Sunday, March 13, 2016

Movie Recommended bagi yang dalam masa penantian jodoh

Assalamualaikum, Apa kabar kamu?
Masih galau juga... Yah..sama. Saya juga. Hahahaha... ^_^

Tanggal 09 Maret lalu, orang-orang ramai menyaksikan gerhana matahari total. Fenomena Alam langka yang hanya terjadi puluhan tahun sekali. Saya tidak ikut menyaksikan fenomena ini. Bukan karena saya tak punya kacamata atau foto rontgen untuk melihat gerhana matahari. Tetapi karena saya iri melihat fenomena ini. Matahari dan bulan saja, yang beredar di poros nya masing-masing, akhirnya bisa ketemu di sebuah garis lurus. Nah..saya kok sampe sekarang belum ketemu jodoh juga (*Plak.. nyambung dimana neng?) hahahaha.. okey abaikan.

Karena kegalauan itu, akhirnya waktu libur yang bertepatan dengan hari Raya Nyepi ini saya gunakan untuk beristirahat, bersih-bersih kost an, bersih-bersih hati, dan menonton movie... Yah..saya mau rekomendasikan satu Movie Indonesia, Judul nya Cinta Suci Zahrana. Kalau kamu, sama kayak saya.. suka di godain tetangga, ditanya-tanya kapan nikah? Atau kalau mau ke kondangan pernikahan teman harus meditasi dulu untuk menemukan jawaban dari Pertanyaan, "Kamu sendiri kapan nyusul???" hahahaha.. berarti kamu kudu nonton neh movie keren ini.

Sumber Gambar dari www.ceritamu.com
Movie yang diangkat dari Novel Best Seller karya Habiburrahman El Zhirasy dengan judul yang sama "Cinta Suci Zahrana" ini masih saudara sama Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih. Tetapi movie kali ini beda loh, sama pendahulu nya tadi. Kalau Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih ngambil beberapa setting gambar nya di Kairo. Nah kalo film satu ini ambil gambar keselurahan di Indonesia. Ceritanya juga sedikit berbeda, kalo Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih mengisahkan tentang mahasiswa Indonesia yang kuliah di Kairo. Nah kalo film ini mengisahkan tentang kegalauan Seorang Dosen Muda yang menanti datang nya jodoh.

Check kisah nya yuuk..

Jadi awal cerita di buka dengan scene seorang Dekan sedang memberikan sambutan pada acara penghargaan untuk Dosen Berprestasi, Dewi Zahrana namanya. Dosen cantik dan cerdas ini baru saja menyelesaikan S2 nya dan mendapatkan berbagai macam penghargaan, salah satunya dari Beijing. Udah cantik, cerdas, sholehah pula, tetapi ada satu yang kurang. Di usianya yang sudah menginjak 34 tahun, Zahrana belum punya pendamping hidup. Bukan karena tidak laku atau pilih-pilih, hanya saja Zahrana masih fokus sama studi dan karirnya, terlebih lagi dia belum menemukan seseorang yang pas di hatinya. 
Zahrana diperankan oleh Meyda Safira via www.youtube.com
Karena hal itulah, Zahrana sering di cap sebagai perawan tua. Walaupun cerdas dan berprestasi, orang tua Zahrana tidak merasakan kebahagiaan. Karena mereka khawatir, anak gadis semata wayang mereka terlalu fokus dengan karir dan nantinya akan hidup sendiri selamanya.

Sumber Gambar: www.indonesianfilmcenter.com
Zahrana semakin galau tatkala mengetahui bahwa ayah nya mengidap penyakit jantung kronis, yang sewaktu-waktu bisa saja diambil oleh Yang Maha Kuasa. Ia merasa sampai sekarang belum bisa membahagiakan orang tuanya. Dan dia sangat tahu, bahwa salah satu sumber kebahagiaan orang tuanya adalah melihat anaknya menikah dengan lelaki yang pantas. Masalah mulai datang saat tiba-tiba ketua Dekan Fakultas tempat Zahrana mengajar, datang melamar ke rumah Zahrana, Pak Sukarman namanya. Orangnya terkenal genit dan playboy. Dan jadi duda karena digugat cerai oleh istri ke tiga nya karena ketahuan selingkuh. Tetapi ia tetap dihormati karena status nya sebagai Dekan dan memiliki kekayaan. Syukurlah Zahrana bukanlah gadis yang silau akan harta dan jabatan. Ia akhirnya menolak lamaran Pak Sukarman lewat pesan email. Dan akibatnya, Zahrana harus mengundurkan diri dari fakultas tempatnya mengajar sebelum diberhentikan secara tidak hormat oleh Pak Sukarman. Merasa terhina oleh penolakan Zahrana yang berstatus sebagai dosen biasa, Pak Sukarman lalu meneror Zahrana dengan mengirim sms-sms ejekan dan penghinaan. Salah satu bunyi sms nya seperti ini "Apa Kabar perawan tua? Kelapa itu semakin tua semakin banyak santan nya. Maka Banggalah menjadi perawan tua?" (Ya ampun.. nyesek banget kan)

Pak Sukarman sosok paling menjengkelkan di film ini...

Karena takut hal buruk akan menimpa ayahnya, akhirnya Zahrana pasrah dan ikhlas saja jika Ayahnya mau menjodohkan nya dengan seorang pria. Ayahnya kemudian meminta temannya untuk mencarikan pria baik untuk Zahrana. Teman Ayah Zahrana lalu memperkenalkannya pada seorang pria yang bekerja sebagai kepala keamanan di sebuah bank. Dia masih muda dan kelihatan baik, tetapi saat diminta untuk membaca Al Quran oleh Zahrana, ia mundur secara teratur. Lalu beberapa hari kemudian, Zahrana mendapat pesan dari salah seorang dosen tempatnya mengajar. Ia mengutarakan niatnya untuk melamar Zahrana. Tetapi Zahrana langsung menolak karena Sang Dosen ternyata sudah punya istri. 

Setelah Sang Dosen, Lalu datang lagi seorang bapak-bapak tua genit ke rumah Zahrana dengan membawa mobil. Ia adalah salah satu orang tua murid yang pernah diajar oleh Zahrana, Pak Parto namanya. Ia pemilik bengkel mobil dan sudah kawin cerai dengan 3 orang wanita. Rencananya, ia juga ingin melamar Zahrana, tetapi langsung ditolak oleh Ayah Zahrana. Padahal Zahrana ikhlas saja seandainya Ayahnya Ridho. Syukurlah Ayah Zahrana adalah orang tua yang bijak. Ia ingin agar Zahrana menikah dengan lelaki yang sesuai dengan hati nuraninya bukan karena paksaan. 

Selepas mengundurkan diri menjadi dosen, Zahrana lalu diterima bekerja di Pondok Pesantren Al Fatah. Mengajar disana membuatnya lebih tenang. Dan siapa sangka, ternyata disana pula lah dia akhirnya menemukan sesosok pria yang pas di hatinya, Rahmat namanya.

Pertemuannya dengan Rahmat diprakarsai oleh Istri Pak Kyai pemilik pondok pesantren, setelah Zahrana mengutarakan niatnya untuk dicarikan sosok pendamping hidup yang pas. Bukan karena jabatan, harta, atau tahta tetapi karena baik agama dan akhlaknya. Lalu diperkenalkan lah ia pada sosok santun dan bersahaja, Pak Rahmat. Yang sebelumnya juga pernah nyantri dan sempat mengajar di pondok pesantren tetapi sekarang ia memilih untuk mencari nafkah untuk berjualan kerupuk keliling. 

Lelaki bersahaja yang baik agama dan akhlaknya
Setelah pertemuan pertamanya dengan Rahmat, Zahrana langsung jatuh hati. Ayah dan ibunya juga setuju. Dan akhirnya proses pertemuan orang tua Zahrana dan Rahmat yang di dampingi Bu Kyai berlangsung. Dan proses nya berjalan lancar dan mudah. Tanggal pernikahan sudah ditetapkan, undangan sudah disebar luaskan. Zahrana dan orang tuanya menyambut dengan suka cita karena masa penantian Zahrana akan segera berakhir. 

Mas Kholidi Asadil Alam memerankan Sosok Rahmat
Undangan pernikahan Zahrana pun menyebar ke sanak saudara, teman, dan rekan kerja Zahrana. Beberapa menanggapi dengan senyum bahagia, beberapa menanggapi dengan senyum ketus dan sinis, tetapi ada juga yang menanggapi dengan wajah sedih. Yah.. dia salah satu mahasiswa yang sempat di bimbing Zahrana dalam penyelesaian skripsinya. Namanya Hasan, dia mahasiswa yang cerdas dan sopan. Di scene awal dia sempat beberapa kali bertemu dengan Zahrana di dampingi oleh pacarnya Nina (diperankan oleh Citra Kirana)

Nina membantu Hasan untuk berbicara dengan Bu Zahrana


Hasan menatap undangan pernikahan dengan wajah sedih
Apakah Zahrana akan benar-benar mengakhiri masa penantiannya atau ia masih akan diuji dengan musibah lain? Hmm.. yang pasti menonton ini saya jadi ikut merasakan kesedihan yang dirasakan Zahrana. Dan tanpa sadar, air mataku jadi ikut mengalir deras melihat ujian-ujian yang harus di lalui Zahrana. 

Nah.. Untuk kelanjutan cerita nya silahkan di download sendiri yah.. kan gak enak kalo spoiler disini... Yang pasti dari sini saya jadi semakin sadar bahwa Urusan Jodoh, Reski, dan Kematian benar-benar di luar kuasa kita. Allah yang menentukan, kita manusia hanya bisa memberikan usaha dan doa terbaik, soal hasilnya kita hanya bisa menyerahkan semuanya Pada Sang Pencipta. Karena Dia pasti tahu yang terbaik buat kita... 

"Sekuat apapun kita pertahankan, sekeras apapun kita menolak, kalau jodoh pasti tetap akan bersatu juga" 




0 comments:

Post a Comment