Friday, January 6, 2017

Belajar arti Kerja Keras dan Perjuangan dari "Flying Colours"

Yaps.. tahun 2017, kalender baru harus semangat baru juga. 
Tahun ini targetnya harus memposting lebih banyak tulisan dibandingkan tahun lalu. Karena apa? Karena menulis membuatku bahagia.

Postingan kedua, setelah berbicara masalah resolusi di tahun ini, aku mau share ttg Film yang pertama kutonton di tahun ini, hahaha. Jadi ceritanya abis nonton kembang api, terus tidur, besok nya buka mata langsung nonton. Jadilah film pertama yang kutonton tahun ini, Hahaha, malas nya keliatan.

Japan Movie Flying Color ini cocok sekali di tonton untuk pembuka semangat baru di tahun ini. Apalagi buat kamu yang mulai kehilangan semangat untuk mengejar mimpi.

Flying Color adalah Film Jepang yang bergenre Remaja, School and Family. Walaupun bergenre remaja, tetap harus ditonton juga oleh para orang tua, para guru atau calon orang tua seperti saya. Disutradarai oleh Nobuhiro Doi dan dibintangi oleh Kasumi Arimura sebagai Sayaka kudo (mgkin msh sepupu an sm shinichi kudo ^_^), Atshushi Ito sebagai Tsubotha Sensei (Tutor Sayaka di tempat bimbel), Shuhei Nomura sebagai Reiji (teman Sayaka di tempat bimbel).

Film Jepang ini rilis tahun 2015 dan mendapat Awards sebagai Japan Academy Award for Newcomer Of The Year. Yups intip sinopsisnya....




Kisah ini merupakan pengalaman nyata dari seorang Tutor dari kelas Bimbingan Belajar di Jepang bernama Tsubotha Sensei. Ia menuturkan tentang kisah perjalanan seorang gadis remaja dalam mengejar mimpi, bernama Sayaka Kudo. Sayaka berasal dari keluarga sederhana. Dia anak pertama dari tiga bersaudara. Adiknya Ryoto didik keras oleh ayahnya untuk menjadi seorang pemain baseball terkenal. Sedangkan Sayaka dan adiknya Mayumi dididik oleh ibunya. Kesepakatan orang tuanya untuk membagi anak didikan dan tidak boleh mencampuri cara didik masing-masing, membuat keluarga ini menjadi kurang harmonis. Ayah Sayaka terlalu fokus pada putranya Ryoto, sehingga seringkali mengabaikan putri mereka Sayaka dan Mayumi. Hal ini membuat Sayaka tumbuh menjadi sosok pemurung dan sangat susah bergaul. Ibu Sayaka yang sangat khawatir akan kondisi anaknya lalu berkata pada Sayaka, "Tak perlu susah-susah belajar, cukup bersenang-senang saja dan temukan kebahagiaan mu sendiri". Karena kata-kata ini, Sayaka menjadi kehilangan arah hidup. Dan cita-cita tertinggi nya yaitu hanya ingin mempunyai teman. 

Di sekolah barunya, Sayaka akhirnya bertemu dengan orang-orang yang mau berteman dengan nya. Ia pun berubah dari sosok pemurung menjadi periang. Hanya saja, teman-teman sepergaulan nya cuma suka bermain-main dan bersenang-bersenang. Hingga ia memasuki bangku Sekolah Menengah Atas, dan ia berada dalam daftar siswa  yang tak punya masa depan. Ia kemudian kedapatan membawa rokok ke sekolah, dan akhirnya dipanggil ke ruangan kepala sekolah dan hampir di Drop Out dari sekolah hanya karena ia tak ingin menyebutkan nama teman-teman yang juga merokok bersama nya. Tetapi ibu Sayaka memohon agar anaknya diberi kesempatan untuk menyelesaikan sekolah nya. Ibu nya lalu berkata "Jika Mengkhianati teman untuk menyelamatkan diri sendiri adalah kebijakan dari sekolah ini dan cara mendidik yang baik, maka lebih baik keluarkan saja anak ku dari sekolah ini" (Wits... sampe sini, ibunya Sayaka keren banget. Dia sangat bijak)

Ibu Sayaka memohon pada Kepala Sekolah
Memasuki tahun ketiga di Sekolah Menengah Atas, Sayaka masih belum berubah. Ia hanya menghabiskan waktu nya untuk bermain-main dan terus bersenang-senang dengan temannya. Ibu Sayaka mulai khawatir dengan masa depan anaknya. Ia kemudian membujuk Sayaka untuk mengikuti bimbingan belajar selama liburan musim panas berlangsung. Karena tak punya pilihan lain, akhirnya Sayaka setuju untuk mengikuti Bimbingan Belajar.

Sayaka bertemu dengan Tsubota Sensei for the first time
Di tempat inilah, Sayaka akhirnya menemukan titik terang dalam hidupnya. Untuk pertama kalinya, Ia begitu terkesan dengan Tsubota Sensei yang memperlakukan nya sebagai seseorang yang berharga. Tsubota Sensei yang selalu optimis dan memandang setiap anak itu spesial membuat Sayaka terkesan. Di Awal pertemuan, Tsubota Sensei langsung memberikan test kemampuan pada Sayaka. Dan di test ini, Sayaka mendapatkan nilai 0. Tsubota Sensei yang baru pertama kali nya menemukan siswa seperti Sayaka, menjadi cukup takjub juga. Walaupun mendapat nilai 0, Tsubota Sensei tetap memuji kerja keras Sayaka mengisi jawaban dari semua pertanyaan. Tak ada satupun terlewatkan, walaupun tetap semua jawabannya salah. Karena hal itu, Tsubota Sensei yakin bahwa Sayaka bisa menjadi siswa unggulan jika saja ia mau belajar dengan tekun dan bekerja keras. Mulailah hari-hari menyenangkan Sayaka di tempat bimbel. Setiap harinya, Tsubota Sensei memberikan tugas dan mengecek perkembangan belajar dari Sayaka. Tsubota Sensei memberikan berbagai macam pola belajar, mulai dari belajar sejarah jepang dari komik, hingga menulis essay berdasarkan riset dari membaca surat kabar dan menonton berita dari Televisi.

Tsubota Sensei memberi semangat pada Sayaka
Tsubota Sensei menyarankan Sayaka untuk mengambil ujian masuk perguruan tinggi di Universitas Keio. Sayaka yang tak memiliki tujuan, hanya mengiyakan saja saran dari Tsubota Sensei. Cita-citanya Untuk masuk ke Universitas Keio dikatakan nya pada ibu, ayah, sahabat, dan gurunya di sekolah. Melihat diri Sayaka yang hampir tak pernah belajar, Ayah dan Wali Kelas nya di sekolah mengejek dan mengatakan bahwa hal itu akan sangat mustahil untuk Sayaka raih. Tetapi kemudian Sayaka menjadi bertekad untuk benar-benar bisa masuk ke Universitas Keio setelah melihat sendiri tekad dan keyakinan Tsubota Sensei untuk membantunya belajar. Ditambah lagi, kini Sayaka punya teman seperjuangan yaitu Reiji Kun. Yang juga memiliki mimpi yang sama seperti dirinya. 

Sayaka dan .. saling memberi semangat
Walaupun film ini genre remaja, tetapi scene romantis yang biasa kita lihat di Movie ini hampir tidak ada. Karena fokus movie ini memang memperlihatkan tentang Perjuangan Sayaka meraih mimpi yang terlihat mustahil untuk diraihnya. Beberapa kali Sayaka dan Reiji terlihat bersama, tetapi mereka hanya sekedar saling memberi semangat. Selain, Sayaka dan Reiji yang berjuang mencapai mimpi mereka. Di movie ini juga diperlihatkan perjuangan ibu Sayaka yang bekerja keras untuk mendukung mimpi anaknya. Juga perjuangan Tsubota Sensei untuk terus memberikan suntikan semangat pada para anak didiknya.

Dari movie ini, saya pribadi menarik kesimpulan bahwa saat mengejar mimpi, pastikan kamu telah memiliki mimpi yang ingin kamu raih, memiliki keluarga yang mendukung mu meraih mimpi mu, memiliki Tutor terbaik yang akan menunjukkan mu jalan menuju mimpi mu, dan memiliki sahabat terbaik untuk menjadi penyemangat mu kala kau hampir menyerah pada mimpi mu.... Ganbatte

Ada banyak quote-quotes penambah semangat dari Film ini seperti:
" Pengetahuan itu seperti sihir. Karena dengan tahu banyak hal akan membuat pemikiran kita menjadi lebih luas"
" Saat orang lain yakin bahwa kamu mustahil untuk melakukannya. Bukan berarti kamu benar-benar mustahil untuk melakukannya. Cukup yakin kan dirimu saja, bahwa kamu pasti benar-benar bisa meraihanya. Dimana ada kemauan disitu ada jalan"
"Dengan tujuan yang ambisius melalui kerja keras dan pengalaman, maka masa depan akan menjadi kekuatan mu"
"Saat berada di bawah tekanan, kamu hanya perlu merasa percaya diri untuk mengatasinya"

Sayaka dan Keluarganya
Banyak sekali pelajaran bisa dipetik dari film ini:
  1. Bahwa anak-anak yang selalu diperdengarkan kata-kata negatif, akan berpikir kalau dirinya memang tak memiliki apa-apa selain hal-hal negatif. 
  2. Bahwa keluarga menjadi pondasi utama seorang anak untuk bisa mencapai sukses dalam hidup mereka.
  3. Bahwa Orang Tua harus lah sadar bahwa anak-anak bukan boneka yang harus bergerak sesuai kehendak orang tuanya. Setiap anak special, Setiap anak punya bakat dan minat nya masing-masing. Memaksakan kehendak pada seorang anak untuk melanjutkan mimpi dari orang tua nya yang tertunda, hanya akan membuat Sang Anak merasa tertekan.
  4. Bahwa Setiap Guru harus menyadari bahwa setiap anak didik itu berharga. Membanding-bandingkan anak didik satu dengan yang lain tak akan menghasilkan apa-apa. Justru seharusnya guru memberikan semangat dan motivasi pada setiap anak didik yang memiliki keterlambatan dalam menangkap mata pelajaran. Dan mengubah pola belajar sesuai yang dibutuhkan si Anak didik
  5. Dan harusnya aku dan kita semua menyadari bahwa setiap diri kita adalah unik. Kita berbeda dari yang lain yang membuat kita unik. Kita mempunyai hak untuk bermimpi setinggi apa pun itu, asalkan kita memiliki tekad, kemauan dan keyakinan untuk meraihnya. Percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha dan bekerja keras. Gagal bukan berarti kita tidak mampu. Tetapi mungkin kita hanya perlu untuk mencoba nya lagi dengan usaha yang lebih baik
Kampus yang di tuju oleh Sayaka
Melihat kerja keras Sayaka untuk masuk ke Universitas Keio. Jadi penasaran juga, kampusnya kayak gimana. Jadi sedikit searching tentang Keio University. Dan ternyata Kampus ini adalah salah satu kampus terbaik di Jepang setelah Tokyo University. Selain terkenal sebagai kampus tertua di Jepang, Universitas Keio juga dikenal sebagai almamater sejumlah tokoh politik seperti mantan Perdana Menteri Koizumi Jonuchiro dan Mantan Ketua Partai Demokrat Jepang, Ozawa Ichiro. Selain tokoh politik, Aktor Mizushima Hiro dan Anggota Boy Band Arashi Sakuraisho juga merupakan alumni dari Universitas Keio. (sumber http://icampusindonesia.com/2016/04/06/10-universitas-kampus-terbaik-di-jepang/)

Setelah nonton ini, semangat untuk mengejar mimpi melanjutkan study tahun ini semakin menggebu. Kamu sendiri gimana???? Yuk tonton filmnya

0 comments:

Post a Comment