Wednesday, June 24, 2015

#NulisRandom2015 : Day 21 (Review Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin - Tere Liye)



This is the special gift from my best friend in my birthday last year... Hah, she always know what i want.....

Judul Buku   : Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Penulis          : Tere Liye
Penerbit         : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tahun Terbit : 2010
Cetakan         : Ke-17 pada September  2014
Tebal              : 256 Halaman

“Biarkan aku luruh ke bumi seperti sehelai daun... daun yang tidak pernah membenci angin meski baru terenggutkan dari tangkai pohonnya”

Ini jadi novel kedua karya Tere Liye yang telah kubaca dan ingin kubagi review nya. Semoga nanti akan ada buku ketiga, keempat, kelima, dst. Karena karya – karya Tere Liye memang sangat nikmat untuk dibaca. Terbukti dari belasan novel karya Tere Liye, dan banyak diantara nya yang masuk dalam Penjualan Best Seller dan berhasil diangkat ke layar kaca, seperti Hafalan Surah Delisa, Moga Bunda Disayang Allah, Bidadari-bidadari surga dan lain-lain.

Novel ini sendiri bercerita tentang seorang gadis bernama Tania. Gadis kecil yang kehidupannya berubah drastis saat ayah nya meninggal dunia. Ia harus putus sekolah, dan mengamen bersama adiknya. Cerita dimulai ketika Tania kecil dan adik laki-lakinya bernama Dede sedang mengamen di bus kota. Kaki Tania kecil yang tak beralas apa-apa lalu menginjak paku payung yang tergeletak di tengah-tengah lorong bus. Lalu tiba-tiba seorang pria menghampiri lalu mengikatkan sapu tangan nya di kaki tania untuk menghentikan pendarahan. Beberapa hari berikutnya di dalam bus yang sama, Tania dan adiknya bertemu lagi dengan pria itu. Kali ini bukan sapu tangan yang ia beri tetapi Pria itu memberikan Tania dan adiknya sepatu. Dan sejak saat itu Tania merasa ia menemukan sosok keluarga baru, layaknya seorang ayah, kakak laki-laki atau apalah itu. Pria tersebut bernama Danar. Seorang pria berumur dua puluh lima tahun yang terpaut beda usia yang jau dengan Tania. Sosok baik hati bagai malaikat yang sengaja di kirim Tuhan Untuk keluarga Tania. Dan sejak saat itu Tania berjanji untuk mengikuti semua yang dikatakan oleh malaikat baik hati itu. Hingga kemudian timbul benih-benih cinta di hati Tania.

Kisah kehidupan Tania yang mengesankan... dari seorang gadis kecil pengamen jalanan yang akhirnya bisa bersekolah di luar negeri. Perbedaan usia yang jauh dengan orang yang disukai nya membuatnya harus rela mengikhlas kan hatinya bagai daun yang akhirnya jatuh dari dahannya. Walaupun di akhir cerita, Tania menemukan sebuah kenyataan yang seharusnya menggembirakan, tetapi Tania dewasa memilih untuk mengikhlaskan cinta pertamanya itu.





0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung ^_^
Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan