Sunday, March 25, 2018

KISAH SAHABAT RASULULLAH: SA'AD IBN ABI WAQQASH

Sa'ad ibn Abi Waqqash

     Dialah pemuda yang berkarakter visioner, tidak seperti kebanyakan pemuda jahiliah. Ia pandadi membuat anak panah, handal melempar tombak, sekaligus pintar memperbaiki benda-benda dari besi. Sa'ad memeluk islam, ia berusia tujuh belas dan menjadi orang ketiga (atau keempat) yang memeluk islam. Dan ia selalu bangga dengan hal itu. Suatu saat, ia pernah mengatakan
"Aku pernah diam selama tujuh hari. Dan aku adalah sepertiga islam"
     Sa'ad adalah paman Rasulullah dari garis ibu (Aminah bin Wahab). Keislaman Sa'ad membuat Rasulullah bahagia hingga Rasulullah tak segan membanggakannya. 
"Ini pamanku! Hendaknya setiap orang menunjukkan pamannya kepadaku" kata Rasulullah suatu ketika.


     Tiga hari sebelum memeluk islam. Sa'ad pernah bermimpi. Ia berada dalam kegelapan yang pekat hingga tidak ada sesuatu pun yang bisa ia lihat. Ia tidak tahu harus melangkah kemana. Tiba-tiba muncullah rembulan. Sa'ad mendekati rembulan itu dan melihat beberapa orang yang telah masuk Islam, yaitu Zaid ibh Haritsah. Ali ibn Thalib, dan Abu Bakar ibn Abu Quhafah. Sa'ad terkejut melihat mereka dan berkata
"Sejak kapan kalian disini? tanya Sa'ad
"Satu jam yang lalu," jawab mereka
     Saat terbangun, Sa'ad takjub dengan mimpinya dan berusaha menerka makna di balik mimpi tersebut. Beberapa waktu kemudian, Sa'ad mendengar kabar bahwa Rasulullah menyebarkan Islam secara sembunyi-sembunyi. Karena terdorong rasa ingin tahu, Sa'ad menemui Rasulullah secara langsung. Saat itu, Rasulullah sedang berada di lembah Jiyad dan baru selesai melaksanakan sholat. Dan ternyata bersama Rasulullah ada tiga orang yang pernah Sa'ad lihat dalam mimpi. Sa'ad merasakan keindahan iman yang menelusup ke hati dan mendorongnya untuk segera memeluk islam. Sa'ad merasakan kemuliaan sedang menghampirinya.

    Ibu Sa'ad sangat terkejut mengetahui anaknya telah memeluk agama Islam. Tubuhnya gemetar. Sang ibu merasa tidak percaya bagaimana bisa seorang anak yang berbakti mau menanggalkan agama ayah dan ibunya?
"Agama apa yang kau peluk itu, Sa'ad?" tanya ibunya dengan membentak. 
"Apakah agama itu membuatmu berpaling dari agama ayah dan ibumu?! Tinggalkan agama itu atau aku akan berhenti makan hingga aku mati. Kau akan menyesali kematianku. Dan, orang-orang akan mengenangmu sebagai seorang anak yang membunuh ibunya."
"Jangan kau lakukan itu, ibu!" kata Sa'ad dengan lembut.  Lalu dengan tegas Sa'ad juga mengatakan "Apapun alasannya, aku tidak akan meninggalkan agamaku ini".
     Sang ibu benar-benar melaksanakan kata-katanya. Tiga hari ia tidak makan dan minum sampai tubuhnya lemah dan akhirnya pingsan. Ia disuapi oleh keluarganya hingga siuman. Sikapnya terhadap Sa'ad tidak berubah. Sa'ad lalu berkata kepadanya,
"Bu, pun jika engkau memiliki seratus nyawa dan satu per satu keluar dari ragamu, aku tidak akan pernah meninggalkan agamaku."
"Semua terserah padamu bu. Mau makan, silahkan. Tidak pun, silahkan!
      Mendengar ucapan Sa'ad itu, sang ibu merasa bahwa apapun yang dilakukan tidak akan mengubah pendirian Sa'ad. 
"Apakah agamamu mengajarkan seorang anak bersikap seperti itu pada ibunya?" Kata Sang Ibu. Lalu atas peristiwa itu, Allah kemudian menurunkan wahyu 

"Kami berpesan kepada manusia agar bersikap baik kepada kedua orang tuanya. Namun, jangan kau turuti jika mereka memaksamu untuk menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang tak kaupahami. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu. Kelak, akan kami kabarkan apa saja yang sudah kalian lakukan"
    (QS AL ANKABUT: 8)


Dituliskan berdasarkan buku "Sahabat Muhammad - Kisah Cinta dan Pergulatan Iman Generasi Muslim Awal" . Ditulis oleh Dr Nizar Abazhah (Penulis Buku Bilik-Bilik Cinta Muhammad). Buku ini menjadi Best Seller di Damasku dan Beirut. Dan buku ini menjadi salah satu buku favoritku sepanjang hidup. Didalamnya memuat beragam kisah kasih sayang, cinta dan kesetiaan para Sahabat Rasulullah. Cocok dibaca kapan saja dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Buatku pribadi, buku ini menjadi salah satu multivitamin saat iman mulai terasa kendor dan surut... 
     
  



No comments:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung ^_^
Silahkan meninggalkan komentar jika berkenan

REVIEW FILM KOREA FORGOTTEN

Source: Layar.id Kami keluarga bahagia beranggotakan: Ayah, Ibu, Kakak laki, dan Aku. Hari itu kami sedang dalam perjalanan menuju  rum...