Friday, February 16, 2018

DAY 9: CERITA TENTANG SHOLAT KE MESJID HARI INI

Jadi hari ini lagi libur kantor, terus sepanjang hari hujan. Jadinya mager (*malas gerak) banget. Maunya guling-guling dengan selimut hangat seharian. Atau natap layar laptop saja seharian. Padahal buku yang belum dibaca masih numpuk di sudut kamar, melampai-lambai memohon untuk dibaca. Tetapi entah kenapa pesona layar laptop dengan gambar bergerak lebih memukau dibandingkan dengan deretan huruf di buku. Ckckckc penyakit malasku kambuh lagi.

Dan tanpa terasa sudah pukul 3 lewat. Badanku terasa pegal karena seharian di dalam kamar. Efek kurang gerak. Lalu Adzan berkumandang dari corong mesjid dekat rumah. Adzan sholat ashar kali ini terdengar sangat merdu. Mungkin pengaruh hujan yang menyisakan titik-titiknya saja. Atau karena biasanya aku masih tidur siang saat adzan sholat ashar berkumandang. Dan akhirnya kuputuskan untuk sholat ashar berjamaah di mesjid hari ini. Setelah merasa segar karena telah mandi sore, aku pun melangkah riang ke mesjid. Alhamdulillah langkah kakiku terasa sangat ringan. Dan walaupun sepanjang hari turun hujan, Alhamdulillah jalanan menuju mesjid tidak banjir. Padahal biasanya hujan sebentar saja, sudah menyisakan genangan air dimana-mana. Jarak antara kost-anku dengan mesjid tidak jauh. Cuma terpisah oleh satu lorong saja. Mesjidnya terletak di sebelah jalan raya yang selalu padat lalu lintas. Dan pas di ujung lorong, tiba-tiba hatiku berdesir. Ada bendera putih terpasang. Berarti hari ini ada tetanggaku yang dipanggil untuk menghadap Sang Pencipta.  Ah kematian... hal paling pasti yang akan menimpa setiap yang bernyawa. Dan anehnya kita sering lupa dan terlalaikan oleh urusan dunia. Langkahku menjadi agak melambat karena telah melihat bendera putih tadi. Aku membayangkan suatu hari nanti, bendera putih itu juga akan tertancap di depan rumahku. Menandakan bahwa diriku juga sudah tak ada di dunia. Aku berdoa semoga jika itu terjadi aku bisa kembali pada Nya dalam keadaan Khusnul Khotimah. Amin Ya Rabbal Alamin.

Sesampai di halaman mesjid, hatiku kembali berdesir. Kulihat kakek tua dengan tubuh bungkuk dan tongkatnya sedang jalan tertatih-tatih masuk ke mesjid. Hei, tiba-tiba tamparan keras menyentuh pipiku. Aku yang masih muda. Masih kuat. Dan belum tentu memiliki umur sepanjang kakek itu, seringkali lupa untuk kembali bersujud di mesjid. Seringnya aku malah menunda waktu sholat dengan alasan masih sibuk. Astagfirullah... aku bahkan lupa kapan terakhir kali menginjakkan kaki di mesjid ini. Ramadhan tahun lalu kah? Atau dua tahun yang lalu. 

Aku pun memasuki mesjid. Ada desiran halus yang merayap di hatiku. Ada perasaan damai yang tiba-tiba memenuhi rongga dadaku. Rasanya segala gelisah, kecewa dan kegalaun menguap saat kita bersimpuh disini. Masya Allah sungguh kegembiraan luar biasa bisa merasakan nikmat beribadah seperti ini lagi. Karena tak semua orang diberikan hidayah untuk menikmati hal ini. Di luar sana, masih tersisa titik-titik hujan. Kupikir mesjid akan kosong melompong karena baru saja turun hujan. Kupikir orang-orang akan malas ke mesjid karena jalanan becek dan macet dimana-mana. Tetapi ternyata aku salah. Sebelum Iqamah dikumandangkan, mesjid sudah hampir penuh. Shaf laki-laki hampir penuh. Sedangkan perempuan terisi satu Shaf penuh. Tebakanku salah. Ternyata hanya aku yang selalu cari-cari alasan untuk tidak sholat di mesjid. Na udzubillah min dzalik. Hufftttt...

Sholat berjalan khusyuk. Syukur Alhamudilllah. Semoga amal ibadah kita semua diterima disisiNya. Amin. Beberapa menit sebelum keluar mesjid tiba-tiba hujan turun deras. Beberapa orang terhenti di pintu mesjid. Aku pun tiba-tiba terhenti dan berpikir haruskah menerobos hujan atau menunggu hujannya reda baru pulang. Lalu tiba-tiba kerumunan orang semakin banyak di pintu keluar mesjid. Aku mendekat dan mencari tahu. Ternyata beberapa orang menawarkan kendaraannya untuk mengantar para jamaah pulang. Para pria berbaju gamis putih menuntun langkah para kakek tua menuju mobil. Beberapa lagi membuka jalan agar para orang tua bisa melangkah dengan baik. Masya Allah, bahagia rasanya menemukan masih banyak orang baik di muka bumi. Di jaman sekarang, ketika persaingan semakin kuat, saling sikut menyikut antar saudara, dan bahkan saling tikam untuk bertahan hidup, melihat ada orang lain yang masih punya kepedulian dan peka pada keadaan sekitar membuat hati jadi hangat. Jika masih ada orang baik di sekeliling kita. Kemungkinan dunia menjadi indah akan bisa terwujud. Karena kita jadi tertular untuk berbuat baik juga pada sesama...

Hah... setelah hampir melupakan bahagianya bisa sujud di mesjid. Hari ini saat memutuskan kembali kesana, aku mendapat begitu banyak pelajaran berharga. 

Alhamdulillah.. terima kasih atas nikmatmu hari ini Ya Allah

"Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain Allah, maka merekalah yang termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk (dari Allah Ta'ala)  (QS AT TAUBAH: 18)



2 comments:

  1. mama rempong kayak saya gini, bahagia banget bisa sujud lama di masjid. Ya Allah me time yang paling menenangkan itu. Kalau di rumah, duh... pas sujud dijadikan kuda-kudaan sama si kecil :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak rasanya nikmat banget kalo bisa sujud dan lama-lama di mesjid^_^
      Rasa hati maknyes banget... Alhamdulillah

      Delete

Terima Kasih sudah berkunjung ^_^
Silahkan meninggalkan komentar jika berkenan

REVIEW FILM KOREA : MY ANNOYING BROTHER

Hayooo... siapa yang suka berantem sama saudara sendiri. Kalau lagi dekat, kayak Tom & Jerry. Tetapi kalo lagi jauh saling mencari.. he...