Saturday, July 11, 2015

#NulisRandom2015 : Day 27 (Review Thailand Movie "TimeLine")

Wuah...rasanya sudah lama sekali tak menulis disini. Padahal beberapa waktu lalu aku berjanji mau nulis terus disini tiap hari. Tetapi ternyata aku masih belum bisa melupakan kebiasaan lama, selalu ingkar janji.


Kali ini mau review film thailand lagi, judulnya Timeline.

Sebenarnya film ini sudah sangat lama tersimpan di laptopku. Tetapi baru sekarang aku menyelesaikan menontonnya...hehehehe, salah satu kebiasaaan burukku yang lain yaitu suka menunda-nunda sesuatu. Film ini berdurasi dua jam lima belas menit. Dan untuk menyelesaikan nya aku membutuhkan dua waktu. Waktu pertama menonton nya sampai menit ke 20 aku memutuskan untuk menghentikan menonton. Soalnya film nya tidak menarik.
Alur nya datar. Ceritanya biasa. Dan chemistry nya gak dapat. Pas nonton kedua kalinya. Aku tetap bertahan menyelesaikannya sampai akhir. Karena aku mulai penasaran, endingnya kayak gimana. Akhirnya walaupun cerita nya membosankan. Aku ternyata tetap menontonnya sampai akhir. Dan walaupun temanya sangat biasa ternyata tetap sukses membuat air mataku menetes di menit-menit terakhir. Ternyata pesan ceritanya sangat bagus sekali. 


Jadi ceritanya tentang kisah perjuangan seorang ibu yang hidup sebagai single parent, berjuang keras untuk membesarkan anak-anak laki-lakinya bernama Tan seorang diri sejak suaminya meninggal. Awalnya semuanya baik-baik saja hingga kemudian sang anak tumbuh dewasa dan memilih meninggalkan kampung halamannya untuk kuliah di Bangkok. Tan kemudian mulai terbawa arus pergaulan anak-anak perkotaan kota Bangkok. Ia mulai menginginkan barang ini dan itu tanpa pernah peduli bahwa ibunya mulai sakit-sakitan karena bekerja sangat keras. Kesibukan Tan dengan teman-temannya membuatnya sering lupa untuk menelpon ibunya.  Terlebih lagi Tan sama sekali belum sadar tentang apa yang harus dikejarnya dan apa mimpi-mimpinya. 


Di kota Bangkok Tan berkenalan dengan seorang gadis bernama June. Gadis lincah itu kemudian menjadi sahabat karib Tan. Melakukan banyak hal bersama. Tanpa disadari oleh Tan, ternyata June memendam perasaan suka pada Tan. Tetapi ia terlalu malu untuk mengungkapkan perasaannya terlebih lagi saat tahu bahwa Tan menyukai senior di kampus bernama Kak Oon. Pesona Kak Oon membuat Tan mulai buta. Ia mulai melupakan ibunya di kampung, melupakan sahabatnya June dan mulai tidak fokus dengan kuliahnya. 

Hingga kemudian mata Tan mulai terbuka saat kejadian –kejadian buruk menimpanya. Ia ditolak oleh Kak Oon, ibunya masuk rumah sakit, dan sahabatnya June kuliah ke Jepang tanpa berpamitan terlebih dahulu. Rasa bersalah nya semakin bertambah besar ketika menemukan surat-surat yang ditulis oleh ibunya untuk Almarhum ayahnya. Sejak Tan kuliah ke Bangkok, ibunya tinggal seorang diri di rumah. Sehingga saat ibunya merasa sedih, ia memilih untuk menumpahkan perasaaan nya lewat surat yang ditujukan untuk suaminya yang telah meninggal. Lalu surat-surat itu hanya ditumpuk di dalam lemari. Karena hal itu, Tan juga mengirim surat pada June yang sudah ada di Jepang. June merasa sangat bahagia menerima surat dari Tan dan memutuskan untuk memaafkan kesalahan Tan. Dan yang membuat air mataku terjatuh adalah saat Tan melihat video yang dibuat oleh June sebelum berangkat ke Jepang. 
Di Video tersebut, June mengungkapkan perasaan sukanya pada Tan dan menjelaskan banyak hal yang ia telah lakukan untuk Tan. Dalam video tersebut June berpesan agar Tan melakukan apa yang dia inginkan dan butuhkan bukan hanya sekedar ikut-ikutan. Tan akhirnya tahu perasaan June, tetapi tak ada lagi yang bisa dilakukan karena saat Tan melihat video tersebut June sudah tak ada lagi di dunia. Penyesalan yang dirasakan Tan menjadi pemicu semangatnya untuk melanjutkan mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan June. Karena dengan begitu Tan selalu merasa bahwa June senantiasa berada di dekatnya. 

Hem.... banyak pesan yang terkandung di movie ini diantaranya: Betapa kasih bunda akan terus mengalir buat anaknya. Saya mewek waktu liat Bunda nya Tan menangis saat mencium baju Tan. Aroma Tubuh Tan di Baju tersebut menjadi pengobat rindu buat Ibunya Tan. Dari movie ini kita juga belajar, bahwa terkadang kita sering mengganggap remeh kehadiran orang-orang disekitar kita. Dan kita baru menyadari bahwa kehadiran mereka sangat berarti justru saat mereka sudah tak ada lagi di sisi. ckckckckc....

So... Recommended deh buat kamu..walaupun awalnya agak sedikit datar menurut saya, hehehehe

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung ^_^
Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan