Thursday, April 30, 2015

Waspada PENIPUAN dengan Modus Panggilan Wawancara Kerja

Titut...titut...titut

Ponselku yang tergeletak di meja berdering tiga kali, itu tandanya ada sebuah pesan baru di kotak masuk. Kubuka dengan rasa malas. Tetapi kemudian mata ku membelalak tak percaya, kukedipkan mataku berkali-kali mencoba meyakinkan diriku bahwa aku sedang tak salah lihat. Dari layar ponsel tertulis jelas... ”SELAMAT anda lolos seleksi administrasi. Dan anda berhak melangkah ke tahap tes selanjutnya. Test tertulis dan wawancara akan diadakan di Hotel Graha Asri pada tanggal 23 April 2015 pukul: 09.00 WITA. Diharapkan untuk memakai pakaian rapi dan sopan serta membawa alat tulis”

Setelah membaca pesan itu berkali-kali dan benar-benar yakin bahwa aku tidak sedang bermimpi, aku melonjak kegirangan, rasanya bahagia sekali, seperti melihat secercah cahaya di tengah hutan yang gelap gulita. Setelah penantian panjang yang rasanya tak berujung, setelah perjuangan mendatangi job fair-fair di beberapa kota, setelah rasa lelah karena harus bolak balik kantor pos untuk mengirim berkas lamaran, dan setelah rasa putus asa yang menyelimuti karena tak kunjung mendapat panggilan. Akhirnya satu sms berupa panggilan test interview itu seperti semilir angin segar di tengah gurun. Rasanya semangat untuk menyambut masa depan kembali muncul.



Yah, seperti itulah kira-kira pengalaman pertamaku saat mendapatkan panggilan untuk test pertama kalinya setelah lulus kuliah.

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menyebutkan bahwa Angka Pengangguran di bln Agustus 2014 mencapai 7,4 juta orang dan diperkirakan di tahun 2015 akan semakin membludak, dengan pengangguran terdidik naik dari 4,31% pada Februari 2014 menjadi 5,65% pada Agustus 2014. Oleh karena itu persaingan untuk mendapatkan sebuah pekerjaan menjadi sesuatu yang sangat sulit saat ini. Dan hal inilah yang mengundang para pelaku kejahatan melakukan tindak penipuan berupa pemberian harapan palsu untuk mendapatkan pekerjaan dengan cara instan atau tindak penipuan berupa panggilan wawancara kerja. Dan saya menjadi salah satu orang yang hampir terkena penipuan semacam ini.


Awalnya saya mendapat info mengenai lowongan pekerjaan dari teman. Setelah membaca dengan jelas jabatan yang dibutuhkan dan kualifikasi yang dibutuhkan akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar,  saya sangat berharap bisa lulus karena perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan ini adalah salah satu perusahaan besar yang telah memiliki banyak anak perusahaan yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia dan tentunya dengan jenjang karir dan gaji yang bagus.  Singkat cerita, saya pun mengirim segala berkas yang dibutuhkan via email. Dan setelah beberapa hari menunggu akhirnya doa saya terjawab. Datanglah panggilan untuk test wawancara berupa sms yang masuk di ponsel saya, isinya “Selamat anda telah lolos seleksi administrasi dan anda berhak untuk mengikuti tahapan test selanjutnya. Untuk ketentuan dan persyaratan test sudah kami kirim ke email anda. Dan diharapkan untuk segera melakukan konfirmasi kehadiran selambat-lambatnya pukul 21.00 WIB” Saya senang bukan main walaupun ini bukan pengalaman pertama lagi. Saya pun segera membuka email. Dan benar, sudah ada email masuk dari Perusahaan tempat saya melamar pekerjaan tersebut.

Di badan email ada ucapan berupa kata-kata selamat karena telah berhasil melewati satu tahap test dan ada lampiran yang berisi segala ketentuan untuk mengikuti tahapan test selanjutnya. Ada sekitar 4 lembar. Lembaran pertama dan kedua berupa surat undangan untuk panggilan test interview berikut hari & tanggal test dari Division Of Human Development and Recruitment perusahaan tersebut disertai tanda tangan nya diatas selembar materai 6000, dengan tembusan surat ke Direktur Utama Perusahaan, Kementerian Tenaga Kerja, dan Departemen Tenaga Kerja & Transmigrasi.

Lembaran ketiga berisi prosedur penggantian dana transportasi peserta test serta tugas dan tanggung jawab Agen Perjalanan. Di lembaran ini diperlihatkan contoh E Ticket dari salah satu maskapai penerbangan di Indonesia. Jadi ceritanya, peserta test harus mengirim uang dulu kepada Agen Tour & Travel yang ditentukan sebagai tanda jadi untuk mengikuti test tersebut. Selanjutnya, pihak Agen Tour & Travel akan melakukan tugasnya untuk menyediakan tiket pesawat, menjemput di bandara, menyiapkan hotel tempat menginap dan mengantar peserta test ke lokasi test. Setelah test di perusahaan selesai, kwintansi berupa bukti pembayaran tiket dan biaya hotel akan diganti oleh perusahaan, baik yang akan lulus ataupun yang tidak lulus.

Lembaran keempat berisi nama calon karyawan yang berhak mengikuti test interview. Ada dua puluh peserta yang terlihat di kolom tersebut dengan nama ku berada di urutan terakhir (melihat nama ku berada di urutan terakhir, aku merasa sangat beruntung, karena masih bisa mengikuti test selanjutnya dengan presentase kesempatan untuk lulus lebih besar karena hanya 19 orang saingan)

Dilembaran terakhir ini dijelaskan bahwa peserta test diwajibkan untuk melakukan sms konfirmasi kehadiran ke: 085 33 77 1 222 dengan format: Nama perusahaan#Nama#Hadir/Tidak. Lalu kemudian peserta test diharapkan untuk segera menghubungi pihak travel yang direkomendasikan untuk melakukan reservasi ticketing dan mobilisasi penjemputan di bandara. Nama Agen Travelnya: ASITA TOURS & TRAVEL Penanggung Jawab Dani Erawan,S.Kom (085 328 926 789) disebutkan bahwa Reservasi ticket hanya sampai jam 22.30 WIB. Dan sebuah catatan kecil di akhir surat mengatakan bahwa: Pakaian Seragam dan Perlengkapan peserta Test Calon Karyawan telah disediakan untuk masing-masing Peserta. Biaya Akomodasi Biro Perjalanan Paket Tours: Rp 2.800.000,- (Pertama kali membacanya, saya merasa senang bukan main, karena bisa mendapatkan kesempatan untuk mengikuti test wawancara di Ibukota Negara RI tepatnya di Jakarta Selatan dengan biaya akomodasi dan transportasi semuanya ditanggung perusahaan. Aku berpikir bahwa ini adalah kesempatan emas yang tak boleh dilewatkan, apalagi dengan saingan yang tidak terlalu banyak)

Tetapi setelah membaca surat tersebut berulang-ulang, saya menyadari bahwa banyak sekali hal aneh di dalamnya. Jika kita mau berpikir logis, tidak mungkin ada perusahaan yang mau membiayai setiap keperluan dari calon karyawannya yang mencakup akomodasi, transportasi, alat tulis menulis bahkan sampai pakaian yang akan dikenakan pada saat wawancara (Bagaimana bisa perusahaan menyiapkan pakaian bagi para peserta test sedangkan pihak perusahaan belum pernah sekalipun bertatap muka atau menanyakan ukuran pakaian dari para peserta Test)

Jadi setelah membaca surat ini, saya langsung membuka website resmi dari perusahaan tempat saya mendaftar. Dari website tersebut, terlihat bahwa logo perusahaan yang digunakan tidak sama dengan logo perusaahan yang digunakan di kop surat. Dan di website resmi perusahaan tersebut, disebutkan bahwa perusahaan tidak sedang membuka perekrutan karyawan saat ini. Dan perusahaan tersebut memberi “Warning” pada pencari kerja agar waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan perusahaan tersebut. Saya langsung syok membacanya, karena saya sudah berharap yang tinggi terhadap perusahan tersebut. Ternyata panggilan untuk test wawancara tersebut hanyalah sebuah bentuk penipuan dengan modus panggilan wawancara kerja. Setelah itu saya membuka website dari Agen Tour & Travel yang disebutkan dalam surat. Websitenya ada, hanya saja website tersebut “tidak berisi apa-apa” seperti website agen Tour & Travel lainnya, misalnya tentang hotel atau akomodasi yang diajak bekerja sama, tentang tarif-tarif dari setiap perjalanan, tentang destinasi wisata, dan testimony – testimony dari orang – orang yang telah menggunakan jasa travel tersebut. Terlihat jelas bahwa website dari agen Tour dan Travel tersebut hanya dibuat untuk sekedar iseng-iseng saja bukan sebagai ajang promosi atau pengenalan terhadap agen Tour & Travel tersebut.
Wah saya benar-benar merasa kecewa tetapi merasa sangat bersyukur juga karena setidaknya saya tidak sampai mengirim uang untuk biaya Transportasi dan Akomodasi ke Nomor Rekening yang ditentukan. Tetapi seandainya saja  saya tidak berpikir logis, pastinya saya sudah menjadi sasaran empuk bagi para penipu yang mengatasnamakan panggilan wawancara kerja tersebut. Semoga keluarga dan orang-orang di sekitar kita tidak temakan rayuan dan kata-kata manis dari para penipu seperti ini. Tetap berusaha  yang terbaik mencari reski yang baik dan tentunya tetap mengedepankan akal sehat dan logika.

Berikut contoh Surat Panggilan Wawancara Kerja yang saya terima




0 comments:

Post a Comment

Terima Kasih sudah berkunjung ^_^
Silahkan tinggalkan komentar jika berkenan