Tuesday, August 25, 2015

Novel Waktu Aku sama Mika dan Karena Cinta itu sempurna - Indi



Hari ini aku masih diberikan kesempatan membuka mata kembali.  Pagi yang indah...udara sejuk langsung memenuhi rongga dadaku memberi sensasi damai. Bisa terbangun di pagi hari dengan kondisi tubuh yang lengkap, tanpa rasa sakit, dan sehat wal’afiat adalah sebuah nikmat yang luar biasa yang terkadang lalai untuk kita syukuri. Yang ternyata nikmat ini tak diberikan kepada semua orang. Kemarin habis baca dua novel karya Indi. Seorang gadis penderita Scoliosis atau seseorang yang menderita tulang bengkok ke samping secara tidak normal mengakibatkan sulit bernafas dan rasa nyeri yang menjalar hingga ke seluruh tubuh)
Dua novel mini yang bisa habis dibaca dalam sekali duduk ini berjudul “Waktu aku bersama Mika” dan “Karena Cinta itu Sempurna”. Walaupun membaca nya tidak membutuhkan waktu yang lama, tetapi ada kesan mendalam saat telah menyelesaikan membacanya.
Buku pertama “Waktu aku bersama Mika” hanya terdiri dari 145 lembar. Ditulis dengan bahasa ringan, tidak berbelit-belit atau dengan bahasa ilmiah yang sulit dimengerti. Novel mini ini lebih mirip dengan sebuah buku harian yang minim percakapan. Hanya berisi tulisan-tulisan singkat yang mengungkapkan perasaan si penulis.  Sedangkan buku kedua berjudul “Karena Cinta itu sempurna” sudah nampak seperti sebuah novel mini berisi 180 halaman. Memiliki sebuah cerita, percakapan, dan alur. Tetapi kedua buku ini memiliki tema cerita yang mirip. Yaitu tentang seorang gadis penderita scoliosis yang harus menjalani hari-harinya dengan brace (besi yang dibuat menyerupai baju untuk menjaga kelenturan tulang) yang terus menempel di tubuhnya. Membuatnya agak sulit bergerak bebas hingga membuat nya merasa lemah dan tak percaya diri seperti anak-anak yang lain. 
Hingga kemudian hari-hari nya berubah menjadi lebih berwarna setelah mengenal cowok bernama Mika. Seorang cowok dengan penampilan luar urakan, dengan rambut gondrong dan tato di tubuhnya. Beberapa orang yang melihat nya pasti mengira bahwa Mika tak lebih dari anak nakal yang sering buat masalah. Tetapi buat Indi, Mika adalah sosok pahlawan, sosok malaikat, dan pacar yang baik hati. Mika selalu bisa membuat Indi merasa bahagia, merasa kuat, dan merasa berharga sebagai seorang manusia. Tetapi kemudian orang-orang disekeliling Indi menyuruhnya segera putus dengan Mika. Karena ternyata Mika sedang menderita penyakit HIV/AIDS. Mika mengajarkan banyak hal pada Indi. Tentang arti sebuah kehidupan, tentang memberi tanpa mengharapkan imbalan, dan tentang arti cinta yang sesungguhnya. Hingga kemudian, Penyakit HIV/AIDS yang diderita Mika menjadi semakin parah dan akhirnya maut menjemput nya. Walaupun sangat berat melepas kepergian Mika, seiring perjalanan waktu akhirnya Indi bisa memberikan hatinya pada orang lain. Tetapi tetap saja Mika menempati ruang special di hatinya. Quote favoritku adalah saat Indi berkata bahwa “Mika adalah Malaikat yang tak bersayap. Yang harus kembali ke Surga untuk mengambil sayap malaikatnya.” (hal... – buku Waktu aku sama Mika ). Dan terakhir, aku ingin mengutip pesan Mika Untuk Indi, “Sugar, seberat dan seburuk apapun kejadian yang pernah kau alami. Kamu harus percaya suatu hari semuanya akan menjadi pengalaman berharga bagimu. Bahkan jika itu sampai membuatmu bersedih dan menangis” (hal 165 – buku Karena Cinta itu sempurna)

Yah....Membaca harusnya membuat rasa syukur kita bertambah, karena ternyata banyak orang-orang di sekeliling kita yang terlahir kurang beruntung. Dan anehnya mereka tetap bersyukur, tak pernah mengeluh, dan tetap menjalani hidup mereka dengan bahagia. Jadi buat kita yang terlahir sempurna rasanya tak ada alasan bagi kita untuk menjalani hidup ini dengan tidak bahagia... Iya kan???? Kalau kamu sedang merasa down atau ingin menyerah dengan hidup, sepertinya kamu perlu membaca novel mini ini agar kamu bisa merasakan perjuangan Indi untuk melawan penyakit Scoliosis nya dan hidup sebagai manusia normal.

Oh..iya thanks buat Verawati Sikki yang udah pinjemin ne buku.. hehehehehe ^_^ balikin nya kapan2 ya... 

2 comments:

  1. kisah mika dan indi masih sama seperti kisah ku novel nya beli di mana ???? ya sher blik deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks udah mampir,,,itu pinjam punya teman seh..
      Kalo mau beli, mungkin di beberapa toko buku online seperti www.bukukita.com masih ada. Kalo di Gramedia kayaknya sudah gak ada. Tp coba aja dulu cari ^_^
      salam kenal andika

      Delete