Friday, January 19, 2018

SELAMAT HARI LAHIR ADIK SAYANG

Yeay udah tanggal 19 Januari 2018... Berarti hari ini kamu udah bertambah tua ya dek. Alhamdulillah yah, sekarang kamu sudah memasuki usia 20 tahun... 

Berarti dua puluh tahun sudah kamu hadir di dunia. Melihatmu bertambah dewasa, membuatku sadar, kalau aku pun semakin tua. Tetapi tak apalah.  Sebab tua itu sebuah anugerah. Tetapi jangan hanya menua karena usia. Tetapi juga menualah dengan anggun dan bijaksana. 

Tulisan kali ini kupersembahkan untuk adik kecilku yang memasuki gerbang kedewasaan.



Mari flash back dulu ke dua puluh tahun silam... (hahahah ala-ala nenek-nenek yang lagi bercerita). Jadi dua puluh tahun lalu tepatnya tanggal 19 Januari 1998, adikku itu pertama kali hadir di dunia. Waktu itu, aku berusia delapan tahun dan sedang duduk di bangku kelas dua SD. 

Dulu... kupikirnya aku bakal jadi anak bungsu. Karena butuh delapan tahun, baru aku akhirnya punya adik kecil yang akhirnya diberi nama Normayanti. 

Hari itu, panas terik. Aku masih sibuk di dalam kelas saat ayah menjemputku di sekolah. Ayahku meminta izin pada wali kelas, agar mengajakku pulang satu jam lebih awal. Demi apa? Demi melihat adik kecilku yang hari itu dilahirkan. Seingatku hari itu aku dan ayah pulang tergesa-gesa. Sesampai di depan rumah, aku melihat beberapa ibu-ibu tetangga sedang duduk berbincang santai di beranda. Aku lalu masuk ke dalam rumah tanpa tahu apa-apa. Lalu kudengar suara ibu memanggil dari balik kamar. Aku lalu bergegas menemui asal suara ibu, lalu kulihat seorang bayi mungil sedang tertidur pulas di atas tempat tidur. Ibu lalu menyuruhku segera cuci tangan dan cuci kaki agar bisa melihat lebih dekat bayi mungil itu. Aku lalu menuruti perintah ibu dan segera menghampiri bayi yang sedang tertidur di sebelah ibu.

Wuah, ada perasaan bahagia luar biasa saat itu. Akhirnya aku jadi seorang kakak, kataku dalam hati. Aku lalu mencium bayi mungil itu, dan wangi bayinya membuatku ingin menciumnya berkali-kali. Sejak hari itu, aku pun memainkan peran menjadi seorang kakak. Dan ternyata itu tak mudah. Karena itu, pertama kalinya aku mempunyai seorang adik, setelah menjadi anak bungsu selama delapan tahun. Dan itu juga jadi pertama kalinya membuatku merasa tersisihkan. Ayah dan ibu serta dua kakakku memberikan perhatian lebih untuk adik bayi. Dulu, ayah sering menyuapi diriku saat makan malam. Tetapi sejak adik bayi, aku harus mengurus diriku sendiri. Dan itu mulai terasa menyebalkan. 

Puncaknya saat diriku sudah memasuki usia sekolah menengah pertama, dan adik bayiku sudah tumbuh jadi anak balita. Saat-saat sore hari, dimana kawan-kawan sepermainanku sudah berkumpul di depan rumah untuk bermain, aku malah harus menemani adik balita ku itu bermain dalam rumah. Jadi, aku hanya bisa melihat kawan-kawanku tertawa riang dari balik jendela. Dan ternyata masa-masa aku menjaga adik kecilku itu tidak lama. Adik kecilku itu sudah tumbuh besar dan memasuki masa-masa sekolah. 

Di masa itu, adik kecilku tak perlu lagi di temani untuk bermain dan belajar. Ia sudah bisa melakukan semuanya sendiri. Ia tak pernah merepotkan dan mengerjakan semua pekerjaan rumahnya sendiri. Di masa itu, aku bahkan tak ingat pernah bermain bersamanya. Ia selalu sibuk sendiri dengan dunia dan pikirannya. Waktu berlalu cepat, saat aku mengantarnya mendaftar di sebuah Sekolah Menengah Atas. Kala itu aku telah bekerja dan hidup di tanah rantauan. Dan adikku tinggal di asrama yang juga agak jauh dari rumah. Karena hal tersebut, komunikasi kami kembali jadi renggang. Kami hanya saling bertatap muka saat hari Raya tiba.

Hingga akhirnya adik kecilku ini memasuki dunia perkuliahan, dan ia memilih untuk menemaniku di tanah rantauan. Selagi aku bekerja dan mengumpulkan recehan demi recehan, adikku belajar dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Dan tanpa terasa, dua tahun sudah kebersamaan kami di tanah rantauan ini. Jauh dari rumah, dan saling berbagi suka dan duka disini. Aku merasa hidupku di tanah rantauan ini jadi lebih ceria karena bersama adik kecilku itu. Aku memainkan peran bukan hanya jadi seorang kakak, tetapi jadi orang tua dan sahabat disini. Walaupun begitu, tiap harinya aku belajar banyak dari adik kecilku itu. Dia sangat tekun dan rajin belajar. Semangat belajar dan beribadahnya membuatku iri. Yah, aku tidak bisa seperti dia. Aku kalah semangat, mungkin faktor usia juga. Hahaha, dimana prioritas hidup sudah mulai berbeda. Yang pasti, aku sangat bersyukur karena adanya adik kecilku itu disini bersamaku saat ini. Kami akan membuat banyak kenangan indah bersama. Jadi jika esok kita harus berpisah dan memulai hidup masing-masing, kami bisa mengandalkan kenangan indah itu untuk bisa menjadi lebih akrab. 

Jadi, kuucapkan selamat ulang tahun adik sayams. Jangan pernah lelah menuntut ilmu dan berbuat kebaikan yah. Karena setiap kebaikan yang kita bagi sesungguhnya akan kembali kepada diri kita sendiri. Jangan pernah merasa rendah diri, tetapi harus selalu rendah hati. Jangan pernah membandingkan dirimu dengan orang lain, dan tetap jadi dirimu sendiri. Berbanggalah dengan dirimu sendiri. Karena sesungguhnya setiap orang itu terlahir istimewa. 

Selamat Hari Lahir Adik sayamz
Salam Hangat dari Your Big Sister


Aku dan tiga adik kecil ku



No comments:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung ^_^
Silahkan meninggalkan komentar jika berkenan

AKU INGIN TUMBUH DI SETIAP MUSIM - NOVIE OKTAVIANA M

AKU INGIN TUMBUH DI SETIAP MUSIM DARI BUKU BERTUMBUH Aku ingin tumbuh di setiap musim, pada setiap suasana hati dalam berbagai situasi A...