Sabtu, 21 November 2015

Review Drama Korea "She Was Pretty"

Saat memiliki waktu luang, selain kugunakan untuk membaca buku dan berguling-guling di kasur seharian (*malas nya keliatan), biasanya kupakai untuk menonton drama korea. Ah... menonton drama korea bikin kecanduan. Disamping karena Aktornya yang tampan (ehm..tampan ato cantik ya???) dan Aktrisnya yang bertubuh imut bak boneka barbie, ide cerita yang menarik, alurnya yang tidak membosankan, serta durasi nya tidak terlalu panjang menjadi daya tarik tersendiri.
Dan... Kali ini mau review drama korea yang telah selesai tayang di korea di hari Rabu & Kamis Malam serta menduduki rating tertingi diantara drama-drama yang tayang malam itu. Drama korea ini berjudul She Was Pretty dibintangi oleh Hwang Jung Eum, Park Seong Joon, Choi Siwon, dan Koh Joon Hee. Ceritanya masih seputar tentang drama percintaan anak muda. Ada romantisnya, ada lucunya, ada sedih nya, dan ceritanya tidak terlalu rumit dan terlalu menegangkan, walaupun begitu kita masih dibuat penasaran dengan beberapa teka-teki di dalamnya. Sehingga sangat recommended buat kamu yang ingin menonton film untuk melawan penat karena aktivitas berat seharian. Menonton film ini akan membuat kamu sangat terhibur. Dan psti ada begitu banyak pelajaran yang bisa dipetik plus dapat quote-quote menarik. 



Jadi drama ini bercerita tentang 4 orang anak muda yang terikat cinta segi empat (*cinta segitiga sudah terlalu mainstream). Cerita dibuka dengan memperlihat kan kehidupan dua orang gadis yang sangat jauh berbeda bagaikan langit dan bumi. Min Ha ri yang sangat cantik dan seksi (diperankan oleh Koh Joon Hee) sedang merayakan pesta ulang tahunnya disebuah kolam renang hotel mewah, Ia lalu terlihat sibuk menelepon seseorang. Ternyata ia sedang menelpon Kim Hye Jin yang buruk rupa dan sangat berantakan (diperankan oleh Hwang Jung Eum) yang sedang bekerja di sebuah rumah makan. Di sela-sela pesta tiba-tiba Min Ha Ri terjatuh ke dalam kolam renang, sontak saja semua orang di sekitarnya kaget dan beberapa orang refleks langsung melompat ke dalam air. Kim Hye Jin yang juga panik melihat sahabatnya jatuh ke dalam air juga berusaha menolong tetapi tiba-tiba seseorang menyenggolnya dan dia pun ikut masuk ke dalam kolam renang. Tetapi bedanya, tak ada seorang pun yang peduli padanya saat ia juga terjatuh ke dalam air, semua mata hanya tertuju pada sosok Min Ha Ri. Saat itu ia tersadar bahwa ternyata dalam kehidupan pun ada yang namanya tokoh utama. Dan saat ini Min Ha Ri adalah pemeran utamanya. Sedangkan dia hanyalah teman dari pemeran utama. Atau mungkin ia hanyalah pemain tambahan yang tak terlihat sama sekali.



Di awal cerita tadi diperlihatkan bahwa Min Ha Ri yang cantik itu selalu menjadi pusat perhatian semua orang sedangkan Kim Hye Jin yang buruk rupa selalu saja tak pernah dianggap ada. Kim Hye Jin berpikir itu semua arena wajahnya yang tidak terlalu enak dilihat, oleh karena itu ia tak bisa bersinar layaknya Min Ha Ri. Hingga kemudian ia mendaftar di sebuah perusahan penerbitan majalah the most. Usai wawancara ia merasa sangat kesal karena merasa saingannya sesama pelamar kerja lebih baik darinya, hingga kemudian Kim Hye Jin berujar pada sahabatnya Min Ha Ri "Pasti menyenangkan kalau bisa meminjam wajah mu hari ini saja". 
Setelah merasa gagal dengan proses wawancara yang telah ia ikuti. Malamnya ia tiba-tiba mendapat pesan email dari kawan kecil nya Kim Seong Jun (diperankan oleh Park Seong Joon). Setelah bertahun-tahun tak saling kontak dan berkirim kabar, tiba-tiba Seung Joon mengatakan kalau ia sedang ada di korea dan meminta untuk bertemu lagi. Kim Hye Jin merasa sangat senang akan bertemu kawan kecilnya, Seong Jun yang gendut dan imut. Ia begitu bersemangat karena Seong Jun bukan hanya merupakan kawan kecil nya tetapi juga merupakan cinta pertamanya. 



Kisahnya berlanjut, Kim Hye Jin saling bertukar nomer handphone dengan Seung Jun. Dan memutuskan tanggal dan tempat pertemuan. Di hari pertemuan Kim Hye Jin tampak sedang berbicara dengan Seoung Jun lewat telepon, ia kemudia mengira-ngira sosok Seoun Jun dewasa tak jauh dari kesan gendut sama seperti waktu kecil dulu. Ia lalu menepuk seseorang yang bertubuh gemuk di hadapannya. Ternyata ia salah orang. Saat ia berpaling, lalu dilihatnya sosok pria tampan dan tinggi sedang berjalan ke arahnya sambil melambaikan tangan. Tak salah lagi, ia adalah Seoung Jun. Ia begitu bahagia melihat kawan kecilnya telah banyak berubah. Tetapi kebahagiaan nya tiba-tiba sirna ketika Seoung Jun dewasa melewati dirinya dan menghampiri gadis cantik di belakang nya. Kim Hye Jin segera tersadar bahwa Ingatan Seong Jun tentang dirinya adalah seorang gadis yang cantik, baik hati dan luar biasa. 
Kim Hye Jin dewasa
Kim Hye Jin lalu flash back ke masa kecilnya saat ia masih cantik dulu. Setelah tersadar dengan keadaan nya sekarang, ia memutuskan untuk menjauh dan bersembunyi. Karena ia begitu malu dengan dirinya yang berantakan dan belum punya pekerjaan. 
Kim Hye Jin cilik
Ia lalu memutuskan untuk meminta tolong pada Min Ha Ri Untuk menggantikan dirinya menemui Seong Jun. Ia memilih untuk bersembunyi dan tidak memperlihatkan wajah asli nya yang sekarang karena tak ingin jadi pecundang di hadapan cinta pertamanya. Akhirnya ia hanya bisa menyaksikan dari kejauhan Senyum Seong Jun yang merasa sangat bahagia karena bisa bertemu kembali dengan Kim Hye Jin palsu.

Pertemuan Seung Joon dengan Kim hye Jin Palsu
Konflik terjadi ketika Kim Hye Jin akhirnya diterima di Kantor Penerbitan Majalah The Most kemudian ternyata Seoun Joon adalah atasan langsung nya. Jadi mampukah Seong Joon mengenali teman masa kecil nya itu??? Bagaimana dengan kisah cinta segi empat mereka??? Silahkan download drama korea nya langsung ya ^_^ 

Mereka bertiga bertemu dalam satu devisi yang sama

Keceriaan kim hye jin dengan Shin Hyeok
Di akhir cerita, Kim Hye Jin tersadar bahwa dalam kehidupan memang ada pemeran utama dan pendukung. Tetapi memutuskan untuk menjadi pemeran utama atau pemeran pendukung adalah pilihan yang kita ambil sendiri. Salah satu kesalahan ketika kita memutuskan untuk menjadi pemeran pendukung adalahh ketika kita mudah menyerah pada tantangan yang datang lalu membiarkan orang lain mendikte kita.

0 komentar:

Posting Komentar