Senin, 14 September 2015

Review Novel Api Tauhid - Habiburrahman El Zhirazy


Judul Buku             : Api Tauhid (Novel Sejarah Pembangun Jiwa)
Penulis Buku           : Habiburrahman El Zhirazy
Tahun Terbit           : 2014
Penerbit                 : Republika
Jumlah Halaman     : 573 Halaman

Senang sekali akhirnya bisa menemukan kembali karya baru Kang Abik (Panggilan Akrab Habiburrahman El Zhirazy). Sejak pertama membaca Novel Ayat-Ayat Cinta, saya pun langsung jatuh cinta dengan tulisan Kang Abik. Mulai dari Novel Ayat-Ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Dalam Mihrab Cinta, Pudarnya Pesona Cleopatra, Bumi Cinta, Ketika Cinta berbuah Surga Hingga Novel Api Tauhid ini, semuanya keren. Selalu ada pesan-pesan moral di dalamnya, nasehat religi, dan penggambaran Luar Biasa dari tokoh dan setting tempat nya.
Kalau Novel Ayat-Ayat Cinta mengambil setting di Cairo, Novel Bumi Cinta mengambil setting di Rusia, Novel Api Tauhid ini mengambil setting di wilayah Turki. Penggambarannya sangat jelas, seolah – olah kita benar-benar bisa menikmati indahnya lekuk-lekuk kota Istanbul tersebut. Di Novel ini, Kang Abik mengajak kita berkenalan dengan sosok Fahmi. Anak Muda bersemangat yang sedang menjalani studinya di Madinah. Semuanya berjalan baik- baik saja hingga kemudian takdir mempertemukan nya dengan Pak Kyai Arselan Yosowilangun. Kepala Pondok Pesantren Manahilul Hidayat tersebut lalu menikahkan Fahmi dengan putrinya, Firdaus Nuzula. Proses lamaran hingga akad nikah semuanya berjalan lancar. Dan Fahmi pun kembali ke Madinah untuk menyelesaikan studinya. Di saat ia merasa sangat bahagia karena telah mempunyai seorang istri yang membuat hatinya selalu berbunga-bunga, tiba-tiba saja ia mendapat kabar dari Mertuanya yang tak lain adalah Pak Kyai Arselan agar menceraikan putrinya. Fahmi yang tak tahu apa-apa, merasa sangat terpukul dengan keputusan mertuanya tersebut. Dalam rangka mengobati hatinya yang terluka dan mencari jalan terbaik dari masalahnya, ia memilih untuk i’tikaf di Mesjid Nabawi dan bernazar untuk mengkhatamkan Al Qur’an sebanyak 40 kali dalam waktu 15 hari. Karena terlalu memaksakan diri, akhirnya Fahmi jatuh sakit dan harus dirawat di Rumah Sakit untuk sementara waktu. Sahabat-sahabat Fahmi merasa sangat kasihan padanya, dan menyarankan agar Fahmi melakukan liburan ke Turki sekaligus mencari tahu jejak sejarah hidup ulama besar Syaikh Badiuzzaman Said Nursi, Ulama yang dikenal sebagai keajaiban zaman. Perjalanan Fahmi dan Sahabatnya kemudian mempertemukannya dengan dua orang gadis bernama Aysel & Emel yang jatuh cinta diam-diam dengan sosok Fahmi yang bersahaja.  
Novel nya menggabungkan nuansa romantisme kehidupan Fahmi dan sepak terjang perjuangan Syekh Said Nursi mulai dari pertemuan Ayah dan Ibunya, kemudian lahirnya, beranjak dewasa hingga akhirnya kembali ke Pangkuan Ilahi. Benar-benar novel sejarah yang mengagumkan, mendebarkan, dan tentu sangat recommended untuk kamu agar semangat menegakkan Kalimat Tauhid juga bisa berkobar di hati kita. 




0 komentar:

Posting Komentar