Senin, 01 Juni 2015

Review Buku From Zero to Hero Karya Solikhin Abu Izzuddin


Judul Buku      : ZERO to HERO, Mendahsyatkan pribadi Biasa menjadi Luar Biasa
Penulis             : Solikhin Abu Izzudin
Penerbit           : Pro U-Media, Yogyakarta
Tahun Terbit    : 2006
Tebal Halaman : 300 Halaman

Dulu saya sering membaca kalimat ini “From Zero to Hero” yang berarti dari tak ada apa-apa, dari angka nol yang berarti kosong menjadi Hero, sosok pahlawan yang bisa menyelamatkan orang lain. Saya sering dapat kalimat tersebut, entah itu di seminar-seminar, kata-kata motivasi atau update an status teman di media social. Jadi pas nemu buku ini di Bazar buku tempo hari, saya langsung meraihnya walaupun uang di dompet sisa selembar untuk bertahan selama seminggu, hihihi

Ok, back to the topic. Buku ini adalah buku non fiksi yang juga berisi banyak cerita – cerita motivasi, kiat-kiat sukses, hikmah-hikmah, cara-cara cerdas yang sangat tak biasa, kata-kata bijak, dan tentunya petuah – petuah tentang menjalani hidup dengan lebih berarti.
Kalimat pembuka pertama langsung menyentak “ Barangsiapa yang tidak menyibukkan diri dalam kebaikan niscaya ia akan disibukkan dalam keburukan”. Dahsyat bener kan? (Hm... saya langsung terkenang akan waktu yang saya habiskan hanya untuk bengong gak jelas. Ckckck)
Perlu quotes dahsyat: Ini neh dari Umar bin Abdul Aziz “Aku akan duduk di sebuah tempat yang tidak kuberikan sedikit pun tempat untuk syaitan” (hal.31)
Atau perlu perenungan diri... coba baca ini... Menurut Nabi, rata-rata umur umatnya sekitar 60 tahunan. Waktu kita sama dalam sehari 24 jam. Cara kita menggunakan waktu kitalah yang membuat kita berbeda. Kalau dihitung, masing-masing waktu kita sama yakni 60 detik dalam satu menit, 60 menit dalam satu jam, dan 24 jam dalam sehari. Namun kata Imam Al Ghazali, kalau orang umurnya 60 tahunan-dan menjadikan 8 jam sehari untuk tidur, maka dalam 60 tahun ia telah tidur 20 tahun. Berarti sepertiga hidup kita hanya dihabiskan untuk tidur. (hal.33)
Perlu suntikan semangat.... Coba baca kalimat ini: Kita orang biasa, tentu banyak keterbatasan, kekurangan, kelemahan, kegagalan, kemalasan, dsb. Ubah paradigma dan cara pandang kita. Jangan menyalahkan keadaan, tapi ciptakan keadaan. Tak usah mempermasalahkan kelemahan, tapi ubahlah keterbatasan menjadi anak-anak prestasi tinggi, amal-amal terpuji dalam jiwa pahlawan sejati. Bicaralah dengan kerja. Hiduplah ceria dengan kreativitas, cerdaskan jiwa agar bahagia. Bila orang pesimis berkata, Masalah ini mungkin diselesaikan, tapi sulit. Maka orang optimis berkata “Masalah ini sulit tapi mungkin untuk diselesaikan” (hal.35)
Billy P.S Lim, motivator kelas dunia yang berbasis di Malaysia, pernah menanyakan kepada peserta trainingnya tentang satu hal menarik, “Mengapa orang akan tenggelam apabila jatuh ke dalam air?” berbagai jawaban diberikan tetapi yang paling sering ialah “Dia tak dapat berenang”. Yang hadir heran, karena Lim mengatakan jawaban tersebut salah. Karena jawaban yang benar Menurut Lim adalah “Orang tenggelam karena dia menetap disitu dan tidak menggerakkan dirinya ke tempat lain”
Dahsyat sekali, yang perlu kita lakukan hanya bergerak, jangan berdiam diri selama kita masih bernafas. Karena berdiam diri berarti binasa. Buku ini recommended banget buat kamu yang saat ini merasa down, kehilangan harapan, tak punya impian, ragu untuk melangkah. Karena buku ini berisi kisah-kisah sahabat Nabi, Kisah-kisah Imam yang terkenal, Kisah orang sukses di masa sekarang, dan hal-hal lain yang apabila kita renungi dan resapi mampu meledakkan semangat kita kembali untuk memperbaharui hidup. Kita merindukan jadi pahlawan, minimal buat diri kita. Itulah kerinduan yang menggugah jiwa untuk selalu berkarya dan mengharap surga.



0 komentar:

Posting Komentar