Friday, February 1, 2019

CERITA GAGAL KETIGA KALINYA


Beberapa waktu lalu group WA untuk teman-teman angkatan SMK 2008 ramai dengan ucapan selamat atas keberhasilan seorang teman yang diangkat jadi CPNS tahun ini, dia adalah Darmawati. Ucapan selamat dan doa agar temanku tersebut amanah menjalankan profesi barunya sebagai abdi negara. Dan akhirnya wali kelas kami juga ikut mengirim chat berupa doa dan ucapan selamat juga. Hingga sampai di kalimat yang chat yang tertuju padaku,

"Nak Arha, ndak ikut daftar CPNS juga? Lah kemarin itu lowongan untuk guru Bahasa Inggris juga banyak yang buka loh"

Jleb... kok rasa-rasanya ibu guruku ini yakin banget, kalo aku ikut daftar CPNS bakal langsung lolos. Gimana mau lolos, belajar aja jarang. Baca buku kurang, banyakan nonton drama korea dan anime. Otakku udah mulai berkarat. Dan, aku ini jurusan Akuntansi loh buk, bukan jurusan Bahasa Inggris.
Yah, maunya jawab gitu, tetapi gak ah, nanti malah kualat sama guru sendiri. 

Akhirnya langsung ku jawab saja, "Iya bu, kemarin saya ikut daftar juga tetapi gak lolos, mungkin belum rezekinya buk" kataku kalem.

Sebenarnya untuk tahun 2018 ini, adalah percobaan ketiga kali ku mengikuti test CPNS ini. Dan lagi lagi gagal. Sakit iya, pasti. tetapi aku sudah ikhlas kok. Hohoho

Lagipula, ini salahku karena kurang persiapan. Seringnya tiba masa tiba akal. Dekat waktu ujian baru belajar hingga tengah malam. Kebiasaan lama memang susah diubah yah. Dulu waktu jaman sekolah dulu suka gitu. 

Adek-adek sekalian kebiasaan buruk kayak gitu jangan dicontoh yah. Baiknya itu belajar harusnya tiap hari. Ada ato tidak ada ujian. Kan belajar itu diniatkan untuk dapat ilmu yang bermanfaat, bukan untuk dapat nilai bagus ato biar diangkat jadi PNS. 


Dan Tahun 2018 ini jumlah pendaftar calon CPNS seluruh Indonesia juga membludak. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan tahun ini menurutku perjuangan mengikuti testnya 10 kali lebih sulit dari tahun-tahun sebelumnya. 

Alasannya, karena banyaknya pelamar dan pos pemeriksaan yang ketat membuat jadwal ujian test ngaret berjam-jam dari yang seharusnya. Untuk tahun 2018 ini, aku mengikuti test di RRI (Radio Republik Indonesia) dan dapat sesi 5. Dari pengalaman peserta dari hari-hari sebelumnya, sesi 5 ini harusnya masuk ke ruangan test bada sholat maghrib dan berakhir sebelum pukul 20.00 WITA. Tetapi yang terjadi, para peserta baru masuk ruangan test pukul 22.30 WITA dan baru keluar pukul 23.30 WITA. Setengah jam lagi menuju pukul 12 Malam.

Mendengar hal tersebut, aku resah dan gelisah (*kayak lagu). Aku punya firasat bahwa kali ini pun aku pasti akan gagal melihat dari sedikitnya persiapan yang kulakukan dan keberuntungan yang kumiliki. Presentase aku bakal bisa lolos hanya sekitar 5%. Dan jika diatas 5%, itu pasti berkat doa dari orang tua dan orang- orang terkasih. Dan karena melihat perjuangan para peserta test yang harus berada di lokasi test hingga tengah malam, membuat nyaliku ciut. Hatiku yang lain berbisik, toh kamu bakal gagal juga kan! Jadi kenapa harus memaksakan diri segala. Sedangkan hatiku yang lain berbisik, kalo pun pada akhirnya kamu bakal gagal, kenapa tidak dicoba saja dulu. Ini bukan tentang bisa lolos atau tidak. Tetapi lebih kepada, seberapa jauh aku mampu bertahan mengatasi kondisi sulit ini.


Dan, akhirnya setelah sholat Dhuha dan Sholat Hajat aku memohon pada Tuhan agar diberi kekuatan untuk melalui hal-hal sulit termasuk diberi kekuatan untuk mengerjakan soal yang sulit. Amin

Akhirnya hari itu, aku membulatkan tekad untuk mengikuti ujian CPNS, walaupun harus sampai tengah malam. Aku menyiapkan hal-hal yang mungkin kubutuhkan, mulai dari Tekad, kemudian Jaket supaya tidak kedinginan jika harus menunggu hingga tengah malam. Aku juga menyiapkan MP3 Player dan Earphone untuk menemani masa-masa menunggu waktu test. Aku juga menyiapkan botol air minum, roti dan snack di tas pengganjal perut jika tak sempat makan malam. Dan tak lupa juga buku catatan kisi kisi test dan contoh contoh soal di hape untuk menyegarkan ingatan.

Dan semua ketakutan itu akhirnya terjadi. Aku yang datang di lokasi test pukul 15.00 WITA tidak diperkenankan memasuki halaman lokasi test, karena yang sesi 4 juga belum masuk di ruangan test. Kami sesi 5 harus menunggu di luar pagar. Syukurlah, aku punya MP3 yang menemani di balik pintu pagar. Hampir pukul 17.00 Wita kita baru dipersilahkan memasuki halaman dan menunggu dibawah tenda. Dari pukul 17.00 hingga memasuki waktu Maghrib, kita hanya diberi arahan terkait hal-hal yang boleh dibawa ke ruangan test dan yang tidak boleh. Sambil diberi arahan, panitia seleksi CPNS memberi kita kesempatan untuk makan makanan ringan atau sekedar melepas rasa dahaga karena telah berdiri lama di luar pagar. 

Setelah sholat magrib ditunaikan, kami pun diminta untuk mengumpul seluruh tas, buku, handphone dan lain lain di loket penitipan barang. Setelah itu kita akan memasuki tahap pemeriksaan badan dan registrasi. Proses ini tak memakan waktu lama karena menyiapkan banyak loket. Mulai dari pemeriksaan badan oleh petugas Pamong Praja, lanjut ke scan barcode kartu ujian, isi absen manual, hingga stempel di tangan. Semuanya lancar dan tanpa hambatan. Yang bikin sangaaatttt lama adalah menunggu di depan ruang test. Ini nunggunya dari abis sholat isya hingga pukul 10 lewat. Nunggu di bawah tenda dengan penerangan lampu seadanya. Tanpa tas, buku catatan, hape dan dompet. Rasa gerah, bosan, ngantuk, dan lapar bercampur aduk jadi satu. Dan karena cahaya lampunya agak remang. Aku sempat memejamkan mata beberapa menit. Untuk menghilangkan rasa ngantuk yang menyerang. 

Syukur kakak Panitia membagikan air mineral gelas untuk membasahi kerongkongan kami. Setelah menunggu berjam-jam. Akhirnya hampir pukul 10 malam. Kami satu persatu memasuki ruang ujian. Tetapi sebelum itu, kami harus melewati lagi pos pemeriksaan dari Bapak dan Ibu dari kepolisian. Bukan hanya pemeriksaan badan dan pakaian tetapi juga kita mendapat beberapa pertanyaan untuk menghindari joki joki bayaran.

Pukul 22.10 Wita, setelah mendapat pengarahan, akhirnya kami pun dipersilahkan menjawab soal-soal dari laptop. Di awal aku gugup setengah mati, karena tiba-tiba aku kesulitan untuk login. Setelah mencoba berkali-kali, akhirnya aku bisa login dan mulai menjawab soal dengan cepat sambil melawan rasa ngantuk.

Menurutku soalnya tidak sesulit yang kubayangkan, hahahha sombongnya keluar. Yah, menurutku soalnya bisa dijawab dengan kesadaran dan cara berpikir yang logis. Kecuali soal matematikanya yang membuat asam lambungku naik. Susah bingit cuy...

Dan Pukul 23.15 Wita aku mengakhiri sesi soal test CPNS tersebut. Dan aku mendapat skor total 306. Lumayanlah walaupun kutahu bakal tidak lulus. Tetapi menurutku cukup lumayan untuk seorang yang otaknya mulai berkarat dan belajar dengan sistem kebut semalam.

Malam itu hatiku merasa lega luar biasa. Karena  akhirnya berhasil melawan rasa takutku sendiri. Keluar dari lokasi test sudah lewat pukul 12 malam. Aku galau harus pulang naik apa, lalu dari kejauhan kulihat adik-adikku menunggu di depan pintu masuk. Mereka datang menjemput kakaknya yang telah berjuang seharian. Bahagianya melihat mereka. Mereka datang dengan bekal makan malam dan botol air minum untukku. Huhuhu jadi terharu...Makasih adik-adik sayams

Ah, perkenalkan... ini teman baru yang kutemui waktu ujian CPNS kemarin. Namanya Anggun, jurusan Kebidanan. Dia anaknya baik, asyik, dan murah hati. Semoga sehat selalu Anggun, dan segera dapat pekerjaan idaman walaupun bukan sebagai PNS yah.. 



2 comments:

  1. Setiap orang sudah ada jalannya masing-masing.. Tidak diterima sebagai PNS sudah pasti merupakan jalan terbaik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah betul juga..
      makasih mas Anggara sudah mau mampir dan memberi semangat
      Percaya bahwa semua yang digariskan adalah ketetapan Tuhan yang paling baik adalah salah satu cara untuk bersyukur

      Delete

Terima Kasih sudah berkunjung ^_^
Silahkan meninggalkan komentar jika berkenan

KEEP TRYING

Rasanya berat sekali melangkah Ada beban berat yang rasanya merantai kaki Kepala rasanya penuh dengan berbagai hal Apa yang salah deng...