Rabu, 28 Oktober 2015

Nasehat untuk diri sendiri


Akhwat imut picture
Malam ini... terasa sangat gerah. Mungkin karena musim kemarau sedang dalam masa puncaknya. Beberapa teman sesama penghuni kost lebih memilih duduk di luar menikmati udara malam, beberapa yang lain memilih ngadem di depan kipas angin, sedangkan beberapa lainnya memilih untuk menghilangkan rasa panas dengan meneguk minuman dingin yang di beli dari warung ibu kost. Aku pun merasa sangat gerah. Dan memilih untuk melakukan ketiga hal tersebut sekaligus, duduk di depan kipas angin sambil meneguk minuman dingin dengan pintu kamar terbuka lebar agar angin malam bisa masuk menghalau panas. Tetapi rasa panas dan gerah yang kurasakan sama sekali tak berkurang. Setelah kupikir – pikir lagi, ternyata panas yang kurasakan bukan karena faktor cuaca atau panas bumi tetapi karena hatiku yang terbakar melihat beranda facebook ku dipenuhi dengan foto-foto teman sekolah dulu yang sudah naik pelaminan duluan. Hahahahaha, ternyata aku terbakar rasa cemburu. Agak malu mengakuinya. Tetapi itu benar adanya. (*Istighfar berulang-ulang)

Minggu ini saja, ada 3 orang teman kelas waktu SMP dulu yang melangsungkan pernikahan nya. Sedangkan beberapa orang lainnya sudah meng-upload undangan dan foto prawedding dengan kekasih hatinya. Walaupun ada sedikit rasa iri di hati, tetapi rasa bahagia dan syukur ku jauh lebih besar. Karena akhirnya teman-teman ku itu mengakhiri masa lajang nya dan menggenapkan separuh agama nya serta mengikuti sunnah Rasulullah. Mereka memulai lembaran baru dengan kekasih hatinya.

Aku mulai berpikir lagi, apa yang membuat ku merasa iri dan cemburu??? Hum.. Alasan pertama, mungkin karena aku mulai berpikir bahwa aku telah kalah. Ibarat dalam perlombaan lari, teman-teman ku telah lebih dulu menginjak garis finish. Sedangkan aku, melihat garis finish nya saja, tidak. Nah, Saat kamu juga merasakan hal yang sama dengan ku, kita perlu sama-sama merubah mindset kita tentang sebuah ikatan pernikahan. Bahwa setelah ijab qabul itu terucap, kita harus nya sadar bahwa itu bukanlah akhir perjalanan. Tetapi lebih kepada awal dari sebuah kehidupan baru yang akan kita lewati dengan seseorang yang bernama suami/istri. Dan bukan hanya itu, sebab pernikahan berarti bukan hanya tentang menyatukan dua insan yang saling mencinta tetapi juga mengikat dua keluarga besar yang berbeda.

Alasan kedua, karena ketakutan yang tiba-tiba muncul seiring dengan bertambahnya jumlah kerutan di sekitar mata. Hahahaha, salah. Maksudku seiring dengan bertambahnya usia. Salah satu momok menakutkan bagi wanita adalah ketika usia terus bertamban sedangkan nama yang akan bersanding dengan nama kita di undangan belum juga ditemukan. Ketakutan ini semakin menjadi-jadi tatkala usia sudah hampir menginjak 30 tahun. Takut di cap tidak laku atau di cap perawan tua membuat para wanita terkadang merasa minder dengan status single nya. Padahal jika saja kita mau sejenak merenung dan berpikir jernih, Bukankah Allah sudah menuliskan dalam firman Nya di Al Qur’an bahwa setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan. Siang dan malam, terang dan gelap, jantan dan betina, hitam dan putih, serta langit dan bumi. Lalu apa yang kau risaukan??? Garam yang dilaut dan Asam yang digunung kalau memang mereka ditakdirkan bersama toh bakal ketemu juga di belanga. wkwkwwkwk

"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" (Al Qur'an: 36-36)

Alasan ketiga, aku mulai takut stock orang baik atau laki-laki sholeh sudah habis. Semakin terlambat menikah berarti semakin kecil peluang untuk menemukan laki-laki yang sholeh. Pendapat ini pun dipatahkan oleh Al Qur’an, Allah telah menjanjikan bahwa Laki-laki yang Shaleh akan mendapatkan wanita yang shalehah. Sedangkan laki-laki pendusta akan mendapatkan wanita pendusta, dan Laki-laki pezina akan mendapatkan wanita pezina. Lalu apa kita meragukan janji dari Allah ini? 
"Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita  yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik" (Qs. An Nur:26)
So, tugas kita sekarang adalah membenahi diri dulu, memperbaiki kualitas ibadah, memperbanyak doa, menjalin silaturahmi yang baik pada sesama dan semakin mendekatkan diri pada Sang Maha Cinta. Jadi buat aku dan kamu..selamat memperbaiki diri...^_^


0 komentar:

Posting Komentar