Friday, April 21, 2017

Review Buku Habiskan Saja Gajimu


Judul Buku           : Habiskan Saja Gajimu
Penulis                 : Ahmad Gozali
Penerbit               : Trans Media Pustaka
Cetakan                : Keempat, 2016
Tebal                    : 194 Halaman
ISBN                      : (13) 978-602-1036-10-5

       Sebuah buku keren yang berbicara masalah keuangan baru saja menjadi penghuni baru kamarku. Judul bukunya, "Habiskan Saja Gajimu". Kubeli beberapa waktu lalu. Covernya cool dengan dominasi warna hitam dan line Orange. Waktu melihatnya pertama kali, saya langsung jatuh hati padanya dan berpikir kalo kayaknya saya membutuhkan buku ini. Soalnya saya tipe karyawan dengan Gaji Dua Belas Koma. Yang Artinya tanggal Dua Belas, yang tersisa di ATM tinggal komanya aja. Yang Lainnya gak tau kemana T_T hahahaha. Buku dengan ketebalan hampir dua ratus halaman ini saya habiskan dengan membacanya satu kali duduk. Tidak memakan waktu lama, hanya sekitar dua jam. Pembahasannya tidak rumit. Sangat jelas dan sangat mudah dimengerti. Cuma penerapannya dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin akan sulit. Tetapi yah..dicoba saja dulu.

        Buku ini ditulis oleh Ahmad Gozali. Beliau adalah seorang Financial Planner di Safir Senduk dari tahun 2003-2010. Beliau juga Sempat menjadi PNS setelah menuntaskan pendidikan di bidang Akuntansi. Kemudian Beliau mendirikan Zelts Consulting yang menangani banyak sekali kasus yang berkaitan dengan keuangan Syariah, haji, pendidikan anak, asuransi dan pensiun. Beliau juga sempat menjadi narasumber di acara "Mata Uang" di TV One. Selain membaca buku, kita juga bisa mendapatkan provokasi jenakanya tentang finasial melalui akun twitter @ahmadgozali dan blog beliau di www.gozali.id

Cek Review nya yuks,...

Buku ini terdiri dari tujuh Bab diantaranya: 
Bab 1 - Atur Uangmu sebelum uang mengatur hidupmu
Bab 2 - Jangan sisakan gajimu, habiskan saja!
Bab 3 - Habiskan uang mu di jalan yang benar!
Bab 4 - Golden Rules!
Bab 5 - Sama saja dong???
Bab 6 - Tapi...
Bab 7 - In Action

Hayoo,, penasaran kan isinya seperti apa? 

Buku ini sebenarnya mengajak kita untuk terlebih dahulu mengubah mindset kita. Dari yang awalnya, berusaha keras untuk menyisakan gaji untuk di tabung pada akhir bulan menjadi di awal bulan gaji dihabiskan saja, tetapi di jalan yang benar. Ingat ya di jalan yang benar, bukan di habiskan di Mall atau di Toko Online. heheheh

Nah setelah mindset kita ubah, selanjutnya adalah membagi penghasilan kedalam beberapa pos pengeluaran. Berikut beberapa pos pengeluaran yang diurutkan dari yang paling mendesak dan paling penting.


Pos Pertama: Pengeluaran Sosial (Pay Your God First)

Setelah mendapatkan gaji, hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengeluarkan zakat atau sedekah. Karena penghasilan kita, ada 2,5% hak orang lain didalamnya. Idealnya, pengeluaran ini dilakukan pertama kali saat gaji sudah kita terima. Jangan menunggu setahun abis lebaran baru bayar zakat. Mengeluarkan uang untuk zakat atau bersedekah akan memberikan banyak manfaat diantaranya adalah sebagai bentuk rasa syukur kita atas nikmat rezeki ini. Menimbulkan perasaan bahagia dalam hati karena diberi kesempatan untuk berbagi pada sesama. 

Ada banyak lembaga amil zakat yang terpercaya, diantaranya adalah Lembaga Amil Zakat Dompet Dhuafa. Silahkan klik websitenya dan disana sangat jelas tertera tata cara perhitungan zakat dan pembayarannya serta program-program dari Dompet Dhuafa.Jika penghasilan kita belum mencapai nizab, maka boleh berbagi dengan bersedekah atau berinfak.

Sedekah bukan masalah seberapa besar harta yang kita miliki, tetapi seberapa besar rasa syukur kita dengan cara berbagi pada orang lain.  


Pos Kedua    : Pengeluaran Untuk Cicilan Hutang (Pay Your Loan)

Nah, pengeluaran pos kedua adalah pembayaran cicilan hutang. Adakah kira-kira orang yang hidup di zaman ini yang tak punya utang??? 

Mungkin saja ada, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Jika kamu termasuk yang tak memiliki hutang, saya ucapkan selamat. Itu berarti salah satu beban kehidupanmu berkurang. Karena hutang itu jadi beban tersendiri. Jika telat membayar hutang, akan timbul perasaan was-was. Makan dan tidur jadi tak tenang. Belum lagi ancaman bahwa hutang yang tak terbayarkan akan kita lunasi di akherat kelak dengan pahala yang kita punya. Dan jika pahala kita telah habis, sedangkan hutang kita masih tersisa, maka dosa orang yang kita masih berhutang padanya, akan ditransfer otomatis ke kita. iih ngeri banget. Na Udzubillah Min Dzalik


"Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (dihari kiamat nanti) karena di sana (di akherat) tidak ada lagi dinar dan dirham" (HR Ibnu Majah No.2414)

Jadi apabila kita terlanjur harus berhutang, saat hari gajian tiba, pengeluaran kedua setelah berzakat atau bersedekah yaitu kita harus bayar hutang segera. Jangan menunda.

Pos Ketiga    : Pengeluaran Untuk Saving atau Investasi

Apakah menabung atau berinvestasi perlu?? Perlu, perlu sekali malah. Karena kita tak pernah tahu tentang apa yang akan terjadi esok hari atau yang akan terjadi di masa depan. Jadi agar kita bisa lebih nyaman menikmati hari ini, sebaiknya kita mempunyai tabungan. Ini untuk jaga-jaga seandainya besok-besok tiba-tiba dapat musibah, sakit atau hal-hal buruk yang membutuhkan biaya. Nah, saat ada tabungan, kita bisa jadi lebih tenang karena ada dana cadangan yang bisa digunakan, tak perlu pusing atau kesana kemari untuk mencari pinjaman. Dari kecil kan kita sudah diajarkan untuk menyisihkan uang jajan di celengan, walau hanya sedikit lama kelamaan akan jadi bukit. Masa sekarang udah punya gaji sendiri malah gak punya tabungan? 

"Tak apa sedikit, yang penting dibiasakan saja dulu"

Pos Keempat : Pengeluaran Untuk Biaya Hidup

Yang namanya biaya hidup pasti sangat banyak sekali. Pintar-pintar kita untuk memilih mana yang memang dibutuhkan atau sekedar kita inginkan. Sebut saja biaya makan sebulan, biaya listrik, biaya air, biaya pulsa&kuota (*ini perlu supaya bisa nulis di blog),biaya bensin kendaraan, biaya sewa rumah dll. Kalo sekedar untuk nongkrong-nongkrong cantik, beli tas baru yang unyu, atau hal-hal yang mungkin tidak terlalu kita butuhkan, mungkin bisa ditunda dulu. Atau boleh beli untuk kesenangan diri atau memberi hadiah bagi diri sendiri bila berhasil melakukan sesuatu, misalnya berhasil posting 20 tulisan seminggu. Itu prestasi banget buat saya, secara saya nulis nya nunggu mood bagus. Jadi kalo dalam seminggu aku berhasil memposting lima tulisan, aku kadang memberi diriku sendiri hadiah berupa ice cream. Hihihi ^_^

Setidaknya ada tiga perbedaan yang terjadi jika kita mau berubah dari cara pandang "Menyisakan" menjadi cara pandang "Menghabiskan" uang di jalan yang benar. Pertama, Kita akan memiliki pola pikir yang mengayakan, bukan memiskinkan. Kedua, kita akan lebih sensitif terhadap alarm keuangan sehingga lebih cepat bereaksi dan mencari solusi. Dan ketiga, dengan pola menghabiskan, kita akan bisa memanfaatkan kenaikan penghasilan dengan efektif, bukan hanya digunakan untuk peningakatan konsumsi atau shopping. (hal.117)

Jadi yah, karena sekarang sudah pertengahan bulan. Berarti setengah bulan kita gajian. Yeay..berarti bisa dari sekarang menghitung berapa anggaran yang akan kita sedekahkan, berapa anggaran yang akan kita pakai untuk membayar hutang, berapa anggaran yang akan kita tabung, dan berapa anggaran untuk membiayai hidup sebulan. Jadi daripada disisakan, mending kita habiskan saja. hehehe



# Menulislah walau hanya 1 Minggu 1 Cerita
Masuk ke Minggu 13

10 comments:

  1. Hai hai, kalau saya belajar financial planning pada Liqwina Hananto dan Aidil Akbar. Sempat posting juga
    Mampir ya
    imangsimple.blogspot.co.id/2016/10/belajar-mengatur-keuangan-yuk.html?m=1

    ReplyDelete
  2. Hai hai, kalau saya belajar financial planning pada Liqwina Hananto dan Aidil Akbar. Sempat posting juga
    Mampir ya
    imangsimple.blogspot.co.id/2016/10/belajar-mengatur-keuangan-yuk.html?m=1

    ReplyDelete
  3. Hai hai, kalau saya belajar financial planning pada Liqwina Hananto dan Aidil Akbar. Sempat posting juga
    Mampir ya
    imangsimple.blogspot.co.id/2016/10/belajar-mengatur-keuangan-yuk.html?m=1

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih udah mampir..
      Entar aq BW ke blog nya juga ^_^

      Delete
  4. Bukunya lumayan bikin penasaran, jadi mau beli, tapi belum punya duit. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi,,, sy doakan cpt punya duit ya Mukhsin supya bisa beli bukunya..ato mau pinjam buku q boleh.. ^_^ sewa per hari nya bisa di nego ^_^ heheheeh

      Delete
  5. Jadi ingat temanku suka sebut istilah 12 koma itu hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahah,, titip salam sm teman nya mbak Islah, berarti saya senasib sama teman x, hihihi
      thanks udah mampir

      Delete
  6. woow nice share mba, setidaknya membuat alarm keuangan saya berbunyi kembali hehe.

    ReplyDelete

Terima Kasih sudah berkunjung ^_^
Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan