini Aku dimakamkan"
Hari ini aku mati
Perlahan
Tubuhku ditutup tanah
Perlahan
Semua pergi meninggalkanku

Masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka
Yang mengiringi dan menangisi jenazahku
Ku ingin berteriak untuk tidak pergi dan meninggalkan ku sendirian
Tetapi  suaraku tercegat di kerongkongan
Tubuhku sudah kaku, suaraku telah hilang
Kini  aku sendirian
Di tempat gelap yang tak pernah terbayang
Sendiri
Menunggu pertanyaan malaikat

Belahan hati
Belahan jiwa pun telah pergi
Apa lagi sekedar kawan dekat atau orang lain
Aku bukan siapa siapa lagi bagi mereka

Sanak keluarga menangis
Sangat pedih
Aku pun demikian
Tak kalah sedih

Tetapi aku tetap sendiri
Di sini aku menunggu perhitungan
Menyesal sudah tak mungkin
Tobat tak lagi dianggap
Dan maaf pun tak bakal didengar
Aku benar-benar harus sendiri

Ya Allah
Jika engkau beri aku 1 lagi kesempatan
Jika engkau pinjamkan lagi beberapa hari milikmu
Untuk aku memperbaiki diriku
Aku ingin meminta maaf pada mereka

Yang selama ini telah merasakan dzalimku
Yang selama ini sengsara karena diriku
Ataupun tersakiti olehku

Aku akan kembalikan jika ada harta kotor ini
Yang telah kukumpulkan
Yang bahkan kumakan
Yang Allah beri lagi aku beberapa hari milikmu
Untuk berbakti kepada Ayah dan Ibu tercinta

Teringat kata-kata kasar dan keras
Yang menyakitkan hati mereka
Maaf kan aku ayah dan ibu
Mengapa tak kusadari betapa besar kasih dan sayangmu

Beri juga Ya Allah aku waktu untuk berkumpul dengan keluargaku
Menyenangkan saudara-saudara ku
Dan sungguh – sungguh beramal sholeh

Aku sungguh ingin bersujud dihadapan Mu lebih lama lg
Begitu menyesal diri ini
Kesenangan yang pernah kuraih dulu
Tak ada artinya sama sekali

Mengapa kusia siakan waktu hidup yang hanya sekali ini
Andai aku bisa putar ulang waktu itu

Aku dimakamkan hari ini
Dan ketika semua menjadi tak termaafkan
Dan ketika semua menjadi terlambat
Dan ketika aku harus sendiri
Untuk waktu yang tak terbayangkan sampai yaumul hisab dan
Dikumpulkan di padang mahsyar


6 comments:

  1. Assalamualaikum saudara.. boleh saya tahu buku ini masih ada cetakan baru untuk dijual ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walaikumsalam Mbak Lydia,, thanks for visiting my blog
      Dulu aku beli nya via online, tp lupa websitenya
      Kayaknya buku ini dicetak dgn cover baru tetapi tetap dengan penulis yang sama. Silahkan kunjungi website ini http://www.bukabuku.com/browses/product/9786027307070/pedihnya-sakaratul-maut-gelapnya-malam-pertama-di-alam-kubur.html

      Delete
    2. sama-sama. terima kasih saudari Samaratul sudi membalas comment. jika tidak keberatan, bisa saudari share sedikit isi kandung dalam buku Ya Allah Beginikah Pedihnya Sakaratul Maut.

      Delete
    3. Actually, I have read this book two years ago, hehehehe jd agak lupa isi keseluruhannya kayak gimana. Trs buku ini skrg lg di pinjam sama teman mbak Lydya. Ttp intinya bukunya membahas ttg kedahsyatan sakaratul maut yg begitu pedih, lebih perih dari tusukan ratusan pedang

      Delete
    4. oh i see. hmmm, jadi kalau nanti temannya Samaratul sudah kembalikan buku itu, bisa gak nanti take a photo of several pages inside that book ? i just wanna make sure that content hehehehe :)

      Delete
    5. Ok Insya Allah ya Lydia.. Hehehe
      Not trouble at all

      Delete