Rabu, 28 Oktober 2015

Review Buku Dare to Dream - John C. Maxwell



Judul Buku               : Dare to Dream
Penulis                      : John C. Maxwell (Penulis terlaris # 1 Versi New York Times)
Penerbit                     : PT Menuju Insan Cemerlang
Alih Bahasa              : Leopold Christoporus
Editor                          : Selvya Hanna
Cetakan                     : Pertama, Agustus 2014
Layouter                    : Ida
Cover Designer        : Nicko Yoyanda Pratama

Sebuah buku kecil manis berada dalam genggaman ku. Awalnya aku sedikit kecewa karena kupikir buku yang ku pesan ini lebih besar dan tebal karena harganya juga lumayan mahal. Tetapi ternyata buku ini berukuran mini dan hanya berisi 123 lembar. Aku mulai berpikir kira – kira perubahan apa yang akan diperbuat oleh buku ini pada tubuh dan pikiranku. Aku sangat berharap besar pada buku ini sejak pertama kali membaca judul di cover depan nya “Dare to Dream”, berani bermimpi. Akhir – akhir ini hidup ku begitu membosan kan karena hidup ku benar-benar datar dan minim tantangan. Aku benar-benar kehilangan mimpi, harapan dan semangat ku di usia yang hampir menginjak seperempat abad ini. Aku mulai merasa iri dengan teman-teman sekitarku yang begitu menikmati tetesan peluh mereka dalam meraih mimpi.


Ada yang bermimpi untuk mendapatkan beasiswa ke Luar Negeri, ada yang bermimpi bisa meraih penghasilan 10 juta per bulan di usia 28 tahun, ada yang bermimpi menjadi komikus terkenal, dan ada yang bermimpi bisa memberikan manfaat yang besar bagi orang – orang disekelilingnya. Beberapa bulan kemudian aku mendapat kabar dari mereka. Amma telah berhasil mendapat beasiswa ke Belanda, Fadly sudah mulai merintis karirnya menjadi seorang komikus, dan Ammy berkat usahanya dan perjuangannya membangun komunitas anak muda peduli lingkungan, kini ia diutus menjadi delegasi Indonesia untuk mengikuti environment youth project di USA. Mereka semua adalah contoh anak muda keren yang berani bermimpi, percaya pada mimpinya, dan berani memperjuangkannya.
Wah pasti menyenangkan sekali bisa mengetahui apa yang kita kejar dan ingin kita wujudkan dalam hidup yang cuma sekali ini. Beberapa orang merasa sangat kesulitan menemukan tujuan hidupnya. Bahkan sampai di akhir hayatnya ia sama sekali tak tahu apa yang ia dikejar dalam hidup ini. Dan aku tak ingin seperti mereka. Menghabiskan waktu seperti seekor hamster yang lelah berlari di dalam kincir rodanya. Lelah dan berkeringat, menipu diri sendiri dengan terus bergerak tetapi sebenarnya tak beranjak sedikit pun dari tempat semula.
Ok..back to the review this book.
Buku mini ini jika berada di tangan yang tepat pastilah bisa membakar semangat. Tetapi jika di tangan yang salah, di tangan orang yang tidak percaya pada kekuatan mimpi, buku ini hanyalah seperti lembaran-lembaran kertas biasa. Karena buku ini berisi langkah-langkah yang mesti kita ambil untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang kita percaya. Berikut sedikit saya paparkan tentang langkah-langkah yang bisa kita ambil:
Langkah pertama adalah pegang dan wujudkan mimpi sejati kita. Perjuangkan terus mimpi itu karena jika mimpi itu mati. Hidup ini ibarat burung yang patah sayapnya dan tidak bisa terbang (Langston Hughes, Penulis dr Amerika serikat).
Langkah kedua adalah Yakin pada diri sendiri. Banyak orang diluar sana yang dianugerahi bakat luar biasa, fasilitas yang canggih dan kelebihan-kelebihan lain. Tetapi karena ia tak yakin pada dirinya sendiri akhirnya sepanjang hidupnya ia hanya menjadi orang yang biasa saja. Mengenali dan yakin pada diri sendiri adalah kunci utama untuk mewujudkan mimpi itu. Jika pada diri sendiri saja kita sudah tidak percaya, bagaimana mungkin orang lain mempercayai kita. John Milton seorang penyair English pernah berkata “Keinginan yang kuat membangkitkan inspirasi luar biasa dalam diri orang yang memilikinya. Ia menjamin keamanan sang pemilik, menghidarkannya dari bahaya dan membawanya kepada kemuliaan melalui ujian.
Langkah ketiga adalah dengan tidak membangun monumen kesalahan kita. Dalam perjalanan menuju mimpi itu, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Jatuh bangun adalah hal yang biasa. Kesalahan demi kesalahan akan datang mendatangi kita. Gagal berkali–kali dan merasa menjadi tak berguna mungkin akan selalu menghantui. Tetapi itu bukanlah sesuatu yang harus nya membuat kita berhenti melangkah. Justru jadikan kesalahan itu sebagai pelajaran agar tidak terulang lagi di perjalanan berikutnya.
Langkah keempat adalah dengan terus belajar dan belajar terus. Menurut Lord Chesterfield seorang Pemimpin Ingris mengatakan ada tiga kelas manusia di dunia ini yaitu Pertama adalah mereka yang belajar dari pengalaman pribadi, mereka disebut sebagai orang bijaksana. Kedua adalah mereka yang belajar dari pengalaman orang lain, mereka disebut orang yang bahagia. Dan Yang ketiga adalah mereka yang tidak mau belajar, entah itu dari pengalaman pribadi atau pengalaman orang lain. Dan mereka dikenal sebagai si bodoh.
Langkah kelima adalah Jangan pernah menyerah. Yang membedakan antara orang sukses dan orang gagal adalah ketahanan mereka untuk tidak memasukkan kata menyerah dalam kamus kehidupan mereka.
Buku mini ini walaupun sangat singkat dan bisa dihabiskan dalam sekali duduk saat membacanya, tetapi memberikan pengaruh luar biasa bagi orang-orang yang masih memiliki harapan pada kekuatan sebuah mimpi. Banyak quote-quotes menarik dan kisah-kisah luar biasa di dalamnya. Jadi selamat mencari dan membaca buku mini yang luar biasa ini....

   

0 komentar:

Posting Komentar