Wednesday, November 16, 2016

Cerita tentang Ayah lagi....

Wuah... sudah lama sekali tidak menulis disini...

Rasanya jari jari sudah mulai kaku ingin menulis apa. 
Tetapi hari ini aku ingin mulai menulis lagi. Agar kelak setelah aku telah tiada, keluarga atau sahabat masih bisa membaca tentang kisahku disini. Karena bagiku blog ini adalah tempat berbagi cerita dan mengabadikan kenangan... 

Ayahku saat di foto mendadak susah senyum...
Kali ini aku ingin bercerita tentang sosok lelaki yang katanya menjadi cinta pertama tiap anak gadis, siapa lagi kalau bukan ayah. Kalau aku sendiri tetap menganggap ayah lebih dari pada sekedar cinta pertama. Karena ayah juga sosok guru, pemimpin, pahlawan, dan masih banyak lagi. Aku adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara. Dan aku bukan satu-satunya anak gadis dari ayahku. Ayahku punya enam anak gadis. Berbagi cinta pertama dengan lima anak gadis lain itu sulit sekali. Tetapi sedetik pun aku tak pernah cemburu. Karena aku tahu ayahku membagi cinta dan kasih sayang nya sama rata. Aku bahkan sering berpikir kalau ayah selalu mengistimewakan diriku. Aku punya banyak memori indah dengan ayahku. Mulai dari saat aku masih berusia tiga tahun, ayahku sering sekali mengajak ku jalan-jalan dengan menaikkan aku di pundak nya. Em, aku juga ingat ayah seringkali menjemput ku saat pulang sekolah waktu SD dulu. Saat pulang sekolah, ayah akan mengambil tas ku yang penuh buku agar aku bisa berjalan ringan. Ayah yang mengambil kan raport dan tak pernah Alpa saat ada acara sekolah yang mengharuskan orang tua untuk hadir. Aku ingat saat acara perpisahan dan penamatan sekolah, ayahku selalu duduk di bangku depan agar bisa dengan jelas melihat wajahku saat naik ke panggung. Saat aku mengikuti perlombaan sekolah, ayah selalu tepuk tangan paling keras saat bisa hadir di perlombaan ku. Saat aku lupa membawa uang jajan atau buku pelajaran sekolah, sesibuk apapun ayah, pasti ia akan tetap datang membawakan nya untuk ku ke sekolah. Waktu masih kecil dulu, aku selalu berceloteh riang sehabis pulang sekolah pada ayah. Tentang temanku yang usil, tentang guru yang suka marah atau tentang soal ulangan yang sulit. Tetapi beranjak dewasa, kesibukan ku mulai padat, jadwal kuliah dan tugas-tugas sering membuat ku lalai menanyakan kabar ayah. Terlebih lagi saat sekarang, saat aku tak lagi tinggal serumah dengan ayah. Disini berada di tanan rantauan ini, aku selalu rindu mendengar suara ayah. Dan entah kenapa rasanya sangat sulit untuk memulai pembicaraan dengannya sekarang. Serasa ada tembok yang tinggi sekali memisahkan kami. 



Akhir - akhir ini aku begitu merindukannya. Aku ingin sekali menelepon nya langsung. Tapi aku sama sekali tak punya keberanian. Bukan karena ayahku galak, tetapi bingung mau cerita apa. Jadi aku tak punya alasan untuk menelepon. Em, jangan berpikir buruk bahwa aku adalah anak durhaka yang hanya menelpon ayah dan ibunya saat ada kebutuhan. Aku bukan tipe seperti itu. Aku selalu menelpon ke rumah tiap tiga hari sekali untuk menanyakan kabar seluruh anggota keluarga. Kalaupun aku tak punya pulsa, kusempatkan tiap hari Ahad untuk menelpon, yah tentunya setelah isi pulsa, hehehehe. Tetapi hampir tidak pernah aku berbicara dengan ayahku. Saat menelepon, yang mengambil alih gagang telepon adalah ibuku. Sesekali kudengar suara ayah samar-samar tertawa di dekat ibu karena suara ku dari balik telepon di Louspeker. Aku akan berbicara panjang lebar tentang kondisi ku disni. Saat berbicara dengan ibu lewat telepon, aku tak pernah kehabisan bahan pembicaraan. Aku dan ibu selalu menemukan topik pembicaraan. Mulai dari ibu akan bertanya apa aku sudah makan? Apa aku sudah masak? Kapan aku bisa kembali pulang ke kampung halaman? Hingga gosip atau fakta terbaru tentang tetangga di kompleks rumah. 

Masih kurang dua anak gadis lagi ^_^
.
Tetapi sahabat, apakah kau tahu bahwa hati yang merindu seringkali karena yang kau rindukan juga sedang merindukan mu... Yah seperti itulah, tepat di hari ulang tahun ku yang angka nya sudah melewati seperempat abad, ibuku menelpon pagi pagi sekali untuk memberi ucapan selamat dan doa untuk ku. Dan kau tahu sahabat, apa yang dikatakan ibuku.. ibu ku berkata kalau ayah yang mengingatkan ibu bahwa hari itu adalah hari ulang tahun ku. Wah bahagia sekali rasanya. Walaupun tidak menyampaikannya secara langsung aku tahu, doa ayah ku terus mengalir untuk ku tiap ia selesai menunaikan Sholat. Aku tahu ayahku tidak hanya menyampaikan doa hanya di hari ulang tahun ku saja, tetapi juga di tiap harinya... agar aku senantiasa sehat, senantiasa kuat, dan senantiasa taat untuk beribadah pada Tuhan ku. Yah aku tahu itu, ayah juga pasti rindu pada ku.. 

Cerita nya ayah sedang memberi nasehat padaku

Hem.. diusia ayah ku sekarang yang sudah menginjak usia 60 tahun. Aku selalu takut seandainya, tiba-tiba ayah harus pergi menghadap Sang Pencipta tanpa aku belum sempat membahagiakan nya.. Seperti cita-cita anak lain, aku sangat berharap bisa membawa kedua orang tuaku beribadah ke Tanah Suci Mekkah suatu hari nanti. Dan tentu saja harapan ku sebagai anak gadisnya, aku ingin ayah ku diberikan kesempatan, kesehatan dan umur panjang untuk menjadi wali nikah ku nanti... Amin Ya Rabbal Alamin T_T 

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung ^_^
Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan