Minggu, 17 Juli 2016

Review Buku I Decide to be Happy Today

Cover Depan Buku
Judul Buku             : I Decide To Be Happy Today
Penulis                  : Lely Aprilia
Penerbit                 : PT Elex Media Komputindo, Jakarta
Cetakan                 : Pertama, 2012
Tebal                     : 213 Halaman
Emm... beberapa hari terakhir ini orang-orang di sekeliling ku terus bertanya, “Eh Loe kok tambah kurus, diet ya?” terus ada yang bilang juga “Kak, lagi ada masalah ya?” terus gue jawab “Enggak kok, emang kenapa?”. Terus dia bilang “Soalnya sekarang keliatan tambah kurus. Dan biasanya orang kurus itu karena lagi banyak pikiran dan tidak bahagia”. Hahahaha aku tertawa mendengarnya, "Eh, Ini efek puasa kalee?" hahahahaha. 

Terus muncul pertanyaan dalam diri, “Apa benar aku tak bahagia menjalani hidupku sekarang?”. Setelah bertanya itu pada diri sendiri, aku jadi bingung sendiri tentang makna dari bahagia itu sebenarnya apa? Dan ternyata Tuhan menjawab pertanyaan ku dengan mempertemukan ku dengan buku manis ini, Judulnya “I Decide To Be Happy Today”

Buku ini ditulis oleh Mbak Lely Aprilia, seorang Senior Consultant di Sebuah Management Consulting di Singapura. Sebelumnya berkiprah di dunia IT dan Perbankan selama lebih dari 16 tahun. Jadi sebelum membuka bungkus plastik buku ini, aku bertanya-tanya dalam hati, ini buku apa ya? Buku motivasi kah, buku religi kah, atau buku yang membahas tentang finansial melihat dari latar belakang penulisnya. Aku suka sekali dengan judul nya “I Decide To Be Today” I am going to be happy today, no matter what come my way. I am going to be happy today”. Saya pikir, kalimat nya keren sekali. Dan bisa saya jadikan afirmasi untuk diri sendiri. Bahwa saya juga akan mengucapkan kalimat tersebut tiap pagi sebelum memulai aktivitas bahwa “Saya memutuskan untuk berbahagia hari ini” Saya akan bahagia hari ini apapun yang datang menghalangi jalan ku. Saya sudah putuskan bahwa saya akan bahagia hari ini. 


Sebab Bahagia itu adalah Pilihan guys...
Bab Petama membahas tentang Kesenangan Vs Kebahagiaan. Di Bab ini penulis mencoba memberikan beberapa pendapat para ahli tentang apa itu kebahagiaan diantaranya adalah Pendapat Mahatma Gandhi bahwa kebahagiaan itu adalah Peace. Peace is not something you wish for it; it's something you make something you do, something you are, and something you give away- (hal 4) sedangkan menurut Arielle Essex Happiness is a true state of mind that you can have anytime, anywhere. Happiness comes from love, wholeness, and peace. It is an inner state of being that comes naturally as you become connected with who you really are, your gifts and your perpose. (Tau artinya kan? hehehehe kalo gak tau buka google translate aja ya ^_^)

Di Bab Pertama ini juga dijelaskan bahwa kebahagiaan itu sangat berbeda dengan kesenangan. Karena kesenangan berfokus pada sesuatu di luar diri kita seperti barang-barang mewah atau pemenuhan segala kepuasaan diri sedangkan kebahagiaan adalah sesuatu yang bersumber dari dalam diri kita saat kita seperti tidak merasa was was, khawatir, sedih atau curiga. Perasaan seperti itu sebenarnya terus menetap di dalam diri bersifat permanen dan universal, hanya saja ia menunggu untuk kita aktifkan dengan cara memahami setiap keadaan dengan kesadaran yang penuh. Nah kesadaran penuh ini yang membutuhkan perjuangan dan pemikiran yang mendalam untuk mencapainya.

JIka kita sudah menetapkan pilihan bahwa kebahagiaan sebagai tujuan, maka kita harus mengubah diri - mengubah pola pikir/keyakinan. Mulailah perubahan itu pada diri sendiri. Kita tidak dapat mengubah dunia tapi kita bisa mengubah diri sendiri. Jika kita dapat mengubah diri menjadi lebih baik maka orang di sekitar bisa ikut terpengaruh. Dengan begitu maka dunia pun akan berubah menjadi lebih indah. (hal 36)

Di Bab Kedua tentang Pencapaian Kesadaran diri itu. Lalu bagaimana mencapainya??? 

Dengan melakukan tafakkur atau pemikiran secara mendalam tentang siapa diri kita sebenarnya dan Untuk apa kita diciptakan??? Dan Al Quran menjawabnya, 
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi" (QS.Al Baqarah:30)
dan di QS Adz Dzariyat: 56 "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan mereka mengabdi kepadaku" 
Lalu disambung denga pertanyaan "Apa yang sebenarnya kita cari? Kemana kita hendak menuju? Dan Berapa lama kita akan hidup di dunia ini? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan membawa kita pada pencapaian kesadaran diri. Bahwa kita hanya manusia lemah. Bahwa segala yang kita punya saat ini hanyalah titipan semata. Bahwa kita pun tak selamanya akan hidup di dunia, suatu saat kita pasti akan kembali pada Sang Pencipta. Bahwa setiap tindakan yang kita akan ambil akan dimintai petanggung jawaban. Lalu pantas kah kita merasa sedih dan kehilangan kebahagiaan hanya karena persoalan dunia?

Orang yang selalu menjaga kesucian jiwanya, tidak mengotori hatinya dengan dendam. egoisme, dengki, keras kepala, dan sifat buruk lainnya, maka ia akan dapat melihat hakikat suatu kejadian tanpa ada tirai yang menghalanginya. Sebaliknya bagi orang yang larut dalam sifat-sifat buruk, maka cahaya Tuhan tidak akan masuk ke dalam kalbunya. Itulah yang diibarakan memiliki telinga tapi tidak mendengar.  Memiliki mata tapi tidak melihat, sehingga tidak dapat memetik hikmah dari kehidupan yang sesungguhnya penuh dengan pelajara dan nasihat. (hal.65)

Awalnya kupikir buku ini membosankan tetapi ternyata tidak. Buku ini berisi tulisan yang besar-besar jadi mata tidak akan sakit saat membacanya. Buku ini juga ditulis dengan bahasa yang  sederhana , walaupun ada beberapa bahasa-bahasa asing di dalamnya T_T

Buku ini mengajak kita untuk membuka kembali Kitab Suci Al Qur'an, petunjuk terbaik yang sebenarnya telah menjawab berbagai permasalahan yang menimpa hidup kita. Membaca buku ini membuat pikiranku terbuka bahwa sesungguhnya kebaikan yang kita lakukan, bukan untuk orang lain. Tetapi itu untuk diri kita sendiri. Bahwa setiap keburukan atau musibah yang menimpa kita selalu ada hikmah dibaliknya. Dan bahwasanya dunia ini tidak akan mampu membuat kita bersedih jika ada Allah di dalam hati kita. Dan banyak kalimat - kalimat positif bertebaran di dalam buku ini, seperti: 
  • Kebahagiaan tidak bergantung pada apa pun yang berada di luar diri kita tapi bergantung pada cara pandang kita terhadap suatu fakta yang terjadi.
  • Menjadi bahagia bukan berarti semuanya harus sempurna sesuai keinginan kita, tetapi lebih pada cara penerimaan kita terhadap segala ketidaksempurnaan itu.
  • Kesenangan itu membutuhkan sebuah alasan, tetapi kita tak perlu sebuah alasan untuk merasa bahagia. Karena bahagia itu sumbernya dari dalam diri kita sendiri
  • Begitulah Tuhan, menurut Nalar Manusia. Dia bekerja secara misterius dalam menyelamatkan kita. Kadang-kadang yang kita anggap baik, tidak selamanya baik untuk kita, begitu juga sebaliknya. Tetapi percayalah bahwa Tuhan selalu memberi yang terbaik.
  • Sadari bahwa semua faktor luar diri adalah titipan NYa sebagai ujian untuk kita. Sadari bahwa kita "deal with" Sang Maha Pencipta untuk memperlakukan semua titipan Nya sesuai dengan aturan main Nya
  • Kebahagian hakiki hanya dapat kita raih dengan jalan ketaatan kita sebagai makhluk ciptaan Nya atau taat pada aturan mainnya sesuai dengan yang tertulis dalam kitab suci Al Quran...
"BETAPA MENAKJUBKAN URUSAN SEORANG MUKMIN. SEMUANYA BAIK. KEBAIKAN YANG HANYA DIMILIKI OLEH MUKMIN SEJATI. JIKA IA MENDAPAT KEBAIKAN IA BERSYUKUR. JIKA IA DITIMPA KEBURUKAN IA BERSABAR. JADI SEMUA BAIK BAGINYA" 
Sekarang aku akan merasa bahagia sat melihat langit biru, saat melihat matahari terbit, saat melihat senyum orang lain, saat melihat pepohonan hijau, saat melihat hujan turun dan masih banyak lagi.. karena apa??? Karena Bahagia itu sudah menetap dalam hatiku. Kalau kamu???   






0 komentar:

Posting Komentar