Monday, October 30, 2017

Berdamai dengan Kekurangan Diri

Suka minder, merasa insecure, tidak berharga dan sangat berbeda dari orang lain?
Itu aku banget. Saat virus rendah diri menyerang dan membuat aku mulai membanding bandingkan diriku sendiri dengan orang lain.

Kadang suatu waktu aku mendapati diriku sendiri begitu terpuruk dan tak berharga. Tak punya manfaat dan tak punya alasan untuk hadir di tengah tengah dunia. 

Kadang suatu waktu aku merasa tak punya otak lalu melakukan berbagai macam kesalahan dan akhirnya merasa sangat gagal sebagai manusia.

Kadang suatu waktu aku merasa sangat tak layak. Tak layak mencintai dan bahkan menerima cinta dari siapapun. 

Parahnya saat merasa seperti itu, aku sering mengutuk diri sendiri. 

Jika seperti itu seringnya diri jatuh pada lubang kufur nikmat. Memandang hanya hal-hal yang buruk dan lupa bahwa Tuhan Yang Maha Pemurah telah menganugerahkan tubuh sehat dan sempurna. Seringnya aku lupa bahwa masih diberikan nafas dan detak jantung hingga detik ini adalah nikmat tiada tara. Seringnya aku lupa bahwa ada beberapa hal dalam hidup yang hanya bisa kita terima dengan ikhlas. Karena kita sama sekali tidak punya hak untuk memilih. 

"Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya"

(Q.S At Tin ayat 4)
Ayat tersebut kemudian mengingatkan bahwa tidak ada kesia-sia an dalam segala apa yang diciptakan Tuhan. Bahkan telah dijelaskan bahwa manusia telah diciptakan dalam sebaik baik bentuk. Maka tak patutlah aku merasa rendah diri dan iri hanya karena persoalan sepele. Sifat iri dan dengki akan membuat rasa bahagia tak akan pernah hinggap di hati kita. Harusnya aku bersyukur dan menjaga titipan dari Allah dalam bentuk jiwa dan raga ini dengan sebaik-baiknya. 

Tercipta dengan organ sempurna dan tubuh yang sehat wal afiat serta otak dan waktu luang melimpah harusnya membuatku bersyukur sebanyak-banyaknya. Sudah saatnya berhenti meratapi diri sendiri dan berdamai dengan kekurangan diri. Aku diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan tersendiri. Saatnya untuk menerima kekurangan diri dan meningkatkan kelebihan yang kumiliki. Tak ada manusia yang sama, bahkan anak kembar pun diciptaka dengan potensi yang berbeda. Dan itulah yang membuat kita unik. 

Jadi sekarang tidak ada jalan lain selain menerima diri apa adanya. Aku harus menyadari bahwa aku bukan malaikat tanpa celah. Aku hanya manusia biasa dengan segala khilaf dan dosa. Selama aku masih bernafas, jantung masih berdetak dan kaki masih berpijak di bumi berarti kesempatan ku untuk memperbaiki diri masih tetap ada. 

Semoga kelak jika waktuku di dunia telah habis, aku bisa menemui Tuhanku dengan senyum bahagia. Amin Ya Rabbal Alamin 

2 comments:

  1. takdir itu ada area yang dikuasai manusia dan ada yang menguasai manusia. untuk area yang menguasai manusia seperti kita terlahir dengan warna kulit apa, di bangsa apa, warna mata apa dll dimana semua terjadi bukan karena keputusan manusia tapi pemberian dari Allah, itu tidak akan dihisab nanti, jadi tidak perlu dicemaskan memang. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener banget...
      Makasih mbak Helmi udah mampir ^_^
      salam kenal

      Delete

Terima Kasih sudah berkunjung ^_^
Silahkan meninggalkan komentar jika berkenan

AKU INGIN TUMBUH DI SETIAP MUSIM - NOVIE OKTAVIANA M

AKU INGIN TUMBUH DI SETIAP MUSIM DARI BUKU BERTUMBUH Aku ingin tumbuh di setiap musim, pada setiap suasana hati dalam berbagai situasi A...