Tuesday, April 21, 2015

Jadi Volunteer di 1000 Guru Makassar yuuk....


       Kali ini mau bahas tentang salah satu komunitas yang peduli akan dunia pendidikan, namanya Komunitas 1000 Guru Makassar. Awalnya tahu tentang komunitas ini dari Majalah Anak Muda Makassar pertama yang bernama "Soulmaks Magazine" yang terbit tiap bulannya. Majalahnya bisa di download gratis di: www.soulmaks.com. Ada banyak informasi keren di dalamnya.           Dari situ baca profil tentang komunitas ini yang melakukan kegiatan mengajar di daerah pedalaman di Provinsi Sulawesi Selatan. Setelah baca ini, saya jadi tertarik terus cari-cari infonya dan akhirnya dapat website nya. Eh, ternyata lagi ada perekrutan volunteer, langsung aja deh ngisi form registrasi nya via online. Di form registrasinya selain nama dan biodata diri, kita juga disuruh untuk memberikan alasan kenapa tertarik untuk ikut komunitas ini dan pendapat kita tentang dunia pendidikan di Indonesia saat ini? Dan setelah beberapa hari kemudian, akhirnya aku dapat sms kalau aku lulus dalam penyeleksian calon volunteer dan bisa ikut bergabung dalam Event TNT 2 (Travelling and Teaching). Wah, seneng banget karena yang daftar untuk jadi calon volunteer itu ada ratusan orang. Trus yang lulus seleksi cuma sekitar 30 orang. Wuah...seneng banget.

          Sebelum lanjut dengan pengalaman saya jadi Volunteer di komunitas ini, saya ingin berbagi sedikit info tentang 1000 Guru. Awalnya komunitas 1000 guru ini hanya sebuah akun di sosial media yang memberitakan tentang keadaan realita pendidikan di pedalaman Indonesia. Tetapi setelah berjalan sekian lama, akhirnya 1000 guru ini bergerak di dunia nyata dengan terjun langsung untuk membantu pendidikan anak-anak pedalaman di dlm negeri. Komunitas ini dibentuk oleh Jemi Ngadiono pada tanggal 22 Agustus 2012. Lalu kemudian 1000 Guru atas prakarsa dari Andi Appi Pattongai pada tanggal 18 Juli 2014, akhirnya terbentuk juga di Kota Makassar dimana Tim Inti di dalamnya terdiri dari berbagai orang dengan Latar Belakang Pendidikan dan Profesi yang berbeda namun memiliki kesamaan tujuan untuk ambil bagian dalam Upaya Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. (Keren banget kan, sungguh cita-cita yang sangat mulia)


        Yups lanjut ke event TNT (Teaching and Travelling) yang saya ikuti dan diadakan selama 2 hari bertempat di Pulau Badi dan Pulau Bone Tambu. Sesuai dengan nama event nya Teaching and Travelling, kegiatannya mencakup mengajar plus jalan-jalan. Jadi buat yang pengen kegiatan travelling nya ga' hanya sekedar jalan-jalan biasa. Kamu patut coba gabung jadi volunteer disini. Dan rasakan kombinasi antara kebahagiaan berbagi, kepuasaan menapaki tempat-tempat baru, dan mengenal orang-orang baru. Rasanya komplit banget... hihihihi

            Jadi kegiatan di hari pertama itu, kita dibagi beberapa kelompok dan setiap kelompok menangani satu kelas yang berbeda. Dan selama sehari itu, kita bisa merasakan sensasi menjadi seorang guru yang berbicara di depan kelas. Rasanya senang banget soalnya sejak kecil punya cita-cita jadi guru. Tetapi belum kesampaian karena sekarang lebih memilih jadi karyawan swasta. Jadi bisa mendapatkan kesempatan untuk berbicara di depan kelas, berbagi pengetahuan dan menginspirasi adik-adik disana, membuat saya merasakan kalo separuh mimpi saya bisa tercapai. 

       







Selain berbagi pengetahuan dan inspirasi, Tim 1000 Guru juga menyiapkan donasi berupa perlengkapan sekolah dan alat tulis kepada adik-adik di sekolah pesisir tersebut. Setelah acara teaching selesai, perjalanan kami lanjutkan ke pulau Badi untuk kegiatan Travelling nya... 

Pulau Badi...Pulau cantik sebagai salah satu tempat rehabilitasi terumbu karang terbesar di Indonesia. Dan karena saya tidak bisa berenang, akhirnya kesempatan untuk snorkeling menikmati keindahan terumbu karang harus saya lewatkan, takutnya saya yang belum punya pengalaman snorkeling dan tidak tahu berenang akan melakukan kesalahan dengan menginjak terumbu karang yang masih muda dan sangat dijaga itu. Walaupun tidak bisa menikmati keindahan bawah laut, saya masih bisa mengunjungi tempat penangkaran kuda laut di Pulau Badi. Senang sekali bisa dapat kesempatan melihat langsung kuda laut, hewan unik yang memiliki ukuran dari 16 mm sampai 35 cm dimana Si Jantan yang bertugas melahirkan anak-anaknya. 


Dan acara terakhir yang tak kalah serunya adalah malam bina akrab dengan menyalakan api unggun di pinggir pantai dengan ditemani suara debur ombak dan cahaya bintang-bintang... dan ditutup dengan menerbangkan lampion ke angkasa....

Pokok nya pengalaman selama 2 hari ini benar-benar sarat makna dan kenangan manis. Thanks buat kakak di 1000 Guru Makassar... Sukses terus dan tetap semangat ^_^



Buat teman-teman yang berminat untuk jadi volunteer silahkan buka website: http://seribugurumakassar.web.com/contact-and-registration atau gabung di fanspage facebook: 1000 guru makassar





             

0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung ^_^
Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan